cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Analisis Permasalahan Usaha Perikanan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Egi Dita Aprilia; Nia Nurfitriana; Tatty Yuniarti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i2.254

Abstract

Kecamatan Cibinong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor yang memiliki sektor perikanan yang cukup baik, dengan total produksi ikan hias sebesar 25.688 ton dan ikan konsumsi sebesar 1.461 ton. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah potensi perikanan, dan menganalisis permasalahan pada sistem produksi, sistem bisnis dan sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Cibinong. Metode yang digunakan berupa penelusuran data skunder dan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan penentuan jumlah responden menggunakan perhitungan slovin. Hasil Penelitian ini berupa perbandingan analisis usaha per segmen perikanan yang terdiri dari Total Biaya Produksi, Pendapatan, Keuntungan, Revenue Cost (R/C), Break Event Point (BEP), Return of Invesment (ROI), dan Payback Periode (PP) serta analisis permasalahan melalui pohon masalah. Segmen-segmen yang terdapat di Kecamatan Cibinong yaitu Segmen pembenihan dan pembesaran ikan konsumsi (lele, nila, dan gurame), budidaya ikan hias (neon tetra dan koki), dan pengolahan hasil perikanan (Kaki naga, abon ikan, pempek, dan krispi kulit ikan) dengan rataan biaya produksi dan kelayakan usaha tertinggi dari keempat segmen perikanan yaitu, terdapat pada pembudidaya ikan hias untuk 3 RTP, Total biaya produksi: RP.1.629.082,-; Pendapatan: Rp. 3.183.333,-; Keuntungan: Rp. 1.553.916 BEP: 563.100; BEP Unit: 356 ekor; PP: 3; R/C: 1,8; ROI: 27,3%. Pendapatan dan keuntungan terendah terdapat pada segmen pengolahan yang mengolah abon ikan atas nama Titin Z. Permasalahan perikanan yang dapat disimpulkan terdiri dari budidaya perikanan yang memiliki produktivitas rendah, kualitas produk olahan hasil perikanan masih kurang memadai, pendapatan pelaku usaha yang masih belum maksimal, dan dinamika kelompok usaha yang belum dapat berjalan maksimal. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menyusun rencana kerja programa penyuluhan yang akan dilaksanakan.
Persepsi Perangkat Kecamatan dan Perangkat Desa terhadap Keberadaan Waduk : Kasus Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat Nayu Nurmalia; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.123

Abstract

Waduk Jatigede yang berada di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Ir. H. Juanda (Waduk Jatiluhur). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi persepsi perangkat desa dan kecamatan terhadap keberadaan waduk dan mengidentifikasi harapan masyarakat terhadap keberadaan waduk Jatigede. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 26 orang. Responden merupakan perangkat kecamatan dan perangkat desa bekerja di wilayah Waduk Jatigede yang kecamatan dan desanya terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Selain banyaknya manfaat, menurut para perangkat tersebut pembangunan waduk Jatigede juga memiliki dampak yang tidak diinginkan terhadap kehidupan masyarakat. Sejumlah permasalahan timbul dengan adanya pembangunan Waduk Jatigede, yaitu masalah ganti rugi, masalah pekerjaan baru bagi OTD, kesiapan OTD untuk dapat menerima pekerjaan yang baru, serta permasalahan ekonomi produktif masyarakat yang telah dilakukan pemerintah.
Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Yuli Andriani; Walim Lili; Alfian Raymondo Sinurat; Arini Nurisydayanti Gumilar; Atiek Rostika Noviyanti; Muhamad Rozaq Nur Fauzi; Muhammad Raihan Gemilang
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.269

Abstract

Limbah organik mempunyai banyak dampak pada manusia dan lingkungan sekitar. Limbah organik dapat bersumber dari limbah rumah tangga seperti sayur-sayuran, buah-buahan busuk dan dari dedaunan yang berasal dari lingkungan sekitar Limbah organik yang bersumber dari rumah tangga memiliki kandungan protein kasar 10,89-15,58%, lemak 7,77-9,70% dan serat kasar 4,88-9,13%, sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan bahan pakan alternatif sumber protein dan energi dalam pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah organik dari rumah tangga sebagai alternatif pakan ikan serta memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pakan ikan. Selanjutnya target khusus yang ingin dicapai adalah memberikan ilmu atau pengetahuan tentang pemanfaatan limbah organik kepada masyarakat. Metode yang akan digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berupa pengumpulan data kuesioner dari masyarakat. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan pada responden, banyak masyarakat yang belum mengolah dan memanfaatkan limbah organik menjadi bahan yang bermanfaat seperti alternatif pakan ikan.
Kajian Kelayakan Usaha Pengolahan Tradisional Jambal Roti di UKM Mamah Jambal Kamsiah Kamsiah; Ponirah Ponirah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.286

