cover
Contact Name
Novianty Tuhumury
Contact Email
tritonmsp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tritonmsp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura Jl. Mr. Chr. Soplanit, Kampus - Poka, Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Published by Universitas Pattimura
Core Subject : Social,
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan is a scholarly refereed research journal which accepts scientific article based on research and reviews including: 1. Management of Aquatic Resources 2. Management of Aquatic Environment 3. Management of Coastal and Sea 4. Economic of Aquatic Resources 5. Planning and development of Coastal, Sea and Small Islands The article should fulfill science criteria and original manuscript which has previously unpublished. Each article will evaluate by relevant peer reviewers before published.
Articles 118 Documents
KOMUNITAS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI DESA ORI, MALUKU TENGAH Haumahu, Sarah; Lokollo, Frijona F; Ambon, Reni
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 17 No 2 (2021): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.11 KB) | DOI: 10.30598/TRITONvol17issue2page97-103

Abstract

Seagrass communities play an important role in marine environments and estuary area, supporting communities of fish, snails and shellfish and other invertebrates. The diversity of seagrass species in the world is very low (<60 species). The coastal waters of Ori Village have a seagrass community that has never been studied. The purpose of this study was to estimate the structure of the seagrass community in the coastal waters of Ori Village, Central Maluku which includes the composition of type, density, frequency of occurence and percent of coverage. Seagrass sampling uses the line transect method. Five species of seagrass were found during the study grouped into two families: Cymodoceaceae and Hydrocharitaceae. The seagrass species found were Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Enhalus acoroides Halophila ovalis and Thalassia hemprichii. T. hemprichii and E. acoroides have the highest densities (157 shoots/m2 and 137 shoots/m2, respectively). E. acoroides and T. hemprichii also have the highest frequency of occurence and relative coverage percent compared to other seagrass species found in the waters of Ori Village. Seagrass community in the waters of Ori Village is classified in a tight condition until dense. ABSTRAK Komunitas lamun memegang peranan penting di lingkungan laut dan daerah estuari, menyokong komunitas ikan, siput dan kerang-kerangan serta invertebrata lainnya. Keragaman spesies lamun di dunia sangat rendah (<60 spesies). Perairan pantai Desa Ori memiliki komunitas lamun yang belum pernah diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi struktur komunitas lamun di perairan pantai Desa Ori, Maluku Tengah yang meliputi komposisi jenis, kerapatan, frekuensi kehadiran dan persen penutupan. Pengambilan sampel lamun menggunakan metode transek garis. Lima spesies lamun ditemukan selama penelitian yang dikelompokan dalam dua famili yaitu famili Cymodoceaceae dan Hydrocharitaceae. Spesies-spesies lamun yang ditemukan adalah Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Enhalus acoroides Halophila ovalis danThalassia hemprichii. T. hemprichii dan E. acoroides memiliki kerapatan tertinggi (masing-masing 157 tegakan/m2 dan 137 tegakan/m2). E. acoroides dan T. hemprichii juga memiliki frekuensi kehadiran serta persen penutupan relatif tertinggi dibanding spesies-spesies lamun lainnya yang ditemukan di perairan Desa Ori. Komunitas lamun di perairan Desa Ori tergolong dalam kondisi rapat sampai padat. Kata Kunci: Lamun, komunitas, kerapatan, penutupan, Maluku Tengah
IDENTIFIKASI AKTIVITAS PERIKANAN MERUSAK DI TELUK SAWAI Ayal, Frederik W; Abrahamsz, James; Pentury, Reinhardus
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 17 No 2 (2021): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.847 KB) | DOI: 10.30598/TRITONvol17issue2page125-134

