cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
DIAGNOSIS GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULAR PADA KASUS KEHILANGAN GIGI DENGAN METODE DC/TMD Bimo Rintoko; Selvia Farida; Lisa Prihastari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1881

Abstract

Latar belakang: gangguan sendi temporomandibular atau Temporomandibular Disorder (TMD) yang ditandai dengan nyeri kraniofasial yang meliputi sendi pada rahang, otot pengunyahan, atau otot yang mensyarafi kepala dan leher. Penyebab TMD bersifat multifaktorial antara lain dikarenakan faktor kehilangan gigi dan memiliki kebiasaan buruk. Protokol DC/TMD yang baru merupakan protokol pemeriksaan TMD yang sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai protokol klinis dan penelitian dokter gigi. Tujuan: untuk mengetahui prevalensi hasil diagnosis TMD dengan metode DC/TMD, mengetahui macam-macam penyakit TMD yang dialami dan hubungannya dengan status kehilangan gigi pada mahasiswa akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI. Metode: penelitian mengunakan desain analitik cross-sectional dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 150 mahasiswa tahun akademik 2018/2019 berusia 19-23 tahun yang diambil dengan cara total sampling. Subyek penelitian telah diminta untuk menyetujui dan menandatangani informed consent terlebih dahulu oleh peneliti. Data diperoleh dari hasil untuk anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan diagnosis TMD menggunakan protokol DC/TMD berdasarkan Internasional RDC/TMD Consortium Network yang telah dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia. Data hasil pemeriksaan diolah menggunakan software statistik SPSS dengan uji univariat dan bivariat. Hasil: sebanyak 48% mahasiswa memiliki kehilangan gigi, 62% mahasiswa didiagnosis memiliki TMD, dan hasil analisis hubungan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan bermakna antara kehilangan gigi dengan TMD (p-value= 0,024; p0,05). Kesimpulan: kehilangan gigi terbukti berhubungan dengan kejadian gangguan sendi temporomandibular.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TERHADAP GIGI TIRUAN JEMBATAN pocut aya sofya; Poppy Andriany; Liana Rahmayani; Cut Fera Novita; Ifwandi Ifwandi; Rachma Darwis
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1766

Abstract

Latar belakang: kehilangan gigi terutama pada saat usia dewasa muda dapat mempengaruhi kepuasan psikologis dari pasien karena terganggunya fungsional, estetika, dan sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya dampak negatif dari kehilangan gigi ialah dengan menggunakan gigi tiruan, biasanya pasien usia muda akan memilih menggunakan gigi tiruan jembatan (GTJ), karena keuntungannya dapat mengembalikan fungsi dan pasien mudah beradaptasi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala terhadap gigi tiruan jembatan. Metode : teknik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 227 mahasiswa yang terdiri dari 57 Laki-laki dan 170 Perempuan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai tolak ukur untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap gigi tiruan jembatan. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 163 mahasiswa/i (71,81%), mahasiswa/i dengan pengetahuan sedang yaitu sebanyak 60 mahasiswa/i (26,43%), dan mahasiswa/i dengan tingkat pengetahuan pada katagori buruk yaitu sebanyak 4 mahasiswa/i (1,76%). Kesimpulan: pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala memiliki tingkat pengetahuan baik tentang gigi tiruan jembatan.
PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN MULUT PENGGUNA ORTODONTI CEKAT (Penelitian pada Murid Kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang) Evie Lamtiur Pakpahan; Poppy Amelia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1107

