cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pemindangan di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba, Bali I Gde Suranaya Pandit; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i2.319

Abstract

Program kemitraan masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh  Universitas Warmadewa bertujuan untuk meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, agar produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pelatihan meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan kesehatan pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan skor sebelum kegiatan.  Kegiatan ini berlangsung setiap hari Sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba. Hasil skor tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan pasca kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat diterapkan secara kontinu.
Ketertarikan Masyarakat Perikanan Memanfaatkan Media Daring Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Pigoselpi Anas; Ani Lutfiyanah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i2.281

Abstract

Pemasaran daring memberikan dampak memperluas jangkauan pemasaran dan dilakukan melalui media daring. Pemasaran daring merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19, memperbanyak kemungkinan untuk menjangkau konsumen yang berada di tempat lain. Kondisi terkini masyarakat pengolah ikan belum dapat memanfaatkan media sosial untuk pemasaran daring sehingga pendapatan menurun terutama dalam kondisi seperti sekarang ini. Program pemasaran menggunakan internet melalui pemanfaatan media sosial dan peningkatan mutu kemasan produk bertujuan untuk meningkatkan nilai harga jual produk dan memperluas jaringan pemasaran sehingga diharapkan pendapatan juga meningkat. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Maret hingga 05 Juni 2021 dengan sasaran Poklahsar Citra Mandiri dan beberapa masyarakat pengolah ikan di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak ketertarikan masyarakat perikanan memanfaatkan media daring untuk memasarkan produk olahan perikanan guna meningkatkan pendapatan. Hasil penelitian terkait pemasaran daring melalui program peningkatan mutu kemasan produk olahan bandeng presto yaitu adanya ketertarikan masyarakat pengolah yang kini sudah beralih menggunakan kemasan plastik berlabel dan kemasan box yang lebih menarik dan kuat. Dampak dari program perbaikan mutu kemasan produk adalah nilai harga jual produk bandeng presto meningkat sebesar 25% untuk kemasan plastik berlabel dan 108% untuk kemasan boks di mana harga produk bandeng presto untuk kemasan plastik berlabel menjadi Rp. 15.000,- dan kemasan boks menjadi Rp. 25.000,-. Sedangkan untuk program pemanfaatan media sosial kini kelompok sudah dapat mengaplikasikan akun WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Shopee untuk pemasaran daring. Dampak dari program pemanfaatan media sosial yaitu ketertarikan masyarakat pengolah untuk memperluas jangkauan pemasarannya melalui akun-akun media sosial dapat meningkatkan pendapatan sebesar 73,81% per produksi.
Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM Terhadap Tingkat Adopsi Pada Produksi Pengolah Tahu Tuna di Kabupaten Pacitan Arifiani Ayu Kurnia Dewi; . Aisiyah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i2.330

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penyuluhan keamanan pangan terhadap tingkat adopsi pada produksi pengolah tahu tuna di kabupaten Pacitan. Sasaran penyuluhan keamanan pangan adalah kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) dan usaha kecil menengah (UKM) tahu tuna. Jumlah produsen tahu tuna kabupaten Pacitan adalah 45 yang terdiri dari Poklahsar dan UKM. Sampel penelitian ini adalah seluruh produsen tahu tuna dengan ketentuan untuk masing-masing Poklahsar diambil 1 responden. Pengambilan data awal dilakukan dengan melakukan pre-test sebelum kegiatan penyuluhan. Metode penyuluhan yang digunakan adalah pemberian materi penyuluhan keamanan pangan kerja sama antara Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Jawa Timur yang diakhiri dengan post-test. Selanjutnya penyuluh melakukan kunjungan pada Poklahsar atau UKM untuk memberikan pendampingan. Analisa data dilakukan dengan melakukan uji beda dengan taraf kepercayaan (nilai tingkat kepercayaan) 95 % (α= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan keamanan pangan memberikan pengaruh peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan Poklahsar dan UKM produsen tahu tuna di Kabupaten Pacitan berdasarkan uji t pre-test dan post-test peserta penyuluhan nilai signifikasinya kurang dari 0.005. Tingkat efektivitas penyuluhan menunjukkan 2,58 dengan kategori baik. Adopsi penerapan keamanan pangan kualitas produksi yang terbanyak adalah pada item peralatan produksi, penyimpanan dan pelabelan pangan mencapai 97.78 % atau 44 dari 45 produsen tahu tuna. Sedangkan adopsi terendah adalah pada item lokasi dan lingkungan produksi serta bangunan dan fasilitas produksi yaitu sebesar 13,33% atau sebanyak 6 dari 45 produsen tahu tuna. Jumlah produsen yang telah menerapkan sistem keamanan pangan secara keseluruhan adalah 8 produsen dengan rincian 6 produsen telah mendapatkan ijin edar dan 2 produsen dalam proses pengajuan.
Analisis Potensi dan Permasalahan Perikanan di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Ina Restuwati; Kurnia Desi Arimukti; Wisnu Anggoro
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.314

