cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN ZnSO4 1 % TOPIKAL TERHADAP EKSPRESI MMP-9 DAN JUMLAH FIBROBLAS PADA PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIKUS TIKUS WISTAR DIABETES MELITUS Hidayat, Lukman Hakim; Hadi, Priyo; Radithia, Desiana
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.718 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2018.002.02.4

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit yang berdampak pada proses penyembuhan luka di dalam mulut. Pada penderita diabetes melitus, aktifitas prolifrasi fibroblast menurun dan aktifitas enzim kolagenese serta MMP-9 meningkat, sehingga penyembuhan ulserasi pada rongga mulut akan menjadi lebih lama. Zinc sulfat merupakan mineral yang dapat meningkatkan sinyal antar sel, proliferasi komponen penyembuhan, serta migrasi komponen pada tahapan penyembuhan.  Tujuan: untuk menganalisis pengaruh pemberian zinc sulfat 1% secara topikal pada ekspresi MMP-9 dan jumlah sel fibroblas jaringan mukosa mulut hewan coba pada kondisi diabetes mellitus, yang mengalami ulkus traumatikus. Metode: Pada penelitian ini hewan coba (48 ekor tikus wistar) berusia 2-3 bulan dan berat badan 150-200 gram, dibagi menjadi empat grup. Untuk mendapatkan tikus diabetes, maka subjek diinduksi dengan streptozotocin (30mg) yang dilarutkan dalam 1,33 ml buffer (asam sitrate). Untuk membuat ulser pada jaringan mukosa mulut, maka dilakukan dengan menempelkan burniser panas selama 10 detik pada mukosa bibir subjek. Pada setiap periode ekperimen (hari ke-5 dan ke-7) dilakukan pengambilan jaringan mukosa, dan dilanjutkan dengan pembuatan preparat histologi. Pada preparat histologi digunakan pengecatan HE untuk mengidentifikasi dan menghitung jumlah fibroblast, sedangakan IHS untuk mengidentifikasi dan menghitung ekspresi MMP-9. Metoda statistik one-way Anova digunakan untuk analisis perbandingan antara grup perlakuan dan grup kontrol. Signifikansi didasarkan pada nilai p<0.05. Hasil: Pemberian zinc sulfat 1% secara topikal pada ulkus traumtikus pada tikus diabetes mengakibatkan terjadi peningkatkan jumlah fibroblas (p<0,05) dan menurunkan ekspresi MMP-9 (p<0,05) yang diamati pada setiap periode eksperimen yang ditetapkan dalam penelitian ini. Kesimpulan: Zinc sulfat 1% dapat mempercepat proses penyembuhan ulkus traumatikus pada hewan coba dengan kondisi diabetes mellitus. Kata kunci : diabetes melitus, ulkus traumatikus, zinc sulfat , MMP-9, fibroblas.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT GURU PEMBINA KEPADA SISWA TUNA NETRA UPT RSCN MALANG DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SEBAGAI USAHA PREVENTIF ORAL HYGIENE Hernani, Yully Endang; Puspitasari, Ria
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.101 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2018.002.02.5

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut dewasa ini sudah mulai diperhatikan secara seksama oleh masyarakat. Namun banyak faktor yang enghambat informasi tersebut sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti halnya pada penderita tuna netra. Pentinglah bagi para guru pembina khusus untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pentingnya dan bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut bagi para penderita tuna netra. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada pembina siswa tuna netra agar dapat menjadi penyuluh kesehatan gigi dan mulut bagi  tuna netra. Metode: Peneliti mengadakan pre-test dan post-test pada siswa tuna netra sebelum dan sesudah diadakan penyuluhan untuk mengetahui apakah penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  siswa terhadap kesehatan gigi dan mulut. Peneliti melakukan penyuluhan sebanyak dua kali yaitu pada guru pembina dan pada siswa tuna netra dengan materi plak, kalkulus, karies, dan cara menyikat gigi dengan benar. Hasil: Uji statistik Wilcoxon dengan SPSS menunjukkan angka signifikansi kurang dari alpha 0,05 sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai post-test pada sebagian besar responden lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre-test. Kesimpulan: penyuluhan memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tuna netra terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci: penyuluhan, tuna netra oral hygiene
MENGANGKAT PERMAINAN TRADISIONAL MONGMONGAN MENJADI PERMAINAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT Widodorini, Trining; Silviana, Nur Masita; Yudha, I.G. Arya Wira
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.186 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2018.002.02.1

