Articles
386 Documents
PELATIHAN KERAJINAN PEMBUATAN TAS DARI TALI KUR BAGI IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS 432 KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS
Mawardi, Amirah;
Satriani, Sitti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v4i1.634
Program Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dikenal dengan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kariango. Namun pada IbM ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dalam memberikan pelatihan kerajinan tangan kepada ibu-ibu yang tidak memiliki aktifitas selain menjadi ibu rumah tangga dan menjadi ibu Persit yang memliki rutinitas setiap hari melayani kebutuhan suami dan anak serta sibuk mengikuti kegiatan olah raga, seni dan budaya yang ditentukan oleh pengurus persit yang ada di Kostrad Kariango. Kondisi yang telah lama terjadi di kalangan ibu-ibu persit kostrad kariango :a). Rutinitas yang hampir setiap hari sama, membuat ibu persit yang tidak memiliki aktifitas di luar asrama membutuhkan kegiatan lain. b). Kerajinan tangan seperti tas yang terbuat dari Tali Kur merupakan kerajinan yang bernilai postif dan dapat menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang flet. c). Banyaknya ibu persit yang menginginkan memiliki penghasilan sendiri dan tetap berada di rumah sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anaknya namun bingung bagaimana cara memulainya sehingga mereka sangat memerlukan pelatihan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. (home industri). d). Keberadaan ilmu manajemen pemasaran produk sangat dibutuhkan. e). Dibutuhkan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu persit. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya adalah melakukan penyuluhan dan sosialisasi yang intens untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu persit dalam memproduksi tas dari tali kur dan perlunya di buat manajemen organisasi yang baik kepada ibu-ibu persit sebagai kelompok pembuat tas tali kur. Target luarannya adalah menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu Persit kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dan untuk mengintensifkan kembali anggota kelompok yang kurang aktif, serta sebagai upaya menarik simpati ibu persit yang lain untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kerajinan tas dari tali kur.
PEMAHAMAN K3 BIDANG KONSTRUKSI PADA PEKERJA BANGUNAN DI DESA LAMANINGGARA KECAMATAN SIOMPU BARAT KABUPATEN BUTON SELATAN
Efendi, Ahmad;
Sianto, La
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v4i1.637
Kecelakaan kerja pada sektor apapun termasuk sektor tidak dapat dihindari namun sebenarnya dapat kendalikan atau diminimalkan kejadiannya. Penyakit dan kecelakaan akibat pekerjaan pada bidang konstruksi dapat mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja sebagai akibat dari berkurangnya sumber daya tenaga kerja. Dalam upaya mengendalikan dan meminimalkan kecelakaan kerja, maka dilakukan penyuluhan K3 konstruksi dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja bangunan tentang K3 dalam pekerjaan konstruksi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi terkait materi K3 bidang konstruksi utamanya yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan konstruksi, dimana penyampaian materi dilakukan menggunakan infokus diselingi dengan penjelasan-penjelasan yang diberikan secara oral. Dari kegiatan pengabdian diketahui bahwa sebelum dilakukannya kegiatan ini rata-rata masyarakat Desa Lamaninggara tidak mengetahui tentang K3, dan setelah dilakukannya kegiatan pengabdian maka pengetahuan K3 utamanya bidang konstruksi telah diketahui dan dipahaminyang menandakan bahwa terjadi peningkatan pemahaman masyarakat utamanya para pekerja konstruksi di Desa Lamaninggara yang mana ditunjukkan dengan adanya kesadaran diri dari pekerja bangunan yang ada di Desa Lamaninggara untuk menerapkan K3 utamanya pada pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang dilakukan.
PELATIHAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN (OTOMASI PERPUSTAKAAN) DI SDN 1 WAMEO KECAMATAN BATUPOARO KOTA BAUBAU
Akbar, Azas;
Andarias, S Hafidhawati;
Husnia, Wa Ode
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v4i1.638
Ketersediaan Senayan Library Management System (SLiMS) sebagai aplikasi Free Open Source Software (FOSS) belum diketahui oleh pengelolah Perpustakaan sekolah pada umumnya. SDN 1 Wameo sebagai penyelenggara pendidikan sekolah dasar di Kota Baubau contohnya belum mengetahui pemanfaatan software yang dimaksud. Keadaan ini terbukti dengan ketersediaan komputer perpustakaan sekolah yang masih belum difungsikan sebagai perangkat utama dalam pengadministrasian perpustakaan sekolah. Kendala ini terjadi karena pengelola perpustakaan tidak mendapatkan akses informasi yang bisa dijadikan rujukan dalam pelaksanaan pengelolaan perpustakaan yang ideal. Hasil dan luaran dari PKM ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan dari pengelolah Perpustakaan Sekolah SDN 1 Wameo berbasis (SLiMS). Diharapkan juga terwujud sistem administrasi sekolah yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang bermuara sebagai sekolah dasar yang menjadi panduan sekolah lain dalam sistem pengelolaan perpustakaan yang terotomasi. Pada pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini, Tim pengabdi menyediakan aplikasi (FOSS) berupa SliMS kepada pihak sekolah, melakukan pengenalan dan pelatihan penggunaan (SLiMS) kepada pengelolah perpustakaan, serta melakukan pendampingan penerapan (SLiMS) dan evaluasi.
Penyuluhan Kesadaran Hukum dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja pada Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Dojo Universitas Muhammadiyah Buton
Indah Kusuma Dewi & Hardin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.49
Maraknya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) tidak hanya dirasakan di kota-kota besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil diseluruh wilayah Republik Indonesia termasuk Kota Baubau. Berdasarkan analisis tersebut, maka perlunya penyuluhan kesadaran hukum dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja pada Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (PERKEMI) Dojo Universitas Muhammadiyah Buton. Metode ceramah, diskusi,tanya jawab, presentase dan pemutaran film dipilih untuk menjelaskan mengenai bahaya narkoba bagi para remaja. Kesimpulan dari program ini adalah: (1) Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang “Penyuluhan Kesadaran Hukum dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja pada Indonesia PERKEMI Dojo Universitas Muhammadiyah Buton” telah mentransformasikan ilmu pengetahuan tentang bahaya narkoba pada generasi muda dan upaya pencegahannya, agar generasi muda tidak terpengaruh dengan kenikmatan yang hanya sifatnya sesaat, namun berdampak negatif bagi keberlangsungan hidup generasi muda kita; (2) Remaja yang berprestasi adalah remaja yang mengenal potensi dan jati dirinya sendiri dengan menjauhi ekstasi dan zat-zat narkoba lainnya. Itulah komitmen yang dibuat oleh remaja hasil penyuluhan tersebut dan mereka berkomitmen untuk menjauhi narkoba dan akan mencegah pengedaran narkoba dilingkungan mereka dan akan melaporkan pada pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Baubau jika melihat hal-hal yang mencurigakan disekitar lingkungan mereka dan komitmen ini dikemukakan pada akhir kegiatan
Pembinaan Aparat Desa Tentang Administrasi Desa (Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan)
Ansa Suherman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.50
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada aparat pemerintah Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa dalam bentuk pembinaan teknis administrasi pemerintah desa. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi bahwa pembinaan kepegawaian merupakan segala usaha dan tujuan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggunaan dan pemeliharaan pegawai dengan tujuan untuk mampu melaksanakan tugas organisasi dengan efektif dan efisien. Pembinaan dilakukan adalah dengan tujuan untuk menghasilkan pegawai yang bermutu dan berkualitas yang berdaya guna dan berhasil guna, yang dilakukan secara sistematis dan pemanfaatan potensi dan kemampuan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Gerak Makmur ini dilakukan dalam 3 tahap selama 3 bulan. Mulai awal bulan Juni hingga Agustus 2016, tahap persiapan yang terdiri dari rapat dengan pihak terkait, penyusunan proposal, dan survey ke lokasi telah dilakukan. Tahap selanjutnya adalah Pelaksanaan yang merupakan agenda utama, antara lain pembinaan aparat desa, pembuatan dan simulasi kegiatan adninistrasi, dan pembuatan contoh administrasi desa yang berlangsung dari bulan Juni hingga bulan Agustus 2016. Adapun tahap terakhir adalah pelaporan yang dituangkan dalam bentuk Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Akhir dari pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam pelaksanaan tugas administrasi di Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan kemampuan aparatur desa dalam pelaksanaan tugas administrasi di Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatandilakukan dengan dua cara yaitu peningkatan disiplin kerja aparatur serta melakukan pendidikan dan pelatihan serta pembinaan.
