cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
duniafarmasi@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Farmasi
ISSN : -     EISSN : 25483560     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Dunia Farmasi secara resmi yang dikelola oleh Program Studi S1 Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal review nasional, yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Desember, April dan Agustus dengan topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada tema meliputi Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmakognosi, Fitokimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Edisi April" : 6 Documents clear
Formulasi Sediaan Lotion dari Ekstrak Etanol Biji Buah Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) Jacub Tarigan; Lewinda Panggabean
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4425

Abstract

Pendahuluan; Biji salak diketahui mengandung flavonoida dan tanin yang dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas. Oleh karena itu perlu dilakukan formulasi menjadi bentuk sediaan losion yang dapat memberikan perlindungan terhadap kulit. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan losion dari ekstrak etanol biji salak. Metode; Ekstrak biji salak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian di formulasi menjadi sediaan losion dengan variasi konsentrasi F1 (blanko), F2 (1%, F3 (3%) dan F4(5%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, aritasi dan uji kesukaan. Hasil; Diperoleh sediaan losion berbentuk semi padat, berwarna coklat, homogenitas baik, pH 6.1-6.6, daya sebar merata, tidak mengiritasi kulit, dan sediaan F2 paling disukai oleh panelis. Kesimpulan; Ekstrak etanol biji salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) dapat diformulasikan menjadi sediaan losion dan telah memenuhi syarat evaluasi sediaan
Formulasi dan Uji Efektifitas Anti-Aging dari Masker Clay Ekstrak Etanol Kentang Kuning (Solanum tuberosum L.) Mandike Ginting; Khairani Fitri; Leny Leny; Betari Khairani Lubis
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4541

Abstract

Pendahuluan: Kentang kuning (Solanum tuberosum L.) diketahui mengandung vitamin C dan flavonoid antosianin sebagai sumber antioksidan alami. Kandungan senyawa ini dalam masker clay  dapat mencegah paparan sinar UV sebagai penyebab terbentuknya radikal bebas yang ditandai dengan kulit kerut/keriput, kering, kasar dan bercak hitam. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah masker clay ekstrak etanol kentang kuning (Solanum tuberosum L.) efektif sebagai anti-aging untuk mencegah penuaan dini pada kulit Metode: Penelitian eksperimental laboratorium  dengan melihat persentase perubahan peningkatan kadar air, pengecilan ukuran pori-pori, peningkatan kehalusan, berkurangnya noda dan berkurangnya keriput. Hasil: Penggunaan masker clay dengan ekstrak kentang 10% selama 4 minggu menunjukkan perubahan kondisi kulit menjadi lebih baik  dengan peningkatan kadar air (45,2%), pori-pori semakin mengecil (8%), peningkatan kehalusan (31,9%),  pengurangan jumlah noda (57,37%) serta keriput yang semakin berkurang (41,8%). Kesimpulan: Ekstrak etanol kentang kuning (Solanum tuberosum L.) dalam masker clay efektif sebagai pencegah penuaan dini pada kulit.
Formulasi dan Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Pelembab Bibir Hafizhatul Abadi; Siti Fatimah Hanum; Ignasia Amaerita Buulolo
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4631

Abstract

Pendahuluan: Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanton, antosianin dan tanin yang  merupakan  sumber antioksidan bekerja dengan cara menghidrasi kulit, melembutkan kulit dan mengurangi tingkat kekeringan pada kulit. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir. Tujuan: Untuk memformulasi sediaan lip balm menggunakan ekstrak etanol kulit buah manggis dan mengevaluasi efektivitas sebagai pelembab bibir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10%. Evaluasi sediaan lip balm meliputi pemeriksaan uji stabilitas, homogenitas, pH, suhu lebur, iritasi dan uji kesukaan. Uji efektifitas sebagai pelembab bibir menggunakan Moisture checker. Hasil: Diperoleh sediaan lip balm yang homogen, stabil, pH 4,8-6,1; tidak mengiritasi kulit. Sediaan lipbalm dengan konsentrasi 10% paling efektif melembabkan bibir setelah 4 minggu. Kesimpulan: Ekstrak etanol kulit buah manggis dapat diformulasikan kedalam sediaan lip balm dan efektif melembabkan bibir pada konsentrasi 10%.
Penentuan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack.) secara In Vitro Musyirna Rahmah Nasution; Annisa Riski Permata Sari; Intan Putri Utami; Tria Halianti
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4599