Abstract

Destructive fishing activities are fishing activities using materials, tools or means that damage fish resources and their environment, such as using explosives, toxic materials, strum, and other fishing gear that are not environmentally friendly (Marine and Fisheries Ministerial Decree Number 114, 2019). This activity still occurs in Maluku waters, including in Sawai Bay. The study aims to identify destructive forms of fishing in the waters of Sawai Bay and provide control recommendations to reduce the destructive fishing activity. The study was conducted in January-June 2020 in Sawai Bay. Data collection uses the purposive interview method, while the data is analyzed descriptively. The results showed that in the waters of Sawai Bay, three destructive fishing activities were identified, namely fishing using bombs/explosives, fishing using toxic materials and coral mining activities. Four control strategies are recommended as an effort to reduce destructive fishing activity in the waters of Sawai Bay in the future. ABSTRAK Aktivitas perikanan merusak atau Destructive Fishing adalah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat atau cara yang merusak sumberdaya ikan maupun lingkungannya, seperti menggunakan bahan peledak, bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan (KepMen KP Nomor 114, 2019). Aktivitas ini masih terjadi pada perairan Maluku, termasuk di Teluk Sawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penangkapan ikan yang merusak pada perairan Teluk Sawai serta memberikan rekomendasi pengendalian untuk mereduksi aktivitas perikana. Yang merusak. Penelitian ini dilakukan pada Januari-Juni 2020 di Teluk Sawai. Pengumpulan data menggunakan metode purposive interview, sedangkan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perairan Teluk Sawai, teridentifikasi tiga aktivitas perikanan merusak yaitu penangkapan ikan menggunakan bom/bahan peledak, penangkapan ikan menggunakan bahan beracun dan aktivitas penambangan karang. Empat strategi pengendalian direkomendasikan sebagai upaya mereduksi aktivitas perikanan merusak di perairan Teluk Sawai ke depannya. Kata Kunci: perikanan merusak, penangkapan ikan, ikan karang, strategi pengendalian, Teluk Sawai
ANALISA PRODUKTIVITAS PRIMER SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN KUALITAS AIR DI WADUK JATIBARANG, SEMARANG Putrisia, Agata Virelia; Ain, Churun; Rahman, Arif
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page1-9

Abstract

Jatibarang Reservoir is a reservoir located in Semarang City, Central Java which has various benefits for the community and the surrounding area such as a water resource, flood control, tourist attractions, and a hydroelectric power plant. The development of human activities in the Jatibarang Reservoir will affect water quality and water fertility. Therefore, it is necessary to manage water quality through monitoring the primary productivity of the Jatibarang Reservoir. This research aims to determine the primary productivity of the Jatibarang Reservoir through the dark bottle and light bottle method approaches. The research was carried out in July 2020. The research method used is descriptive non-experimental method and the determination of the sampling point using purposive sampling method. Sampling was carried out at five stations with two repetitions. Analysis of primary productivity data using dark bottle and light bottle method. The results showed that the primary productivity of Jatibarang Reservoir ranged from 249,96-1.250.04 mg C/m3/day. Based on the results of the primary productivity, the fertility of the Jatibarang Reservoir is mesotrophic-eutrophic. ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah yang memiliki berbagai manfaat untuk masyarakat dan daerah sekitar seperti sebagai sumber air, pengendali banjir, tempat wisata, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Berkembangnya aktivitas manusia di Waduk Jatibarang akan mempengaruhi kualitas air dan kesuburan perairan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan kualitas air melalui monitoring produktivitas primer Waduk Jatibarang. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer Waduk Jatibarang melalui pendekatan metode botol gelap dan botol terang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif non-eksperimental dan penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun dengan dua kali pengulangan. Analisa data produktivitas primer menggunakan metode botol gelap dan botol terang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas primer Waduk Jatibarang berkisar antara 249,96-1.250,04 mg C/m3/hari. Berdasarkan hasil produktivitas primer tersebut, kesuburan Waduk Jatibarang yaitu mesotrofik-eutrofik.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KARTU PELAKU USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN (KUSUKA) BAGI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Viola, Beta; Arif, Lukman
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page10-19

