cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
UJI DAYA HAMBAT AIR PERASAN BUAH LEMON (CITRUS LIMON (L.) BURM. F.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANS Umi Ghoni Tjiptoningsih
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1100

Abstract

Latar belakang: sebanyak 74,1% masyarakat Indonesia mengalami penyakit periodonsium. Data ilmiah menegaskan peran Aggregatibacter actinomycetemcomitans sebagai bakteri patogen oportunistik yang menjadi faktor etiologi periodontitis agresif lokal. Air perasan buah lemon (Citrus limon (L.)Burm. f.) memiliki banyak senyawa bioaktif seperti limonen, flavonoid, asam sitrat, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan: penelitian ini bertujuan memberikan penjelasan mengenai daya hambat air perasan buah lemon 25%, 50%, 100% terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris secara in vitro. Penelitian ini menggunakan air perasan buah lemon 25%, 50%, 100% dan kontrol positif (klorheksidin 0,2%). Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Plat agar diinkubasi pada lingkungan anaerob pada suhu 37°C selama 24 jam. Perhitungan daya hambat dilakukan dengan mengukur zona terang di sekitar cakram kertas menggunakan jangka sorong digital. Hasil: uji t-independent menunjukkan perbedaan Aggregatibacter actinomycetemcomitansn yang tidak signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p0,05). Daya hambat tertinggi pada air perasan buah lemon 25%, 50%, dan 100% adalah 8,775 mm. Kesimpulan: air perasan buah lemon (Citrus limon (L.) Burm. f.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa).
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN POLI GIGI SALAH SATU RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI JAKARTA Pinka Taher; Poetry Oktanauli; Siti Riskia Anggraini
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1092

Abstract

Latar belakang: Penggunaan antibiotika sebagai terapi dasar dalam penyakit infeksi harus dilakukan secara bijak dan rasional. Penggunaan antibiotika yang rasional adalah penggunaan antibiotika yang tepat dalam hal diagnosis, indikasi penyakit, pemilihan obat, dosis obat, cara pemberian, interval waktu pemberian, lama pemberian, penilaian kondisi pasien, serta waspada terhadap efek samping. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan biaya pengobatan, risiko terjadinya efek samping obat, dan juga resistensi antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotika pada pasien poli gigi salah satu rumah sakit pendidikan di Jakarta. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bersifat retrospektif, datanya diambil dari 60 rekam medis yang memuat pemberian resep antibiotika pada pasien poli gigi salah satu rumah sakit pendidikan di Jakarta periode Juni-Juli 2019. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan kriteria Gyssens dkk. Hasil: Penggunaan antibiotika pada penelitian ini yang rasional sebesar 68,3%, sedangkan yang tidak rasional terdiri dari 15% disebabkan oleh adanya antibiotika lain yang kurang toksik atau lebih aman, 10% disebabkan oleh adanya antibiotika lain yang lebih efektif dan 6,7% disebabkan oleh penggunaan antibiotika tanpa indikasi. Kesimpulan: Penggunaan antibiotika yang rasional pada pasien poli gigi salah satu rumah sakit pendidikan di Jakarta sebesar 68,3%.
KORELASI INDEKS MASA TUBUH (BMI) DAN INDEKS KARIES (DEF-T) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG Emma Rachmawati; Risti Primarti Saptarini; Yuliawati Zenab; Mirna Febriani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1103

Abstract

Latar belakang: kondisi kesehatan umum anak dapat diketahui melalui pengukuran indeks masa tubuh atau body mass indeks (BMI). BMI dapat digunakan sebagai sarana penilaian malnutrisi dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan anak menurut usia. BMI memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan mulut anak yang ditandaidengan indeks OHI-S  yang secara signifikan  memiliki  hubungan erat dengan indeks def-t. Tujuan: tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui korelasi antara BMI dan def-t anak usia sekolah dasar di Kabupaten Bandung. Metode:penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah228 siswa sekolah dasar berusia 5-9 tahun dengan ketentuan tidak memiliki sejarah penyakit sistemik. BMI ditentukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan anak disesuaikan dengan usia, sedangkan indeks karies ditentukan dengan menghitung def-t berdasarkan karakterisasi WHO. Hasil: BMI anak laki-laki adalah 14,47±1,96, BMI anak perempuan adalah 14,62±1,74 sedangkan rata-rata def-t adalah 8,84. Penghitungan korelasi dengan menggunakan Spearman rank didapat nilai p korelasi adalah 0,350 (p0,05), hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan  antara def-t dengan BMI.  Penghitungan korelasi Spearman rank untuk BMI dan def-t berdasarkan gendermemperlihatkan nilai p untuk anak laki-laki adalah 0,385 (p0,05) dan anak perempuan adalah 0,738 (p0,05),hal ini menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan  antara BMI dan def-t baik pada anak laki-laki  maupunperempuan. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara BMI dan def-t baik pada anaklaki-laki maupun pada anak perempuan usia sekolah dasar di Kabupaten Bandung
THE ROLE OF 3D MODEL AS SURGICAL GUIDANCE IN MANDIBULAR RECONSTRUCTION SURGERY Mohammad Adhitya Latief; Benny S Latief; Lilies D S
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1079

