cover
Contact Name
Ahmad Subandi, M.Kep.,Ns.Sp.Kep.An
Contact Email
upt.ppm.stikes.aiaic@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
prasetyoagus163@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 26560569     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Irsyad (JPMA) dikelola oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah CIlacap. JPMA adalah jurnal ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang berisi kegiatan dalam mengatasi isu umum yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. JPMA merupakan jurnal pengembangan dan penerapan Ipteks yang memuat publikas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 2, Oktober 2019" : 16 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kecamatan Kawunganten Ida Ariani; Bejo Danang Saputra; Kiki Yulistiana; Lulus Prasetyo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis pada anak. Stunting dapat menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan anak balita. Kecamatan Kawunganten merupakan kecamatan dengan kasus stunting yang tinggi di Kabupaten Cilacap. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan kader tentang identifikasi awal stunting dan gangguan perkembangan anak melalui pelatihan pengisian Kuesioner Pra Skrining Pertumbuhan (KPSP). Identifikasi anak stunting dilakukan pada tanggal 6 Februari 2019 sedangkan pelatihan KPSP dilakukan pada tanggal 16 Februari 2019. Hasil identifikasi anak stunting di desa Kawunganten Lor diperoleh hasil 16 anak balita mengalami stunting dan gizi kurang. Sedangkan pelatihan KPSP pada kader dengan jumlah peserta 20 orang kader dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang KPSP ditunjukkan dari perbedaan rata-rata nilai pre dan post-test yang signifikan. Rata-rata nilai pre-test adalah 62, sedangkan rata-rata post-test adalah 86. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pembuatan makanan tambahan enak, murah dan sehat menggunakan bahan dasar yang tersedia di lingkungan rumah warga. Kata Kunci : Identifikasi, Kuesioner Pra Skrining Perkembangan, Stunting
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMACERMAT) Pada Penyakit Degeneratif Dan Infeksi di Kelompok Masyarakat Desa Menganti Cilacap septiana indratmoko; Rochany Septi; Ikhwan Dwi Wahyu Nugroho
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, dan akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional. Masyarakat diharapkan mampu mengenali gejala penyakit degeneratif sehingga akan peduli dan dapat mencegah serta mengobati sesuai dengan penyakitnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang penggunaan obat secara benar dalam penyakit degeneratif dan infeksi. Target dan luaran dari akhir kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat sehingga mampu mengenali gejala penyakit degeneratif sehingga akan peduli dan dapat mencegah serta mengobati sesuai dengan penyakitnya. Hasil dari penyuluhan kesehatan dalam pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang mengenali gejala penyakit degeneratif sehingga akan peduli dan dapat mencegah serta mengobati sesuai dengan penyakitnya dengan menggunakan obat dan tanaman obat secara benar. Pengabdian ini juga menghasilkan artikel ilmiah dan buku saku. Kata kunci : gerakan masyarakat cerdas, obat, penyakit degeneratif, infeksi
Peningkatan Partisipasi KB Intra Uterin Device (IUD) dan Suntik dengan Pemberdayaan Wanita Usia Subur di Posyandu RW 11 Keluharan Sidanegara susanti susanti; Elisa Issusilaningtyas
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Cilacap masih tinggi dan mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai program untuk menekan AKI dan AKB. Keluarga Berencana sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan AKI. Keluarga Berencana sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan AKI. Kelurhan Sidanegara merupakan kantong unmetneed di Kabupaten Cilacap dari Pasangan Usia Subur (PUS) berjumlah 5.361, akseptor KB berjumlah 3.689. Jumlah akseptor KB di Kelurahan Sidanegara yaitu akseptor KB IUD 822 akseptor, MOW 264 akseptor, MOP 1 akseptor, Kondom 189 akseptor, Implan 176 akseptor, Suntik 1.142 akseptor, dan pil 1.093 akseptor, dan jumlah akseptor KB IUD 2 dari 114 akseptor KB. Metode yang direncanakan penyuluhan bagi kader Posyandu dan ibu-ibu di Posyandu sebagai upaya promotif untuk memberikan pengetahuan terhadap masyarakat khususnya ibu – ibu agar yang belum ber KB menjadi akaseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), dan mengidentifikasi ibu-ibu yang memiliki syarat menggunakan alat kontrasepsi IUD oleh kader Posyandu. Hasil Akseptor suntik 8 orang, IUD 5 orang, implant 1 orang, dan MOW 1 orang, dan masih terdaapat PUS yang belum menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 6 orang. Nilai pengetahuan rata-rata sebelum penyuluhan 56 setelah penyuluhan meningkat menjadi 97. Kata kunci: Partisipasi, IUD, Suntik, Wanita Usia Subur
Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Obat Tradisional sebagai Alternatif Pengobatan Herbal Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus Anita Ratna Faoziyah; Nikmah Nur Rahmah; Lia Febriani
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit degenerative yang banyak terdapat di posyandu lansia bahagia V Desa Slarang Kabupaten Cilacap. Hasil skrinning kesehatan lansia di posyandu lansia bahagia V teridentifikasi hipertensi sebanyak 14 sedangkan diabetes mellitus sebanyak 7 lansia. Berdasarkah hasil diskusi atau wawancara tim pengabdian dengan lansia dengan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus pengobatan yang telah dilakukan adalah dengan pengunaan obat modern (obat kimia). Pengunaan obat kimia dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping yang lebih besar dan dapat membahayakan kesehatan para lansia. Salah satu alternative pengobatan pasien diabetes mellitus dan hipertensi adalah dengan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional dapat mengunakan tanaman obat. Namun masyarakat Desa Slarang belum mengunakan tanaman obat sebagai alternative pengobatan. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama dengan skrining kesehatan dan pelatihan peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan tanaman obat sebagai alternative pengobatan hipertensi dan diabetes mellitus dengan metode diskusi dan focus discussion class (FDC), sedangkan ada tahap kedua kegiatan pelatihan berfokus pada tata cara pengobatan dan cara meracik produk jamu tradisioanal dari tanaman obat untuk obat gula dan diabetes mellitus. Hasil pengabdian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan tanaman obat untuk penyakit hipertensi dan diabetes mellitus pada lansia dan kader, selain itu kader dan lansia dapat membuat jamu tradisional untuk obat hipertensi dan diabetes mellitus. Kata kunci : tanaman obat, hipetensi, diabetes mellitus
Pelatihan Kader CERDIK Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Peningkatan Tekanan Darah” di Dusun Tembok Desa Menganti Kabupaten Cilacap Tarno Sutarno; Dwi Setiyawati; Mika Tri Kumala Swandari
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah yang serius mengancam kesehatan, hingga disebut sebagai “The Silent Killer”. Tingkat keganasan penyakit komplikasi akibat hipertensi sangat tinggi sehingga dapat mengantarkan kematian. Penyakit jantung koroner merupakan komplikasi hipertensi yang ternyata secara perlahan-lahan tapi pasti telah merangkak naik sebagai penyebab kematian utama di Indonesia. Jumlah penderita hipertensi mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Penderita hipertensi sering mengalami kesulitan mengontrol naiknya tekanan darah. Untuk mengontrol tekanan darah, penderita hipertensi diharapkan secara berkala melakukan pengukuran tekanan darah. Peranan kader kesehatan menjadi sangat strategis. Kader kesehatan dalam hal ini kader kesehatan dusun Tembok kecamatan Kesugihan kabupaten Cilacap mempunyai kesiapan untuk berperan serta dalam mengontrol tekanan darah penderita hipertensi, namun demikian baru satu kader dari tujuh kader yang sudah dapat melakukan pengukuran tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pelatihan kader “CERDIK” terhadap tujuh orang kader. Metode pelatihan adalah ceramah, tanya-jawab dan demosntrasi. Hasil kegiatan: pengetahuan kader sebelum pelatihan rata-rata 51 dan setelah ceramah meningkat menjadi 100. Sebelum pelatihan hanya satu kader yang dapat mengukur tekanan darah, setelah pelatihan tujuh kader dapat mengukur tekanan darah. Keywords: Pelatihan, mengontrol, hipertensi, tekanan darah