Abstract

Kecamatan Dander merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi perikanan darat yang baik. Potensi tersebut dapat diketahui dengan menggali data dan informasi secara lengkap sehingga menjadi bahan analisis yang berguna sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan dan sebagai acuan dasar kegiatan penyuluhan perikanan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan perikanan hasil identifikasi data berupa sumberdaya alam (SDA), sumberdaya manusia (SDM), sumberdaya penunjang, kinerja fungsi kelompok perikanan, kondisi umum usaha perikanan, kondisi produksi perikanan, hubungan kelembagaan serta kondisi sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Dander. Metode penelitian berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan PRA melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dan borang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Dander merupakan wilayah potensial di bidang budidaya dengan komoditas utama ikan lele dan pengolahan dengan satu jenis olahan yaitu ikan lele asap. Jumlah rumah tangga perikanan sebanyak 207 RTP yang terdiri dari 186 RTP budidaya dan 21 RTP pengolahan dengan jumlah kelompok perikanan sebanyak 14 kelompok yang dikategorikan kelas pemula. Permasalahan antara lain rendahnya produksi dan pendapatan pelaku utama/usaha, terbatasnya modal usaha dan kinerja fungsi kelompok belum optimal.
Pemberdayaan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dengan Inovasi Diversifikasi Produk Olahan Perikanan di Kecamatan Petarukan, Pemalang Ani Lutfiyanah; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.276

Abstract

Produk olahan ikan air tawar masih terbatas ragamnya. Demonstrasi cara diversifikasi produk olahan ikan dapat mengenalkan ragam olahan ikan kepada kelompok pengolah dan pemasar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peningkatan pengetahuan, sikap dan pengetahuan tentang pengolahan hasil perikanan pada Poklahsar Jaya Sejati. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dari tanggal 8 Maret sampai dengan 5 Juni 2021 di Poklahsar Jaya Sejati, Desa Nyamplung Sari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan program demonstrasi cara pengolahan dimsum dan ekado meningkatkan pengetahuan tentang produk olahan perikanan masing-masing 30% dan 31,6%. Terjadi perubahan aspek sikap terhadap produk olahan dimsum dari setuju menjadi sangat setuju, aspek sikap terhadap ekado dari ragu-ragu menjadi sangat setuju. Pada aspek keterampilan terjadi perubahan dari cukup terampil menjadi terampil.
Performa Pertumbuhan Post-Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Dengan Sumber Pakan Alami Berbeda Ai Setiadi; Sinung Rahardjo; Djumbuh Rukmono
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.354

Abstract

Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan varietas ikan lele unggul dan bernilai ekonomi tinggi. Pakan awal yang baik bagi larva ikan lele sangkuriang adalah pakan alami, seperti cacing sutra. Saat ini penyediaan cacing sutra masih banyak mengandalkan dari alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan nutrisi, kandungan bakteri dan kinerja pakan alami cacing sutra dari tiga sumber berbeda merujuk pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel uji berupa sumber pakan yang berbeda, di antaranya perlakuan A (cacing sutra hasil pemeliharaan pada media campuran ampas tahu 80%, dedak padi 10%, dan tepung ikan 10%), perlakuan B (cacing sutra hasil budidaya petani) dan perlakuan C (cacing sutra hasil tangkapan dari alam). Hasil penelitian kandungan nutrisi masing-masing perlakuan kandungan protein tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 11,10%, kemudian perlakuan A sebesar 10,98%, dan terkecil pada perlakuan B yaitu sebesar10,23%. Hasil uji kandungan bakteri cacing sutra pada perlakuan A tidak mengandung bakteri Salmonella sp. maupun bakteri Escherichia coli, pada perlakuan B dan perlakuan C positif mengandung bakteri Escherichia coli. Perlakuan A memberikan tingkat efektivitas terbaik terhadap SR yaitu sebesar 87±0,007c %, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 40,07±1,87c mm, berat mutlak sebesar 0,4701±0,0836 g dan rasio konversi pakan sebesar 3,740±0,6189 g. Hasil uji ANOVA menunjukkan perlakuan yang diberikan berpengaruh signifikan (P0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, SGR, dan rasio konversi pakan.
Pendampingan Penggunaan Maggot pada Pembudidaya Ikan Koi di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Nayu Nurmalia; Agitsni Maulida Ulfah; Alvi Nur Yudistira; Toni Ruchimat; Dadang Sukmawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.317

Abstract

Peningkatan biaya produksi akibat dari harga pakan yang semakin mahal berimbas pada keuntungan yang semakin kecil. Untuk mengurangi biaya produksi pembudidaya ikan dikenalkan dengan penggunaan maggot sebagai pakan ikan alternatif. Tujuan penelitian adalah menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pembudidaya ikan koi setelah pendampingan penggunaan maggot dalam budidaya ikan koi. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juni 2021 di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat melibatkan 11 orang anggota di kelompok Rizki Barokah. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental, menggunakan one-group, pre-test – post-test design. Perlakuan yang diberikan adalah kegiatan penyuluhan. Pre-test dan post-test dilakukan pada aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan pembudidaya ikan. Hasil penelitian memperlihatkan kegiatan penyuluhan perikanan yang dilakukan, mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pembudidaya ikan. Pengetahuan pembudidaya meningkat secara signifikan. Terjadi perubahan sikap pembudidaya yang terlihat pada peningkatan sikap pada garis kontinum. Keterampilan pembudidaya juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya terdapat pembudidaya yang kurang terampil, dan belum ada yang sangat terampil, menjadi tidak ada yang kurang terampil, dan terdapat pembudidaya yang sangat terampil.
Potensi Perikanan di Wilayah Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dwita Nurphadilah; Iis Jubaedah; Ahmad Afwan Yulistianto; Elisa Samsuri
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.338