Abstract

Ikan manyung (Arius thalassinus) merupakan bahan baku yang sering digunakan dalam olahan ikan asin Jambal Roti. Istilah Jambal Roti timbul karena daging ikan yang telah digoreng rapuh dan mudah hancur seperti hancurnya roti panggang. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mamah Jambal merupakan salah satu UKM pengolah hasil perikanan secara tradisional yang memproduksi jambal roti. Tujuan penelitian ini di UKM Mamah Jambal Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan Jambal Roti Ikan Manyung (Arius thalassinus) di UKM Mamah Jambal Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Metode pengumpulan data yang akan digunakan yaitu wawancara, observasi, penelusuran data sekunder dan dokumentasi. Proses produksi Jambal Roti dilakukan mulai dari penyediaan pasokan input, proses produksi, pasca produksi hingga pemasaran. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yaitu pengolahan data secara mendalam dengan data dari hasil pengamatan, wawancara dan literatur dan analisis data kuantitatif yaitu metode pengolahan data menggunakan rumus korelasi dan skala likert. Hasil dari tujuan penelitian ini yaitu berdasarkan analisis kelayakan usaha pengolahan jambal roti layak untuk dilanjutkan, dilihat berdasarkan R/C ratio sebesar 1,9. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Mamah Jambal dalam usaha pengolahan ikan jambal roti yaitu ketersediaan bahan baku ikan dari pemasok lokal belum memenuhi kebutuhan, sanitasi dan higiene masih kurang diperhatikan oleh para pengolah, dan daya beli konsumen sempat berkurang pada saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat akibat pandemi Covid-19.
Pendampingan Kelompok Usaha Bersama dalam Pemanfaatan Alat Bantu Fish Finder Guna Meningkatkan Hasil Tangkapan di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Puji Fajar Rizki; Tatty Yuniarti; Asnawi Saman
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.260

Abstract

Penerapan ilmu dan teknologi dalam aktivitas perikanan tangkap berbasis sumber daya akan mampu memenuhi kebutuhan nelayan secara berkelanjutan. Salah satu teknologi penangkapan yang dapat membantu nelayan dalam aktivitas penangkapan ikan adalah Fish Finder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan, sikap dan meningkatkan keterampilan kelompok nelayan melalui penggunaan Fish Finder dalam membantu mendeteksi keberadaan ikan yang nantinya mampu meningkatkan penangkapan ikan hasil tangkapan. Kegiatan penyuluhan kepada kelompok nelayan ini menggunakan metode demonstrasi penggunaan Fish Finder. Kegiatan demonstrasi Fish Finder berlangsung dengan baik. Hasil dari monitoring dan evaluasi menyebutkan bahwa nelayan mendapatkan banyak manfaat dalam menggunakan alat bantu penangkapan Fish Finder dalam membantu mendeteksi keberadaan ikan sehingga mampu mengurangi biaya operasional, meningkatkan hasil tangkapan dan menemukan daerah tangkapan (fishing ground) lebih mudah.
Profil Usaha Pemindangan Ikan pada Sentra Pengolahan Ikan Kota Magelang Kurnia Hardjanto; Windoatmoko Windoatmoko
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.265

