cover
Contact Name
Akbid RSPAD Gatot Soebroto
Contact Email
info@akbidrspad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
info@akbidrspad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan
ISSN : 20896751     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah Kebidanan Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto merupakan jurnal yang berisi tentang penelitian-penelitian dari para dosen atau staf pengajar dan para akademisi yang tertarik meneliti dan memberikan ilmu tentang kebidanann, kesehatan dan ilmu psikologi kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI YANG DILAKUKAN INISIASI MENYUSU DINI DI BPM NURAESIH AM.KEB PERIODE JUNI 2016 Eny Irawati S.ST., MKM
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis bahwa dari jumlah kelahiran bayi di BPM Nuraesih, ibu yang bersalin pada tahun 2014 ada 120 orang, yang memberikan ASI Eksklusif 42 orang (35%), sedangkan pada tahun 2015 ibu yang bersalin ada 103 orang, yang memberikan ASI Eksklusif hanya 26 orang (25%), terjadi penurunan 10% pada ibu yang mermberikan ASI Eksklusif. Hal ini disebabkan karena ada ibu yang bekerja, ibu yang memberikan makanan tambahan sebelum waktunya, serta pengetahuan ibu tentang manfaat ASI Ekslusif masih sangat rendah. Tujuan penelitian : Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian asi eksklusif pada bayi yang dilakukan inisiasi menyusu dini. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif, yaitu jenis penelitian dimana peneliti melakukan analisis hubungan antar variabel independen (pengetahuan, pendidikan, paritas, umur, pekerjaan dan dukungan keluarga) yang di hubungkan dengan variabel dependen (pemberian ASI Eksklusif). Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada variabel pengetahuan yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 8 orang (50.0%) (nilai p= 0.001, OR =0.143 dan CI (95%)=0.034-0.600), pada variabel tingkat pendidikan yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu dengan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 13 orang (81.25%) (nilai p= 0.004, OR =0.204 dan CI (95%)=0.049-0.855), pada variabel paritas yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu dengan multipara sebanyak 8 orang (50.0%) (nilai p= 0.001, OR =7.000 dan CI (95%)=1.668-29.384), pada variabel pekerjaan yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu dengan tidak bekerja sebanyak 8 orang (50.0%) (nilai p= 0.004, OR =4.911 dan CI (95%)=1.170-20.616) dan pada variabel dukungan keluarga yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu dengan mendapat dukungan sebanyak 13 orang (81.25%) (nilai p= 0.004, OR =0.204 dan CI (95%)=0.049-0.855). Kesimpulan : Bahwa pemberian ASI Eksklusif tentang pada bayi yang dilakukan inisiasi menyusu dini memiliki hubungan dengan pengetahuan, pendidikan, paritas, pekerjaan dan dukungan keluarga. Saran : Diharapkan dapat memberikan edukasi dan meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan asuhan yang lebih baik dalam proses persalinan yaitu dengan inisiasi menyusu dini dan kepada ibu – ibu yang menyusui agar memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU, PENDIDIKAN, PARITAS, SUMBER INFORMASI DENGAN IBU NIFAS YANG TIDAK MELAKUKAN PERAWATAN TALIPUSAT DENGAN BENAR DI PKM KEC. GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE SEPTEMBER-OKTOBER 2015 Ni Nyoman Sulasmi S.Si.T., M.Kes
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di RS Salak Bogor diperoleh data selama bulan Mei – Oktober 2015 terdapat 85 kunjungan nifas dan 53 responden (62%) ibu nifas yang tidak melakukan perawatan tali pusat dengan benar dan Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat ditemukan beberapa ibu nifas yang masih belum mengetahui cara merawat talipusat dengan baik dan benar. Diperoleh data ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang pada bulan September – Oktober 2015 terdapat 150 ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang dan 95 responden (63%) ibu nifas yang tidak melakukan perawatan tali pusat dengan benar dan masih mengutamakan adat istiadat dalam melakukan perawatan talipusat dengan cara memberikan talipusat dengan koin ataupun rempah-rempah yang dibungkus dengan kasa. Sehingga dapat meningkatkan terjadinya infeksi pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan antara usia ibu, pendidikan, paritas, sumber informasi dengan ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 50 sampel ibu nifas tentang perawatan talipusat terbesar adalah yang melakukan sebanyak 33 orang (66.0%) dan yang terkecil adalah tidak melakukan sebanyak 17 orang (34.0%), berdasarkan usai (<20th dan >35th) sebanyak 11 orang (61.1%) (nilai p= 0.002, OR =6.810 dan CI (95%)=1.859–24.948), berdasarkan paritas terbanyak adalah pada ibu yang multipara sebanyak 12 orang (63.2%) (p=0.001, OR=8.914 dan CI (95%)=2.343-33.909), berdasarkan pendidikan terbanyak adalah pada ibu dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 14 orang (63.6%) (p=0.000, OR=14.583 dan CI (95%)=3.322-64.027) dan sumber informasi terbanyak adalah pada ibu yang sumber informasi dari non nakes sebanyak 12 orang (57.1%) (p=0.003, OR=6.400 dan CI (95%)=1.754-23.351). Kesimpulan : Bahwa ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar memiliki hubungan dengan usia ibu, riwayat paritas, tingkat pendidikan dan sumber informasi. Saran : lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat serta untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA PERIODE APRIL-MEI 2014 Sri Sulastri S.SiT., M.Keb
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.652 KB)