Abstract

Kecamatan Namang adalah daerah bukan pesisir yang terdiri dari delapan desa dengan luas wilayah total 204,04 km2. Pada umumnya, wilayah di Kecamatan Namang sangat berpotensi untuk sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Namun selama ini belum diusahakan secara maksimal karena kalah bersaing dengan sektor pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perikanan, sistem penyuluhan perikanan, sistem produksi perikanan, dan sistem usaha perikanan serta permasalahannya yang ada di Kecamatan Namang. Penelitian dilakukan selama 45 hari mulai dari tanggal 03 November 2021 sampai dengan 17 Desember 2021. Sampel dari penelitian ini adalah 50% desa potensial perikanan yang ada di Kecamatan Namang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang ada di Kecamatan Namang yaitu sebanyak 70 RTP. Terdiri dari 57 RTP perikanan tangkap, 10 RTP budidaya perikanan dan 3 RTP pengolah dan pemasar hasil perikanan. Permasalahan pada sektor perikanan yang terjadi meliputi jumlah penyuluh perikanan yang dinilai masih kurang, penggunaan teknologi yang tergolong masih sederhana dan kurangnya pengetahuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam akses peminjaman modal usaha.
Strategi Pengelolaan Pasar Ikan Modern Sabilulungan Tri Wulandari; Achmad Poernomo; Hari Eko Irianto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i3.343

Abstract

Pada tahun 2019 Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun pasar ikan modern di Kabupaten Bandung yaitu pasar ikan modern Sabilulungan. Pasar ikan modern Sabilulungan yang baru dibangun membutuhkan strategi untuk pengelolaan yang tepat untuk menjamin tercapainya tujuan dan PIM yang mampu bersaing di masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan pasar ikan modern Sabilulungan. Metode penelitian menggunakan teknik purposive sampling kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diperlukan adalah aggressive strategy. Alternatif strategi pengelolaan antara lain: (1) menambah fasilitas foodcourt dan menambah produk yang dijual di foodcourt (2) bekerja sama dengan pengelola lokasi wisata dalam mempromosikan PIM Sabilulungan (3) bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong masyarakat dalam meningkatkan konsumsi ikan di PIM Sabilulungan (4) menyediakan SDM khusus untuk melakukan promosi dan menerapkan kegiatan promosi menjadi lebih intensif dan inovatif (5) menambah fasilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan (6) mengembangkan sistem belanja online dan meningkatkan kapasitas pedagang untuk bertransaksi secara online (7) bekerja sama dengan pemasok agar pedagang dapat membeli ikan dari pemasok dengan harga yang lebih murah (8) mengadakan diskon dan kegiatan kompetisi berhadiah di PIM. Pasar Ikan Modern Sabilulungan disarankan untuk meninjau ulang strategi yang disesuaikan dengan kondisi terkini, dan memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi strategi.
Aspek Internal dan Eksternal Keberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan di Kota Tasikmalaya Abdul Hanan; Yuke Eliyani; Decu Sumartini; Dedi Heryadi; Fauzia Rahman Mawi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v17i1.365

Abstract

Kota Tasikmalaya merupakan salah satu sentra budidaya ikan di Provinsi Jawa Barat. Pembudidaya di Kota Tasikmalaya tergabung dalam kelompok pembudidaya yang setiap kelompok biasanya terdiri atas 15 orang anggota. Dengan adanya pandemi Covid-19, pembudidaya ikan sebagian tidak melanjutkan usaha budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara detail derajat keberdayaan pembudidaya ikan di Kota Tasikmalaya yang ditinjau dari aspek internal dan eksternal pembudidaya. Penelitian ini dilakukan di Kota Tasikmalaya pada Oktober-Desember 2021. Desain penelitian berupa survei dengan kuesioner terstruktur dengan skala pengukuran ordinal. Keseluruhan responden adalah 81 orang pembudidaya yang masing-masing mewakili 1 kelompok perikanan. Terdapat empat derajat keberdayaan yang diukur, yakni tingkat kesadaran dan keinginan berubah, kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses, kemampuan menghadapi hambatan, kemampuan kerja sama dan solidaritas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembudidaya ikan memiliki derajat keberdayaan yang tinggi pada tingkat kesadaran dan keinginan berubah (power to) dan kemampuan kerja sama dan solidaritas (power with), kemudian memiliki kemampuan yang sedang dalam menghadapi hambatan (power over), namun memiliki kemampuan yang rendah dalam memperoleh akses usaha (power within) tergolong rendah.