Abstract

The Marine and Fisheries Business Actor Card (KUSUKA) is a program of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia to improve the welfare of fishing communities as marine and fishery business actors. The purpose of this study is to describe and analyze the effectiveness of the implementation of the Marine and Fisheries Business Actor Card (KUSUKA) program for fishing communities in Bulak District, Surabaya City. This type of research is qualitative descriptive with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation conducted from October 2021 to January 2022 in Bulak District, Surabaya City and the Food Security and Agriculture Office of Surabaya City. The focus of the research uses 5 (five) indicators of program effectiveness by Sutrisno (2007), namely: Understanding the program, Right on target, Right on time, Achieving Goals, and Real Change. The research sample was taken using purposive sampling technique. Data analysis techniques used are data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of the KUSUKA Card program for fishing communities in Bulak District, Surabaya City has not been effective. This is because only targeted indicators have been effective with the achievement of targets of more than 90 percent of all targets for the KUSUKA Card program in Bulak District. Meanwhile, other indicators are still not effective due to several obstacles such as limited understanding of community programs, no clarity of timing in printing the KUSUKA Card, the functions and benefits of the program have not been fully felt, and there is no real change in the lives of fishermen in Bulak District. ABSTRAK Kartu Pelaku Usaha Kelautan Dan Perikanan (KUSUKA) merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sebagai pelaku usaha kelautan dan perikanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pelaksanaan program Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Kecamatan Bulak Kota Surabaya dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Fokus penelitian menggunakan 5 (lima) indikator efektivitas program oleh Sutrisno (2007), yaitu: Pemahaman program, Tepat sasaran, Tepat Waktu, Tercapainya Tujuan, dan Perubahan Nyata. Pengambilan sample penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Kartu KUSUKA bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Bulak Kota Surabaya belum efektif. Hal ini dikarenakan hanya indikator tepat sasaran yang telah efektif dengan pencapaian sasaran lebih dari 90 persen dari seluruh target sasaran program Kartu KUSUKA di Kecamatan Bulak. sedangkan, indikator lainnya masih belum efektif dikarenakan bebera kendala seperti pemahaman program masyarakat yang terbatas, tidak ada kejelasan waktu dalam pencetakan Kartu KUSUKA, fungsi serta manfaat dari program belum dirasakan sepenuhnya, dan tidak adanya perubahan nyata dalam kehidupan nelayan di Kecamatan Bulak. Kata Kunci: Efektivitas, Kartu KUSUKA, kelautan, perikanan, masyarakat nelayan
EFEKTIVITAS METODE PENDEDERAN JUVENIL TERIPANG DI HATCHERY SKALA RUMAH TANGGA Tomatala, Pitjont; Haryadi, Deddy; Arianto, Dwi; Pattiwael, Steven
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page20-27