Abstract

Pendahuluan: Marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack.) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Senyawa tersebut diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis. Tujuan: untuk mengetahui potensi aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan secara in vitro dengan metode spektrofotometri. Metode:Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), nilai persentase Transmisi eritema (%Te) dan persentasi Transmisi pigmentasi (%Tp) menggunakan alat Microplate Reader. Hasil: Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun marpuyan memiliki aktivitas tabir surya pada konsentrasi 1000 ppm dengan kategori %Te 0,422 (Sunblock), %Tp 10,566 (Sunbock) dan SPF 20,765 (Proteksi ultra). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun marpuyan berpotensi sebagai bahan aktif antioksidan dan tabir surya.
Formulasi Kombinasi Minyak Nilam (Patchouli oil) dan Minyak Mawar (Rose oil) pada Sediaan Lilin Aromaterapi sebagai Relaksasi Khairani Fitri; Ihsanul Hafiz; Nuzulul Safitri; Mandike Ginting
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4544

Abstract

Pendahuluan: Relaksasi menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang. Kandungan minyak nilam yaitu patchoulol termasuk kedalam golongan seskuiterpen alhokol. Sementara minyak geraniol dan feniletil alkohol sebagai komponen utama minyak mawar. Kombinasi keduanya memiliki efek relaksasi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kombinasi minyak nilam dan minyak mawar dapat memberikan efek terapi relaksasi menggunakan alat Visual Analog Scale (VAS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan menguji tingkat relaksasi pada perbandingan konsentrasi minyak nilam:minyak mawar yaitu 0%:1%, 1%:0%, 1%:1%, 2%:2%, 2%:1%, 2%:0%, 0%:2%, 1%:2. Hasil: Lilin aromaterapi kombinasi minyak nilam dan minyak mawar memberikan efek terapi tenang dan segar. Hasil uji Wilcoxon yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat relaksasi antara F9 dan kontrol positif. Kesimpulan: Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak nilam dan minyak mawar dapat berfungsi sebagai relaksasi dengan aromaterapi terbaik yaitu pada formula F9. 
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Obat Luka Bakar pada Tikus Putih Jantan Tetty Noverita Khairani; Ruth Mayana Rumanti; Afri Manao
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4628

Abstract

Pendahuluan: Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki kandungan flavonoid berupa xanton yang memiliki efek anti inflamasi dengan memicu pembentukan kolagen yang berperan penting dalam pemeliharaan struktur dan penyembuhan luka. Adanya senyawa saponin, fenol dan tanin juga mampu mempercepat proses luka bakar pada tikus putih jantan. Tujuan: Untuk mengetahui efek daya sembuh formulasi sediaan krim kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai obat luka bakar pada tikus putih jantan. Metode: Merupakan penelitian eksperimental dengan melihat tingkat penyembuhan luka bakar hingga hari ke 21. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa F0 (kontrol negatif) memiliki rerata persentase penyembuhan luka bakar 27%, F1 (krim ekstrak 5%) memiliki rerata persentase penyembuhan luka bakar 55%, F2 (krim ekstrak 10%) memiliki rerata persentase penyembuhan luka bakar 67%, F3 (krim ekstrak 15%) memiliki rerata persentase penyembuhan luka bakar 83%. Kesimpulan: Proses percepatan penyembuhan luka bakar pada hari ke 21 dihasilkan oleh krim ekstrak etanol F3 dimana hasil analisis data pengukuran diameter luka bakar dengan uji one way ANOVA menunjukan nilai signifikan p0,05 yaitu sebesar p=0,000 yang berarti bahwa terdapat perbedaan bermakna pada tiap kelompok perlakuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6