Abstract

Latar belakang : Air susu ibu merupakan santapan pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang terbaik dan alamiah, mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal, oleh karena itu perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Tujuan penelitian : Diketahuinya distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di Puskesmas Kecamatan Koja April - Mei 2014. Metode penelitian : Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif secara cross sectional yaitu variabel bebas dan variabel ikat di observasi hanya sekali pada saat yang sama yang menjadi sample dalam penelitian ini 50 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan check list. Analisis data penelitian dilakukan secara Univariat dan bivariat. Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan Pengetahuan perawatan payudara adalah variabel pendidikan (p value 0.013, OR = 4.4; 95%CI 1.337-14.769), status pekerjaan (p value 0.041 ,OR= 5.0 ;95%CI 0.964-25.930), paritas (p value 0.004, OR=6.0 ;95%CI 1.720-21.495) dan sumber informasi (p value 0.002, OR= 8.5 ;95%CI 2.038-35.458). Kesimpulan : bahwa ibu nifas di Puskesmas Kecamatan Koja April – Mei 2013 masih kurang memiliki pengetahuan tentang perawatan payudara dan sebagian besar berpendidikan SLTA, tidak bekerja, primipara, mendapatkan informasi kesehatan dari petugas kesehatan. Saran : Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara agar tetap mempertahankan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya perawatan payudara serta untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI PERISTI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI-MARET 2014 Yeni Muliyani SKM
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.392 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hingga saat ini, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih merupakan masalah di dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) tidak sama dengan bayi prematur karena tidak semua bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi prematur. Sekitar dua per tiga BBLR adalah bayi prematur, sedangkan sepertiga lainnya adalah bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) dan 70 % dari bayi ini berat badannya antara 2000 dan 2500 gram (Myles, Buku ajar bidan:761). Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu resiko yang mempunyai peran penting dalam kematian neonatus. Selain itu, BBLR dapat mengalami gangguan pada sistem pernafasan, susunan saraf pusat, kardiovaskuler, hematologi, gastrointestinal, ginjal, serta termoregulasi. Menurut data WHO pada tahun 2003 bahwa setiap tahun diperkirakan Sekitar 27 % angka kematian pada neonatus disebabkan oleh BBLR. Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15 %) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR, 95,6% diantaranya merupakan bayi yang dilahirkan di negara-negara sedang berkembang. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan dinegara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. Menurut Ibrahim (1997) insidensi BBLR di seluruh Asia adalah 22%. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad periode januari-maret 2014. Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 responden dengan besar sampel 50 50 responden yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 50 responden yang mengalami BBLR sebanyak 33 responden (66%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara ANC (p= 0.016; OR=4.464), Hipertensi ( p=0.036; OR=3.900), kebiasaan merokok (p=0.006; OR=7.969), RAS ( p= 0.025; OR= 4.197) dan Premature (p=0.020; OR=4.217. Kesimpulan : Berdasarakan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di Peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebanyak 33 (66%) responden yang mengalami BBLR dari 50 responden, hubungan antara BBLR dengan variabel ANC sebanyak 8 responden (24.2%) pada ibu yang melakukan ANC dan mengalami BBLR, dengan p value=0.016 dan OR=4.464; variabel hipertensi sebanyak 18 responden (54.5%) pada ibu yang mengalami hipertensi dan BBLR, dengan p value= 0.036 dan OR=3.900; variabel kebiasaan merokok sebanyak 17 (51.5%) pada ibu yang merokok dan mengalami BBLR, dengan p value=0.006 dan OR=7.969; variabel ras sebanyak 26 responden (78.8%) pada ibu ber- ras hitam dan mengalami BBLR, dengan nilai p value=0.025 dan OR=4.197; variabel premature sebanyak 23 responden (69.7%) pada yang mengalami premature dan BBLR, dengan nilai p value=0.020 dan OR=4.217.
ANGKA KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS KELURAHAN PENJARINGAN PERIODE APRIL 2014 Ni Nyoman Sulasmi S.Si.T., M.Kes
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.772 KB)