Abstract

Sea cucumbers are marine animals that live in the waters of the Kei Islands. Since ancient times, sea cucumbers in the Kei Islands have been taken and sent to China. The non-selective harvest caused the sea cucumber population in the Kei Islands to decrease drastically. Hatcheries are a solution in maintaining the sustainability of the sea cucumber population in nature and the high market demand. In hatchery, one of the most influential stages is nursery. This study aims to determine the effectiveness of the nursery method that can support the productivity of juvenile sea cucumbers in the household scale hatchery. This research took place from June – July 2021 at the Household Scale Hatchery and the waters of Ohoitel Village, Tual City. The nursery methods tested were nursery of juvenile sea cucumbers in tub (Treatment A) and nursery of juvenile sea cucumbers in Pen-culture (Treatment B). In each treatment, 500 sea cucumbers were reared with a size of 0.3 – 0.5 cm. The calculation of the survival rate and growth are the variables observed in this study. As supporting data, water quality measurements were carried out. Through “T test” the result of T count (8.027) > T table (1.943) which means that Treatment A had a significant effect on juvenile survival. For growth obtained T count (1,149) < T table (1.943) which means that both treatments have the same effect on the growth of juvenile sea cucumbers.From the results of the discussion, it can be concluded that the nursery of juvenile sea cucumbers with treatment A was more effective than treatment B. ABSTRAK Teripang merupakan hewan laut yang hidup di perairan Kepulauan Kei. Sejak dahulu, teripang di Kepulauan Kei sudah diambil dan dikirim ke China. Pengambilan yang tidak selektif menyebabkan populasi teripang di Kepulauan Kei menurun secara drastis. Pembenihan merupakan solusi dalam menjaga kesinambungan populasi teripang di alam dan tingginya permintaan pasar. Dalam pembenihan, salah satu tahapan yang sangat berpengaruh yaitu pendederan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode pendederan yang dapat menopang produktifitas pendederan juvenil teripang pada Hatchery Skala Rumah Tangga. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni – Juli 2021 di Hatchery Skala Rumah Tangga dan perairan Desa Ohoitel, Kota Tual. Metode pendederan yang diujicobakan yaitu pendederan juvenil teripang pada bak (Perlakuan A) dan pendederan juvenil teripang pada Pen-culture (Perlakuan B). Pada setiap perlakuan dipelihara juvenil teripang pasir berukuran 0,3 – 0,5 cm sebanyak 500 ekor. Perhitungan tingkat kelangsungan hidup (survival) dan pertumbuhan merupakan variabel yang diamati dalam penelitian ini. Sebagai data pendukung dilakukan pengukuran kualitas air. Melalui “uji T” diperoleh hasil T hitung (8,027) > Ttabel (1,943) yang bermakna bahwa Perlakuan A berpengaruh siknifikan terhadap kelulusan hidup juvenil. Untuk pertumbuhan diperoleh Thitung (1,149) < T tabel (1,943) yang bermakna kedua Perlakuan memiliki pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan juvenil teripang. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pendederan juvenil teripang dengan Perlakuan A lebih efektif dibanding perlakuan B. Kata kunci: Pendederan, teripang, kelulusan hidup, pertumbuhan, Kepulauan Kei
DOMINANSI SEDIMEN DASAR HUBUNGANNYA DENGAN KEPADATAN GASTROPODA DAN BIVALVIA DI PERAIRAN PANTAI TAWIRI PULAU AMBON Kalay, Degen E; Lewerissa, Yona A
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page28-37

