cover
Contact Name
Eduard Fransisco Tethool
Contact Email
e.tethool@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritechnology.unipa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Agritechnology : Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Papua
ISSN : 2615885X     EISSN : 26204738     DOI : -
Agritechnology with registered number ISSN 2620-4738 (print) and ISSN 2615-885X (online) is a scientific journal that publishes research results in the fields of food and agricultural products, agricultural and bio-system engineering, and agro-industrial technology. This journal was published by the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, Manokwari, West Papua.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TAPIOKA TEROKSIDASI DENGAN OKSIDATOR HIDROGEN PEROKSIDA DAN KATALISIS IRRADIASI UV-C Dewi, Angela Myrra Puspita
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji reaksi oksidasi tapioka menggunakan hydrogen peroksida dan dikatalisis irradiasi UV-C. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap reaksi oksidasi dikaji dalam penelitian ini yang meliputi kadar karbonil, karboksil, amilosa, sifat pasta, daya pengembangan dan kelarutan pati. Perlakuan konsentrasi hidrogen peroksida dan waktu irradiasi UV berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia tapioka teroksidasi. Makin tingginya konsentrasi hidrogen peroksida, kadar karbonil, amilosa, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah. Sedangkan makin lama waktu irradiasi UV C, kadar karbonil, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah, namun kadar karboksil yang dihasilkan meningkat kemudian menurun dengan makin lamanya irradiasi. Kadar karbonil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 3%, waktu irradiasi 5 menit sebesar 0,56%, kadar karboksil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 1%, waktu irradiasi 10 menit sebesar 0,33%.
Perencanaan Pengembangan Industri Skala Kecil Fillet Ikan Tuna (Tunnus sp) di Kabupaten Manokwari Ngaliman .; Fitryanti Pakiding; Isak Silamba
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.21

Abstract

Walaupun teknologi pengolahan produk perikanan sudah sangat berkembang, akan tetapi, sampai saat ini industri pengolahan ikan di Kabupaten Manokwari, belum berkembang. Salah satu penyebab kurang berkembangnya industri perikanan adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengelola usaha termasuk pendirian usaha pengolahan produk perikanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pendirian industri fillet ikan tuna di Kabupaten Manokwari. Secara khusus kajian kelayakan ini meliputi aspek: teknis dan teknologi, pasar dan pemasaran, dan finansial. Aspek kelayakan teknis dan teknologi serta pasar dan pemasaran dikaji menggunakan metode deskriptif, sedangkan aspek finansial dikaji menggunakan indikator finansial seperti IRR, NPV, dan Rasio B/C. Hasil analisa menunjukkan bahwa industri kecil fillet ikan tuna layak didirikan di Kabupaten Manokwari dengan memperhatikan aspek teknis dan teknologi yang mengefisienkan proses produksi dengan sasaran pasar adalah pasar ekspor melalui kota-kota besar di Indonesia. Secara finansial, industri ini layak beroperasi dalam masa waktu investasi 3 tahun; nilai payback 2 tahun 7 bulan; nilai IRR yang lebih besar dari suku bunga investasi; dan NPV lebih besar dari nol; dan B/C ratio sebesar 1,15. Analisis sensitivitas yang dilakukan menunjukkan bahwa industri ini akan tetap layak secara finansial untuk didirikan apabila terjadi perubahan harga bahan baku sebesar 20% dan penurunan harga produk sebesar 10%.
Karakteristik Fisikokimia Tapioka Teroksidasi dengan Oksidator Hidrogen Peroksida dan Katalisis Irradiasi UV-C Angela Myrra Puspita Dewi; Haryadi Haryadi; Sardjono Sardjono; Eduard F. Tethool
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.17

Abstract

Modifikasi pati dapat dilakukan melaluireaksi oksidasi menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan dikatalisis irradiasi UV-C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2O2 dan waktu irradiasi UV-C terhadap sifat fisikokimia tapioka teroksidasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu konsentrasi H2O2 (1%, 2%, dan 3%) dan waktu irradiasi (5, 10, dan 15 menit). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap reaksi oksidasi dikaji dalam penelitian ini meliputi kadar karbonil, karboksil, amilosa, sifat pasta, daya pengembangan dan kelarutan pati. Perlakuan konsentrasi hidrogen peroksida dan waktu irradiasi UV berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia tapioka teroksidasi. Makin tinggi konsentrasi hidrogen peroksida, maka kadar karbonil, amilosa, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah. Sedangkan makin lama waktu irradiasi UV C, kadar karbonil, dan viskositas pasta pati oksidasi yang dihasilkan lebih rendah, namun kadar karboksil yang dihasilkan meningkat kemudian menurun dengan makin lamanya irradiasi. Kadar karbonil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 3%, waktu irradiasi 5 menit sebesar 0,56% dengan viskositas puncak 2800 cp, viskositas akhir 1500 cp, kadar amilosa 23,67% (bk), swelling power 37,23%, kelarutan 28,89%. Sedangkan kadar karboksil tertinggi diperoleh dari perlakuan H2O2 1%, waktu irradiasi 10 menit sebesar 0,33% dengan viskositas puncak 4250 cp, viskositas akhir 3005 cp, kadar amilosa 24,73% (bk), swelling power 31,92%, dan kelarutan 21,55%.
Sifat Fisik, Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Essensial Kulit Batang Akway (Drimys piperita Hook f.) Muhammad Zakariyah; Gino Nemesio Cepeda; Hostalige Hutasoit
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.18