Abstract

Latar Belakang : Ruptur perineum adalah perlukaaan jalan lahir yang terjadi saat kelahiran bayi baik dan menggunkan alat maupun tidak menggunkan alat. (Enggar, 2010) Dampak dari terjadinya rupture perineum pada ibu antara lain terjadinya infeksi pada luka jahitan dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Selain itu juga dapat terjadi perdarahan karena terbukanya pembuluh darah yang tidak menutup sempurna sehingga perdarahan terjadi terus menerus. Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah. Perdarahan pada ruptur perineum dapat menjadi hebat khususnya pada ruptur derajat dua dan tiga atau jika ruptur perineum meluas ke samping atau naik ke vulva mengenai klitoris. Karena dekat dengan anus, laserasi perineum dapat dengan mudah terkontaminasi feses. Infeksi juga dapat menjadi sebab luka tidak dapat segera menyatu sehingga timbul jaringan parut. Jaringan parut yang terbentuk sesudah laserasi perineum dapat menyebabkan nyeri selama berhubungan (Prawirohardjo, 2011). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2009 terjadi 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin. Di Amerika 26 juta ibu bersalin yang mengalami rupture perineum, 40 % diantaranya mengalami rupture perineum (Heimburger, 2009). Tujuan Penelitian : Mengetahui Angka kejadian rupture perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Kelurahan Penjaringan periode April 2014. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Studi Penampang Analitik (analytic cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square . Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan, jumlah ibu bersalin dengan rupture perineum spontan sebanyak 155 orang dari 255 yang mengalami rupture perineum spontan. Jumlah ibu bersalin yang mengalami rupture perineum terbanyak pada Grade III - Grade IV yaitu 55.5 % , berdasarkan usia ibu yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu usia 20 – 35 tahun sebanyak 87 % dengan nilai P=0.000 dan OR=4.0 CI 95%(2.058-7.914) , berdasarkan berat badan lahir yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu <2500 gram – >4000 gram sebanyak 52.9% dengan nilai P=0.000 dan OR=13.6 CI 95%(6.130-30.267), berdasarkan paritas yang menunjukan frekuensi tertinggi yaitu pada primipara sebanyak 50.3% dengan nilai p=0.000 dan OR=3.7 CI 95%(1.938-7.414), sedangakan berdasarkan jarak kelahiran frekuensi tertinggi adalah >2 tahun sebanyak 54.2 dengan nilai p=0.002 dan OR=2.7 CI 95%(1.421-5.256). Kesimpulan : Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa angka kejadian rupture perineum masih tinggi khususnya pada rupture Grade II, pada ibu usia 20-35 th,pada kelahiran bayi dengan berat badan lahir 2500-4000, persalinan multipara, dan dengan jarak kelahiran ≤ 2 th dan > 2 th.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 114 JAKARTA UTARA PERIODE MARET-APRIL 2014 Asrifah SST .
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.503 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pernikahan dini merupakan sebuah bentuk ikatan / pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 18 tahun. Pernikahan dini telah menjadi perhatian komunitas internasional mengingat risiko yang timbul seperti risiko komplikasi yang terjadi saat kehamilan, dan saat proses persalinan sehingga berperan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang resiko pernikahan dini. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan atau analisis data, membuat kesimpulan dan laporan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja terhadap resiko pernikahan dini berdasarkan usia, lingkungan tempat tinggal ,peran orang tua dan sumber informasi (majalah,VCD/DVD, internet). Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini adalah variabel Umur (p value 0.001, OR = 4.2; 95%CI 1.734-10.049), tempat tinggal (p value 0.000 ,OR= 6.4 ;95%CI 2.518-16.139 ), peran orangtua (p value 0.005, OR=3.3 ;95%CI 1.426-7.794) dan sumber informasi (p value 0.000, OR= 8.5 ;95%CI 3.387-21.797). Kesimpulan : Siswi-siswi di SMA Negri 114 Jakarta Utara mempunyai pengetahuan cukup tentang resiko pernikahan dini.
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB MOW DI POLI KB GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI 2014 Sudarmi . SST
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.579 KB)