Abstract

The presence of gastropods and bivalves is always associated with sediment as a substratum and a place to live. The particle size of the sediment is related to the circulation of water which is directly related to the availability of food and oxygen. The purpose of this study was to analyze the dominance of substratum of the waters in relation to the density of gastropods and bivalves in the coastal waters of Tawiri Village. The study was conducted November 2019 in the coastal waters of Tawiri Village. The total gastropod density was 8.31 ind/m2 with an average of 0.16 ind/m2 ±0.34 ind/m2. The highest density value of gastropod species in the coastal waters of Tawiri Village was represented by four species, namely Nerita patula with a density value of 2.38 ind/m2, followed by Nerita polita 0.67 ind/m2 and Clypeomorus subrevicula and Rhinoclavis sinensis with a value of 0.54 ind/m2. The total density of bivalves was 5.46 ind/m2 with an average value of 0.61 ind/m2. The species with the highest density was Ruditapes variegatus with a density value of 2.04 ind/m2, followed by Psammotaea togata at 1.5 ind/m2 and Gafrarium equivocum 0.97 ind/m2. Sediment distributed as a substrate in the coastal waters of Tawiri Village has four dominant categories, namely sandy, rocky sand, sandy stones and rocky. Gastropods are able to live and adapt to sediments with the categories of sandy, rocky sand, rocky and sandy stones. Bivalves are able to live and adapt to sediments with the categories of sandy, rocky sand, rocky and sandy stones. ABSTRAK Kehadiran gastropoda dan bivalvia selalu terkait dengan sedimen sebagai substrat dasar dan tempat hidup.Ukuran partikel sedimen berhubungan dengan sirkulasi air yang langsung berkaitan dengan ketersedian makanan dan oksigen. Tujuan penelitian adalah menganalisis dominansi sedimen dasar sebagai substrat dasar perairan hubungannya dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia pada perairan pantai Negeri Tawiri. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 di perairan pantai Negeri Tawiri. Total kepadatan gastropoda adalah 8.31 ind/m2 dengan rata-rata 0.16 ind/m2 ±0.34 ind/m2. Nilai kepadatan tertinggi spesies gastropoda pada perairan pantai Negeri Tawiri diwakili oleh 4 spesies yaitu Nerita patula dengan nilai kepadatan sebesar 2,38 ind/m2diikuti oleh Nerita polita 0,67 ind/m2 serta Clypeomorus subrevicula dan Rhinoclavis sinensis dengan nilai 0.54 ind/m2. Total kepadatan bivalvia adalah 5.46 ind/m2 dengan nilai rata-rata 0.61 ind/m2. Spesies dengan kepadatan terbesar, yaitu Ruditapes variegatus dengan nilai kepadatan sebesar 2.04 ind/m2,diikuti oleh Psammotaea togata sebesar 1,5 ind/m2 dan Gafrarium equivocum 0.97 ind/m2. Sedimen yang terdistribusi sebagai substrat pada perairan pantai Negeri Tawiri memiliki 4 kategori dominansi, yaitu berpasir, pasir berbatu, batu berpasir dan berbatu. Gastropoda mampu hidup dan beradaptasi pada sedimen dengan kategori berpasir, pasir berbatu, berbatu dan batu berpasir. Bivalvia mampu hidup dan beradaptasi pada sedimen dengan kategori berpasir, pasir berbatu, berbatu dan batu berpasir Kata kunci: Bivalvia, gastropoda, kepadatan, sedimen, perairan pantai Negeri Tawiri
IDENTIFIKASI JENIS DAN KELIMPAHAN MOLUSKA YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN PANGAN PADA EKOSISTEM HUTAN MANGROVE, MERAUKE Merly, Sendy Lely; Mote, Norce; Basik, Bernadetha Basik
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page55-65

Abstract

Mollusc as one of protein sources beside fish and shrimp in contribute to fulfill whether consumption and nutrition of community in coastal area on Merauke regency. This research conducted at mangrove forest ecosystem in Payum beach start on February-April 2020. Moreover, mollusc shell also functioned as decoration, accessories, and powder to sirih pinang activity namely “kahos”, whilst mollusk meat being cooked. The aims of this research were to identified and analyzed the spesies composition and abundance of consumed mollucs by a local community. The research methods consist of interview and purposive sampling method with 10x10 m plots, also followed by three times repetition in three stations. The result shows there are 9 species of consumed mollucs as a food resource such as Cassidula angulifera, Ellobium aurisjudae, Telescopium telescopium, Terebralia palustris, Terebralia semistriata, Cerithidea anticipata, Nerita lineata, Stramonita gradata and Onchidium daemelii. Overall, the highest composition and relative abundance of mollusc at Station I, II and III belongs to Cerithidea anticipata with total approximately 4.609 ind and relative abundance 46.77%, otherwise Ellobium aurisjudae with total 18 ind and relative abundance 0.18% became the lowest. ABSTRAK Moluska sebagai salah satu sumber protein selain ikan dan udang turut menunjang pemenuhan kebutuhan baik konsumsi maupun nutrisi bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Merauke. Penelitian ini dilaksanakan pada ekosistem hutan mangrove pantai payum dari bulan Februari-April 2020. Selain memanfaatkan cangkangnya sebagai hiasan, aksesoris, dan kapur untuk aktivitas sirih pinang (kahos), daging moluska juga diolah menjadi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komposisi jenis dan kelimpahan moluska yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal. Metode yang digunakan yakni wawancara dan purposive sampling method dengan penggunaan plot 10 x 10 m dengan pengulangan 3 kali pada setiap 3 stasiun pengamatan. Hasilnya terdapat 9 jenis moluska yang dimanfaatkan sebagai sumber makanan yakni Cassidula angulifera, Ellobium aurisjudae, Telescopium telescopium, Terebralia palustris, Terebralia semistriata, Cerithidea anticipata, Nerita lineata, Stramonita gradata, dan Onchidium daemelii. Komposisi jenis dan Kelimpahan relatif tertinggi pada Stasiun I, II maupun III yaitu Cerithidea anticipata yakni total individu mencapai 4.609 individu dengan KR 46.77% sedangkan yang paling sedikit adalah jenis Ellobium aurisjudae dengan total individu sebanyak 18 ind dan KR 0,18%. Kata Kunci: Kelimpahan, komposisi, moluska, mangrove, Merauke
ANALISIS USAHA PERIKANAN PANCING TUNA DI KECAMATAN AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Waileruny, Welem; Kesaulya, Taufiniringsih; M, Yuli
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page38-46