Abstract

Latar belakang: perawatan ortodonti dengan menggunakan peranti cekat ortodonti mempermudah terjadinya akumulasi plak pada gigi pasien sehingga meningkatkan risiko karies gigi, gingivitis, dan penyakit periodontal. Pasien pengguna peranti ortodonti cekat harus memiliki perilaku pemeliharaan kebersihan mulut yang ideal untuk mengurangi risiko tersebut. Tujuan : mengetahui perilaku pemeliharan kebersihan mulut pengguna ortodonti cekat pada pasien kelas 12 SMA Santa Laurensia didarerah Tanggerang. Metode : jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 21 murid SMA Santa Laurensia pengguna ortodonti cekat didapatkan dengan teknik total sampling. Cara kerja penelitian dengan membagikan kuesioner seputar perilaku pemeliharaan kebersihan mulut. Hasil : pengguna ortodonti kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang didominasi perempuan, 90,5% menyikat gigi dua kali sehari. Sebesar 57% murid menggunakan sikat gigi konvensional, 38,1% sikat gigi khusus ortodontik, dan 4,8% sikat gigi elektrik. Mayoritas murid menggunakan pasta gigi ber-fluoride. Persentase penggunaan alat penunjang secara rutin dan berkala berturut-turut sebesar 9,5% dan 66,7% untuk sikat interdental, 23,8% dan 57,1% untuk obat kumur. Tidak ada murid yang menggunakan benang gigi setiap hari, sebesar 57,4% siswa kadang–kadang menggunakan benang gigi. Kesimpulan: murid kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang pengguna ortodonti cekat menunjukkan perilaku pemeliharaan kebersihan mulut yang cukup baik, namun kepatuhan penggunaan alat penunjang sangat rendah.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN POSISI DALAM KELUARGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 Eko Fibryanto; Harryanto Wijaya; Janti Sudiono; Elline Elline
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1661

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak pandemi COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV 2. Jakarta adalah kota dengan jumlah penderita tertinggi di Indonesia. Peta sebarannya meliputi wilayah Jakarta Barat. Penyebaran penyakit ini berhubungan dengan karakteristik individu dan tingkat pengetahuan warga tentang pencegahan COVID-19. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan warga masyarakat RT007/RW007, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat dan hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19. Metode: jenis dan rancangan penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan potong silang pada sampel yang berjumlah 78 orang. Sampel ditentukan dengan purposive sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan mengisi kuesioner oleh responden. Total dari 78 responden, jumlah yang terbanyak adalah kategori berusia dewasa (20-59 tahun) sebesar 73%. Jumlah responden laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 40 dan 38 orang. Sebesar 44.9% responden memiliki tingkat pendidikan terakhir adalah SMA dan 60.3% responden tidak bekerja. Sebanyak 60.3% dari total seluruh responden memiliki posisi sebagai kepala keluarga. Hasil: tingkat pengetahuan warga yang termasuk kategori baik adalah sebesar 56.4%. Analisis uji Chi-square dengan Continuity Correction dan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga (p0.05). Kesimpulan: tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 pada semua kelompok usia, jenis kelamin yang berbeda, jenjang pendidikan, bekerja atau tidak bekerja, sebagai anggota atau kepala keluarga.
GUIDED EXCISION USING CLAMP IN LIP REPOSITION: A NEW INNOVATIVE APPROACH (LAPORAN KASUS) RM Norman Tri Kusumo Indro; Riko Simanjuntak; Leonard C Nelwan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1311