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana. Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Tujuan : Untuk mengetahui Karakteristik penggunaan akseptor KB MOW di Poli kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 103 akseptor, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 85 akseptor KB MOW. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu p= 0.000; OR=28.205 CI95% (7.327-108.575), paritas p=0.000; OR=9.398 CI95% (3.476-25.408), Pendidikan p=0.005; OR=3.700 CI95% (1.439-9.516), status pekerjaan p= 0.007;OR= 3.321 CI95% (1.359-8.117). Kesimpulan : Berdasarkan paritas banyak terjadi pada ibu dengan jumlah anak 2-4 orang yaitu sebesar 75,6%, berdasarkan tingkat pendidikan banyak terjadi pada akseptor dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 59,8% dan berdasarkan pekerjaan banyak terjadi pada akseptor dengan tidak bekerja sebesar 62,2%.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TINGKAT III SEMESTER VI AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO TENTANG DIET SEHAT TAHUN 2014 Hartini . SST
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.889 KB)

Abstract

Latar Belakang : Bentuk tubuh ideal dan sehat tentunya menjadi impian semua orang khususnya remaja wanita. Sehingga banyak dari mereka yang tertarik untuk melakukan menurunkan berat badan melalui diet. Karena selain untuk menunjang penampilan, diet yang sehat dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Tetapi rendahnya pengetahuan seseorang tentang diet akan mempengaruhi proses diet yang mengakibatkan diet tidak dilakukan dengan benar dan berdampak buruk untuk kesehatan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III Akbid RSPAD Gatot Soebroto tentang diet sehat Tahun 2014 berdasarkan sumber informasi, IMT, pengaplikasian diet sehat, dan pola makan sehari – hari. Metoda penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan 92 mahasiswi tingkat III Akbid RSPAD Gatot Soebroto sebagai objek penelitian.Instrumen yang digunakan adalah berupa data primer (kuesioner). Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p=0.005; OR=2.556), IMT ( p=0.000; OR=33.320), pengaplikasian diet sehat (p=0.001; OR=5.075), sedangkan hasil uji statistik yang tidak terdapat hubungan signifikan adalah pola makan (p=0.821; OR=1.103) Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa gambaran pengetahuan mahasiswi Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto dapat dikategorikankurang baik yaitu sebanyak 86 mahasiswi. ( 93,5 % )
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM OLEH WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE JULI 2014 Sri Sulastri S.SiT., M.Keb
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.107 KB)

Abstract

Latar belakang : Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi, salah satu faktornya adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat. Kebijakan pemerintah dalam upaya mengendalikannya dengan cara memaksimalkan akses serta penggunaan kontrasepsi yang efektif, efisien dan berjangka panjang, yaitu AKDR. Dari data Kohort Puskesmas Gambir, pada tahun 2012 terjadi peningkatan penggunaan kontrasepsi AKDR 26,93%. Tujuan penelitian : Tujuan umum dari penulisan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR oleh wanita usia subur di Puskesmas Gambir 2013. Metode penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik (analytic cross-sectional). Populasi dari penelitian ini 2841, sedangkan sampelnya adalah 210 orang yang diambil berdasarkan systematic random sampling. Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan faktor-faktor penggunaan kontrasepsi AKDR pada wanita usia subur. Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan penggunaan AKDR adalah variabel paritas (p value 0.000, OR = 10.9; 95%CI 4.429-27.215), dukungan suami (p value 0.000 ,OR= 6.7 ;95%CI 2.591-17.739 ), jarak (p value 0.030, OR=2.3 ;95%CI 1.086-5.141) dan biaya (p value 0.015, OR= 2.9 ;95%CI 1.234-7.258). Kesimpulan : Responden yang berisiko tidak menggunakan kontrasepsi AKDR adalah paritas < 2 anak, suami yang tidak mendukung, biaya mahal dan jarak yang ditempuh jauh. Disarankan kepada wanita usia subur yang memiliki anak > 2 untuk menggunakan KB, sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan dukungan suami terhadap istri dalam memilih kontrasepsi yang tepat, sosialisasi kepada wanita usia subur bahwa ada program kartu jakarta sehat khususnya kontrasepsi AKDR, dianjurkan kepada tenaga kesehatan khususnya koordinator program KB Puskesmas Gambir agar melaksanakan program bakti sosial pemasangan kontrasepsi AKDR gratis di masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Di CIDODOL RT 11 RW 06 KELURAHAN GROGOL SELATAN KECAMATAN KEBAYORAN LAMA PERIODE MARET–APRIL 2014 Yeni Muliyani SKM
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.634 KB)