Abstract

Kota Magelang memiliki potensi sektor perikanan dengan produksi kegiatan pengolahan ikan yang cukup tinggi. Pengembangan sektor pengolahan ikan di Kota Magelang didukung dengan keberadaan Sentra Pengolahan Ikan, dengan produk utama berupa olahan pindang duri lunak. Unit pengolahan ikan (UPI) pemindangan di Sentra Pengolahan Ikan memiliki produksi terbesar di Kota Magelang, dengan pengolah di UPI tersebut merupakan anggota kelompok pengolah ikan yang ada. Produksi Sentra Pengolahan Ikan Kota Magelang pada tahun 2020 sebesar 249.830 kg, dengan daerah pemasaran di Kota Magelang dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui proses pemindangan ikan, menganalisis kelayakan usaha pemindangan ikan serta penerapan mutu pada kegiatan pemindangan ikan di Sentra Pengolahan Ikan Kota Magelang. Metode penelitian adalah analisis deskriptif, dengan perhitungan kelayakan usaha menggunakan pendekatan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan usaha pemindangan ikan di Sentra Pengolahan Ikan Kota Magelang merupakan usaha skala kecil dan pengolahan ikan dilakukan secara tradisional, perlu peningkatan penerapan mutu pada proses pengolahan ikan yang dilakukan. Usaha pemindangan ikan layak (feasible) untuk dilanjutkan dan dikembangkan secara ekonomis, dengan nilai NPV 10 % Rp 356.293.000, B/C Ratio 1,11, IRR 56 % dan PP 1,14 tahun.
Kajian Faktor Pendukung Penumbuhan Mina Eduwisata (Studi Kasus di Kelurahan Tanjung Pauh Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat) M Syaiful Yutra; Ade Sunaryo Sunaryo; Abdul Hanan; Revelly Junan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.266

Abstract

Mina Eduwisata adalah suatu konsep edukasi perikanan yang dipadukan dengan pariwisata dan berbasis pada suatu wilayah yang potensial. Upaya yang dilakukan dalam penumbuhan suatu wilayah menjadi kampung mina eduwisata adalah mulai dari perbaikan teknologi budidayanya. Salah satunya dengan inovasi penggunaan probiotik dari toga dan pemanfaatan pakan alami azolla microphylla. Penyuluhan merupakan langkah untuk menyampaikan informasi tentang teknologi sehingga sasaran atau pelaku utama bisa mengadopsi inovasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membentuk kelurahan Tanjung Pauh sebagai Kampung Mina Eduwisata dengan penguatan dan pengembangan kegiatan budidaya lele melalui penggunaan teknologi probiotik, pemanfaatan pakan alami Azolla microphylla pada pembudidaya ikan nila, program-program ini dilakukan untuk dapat meningkatkan ekonomi dan meningkatkan pengetahuan, sikap serta memberdayakan masyarakat sekitar. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Hasil penelitian menujukan bahwa Kelurahan Tanjung Pauh dikukuhkan menjadi Kampung Mina Eduwisata pada tanggal 14 Juni 2021.
Pendampingan Kelompok Pembudidaya Dalam Pengembangan Usaha di Kecamatan Banjar Kota Banjar Provinsi Jawa Barat Novita, Novita; Anas, Pigoselpi; Supenti, Lilis; Koswara, Eris
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.273

Abstract

Kecamatan Banjar memiliki luas wilayah 2.589 Ha, dengan potensi wilayah perikanan 60 Ha yang baru dimanfaatkan seluas 38,2 Ha atau 63% dari total wilayah potensial perikanan. Permasalahan yang ada yaitu tingkat kelangsungan hidup ikan masih rendah sehingga pendapatan pembudidaya ikan belum optimal, sehingga diperlukan pendampingan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan yang terjadi pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada pelaku utama yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan khususnya di Kecamatan Banjar. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu memilih sampel kelompok yang berpotensi, memiliki anggota kelompok perikanan yang aktif dan wilayahnya berdekatan. Analisis data yang digunakan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu menjelaskan data-data yang telah dikumpulkan. Proses pendampingan menggunakan metode demonstrasi cara, demonstrasi percontohan, diskusi, dan praktik. Sasaran penyuluhan adalah 11 orang pelaku usaha pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan Hidayah Tirta Mandiri. Materi penyuluhan adalah aplikasi probiotik pada media pakan dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik pada media pakan dan air dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga mencapai 99%, mengefisiensikan pakan 99% yang berdampak pada meningkatnya keuntungan hingga 189%. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai aplikasi probiotik pada media pakan dan air. Peningkatan pengetahuan 35%, perubahan sikap dari setuju menjadi sangat setuju dan pada aspek keterampilan terjadi peningkatan 48% dari cukup terampil dan tidak terampil menjadi terampil. Pada tahapan adopsi inovasi sampai tahap menerapkan terdapat 3 orang (27%) dari 11 sasaran.
Pendampingan Pelaku Usaha Melalui Dempond Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus) dan Pemasaran di Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung Bayu Prastiyo; Yuke Eliyani; Asnawi Saman; Basuki Hendriawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i3.290