Abstract

reconstruction surgery is a challenging surgery that require well prepared presurgical plan to minimize the risk of failure, to accommodate the need for precision preoperative planning, surgeons frequently need guidance such as a3-dimensional (3D) model to display complex cranial structures. Evaluation of the 3D model as surgical guidance require a review measurement regarding its efficiency and pitfalls. Purpose: the purpose of this research is to understand the importants key points that will resulted succesfull reconstructive surgery using 3D model as surgical guidance. Method:   the evaluation of surgical result in mandibular reconstruction surgery from our Department Oral and Maxillofacial surgery, Universitas Indonesia from 2012 to 2017 reveal the differences. We analyze several keypoints that may affect to the succesfull of reconstruction surgery result. Result: we compared the result between years before and after 2015, this is where we start obligate all reconstruction surgery need to have preoperative planning using3D Model. Several keypoints in using 3D model is acknowledgeable. Conclusion: the use of 3D models as surgical guidance has important role to minimize post reconstructive surgery result, surgeon need to understand the principal and keypoints in preoperative planning and regarding the use of 3D model. 
COMPREHENSIVE TREATMENT FOR CHILDREN 6 YEARS OLD WITH EARLY CHILDHOOD CARIES Fidya Kemala Putri; Jeffrey Jeffrey
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1043

Abstract

Background : Dental caries is still one of the most common problems in Indonesia, not only in adults but also in children. The prevalence of dental caries in Indonesian primary schools is almost 60-80%. Caries is a multifactorial disease caused by host (teeth), microorganism, carbohydrates, and time. Early childhood caries (ECC) is one of the most prevalent diseases in children worldwide. ECC driven by oral microorganism which is mainly caused by sugar rich-foods. In addition, poor oral hygiene and  removal of dental plaque leads to the rapid development of ECC.The goal of this treatment is to prevent malocclusion of the teeth and maintain the growth and development of the child. Case report : A6-year-old girl with ECC and poor oral hygiene is given comperhensive treatment, such as restoration, endodontic treatment, extraction and space management. Conclusion: Comperhensive treatment was successful and both patient and parent were satisfied with the treatment.This can be seen from the plaque control of the child before and after the toothbrush during the visit and the space available for replacement teeth is sufficient. The pre-toothbrush control at the February 2020 visit was 25% and then the toothbrush 19%, which were 75% and 35.5% previously.
BIOLOGIC WIDTH CONCEPT IN GINGIVECTOMY Desy Fidyawati
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1086

Abstract

Background: Relationship between periodontal tissue and aesthetic considerations is an important thing to determine the form, function and aesthetics of periodontal tissue itself. For orthodontic cases with gingival enlargement, using the biological width concept in gingivectomy to facilitate an optimal oral hygiene maintenance, function and aesthetic. Bone sounding before gingival recontouring is dictated by the distance from the gingiva crest to alveolar crest. Recommended distance between margins restoration and alveolar bone crest is 3 mm to avoid breaching the biologic width.Case and Case Management: Case 1: A 21 years old female patient whom referred from orthodontist with gingival enlargement in upper front teeth after treated with fixed orthodontic for 1.5 years. PBI: 1,6. After clinical examination, bone sounding was performed = 7mm and gingivectomy without ostectomy was determined. Case 2: A male patient, 24 years old, with gingival enlargement in upper front teeth while treated with fixed orthodontic. After determined the problem, bone sounding (6 mm) was performed along with gingivectomy without ostectomy also for anterior upper right site.Conclusion: The purpose of this report is to provide a diagnostic rationale for gingival recontouring. When gingivectomy is determined, the concept of biological width must be applied achieve a harmonious gingival contour with an optimal oral hygiene maintenance.
PENGARUH EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED Pocut Aya Sofya; Liana Rahmayani; Zaza Yunda Putri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1102

Abstract

Candida albicans dapat berpenetrasi pada resin akrilik dan berkembang biak pada gigi tiruan sehingga dapat menginfeksi jaringan lunak yang menyebabkan denture stomatitis. Lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki sifat anti jamur yang menurut penelitian efektif untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pembersih gigi tiruan terhadap jumlah Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured. Subjek penelitian diinkubasi dalam suspensi Candida albicans selama 24 jam pada suhu 37°C. Subjek penelitian berupa lempeng akrilik dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang direndam dalam ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) konsentrasi 75 %, 100 % dan akuades sebagai kelompok kontrol. Setelah diberi perlakuan, spesimen tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi NaCl 0,9 % 10 ml dan digetarkan dengan vortex selama 30 detik, kemudian 0,1 ml dari larutan tersebut dibenihkan ke dalam Sabouraud Dextrose Agar. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) konsentrasi 75 % dan 100 % dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka terdapat pengaruh ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pembersih gigi tiruan terhadap pengurangan jumlah Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured.

Page 1 of 1 | Total Record : 7