Abstract

One of the fishery commodities with high economic value as an export product of Central Maluku Regency is tuna. Tuna catching in Central Maluku Regency generally uses a trolley fishing gear. Amahai District is one of the tuna-producing areas in Central Maluku. In tuna fishing activities, financial analysis is important for business sustainability and the welfare of fishing communities. This study aims to analyze costs and revenues as well as business feasibility. The research was conducted in September-December 2019 in Amahai District, Central Maluku Regency. The data collection method used purposive sampling through observation and interviews. The data obtained were analyzed using financial analysis by calculating income and business feasibility, then discussed them descriptively. The results showed that the average profit per month was IDR.3,036,733/unit ship, the investment payback period is less than one year. This business is feasible to develop because it has a positive NPV value, Net B/C and Gross B/C greater than 1. ABTSRAK Salah satu komiditi perikanan dengan nilai ekonomis tinggi sebagai produk ekspor Kabupaten Maluku Tengah adalah ikan tuna. Usaha pernangkapan ikan tuna di Kabupaten Maluku Tengah umumnya menggunakan alat tangkap pancing tonda. Kecamatan Amahai merupakan salah satu daerah penghasil ikan tuna di Maluku Tengah. Pada kegiatan perikanan tangkap tuna, analisis finansial penting dilakukan untuk keberlanjutan usaha serta kesejahteraan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan serta kelayakan usaha perikanan pancing tuna. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2019 di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Metode pengumpulan data menggunakan purposive samplingmelalui observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anaisis finansial dengan menghitung pendapatan dan kelayakan usaha, selanjutnya dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rat-rata keuntungan tiap bulan sebesar Rp. 3,036,733 /unit kapal, lama waktu pengembalian investasi kurang dari satu tahun. Usaha ini layak dikembangkan karena memiliki nilai NPV positif, Net B/C dan Gross B/C lebih besar 1. Kata Kunci: Ikan tuna, kelayakan usaha, penangkapan, pendapatan, produksi
SAMPAH LAUT YANG TERDAMPAR DI PESISIR PANTAI HATIVE BESAR PADA MUSIM PERALIHAN 1 Tuahatu, Juliana W; Tuhumury, Novianty C
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page47-54