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelompok Taruna Mina Karya, Kecamatan Kalirejo Provinsi Lampung, mulai tanggal 8 Maret sampai 5 Juni 2021.Tujuan kegiatan ini meningkatkan hasil produksi benih melalui pemijahan buatan pada pembenihan ikan lele, serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha untuk memperluas wilayah pemasaran benih ikan lele melalui media internet. Aksi penyuluhan adalah dempond pembenihan ikan lele secara buatan serta proses pemasaran daring. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan perikanan yaitu : (a) dempond pemijahan buatan ikan lele menggunakan perbandingan dua ekor  induk jantan dan satu ekor induk betina dengan hasil produksi benih yang diperoleh 67.740 ekor. Proses dempond pembenihan ikan lele secara buatan terbukti dapat meningkatkan hasil produksi dilihat dari perbandingan hasil produksi dengan metode pemijahan alami yang menggunakan dua induk betina hanya menghasilkan 85.000 ekor. (b) pemasaran daring yang dilakukan telah menjangkau wilayah pasar yang lebih luas sampai keluar Provinsi lampung antara lain yaitu wilayah Tangerang dan Bogor. Pemasaran melalui media internet dapat meningkatkan harga jual, di mana yang sebelumnya hanya mencapai Rp.90 - Rp.100 per ekor pada ukuran benih 5-7 cm setelah melakukan pemasaran melalui internet harga jual benih menjadi Rp.150 – Rp.170 per ekor. Aspek pengetahuan mengalami peningkatan rata-rata 43%, aspek sikap menunjukkan perubahan dari kategori tidak setuju menjadi kategori setuju dengan nilai mutlak 90 %. Aspek keterampilan berubah dari kategori tidak terampil rata-rata menjadi cukup terampil.
Perikanan Cantrang di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat Nia Nurfitriana; Aman Saputra; - Mukani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i1.253

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang terkena dampak dari pelarangan cantrang. Terdapat sekitar 1033 unit cantrang yang dimiliki oleh nelayan di Jawa Barat dan tersebar di 5 (lima) kabupaten/kota (Jawa Barat dalam angka 2016) Sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu mempunyai kedudukan yang sangat vital sebagai pilar utama subsektor perikanan. Salah satu pusat industri hasil perikanan Kabupaten Indramayu terletak di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang Perikanan Cantrang di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman kapal, komposisi hasil tangkapan, dan laba/rugi operasional kapal cantrang, serta dampak sosial ekonomi terhadap pelarangan cantrang di Desa Eretan Kulon. Metode pengumpulan data primer dan sekunder dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur dengan teknik analisis data Anova Single Factor dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu kapal cantrang yang beroperasi di bawah koordinasi KUD Mina Bahari bejumlah 43 unit, dengan ukuran volume kapal 16-20 GT sebesar 42%, kapal dengan ukuran 21-30 GT sebesar 35%, dan 23% dengan ukuran 10 s/d 15 GT, komposisi hasil tangkapan terdiri dari 16 (enam belas) jenis ikan demersal dengan jumlah ikan terbanyak terdiri dari jenis ikan pepetek sebesar 4.440 kg, ikan biji nangka sebesar 2.100 kg, dan jenis ikan kapasan sebesar 1.650 kg, harga ikan per kilogram yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah cumi-cumi dengan harga jual Rp.56.666,67/kg, ikan swanggi Rp. 31.849,46/kg. Ikan pari Rp.29.333,33/kg. Penghasilan yang diperoleh dari hasil tangkapan maupun sebagai Anak Buah Kapal (ABK) perikanan cantrang di Desa Eretan Kulon sangat membantu perekonomian nelayan setempat. Kebijakan pelarangan cantrang yang diberlakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menimbulkan permasalahan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Desa Eretan Kulon bahwa masyarakat nelayan kehilangan salah satu sumber penghasilan yang terbukti menguntungkan sehingga menimbulkan kemiskinan dan kerawanan sosial.