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DALAM UPAYA MENCEGAH TERJADINYA GANGGUAN JIWA PADA ANAK DI POS PAUD FLAMBOYAN VIII DESA KARANGSARI Trimeilia Suprihatiningsih; Dwi Maryanti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia pra sekolah adalah anak yang berumur antara 3-6 tahun. Salah satu tahap perkembangan yang akan dilalui oleh anak pra sekola adalah perkembangan psikososial (Erikson). Perkembangan psikososial pada anak usia pra sekolah adalah proses perkembangan anak menuju kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai pengetahuannya. Kemampuan ini diperoleh bila konsep diri anak positif. Perkembangan psikososial menurut Erikson (dalam Kyle dan Carman, 2015) adalah tahap inisiatif versus bersalah, dimana anak pra sekolah mulai merencanakan aktifitas, memulai aktivitas dengan orang lain, memerankan peran orang lain (nyata ataupun khayalan), mengembangkan kesadaran, dapat meluapkan rasa frustasi, suka mengeksploitasi hal-hal baru, merasa sangat menyesal ketika membuat salah atau berperilaku buruk, bekerjasama dengan anak lain dan menegosiasikan solusi terhadap konflik. Anak membutuhkan dukungan dan bantuan dari keluarga dalam hal pemberian pengakuan yang positif terhadap perilaku yang adaptif sehingga anak dapat mengembangkan kemampuan berhubungan yang dimilikinya. Hal tersebut merupakan dasar rasa otonomi anak yang nantinya akan berkembang menjadi kemampuan hubungan interdependen. Kegagalan anak dalam berhubungan dengan lingkungan dan disertai respons keluarga yang negatif akan mengakibatkan anak menjadi tidak mampu pengontrol diri, tidak mandiri, ragu, menarik diri, kurang percaya diri, pesimis, dan takut perilakunya salah dan kalau berlanjut akan mengakibatkan gangguan jiwa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dalam menstimuli perkembangan psikososial usia anak pra sekolah sebagai upaya untuk mencegah gangguan jiwa pada anak. Metode pelaksanaan dengan metode ceramah dan praktik cara menstimulasi psikososial usia anak pra sekolah. Hasil kegiatan terbukti meningkatkan pengetahuan orang tua tentang perkembangan psikososial anak usia pra sekolah.. Sebagian besar peserta sebelum diberikan materi mempunyai tingkat pengetahuan kurang (52%) dan paling sedikit memiliki pengetahuan baik (20%). Setelah diberikan materi, peserta memiliki pengetahuan baik (96%) dan sebagian kecil memiliki tingkat pengetahuan kurang (4%). Dan hasil observasi terhadap praktek cara menstimuli perkembangan psikososial anak usia pra sekolah mampu dilakukan oleh orang tua dengan baik (84%). Kata Kunci : Pengetahuan orang tua, psikososial anak usia pra sekolah
Peningkatan Pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan Pada Keluarga dengan Balita Stunting rusana rusana; Ahmad Kusnaeni
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2SD di bawah median panjang atau tinggi badan. Pelayanan keperawatan yang profesional melalui asuhan keperawatan dengan menggunakan tahapan proses keperawatan. Pemahaman perawat mengenai proses perawatan dengan menggunakan standar North American Nursing Diagnosis association (NANDA), Nursing Outcome Classification (NOC) dan Nursing Intervention Classification (NIC) menjadi sangat penting. Penerapan NANDA, NOC dan NIC dapat dilaksanakan dalam berbagai tatanan asuhan keperawatan termasuk di Puskesmas. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puksesmas Kawunganten merupakan puskesmas di wilayah Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap memiliki jumlah balita dengan status stunting 16 anak. Sasaran pengabdian adalah perawat di Puskesmas. Metode yang digunakan dengan memberikan seminar dan pelatihan asuhan keperawatan berdasarkan NANDA, NOC dan NIC serta konsep asuhan keperawatan keluarga. Hasil pengabdian kepada masyarakat berdasarkan survey awal perawat menyatakan sudah banyak yang lupa tentang asuhan keperawatan berdasarkan NANDA, NOC dan NIC serta belum mengetahui tentang praktik asuhan keperawatan keluarga khususnya keluarga stunting. Berdasarkan hasil kuesioner (post test) terdapat nilai tertinggi 9 dan terendah 7. Mean (rata-rata) nilai peserta adalah 7,9. Hasil asuhan keperawatan keluarga dengan stunting dan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga dengan anak stunting telah dilakukan dengan benar terhadap 2 (dua) keluarga dengan balita stunting 3 (tiga). Perawat menyatakan bertambah ilmu tentang asuhan keperawatan berdasarkan NANDA, NOC dan NIC serta konsep asuhan keperawatan keluarga dengan benar.