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Pada Kelompok Tani Baru Jaya dan Penerapannya Pada Usahatani Kakao di Kelurahan Waliabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau
H Hardin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.51
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) betujuan membantu petani khususnya Kelompok Tani Baru Jayadi Keluarahan Waliabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau dalam memperkenalkan pestisida nabati beserta cara membuat dan pengaplikasiannya pada tanaman kakao. Berdasarkan hasil kegiatan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Penggunaan pestisida nabati bagi serangan hama dan penyakit tanaman pada tanaman kakao sebaiknya para petani menggunakan tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati yang ada di sekitar mereka, karena disamping ramah lingkungan untuk menciptakan kebun coklat yang organik, juga harganya murah sehingga bisa dijangkau oleh petani dengan perbandingan harga 1:10 dengan ukuran yang sama bahkan jika diproduksi sendiri harganya semakin murah karena bahan-bahan tidak semua dibeli, karena ada di lingkungan para petani; (2) Efektifitas dalam menangani hama dan penyakit adalah 70-80%, sehingga para petani dapat menikmati hasil panen yang lebih baik dari sebelumnya dan petani dapat dibuat tidur dengan nyeyak dan petani tidak ragu dengan dampak yang ditimbulkan karena pestisida nabati tidak berbahaya
Gerakan Sedekah Ilmu Buton Raya Educare: Penerapan Metode Multiple Intellegences Bagi Anak-anak Desa Kepulauan Buton
andy Arya M. Wijaya Sardin Suhardiyanto
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.52
Tujuan pengabdian masyarakat melalui gerakan Sedekah Ilmu: Penerapan Metode Multiple Intellegences dalam Pembelajaran Bagi Anak-Anak Desa Di Kepulauan Buton ini adalah upaya mengembangkan system belajar dengan pendekatan yang lebih mengajak anak-anak untuk terlibat aktif, sekaligus melatih mahasiswa untuk menerapkan pengalaman mereka dan menyerap inspirasi lingkungan sekitar. Di sisi lain, metode pembelajaran diharapkan mampu membangun relasi sosial antara anak-anak desa karena didesain dan diterapkan secara multi metode. Metode yang diterapkan dalam Sedekah Ilmu ini adalah Pendidikan Masyarakat khususnya kepada anak-anak melalui pendekatan Multiple Intelligences (MI), yang didesain dalam metode pembelajaran, materi pembelajaran, ice breaking, dan desain pembelajaran kelompok. Hasil yang diperoleh pada proses ini meliputi beberapa hal, diantaranya; a) Pembelajaran menjadi lebih adaptif terhadap potensi anak; b) Sekalipun dalam permainan namun anak-anak tetap dapat sambil belajar; c) Membangun Ikatan Kelompok Sosial Anak sejak dini melalui pembelajaran yang berbasis kelompok; d) Membangun kesadaran kepada anak-anak tentang potensi desa mereka melalui sub-pembelajaran; e) Melatih anak-anak menuliskan cita-citanya dan berani untuk mengungkapkannya; f) Memberi inspirasi sekaligus pengalaman terhadap para pengajarnya dalam mengelola kelompok kelas anak-anak
Pengidentifikasian Nilai-nilai Pendidikan Karakter Cerita Rakyat Asal Mula Benteng Matulunga di Kabupaten Buton Selatan
Asma Kurniati & Ria Safaria Sadif
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.54
Kabupaten Buton Selatan memiliki banyak warisan budaya yang sangat menarik dan dijadikan sebagai objek wisata seperti Benteng Matulunga. Namun pada umumnya benteng-benteng warisan budaya tersebut banyak yang kondisinya sudah rusak dan tidak terawat.Padahal, hampir semua objek wisata hebat di mana saja, selalu memiliki kisah-kisah yang secara turun temurun diwariskan dan dipercaya orang. Terlebih lagi jika cerita-cerita rakyat tersebut mengandung nilai-nilai karakter yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Cerita itu adalah magnet yang tersembunyi sehingga perlu diidentifikasi. Sehingga kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter pada cerita rakyat Asal Mula Benteng Matulunga. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk memotivasi kepada masyarakat agar lebih mencintai warisan budaya daerah terutama tentang cerita rakyatnya dan berupaya untuk melestarikannya hingga temurun.