Abstract

Bermain merupakan hal yang digemari siswa Sekolah Dasar. Permainan edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut melalui metode baru yang dimodifikasi dari permainan tradisional, yaitu Mongmongan maupun modifikasi permainan kartu yang biasa dimainkan oleh masyarakat dan disesuaikan dengan teori perkembangan anak. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas metode bermain Emo dan Ecard terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Metode: Desain penelitian ini adalah pre eksperimental desain dengan rancangan group pre-test post-test desain. Analisis data statistik menggunakan uji t–test berpasangan dan t-test independen. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan metode bermain Ecard dan Emo dimana metode bermain Ecard mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai thitung 4,435 sedangkan Emo mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai thitung 6,463. Peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sesudah penyuluhan menggunakan metode bermain Ecard dan Emo relatif tidak ada perbedaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,055 dan nilai thitung 1,959. Kesimpulan: Penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan metode bermain Emo dan Ecard dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut anak serta Emo lebih efektif dibanding Ecard. Kata kunci: Ecard, Emo, peningkatan pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut.
PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN (GLUTATHIONE) TERIPANG EMAS LAUT (GOLDEN STICHOUPUS VARIEGATUS) BERBASIS NANOTEKNOLOGI DALAM APOPTOSIS SEL SKUAMOSA KANKER MULUT Cahyati, Miftakhul; Aprilia Rahmawati, Priska Anindhita; Kusuma, Nabilah; Adam, Sakinah Azzahra
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.192 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2018.002.02.2

Abstract

Kanker mulut adalah penyakit yang jarang diteliti dan kurangnya pendeteksian dini.. Antioksidan terbesar ada pada Teripang Emas Laut (Golden stichoupus variegatus) dengan bantuan Glutathione, memberikan elektron pada radikal bebas mampu menekan adanya kerusakan sel. Tujuan: untuk mengetahui dosis pemberian ekstrak Teripang Emas Laut (Golden stichoupus variegatus) yang paling efektif terhadap sel skuamosa kanker mulut. Metode: Tikus putih sebanyak 25 ekor: Tikus tanpa perlakuan, Tikus dengan induksi DMBA, Tikus dengan paparan DMBA (Dimethylbenz 7,12-  anthracene) 20mg/kg BB diinduksi ekstrak teripang emas laut dosis 0,33 g/kg BB, 0,66 g/kg BB, dan 0,99 g/kg BB dengan analisa data One Way Anova. Hasil: K1 adalah perlakuan paling efektif. Hasil anova menunjukkan perlakuan K1 tidak berbeda signifikan dengan perlakuan K2, dan K3, maka ketiga perlakuan ini yaitu perlakuan K1, K2, dan K3 adalah perlakuan sama efektif. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan diantara ketiga kelompok perlakuan. Kata kunci: Sel skuamosa, Kanker Mulut, Teripang Emas Laut, Antioksidan.
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI ISOFLAVON TERHADAP JUMLAH SEL OSTEOKLAS PADA TULANG MANDIBULAR TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) PASCA OVARIEKTOMI Devitaningtyas, Nungky; Permatasari, Nur; Sidharta, Rudhanton
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.158 KB) | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2018.002.02.3

Abstract

Menopause pada wanita akan menyebabkan terjadinya defisiensi hormon estrogen. Hormon estrogen memiliki peran dalam pembentukan dan remodeling tulang termasuk tulang alveolar dengan mempertahankan keseimbangan kerja osteoblas dan osteoklas. Penurunan hormon ini mengakibatkan proses remodeling tulang terganggu. Fitoestrogen dapat merangsang aktivitas osteoblastik dan menghambat osteoklas. Limbah cair tahu merupakan salah satu produk sampingan olahan kedelai yang masih memiliki kandungan fitoestrogen. Tujuan: untuk membuktikan efektivitas pemberian limbah cair tahu sebagai sumber fitoestrogen terhadap penurunan jumlah sel osteoklas pada tulang mandibula pasca ovariektomi. Metode: Penelitian ini menggunakan tikus wistar dengan 6 kelompok, yaitu K1 (tidak diovariektomi dan tidak diberi limbah cair tahu), K2 (ovariektomi 4 minggu dan tidak diberi limbah cair tahu), K3 (ovariektomi 8 minggu dan tidak diberi limbah cair tahu), K4 (ovariektomi + 1,2 ml/kgBB limbah cair tahu), K5 (ovariektomi + 6 ml/kgBB limbah cair tahu), K6 (ovariektomi + 12 ml/kgBB limbah cair tahu). Pemberian limbah cair tahu melalui sonde 3 kali sehari selama 4 minggu. Penurunan jumlah osteoklas diamati secara mikroskopis. Hasil: Uji Oneway anova, (p<0) terdapat perbedaan jumlah sel osteoklas tikus Wistar antar kelompok. Uji Post Hoc Multiple Comparison, K6 terdapat perbedaan signifikan dibandingkan K4 dan K5 dimana jumlah sel osteoklas K6 paling sedikit. Kesimpulan: Pemberian limbah cair tahu dengan dosis 12 mg/kgBB  dapat menurunkan jumlah sel osteoklas pada mandibula tikus pasca ovariektomi. Kata kunci: limbah cair tahu, fitoestrogen, sel osteoklas, ovariektomi

Page 1 of 1 | Total Record : 5