Abstract

Latar Belakang : PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Masyarakat sebagai sasaran dari program ini hendaknya memiliki kesadaran penuh untuk mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu indikator terciptanya kota sehat. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat pada tatanan rumah tangga di Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama. Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 101 KK dengan besar sampel 80 KK yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 81 KK yang berprilaku hidup bersih dan sehat baik sebanyak 45 KK (55.6%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara persalinan oleh nakes (p= 0.000; OR=10.212), ASI Eksklusif ( p=0.000; OR=11.071), timbang bayi dan balita (p=0.003; OR=4.000), air bersih ( p= 0.001; OR= 5.200), melakukan cuci tangan (p=0.003; OR=4.105), penggunaan jamban sehat (p=0.001; OR=4865), bebas jentik nyamuk (p=0.000; OR=8.286), mengkonsumsi buah dan sayur (p=0.029; OR=2.751), berolahraga secara teratur (p=0.002; OR=5.714) dan tidak merokok dirumah (p=0.017; OR=3.000). Kesimpulan : Berdasarakan gambaran kejadian PHBS tatanan rumah tangga pada masyarakat Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama Periode Maret - April 2014 sebanyak 45 KK (55.6%) yang ber-PHBS baik dari 81 KK, hubungan antara PHBS tantanan rumah tangga dengan variabel pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 28 KK (84.8%) pada persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan p value=0.000 dan OR=10.212, variabel asi eksklusif sebanyak 31 KK (83.8%) pada yang ber-asi eksklusif dengan p value= 0.000 dan OR=11.071, variabel timbang BB bayi & balita sebanyak 30KK (71.4%) pada yang ditimbang BB dengan p value=0.003 dan OR=4.000, variabel penggunaan air bersih semua warga sudah menggunakan air bersih yaitu sebesar 30 KK (75%) dengan nilai p value=0.001 dan OR=5.200, variabel cuci tangan sebanyak 26 KK (74.3%) pada yang sudah melakukan cuci tangan dengan nilai p value=0.003 dan OR=4.105, penggunaan jamban sehat sebanyak 33 KK (71.1%) pada yang menggunakan jamban sehat dengan nilai p value=0.001 dan OR=4.865, variabel bebas jentik nyamuk sebanyak 30 KK (55.6%) pada yang rumahnya bebas jentik nyamuk dengan nilai p value=0.000 dan OR=8.268, variabel mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 32 KK (65.3%) pada yang mengkonsumsi sayur dan buah deng nilai p value=0.029 dan OR=2.751, variabel olahraga teratur sebanyak 40 KK (65.6%) pada yang berolahraga secara teratur dengan nilai p value=0.002 dan OR=5.714 dan variabel tidak merokok dalam rumah sebanyak 27KK (69.2%) pada yang tidak merokok dalam ruangan dengan nilai p value=0.017 dan OR=3.000 Saran : Melalui penelitian ini diharapkan agar rumah tangga memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS, terutama mengenai rokok. Disarankan kepada setiap rumah tangga untuk lebih memahami bahaya yang ditimbulkan akibat rokok dan kepada pihak yang terkait untuk selalu memberikan informasi tentang bahaya rokok.

Page 2 of 3 | Total Record : 23