KARED HAI DM (KARTU EDUKASI HIV AIDS DWI MARYANTI) MEDIA PINTAR MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER TENTANG HIV AIDS DI WILAYAH KELURAHAN TAMBAKREJA CILACAP SELATAN TAHUN 2019 Dwi Maryanti; Trimeilia Suprihatiningsih
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap dituangkan dalam Perda nomor 2/2015 tentang Penanggugulangan HIV AIDS. Pada pasal 4 tertulis penyelenggaraan penanggulangan HIV AIDS dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan meliputi kegiatan promosi. Selanjutnya pada pasal 5, ayat 3 disebutkan bahwa kegiatan promosi dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan promosi di level masyarakat dilakukan melalui pelatihan Kartu Edukasi HIV AIDS Dwi Maryanti (KARED HAI DM) sebagai media pintar dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang HIV AIDS. Metode : Metode pelaksanaan dilakukan dengan alih teknologi yaitu transfer ilmu melalui kegiatan pelatihan bagi kader. Meliputi kegiatan memberikan materi HIV AIDS dengan media pintar KARED HAI DM dan mendemonstrasikan penggunaan KARED HAI DM. Sebelum dan sesudah pemberian materi diberikan pre tes dan post tes. Hasil : Hasil pre tes menunjukkan rata-rata adalah 65 dan post tes didapatkan nilai rata-rata adalah 90. Dalam penggunaan KARED HAI DM, kader sudah dapat menggunakan dengan benar, hal ini nampak dari proses redemonstrasi yang dilakukan oleh masing-masing kader RW secara bergantian. Kesimpulan : KARED HAI DM merupakan media pintar yang telah berhasil meningkatkan pengetahuan kader tentang HIV AIDS di Wilayah Kelurahan Tambakreja Cilacap Selatan. Kata kunci : Kared HAI DM, Media Pintar, Pengetahuan, HIV AIDS.
TEKNIK RELAKSASI: GENGGAM JARI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HAEMODIALISA DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO Adiratna Sekar Siwi; Maria Paulina Irma Susanti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisa dalam jangka waktu panjang akan menghadapi berbagai masalah, seperti finansial, kesulitan untuk bekerja, dorongan seksual yang menurun, depresi dan ketakutan menghadapi kematian. Hal ini mengakibatkan masalah psikososial, seperti ketidakmampuan dalam melanjutkan gaya hidup normalnya, kemandirian dalam menjalani hidup kecemasan, depresi, isolasi sosial, kesepian, tidak berdaya, dan putus asa. Pengabdian ini dilakukan di ruang Haemodialisa RST Wijayakusuma Purwokerto, dimana pasien yang menjalani haemodialisa. Tujuan dari pengabdian ini untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang teknik relaksasi: genggam jari pada pasien gagal ginjal yang menjalani haemodialisa di RST Wijayakusuma Purwokerto. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pendekatan, pengukuran tingkat kecemasan pasien (pre dan post) menggunakan kuesioner ZSAS, memberikan pengetahuan tentang teknik relaksasi: genggam jari (ceramah, diskusi) dan memberikan pelatihan teknik relaksasi: genggam jari. Hasil kegiatan ini adalah tingkat kecemasan sebelum dilakukan pelatihan teknik genggam jari kecemasan ringan sebanyak 20 responden (77%) dan kecemasan sedang sebanyak 6 responden (23%) dan setelah dilakukan tindakan kecemasan ringan sebanyak 25 responden (96.2%) dan tingkat kecemasan sedang sebanyak 1 responden (3.8%). Pasien tetap menerapkan teknik relaksasi: genggam jari pada saat merasa cemas dan dilakukan dengan mandiri.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Pada Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pringsewu Hardono - Hardono; Surmiasih Surmiasih; Siti Maesaroh; Yenny Marthalena
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan atau jajanan sekolah sangat beresiko terhadap bahan kimiawi seperti formalin, boraks, zat pewarna tekstil dan pemanis buatan yang akan mengganggu kesehatan dan penyebab tingginya angka kejadian suatu penyakit. Gangguan kesehatan akibat jajan sembarangan dapat mempengaruhi nilai akademik anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang informasi jajanan sehat. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pringsewu sebanyak 40 orang. Model yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan Pendidikan kesehatan secara klasikal serta diskusi. Hasil pengabdian tingkat pengetahuan tentang jajanan sehat pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pringsewu sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan 65% memiliki pengetahuan baik. Sedangkan hasil setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan jajanan sehat pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pringsewu 82.5% memiliki pengetahuan yang baik. Dengan demikian, pemberian penyuluhan kesehatan secara klasikal dengan media power point dan leaflet tentang jajanan sehat dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait pemilihan jajanan yang sehat yang akan dikonsumsi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16