Abstract

Latar belakang : lip reposition merupakan perawatan untuk memperbaiki berlebihnya tampilan gingiva saat tersenyum. Gummy smile merupakan diagnosis dari berlebihnya tampilan gingiva pada saat tersenyum, Akan tetapi sering dijumpai kesulitan saat melakukan lip reposition. Tujuan tindakan eksisi pada lip reposisition biasanya  membuat garis panduan pada saat eksisi, Akan tetapi, eksisi pada daerah mukosa alveolar menjadi salah satu hal yang menantang karena alveolar mukosa tergolong licin, Oleh karena itu menjepit dengan klem panjang saat hendak melakukan eksisi dapat menjadi alternatif untuk memandu ketepatan eksisi pada lip reposition dan mempercepat waktu pengerjaan. Laporan Kasus: pasien datang ke praktek pribadi dengan alasan keluhan estetik. Dilakukan pengukuran panjang gigi dan tinggi gingival menggunakan sistem Chu. Hasilnya, gingiva pada gigi 13,12,11,21,22,23 menutupi sekitar 2-3 mm  dari CEJ (cemento enamel junction), pada saat terseyum lebar pasien memiliki 5mm kelebihan penampilan gingiva. Pasien didiagnosis gummy smile dan memerlukan Iip reposition .Setelah daerah operasi teranestesi, operator membuat garis vertikal serta melepas pelakatan mukosa alveolar, setelah itu menggunakan klem panjang untuk menjepit dan melakukan eksisi. Kesimpulan: keuntungan dari prosedur ini yaitu mempersingkat durasi operasi, mengurangi resiko eksisi berlebihan dan memaksimalkan penyembuhan primer jaringan lunak. Eksisi yang dibantu oleh klem dapat meningkatkan presisi pada lip reposition.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans SECARA IN VITRO Umi Ghoni Tjiptoningsih; Nabila Khalisha Trisanto
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1377

Abstract

Latar belakang: empat belas koma tiga persentase dari masyarakat Indonesia mengalami penyakit periodonsium. Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah bakteri yang dapat ditemukan pada 90% dari penderita periodontitis agresif. Bakteri ini termasuk dalam  golongan bakteri gram-negatif yang merupakan penyebab utama periodontitis agresif. Nanas (Ananas comosus) adalah tanaman buah yang mengandung enzim bromelin. Enzim ini berpotensi memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya antibakteri dari ekstrak buah nanas (Ananas comosus) dengan konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris secara in vitro. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas. Penelitian ini dilakukan dengan ekstrak buah nanas dan kontrol positif (chlorhexidine 0,2%). Cawan petri agar diinkubasi pada lingkungan anaerob dengan suhu 35oC selama 18 jam. Perhitungan daya hambat dilakukan dengan mengukur zona bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong. Hasil: hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dari pemberian ekstrak buah nanas 25%, 50% dan 100% dan chlorhexidine terhadap bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Nilai p pada pengaruh pemberian ekstrak buah nanas dan chlorhexidine adalah 0,000 (p 0,05). Tidak terdapat zona bening di sekitar cakram kertas. Kesimpulan: tidak terdapat daya antibakteri dari ekstrak nanas (Ananas comosus) terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RISIKO KANKER RONGGA MULUT DI KELURAHAN BINTAUNA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLMONG UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Billy Kolintama; Shelly Lelyana; Silvi Kintawati
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1619

Abstract

Latar belakang: kanker rongga mulut merupakan keganasan pada rongga mulut dan penyebab kematian paling umum pada laki-laki maupun perempuan dewasa. Merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker rongga mulut terbesar. Risiko terkena kanker rongga mulut tiga kali lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan yang bukan perokok. Pengetahuan berpengaruh terhadap sikap seseorang tentang merokok. Pengetahuan yang kurang akan bahaya rokok cenderung menyebabkan seseorang merokok dan memberikan dampak untuk tetap merokok, karena merokok dianggap tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut. Metode : cross sectional deskriptif observasional dan pengumpulan data melalui cara survey dengan memberikan kuesioner kepada subjek. Penelitian dilakukan pada penduduk Kelurahan Bintauna Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmong Utara Provinsi Sulawesi Utara. Total responden adalah 187 orang yang terdiri dari 101 responden laki-laki dan 86 responden perempuan dengan rentang usia 20-60 tahun. Perolehan data menggunakan kuesioner yang dilakukan dengan wawancara. Hasil : 62% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut. Kesimpulan: tingkat pengetahuan masyarakat tentang merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut di Kelurahan Bintauna, secara keseluruhan sudah baik, sedangkan jika dilihat dari perokok dan bukan perokoknya terlihat bahwa responden yang bukan perokok cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan responden perokok.

Page 1 of 1 | Total Record : 7