Abstract

Marine debris is a pollution problem that has occurred everywhere, even in the waters of remote areas. Marine debris pollution has been detected from ocean waters to bay waters. The waters of Ambon Bay as part of the sea as a whole have also been polluted by marine debris. This is evidenced by the presence of debris stranded on the coast of Hative Besar. This research was conducted with the aim of knowing the composition of the type and density of debris stranded on the coast of Hative Besar. Sampling was carried out using the transect method. The results showed that there were eight types of waste, namely plastic, glass and ceramics, cloth, metal, paper, rubber, wood, and medical object. Plastic is the debris with the highest type composition, both on the coast of Wailaa at 90% and Batu Lobang at 89%. The density of plastic debris at the Wailaa area is 50 items/m2, while the Batu Lobang area is 44.91 items/m2. In addition, as a result of the pandemic that occurred, medical object was found, namely masks. The high level of plastic debris in Ambon Bay waters needs to be an important concern because this type of plastic waste is difficult to decompose and the residence time in the environment reaches hundreds of years. The existence of plastic debris is a threat to marine resources in Ambon Bay waters. ABSTRAK Sampah laut merupakan masalah pencemaran yang telah banyak terjadi dimana-mana, bahkan sampai pada perairan daerah terpencil. Pencemaran sampah laut telah terdeteksi dari perairan samudera hingga perairan teluk. Perairan Teluk Ambon sebagai bagian dari laut secara keseluruhan juga telah tercemar sampah laut. Hal ini terbukti dengan adanya sampah yang terdampar di pesisir pantai Hative Besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis serta kepadatan sampah yang terdampar di pesisir pantai Hative Besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode transek. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan jenis sampah yaitu plastik, beling dan keramik, kain, logam, kertas, karet, kayu, dan medis. Plastik merupakan sampah dengan komposisi jenis tertinggi baik pada pesisir pantai Wailaa sebesar 90% maupun Batu Lobang sebesar 89%. Kepadatan sampah plastik pada lokasi Wailaa sebesar 50 item/m2, sedangkan lokasi Batu Lobang sebesar 44,91 item/m2. Selain itu, akibat dari pandemi yang terjadi sehingga ditemukan sampah medis yaitu masker. Tingginya sampah plastik di perairan Teluk Ambon, perlu menjadi perhatian penting karena jenis sampah plastik sulit terurai dan waktu tinggal di lingkungan mencapai ratusan tahun. Keberadaan sampah plastik merupakan ancaman bagi sumberdaya laut perairan Teluk Ambon. Kata Kunci: Sampah laut, plastik, pencemaran, pantai, Hative Besar
ANALISA KUALITAS AIR DI PANTAI KUALA TANJUNG, DESA KUALA INDAH KABUPATEN BATU BARA TAHUN 2021 (STUDI KASUS KEMATIAN MASSAL IKAN) Manik, Ria Retno D. S.; Handoco, Ewin
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page66-72

Abstract

Thousands of fish were seen suddenly dying in the waters of Kuala Indah, Sei Suka District, Batubara Regency. Based on information from the community, the alleged cause of the mass death of fish that occurred on April 24, 2021 was caused by the input of domestic and industrial waste and the explosion of the plankton population. The purpose of this study was to determine the factors causing mass death of fish through analysis of water quality parameters with physical, chemical and microbiological tests of river, estuary and sea water. The method used to analyze river, estuary and sea water samples is using standard methodstesting, 23rd edition 2017, APHA-AWWA-WEF. Parameter testing includes three physical parameters, the 17 chemical parameters and two biological parameters analyzed were then compared with quality standards according to Government Regulation number 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management. Based on the research results, the range of index values of water quality ​​obtained is 75-80 and is included in good criteria, so it can be concluded that anthropogenic activities in river, estuary and sea waters are not the cause of mass fish death. ABSTRAK Ribuan ekor ikan terlihat mendadak mati di perairan Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara. Berdasarkan informasi dari masyarakat, dugaan penyebab terjadinya kematian massal ikan yang terjadi pada 24 April 2021 disebabkan oleh masukan limbah domestik dan industri serta ledakan populasi plankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kematian massal ikan melalui analisis parameter kualitas air dengan uji fisika, kimia dan mikrobiologi air sungai, muara dan laut. Metode yang digunakan untuk analisa sampel air sungai, muara dan laut yaitu menggunakan pengujian standard methods, 23rd edition 2017, APHA-AWWA-WEF. Pengujian parameter meliputi tiga parameter fisika, 17 parameter kimia dan dua parameter biologi yang dianalisi kemudian dibandingkan dengan baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Berdasarkan hasil penelitian kisaran nilai indeks kualitas air yang diperoleh adalah 75-80 dan termasuk dalam kriteria baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan antropogenik di perairan sungai, muara dan laut bukan merupakan penyebab terjadinya kematian massal ikan. Kata kunci : Kematian ikan, kualitas air, antropogenik, Kuala Indah, Kabupaten Batu Bara

Page 6 of 12 | Total Record : 118