Abstract

Minyak essensial merupakan produk cairan yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari berbagai bagian tumbuhan aromatik. Akway (Drimys piperita Hook f.) merupakan salah satu jenis tumbuhan aromatik yang memiliki kulit batang yang mengandung minyak essensial. Konsentrasi dan jenis senyawa penyusun minyak essensial sangat menentukan sifat fisik, kimia dan antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan kandungan fitokimia minyak essensial kulit batang akway serta potensi antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri patogen. Proses ekstraksi minyak essensial kulit batang akway dilakukan menggunakan metode distilasi air. Pengujian sifat fisik yang dilakukan meliputi warna, kelarutan dalam alkohol dan indeks refraktif sedangkan pengujian kandungan kualitatif fitokimianya meliputi terpenoid, flavonoid, alkaloid dan saponin. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada konsentrasi 0-10% dengan metode difusi cakram di dalam medium agar. Hasil menunjukkan bahwa minyak essensial kulit batang akway memiliki warna jernih kekuningan, kelarutan 1 : 2 dalam alkohol 80%, dan indeks refraktif sebesar 1,4942. Minyak essensial kulit batang akway mengandung terpenoid, flavonoid, alkaloid dan saponin serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan konsentrasi hambat tumbuh minimum sebesar 2,7-5,0 mg/ml.
Mutu Kimia Minyak dan Komponen Aktif Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus L.) yang Dinetralisasi Menggunakan Larutan Alkali Budi Santoso; Zita L. Sarungallo; Risma U. Situngkir; Mathelda K. Roreng; Meike M. Lisangan; Venny Murni
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.19

Abstract

Pemurnian minyak kasar melalui tahap degumming dan netralisasi dimaksud untuk menghilangkan komponen tidak murni yang tidak diinginkan seperti gum dan asam lemak bebas (ALB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan kandungan aktif minyak buah merah (Pandanus conoideus L.) hasil netralisasi secara alkali. Proses netralisasi minyak buah merah hasil degumming dilakukan menggunakan larutan alkali dengan 3 konsentrasi larutan NaOH yaitu 0,8N, 1N dan 1,25N, dengan rasio minyak: alkali: air pencucian, masing-masing 5:1:1, dengan tujuh kali pencucian. Parameter mutu minyak buah merah hasil netralisasi (MBMN) yang diuji meliputi rendemen, ALB, bilangan peroksida, total karotenoid dan tokoferol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen MBMN berkisar 40-54%. Kadar ALB minyak degumming (1,15%) dapat diturunkan menjadi 0,31% pada konsentrasi NaOH 1,25 N. Terdapat kecenderungan semakin tinggi normalitas larutan alkali yang digunakan semakin rendah kadar ALB yang dihasilkan, namun tidak mempengaruhi bilangan peroksida sekitar 0,4 meq/kg. Kandungan total karotenoid dan tokoferol MBMN berturut-turut 6467-6859 ppm and 2012-2212 ppm, lebih tinggi dibandingkan minyak kasar (MBMK) maupun hasil degumming (MBMD). Secara keseluruan proses netralisasi dapat meningkatkan mutu minyak buah merah.
Pengaruh blansing dan perendaman asam sitrat terhadap mutu fisik dan kandungan gizi tepung buah pandan tikar (Pandanus tectorius Park.) Sritina N.P. Paiki; Irman .; Zita Letviany Sarungallo; Rossa Martha Marlen Latumahina; Cicilia Maria Erna Susanti; Nurhaidah Iriyani Sinaga; Diana Nurini Irbayanti
Agritechnology Vol 1 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i2.20

Abstract

Kendala utama dalam pembuatan tepung buah pandan tikar (Pandanus tectorius Park.) adalah reaksi pencoklatan enzimatis selama proses pengirisan dan pengeringan, akibat adanya kontak dengan oksigen. Keadaan ini dapat dikurangi dengan perlakuan fisik dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh blansing dan perendaman asam sitrat terhadap mutu fisik dan komposisi gizi tepung buah pandan tikar. Perlakukan yang digunakan dalam penelitian ini adalah blansing (dikukus pada 80oC, 3 menit), dan perendaman dalam asam sitrat (2%, b/v). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan blansing dapat mencegah terjadinya reaksi pencoklatan enzimatis dibandingkan perendaman dengan daging buah asam sitrat pada tepung pandan tikar yang dihasilkan; dengan nilai rendemen (16,21%), tingkat kecerahan - nilai L (76,29), tingkat kemerahan - nilai a (2,41), tingkat kekuningan - nilai b (25,82), suhu gelatinisasi (92,33 oC), kelarutan dalam air (53,43%); serta mengandung air (10,08% bb), abu (10,00% bk), protein (5,73% bk), lemak (2,24% bk), karbohidrat (82,03% bk), serat kasar (24,42% bk) dan total gula (26,00% bk).

Page 1 of 1 | Total Record : 6