Pemasaran Produk Hasil Rumput Laut di Desa Waara Sebagai Pintu Gerbang Pulau Muna
Moh. Rusman Ramli
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.56
Potensi hasil rumput laut yang melimpah dan posisi strategis Desa Waara, Kecamatan Lakudo, Kab. Buton Tengah, Prov. Sultra diharapkan dapat menjadi modal besar untuk pengembangan produk yang telah dihasilkan menjadi produk unggulan berbasis potensi lokal Desa Waara. permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana mengembangkan produk yang telah dihasilkan tersebut agar lebih dikenal oleh pasar dan menjadi ikon bagi desa waara sebagai salah satu desa penghasil rumput laut. Ibu-ibu PKK pada umumnya hanya mengenyam pendidikan sampai pada tingkat SMP dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Dari aspek pemasaran, kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah lebih ditekankan pada bagaimana mengkombinasikan marketing tools yang dapat diaplikasikan oleh mitra seperti pembuatan kemasan, brosur dan pemanfaatan media sosial dan penjulan online. Sedangkan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan mitra tentang manfaat pembukuan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam usaha mitra menunukkan bahwa mitra sangat kekurangan pengetahuan dan keterampilan. Sangat diperlukan pendampingan yang terstruktur dan terprogram seperti sebuah layanan konsultasi
Partisipasi Petani dalam Pelaksanaan Intensifikasi Gerakan Nasional (Gernas) Kakao di Kabupaten Buton
Safrin Edy & Cecep Nuryadin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v1i1.57
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan Intensifikasi Gerakan Nasional (GERNAS) kakao di Kabupaten Buton. Partisipasi petani yang meliputi Frekuensi mengikuti penyuluhan dan konsumsi media serta pemupukan dan pemangkasan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli sampai Oktober tahun 2016 yang bertempat di Kecamatan Lasalimu Selatan dan Siontapina. Penentuan tempat penelitian ini dilakukan secara purposive atau ditunjuk secara langsung dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentra penghasil Kakao yang mendapatkan GERNAS program intensifikasi di Kabupaten Buton. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling method) sebanyak petanin kakao sebagai responden. Data penelitian diperoleh melalui wawancara langsung dan dianalisis secara deskriptif kualitatif yakni dengan memberikan gambaran tentang partisipasi petani terhadap pelaksanaan intensifikasi GERNAS Kakao. Selanjutnya di menggolongkan tinggi, sedang, dan rendahnya partisipasi petani dalam pelaksanaan GERNAS Kakao digunakan rumus Interval = J + 1 /K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi petani dalam pelaksanaan intensifikasi Kakao di Kabupaten Buton adalah mayoritas petani kakao frekuensi mengikuti penyuluhan sering dan konsumsi media sedang, sedangkan tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan intensifikasi Kakao tergolong tinggi yaitu 76,7% karena kebutuhan petani telah tesedia dalam melakukan kegiatan pemupukan dan pemangkasan tanaman Kakao.