cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
PERBEDAAN POLA RUGA PALATAL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA ardy, okky marita
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2019.003.02.4

Abstract

Palatal rugoscopy merujuk pada studi tentang identifikasi seseorang melalui ruga palatal. Letak rugapalatal sangat ideal karena terlindungi dari cedera eksternal dan internal. Ruga palatal dapat menjadipendukung bukti pada identifikasi gigi forensik, utamanya pada kasus dengan rahang edentulous. Tujuan:mengetahui apakah terdapat perbedaan pola ruga palatal pada mahasiswa Kedokteran Gigi UniversitasAirlangga. Metode: sampel terdiri dari 64 mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Airlangga angkatan 2010-2012 yang terbagi rata pria dan wanita. Pencetakan rahang atas menggunakan bahan cetak irreversiblehydrocolloid / alginate dan hasil cetakkannya diisi dengan bahan dental stone tipe III. Hasil cetakan rahangatas diamati pola ruga palatalnya dengan bantuan pensil, jangka, penggaris, dan kaca pembesar untukdianalisa sesuai dengan klasifikasi Thomas dan Kotze (1983). Klasifikasi stersebut meliputi panjang, bentuk,dan unifikasi dari ruga palatal. Hasil: hasil uji independent t-test antara jenis kelamin terhadap ruga primer(5-10 cm) (p-value 0.89). Hasil uji Mann-Whitney antara jenis kelamin terhadap ruga primer (>10 cm), rugasekunder, dan ruga fragmentaris dengan p-value masing-masing 0.142, 0.402, 0.383. Hasil uji Chi Squareantara jenis kelamin dengan bentuk ruga palatal (p-value 0.754). Hasil uji Chi Square antara jenis kelaminterhadap unifikasi ruga palatal (p-value 0.291). Kesimpulan: tidak terdapat perbedaan pola ruga palatalberdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, baik panjang, bentuk,maupun unifikasi ruga palatal karena minimnya variasi genetik sehingga tidak dapat dijadikan sebagai saranadeterminasi jenis kelamin di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI PADA PASIEN ORTHODONTI ANTARA TAHUN 2012-2015 DAN 2015-2018 DI RS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN INDEKS ICON Damaryanti, Endah; Indrawati, Ernani; Firdausi, Adnexa
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang: Perawatan ortodonti bertujuan untuk mengkoreksi oklusi abnormal atau maloklusi.Indeks maloklusi merupakan alat bantu dalam menilai beberapa hal menyangkut keparahan maloklusi.Rumah Sakit Universitas Brawijaya merupakan Rumah Sakit pendidikan tempat dokter gig muda menempuhpendidikan profesi dan mereka dituntut untuk mengerjakan minimal satu kasus maloklusi yang bias dirawatdengan menggunakan peranti ortodonti lepasan. Pasien yang akan dirawat, diseleksi berdasarkan usia dankeparahan kasus. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat keparahan maloklusi pasien yang dirawatdi RS Universitas Brawijaya antara tahun 2012-2015 dengan tahun 2015-2018 menggunakan indeks ICON.Metode: Sampel penelitian ini menggunakan 35 model studi sebelum perawatan pada pasien ortodontiyang dirawat antara tahun 2012 sampai awal tahun 2015 dan 35 model studi sebelum perawatan padapasien ortodonti yang dirawat antara akhir tahun 2015-2018 dengan rentang usia 8-13 tahun. Hasil: Hasilpenelitian menunjukkan, dari 35 pasien yang dirawat antara tahun 2012-2015 didapatkan tingkat keparahanmaloklusi: 13 pasien (37.14%) termasuk kategorimudah, 16 pasien (45.71%) termasuk kategori ringan, 3pasien (8.57%) kategori sedang, 1 pasien (2.86%) kategor isulit, dan 2 pasien (5.71%) termasuk dalamkategori sangat sulit. Sedangkan dari 35 pasien yang dirawat antara tahun 2015-2018 didapatkan tingkatkeparahan maloklusi: 10 pasien (28.57%) termasuk kategori mudah, 20 pasien (57.14%) termasuk kategoriringan, 4 pasien (11.43%) termasuk kategori sedang, 1 pasien (2.86%) termasuk kategori sulit dan 0 pasien(0%) termasuk dalam kategori sangat sulit. Kesimpulan: Dalam seleksi kasus, terjadi perubahan tingkatkesulitan maloklusi antara pasien yang dirawat antara tahun 2012-2015 dengan pasien yang dirawat tahun2015-2018. Kasus yang dipilih adalah kasus ringan-sedang dan mengurangi kasus maloklusi kategori mudah,sulit dan sangat sulit untuk dirawat menggunakan peranti ortodonti lepasan.
Effect of Casein Phospopeptide-Amorphous Calcium Phospate (CPP-ACP) on Demineralized Deciduous Enamel. rachmawati, dini; Kurniawati, Chandrasari; Hakim, Lukman; Roeswahjuni, Neny
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2019.003.02.5

Abstract

Casein Phophopeptide-Amorphous Calcium Phospahte (CPP-ACP) is a material in the field of dentistry that contains casein in the form of Casein Phosphopeptide (CPP), a high level of calcium and phosphate that’s capable to slow down demineralization. CPP-ACP is able to localized calcium ion and phosphate on tooth surface to help maintain neutral condition on dental enamel so buffer process by saliva is secured and remineralization process happened which can been seen through several factors such as dental enamel hardness, dental enamel morphology structure, and enamel translucency. Objective: the purpose of this study is to understand the remineralization effect of CPP-ACP on demineralized enamel of deciduous teeth. Methods: This study is experimental study with pre- and post-test control group using 2 maxillary incisive groups. Control group is soaked in mineral water for 14 days, and treatment group is soaked in soft drinks for 14 days, then CPP-ACP is applicated for 14 days. Result: Shown that CPP-ACP application increase calcium and phosphate levels on demineralized maxillary deciduous incisive teeth. Conclusion CPP-ACP can be used as alternative remineralization material on deciduous teeth.Keywords: CPP-ACP, Remineralization, Demineralization
EKSPRESI BMP-2 PADA PEMBERIAN HYDROXIAPATITE XENOGRAFT DAN HYDROXIAPATITE TOOTH-DERIVED BONE GRAFT MATERIAL PADA SOKET MARMUT Fauzia, Malianawati; Wibisono, Poernomo Agoes; Maduratna, Ernie
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: hydroxyapatite telah menujukkan kemampuan untuk memicu regenerasi tulang padafungsinya sebagai scaffold sekaligus sebagai pembawa BMP-2 lokal. Hydroxyapatite toothgraft memiliki rasioCa/P lebih tinggi dibanding hydroxyapatite xenograft sehingga lebih banyak jumlah BMP-2 yang dapatdiserap. Tujuan: untuk membandingkan jumlah ekspresi BMP-2 antara hydroxyapatite toothgraft denganhydroxyapatite xenograft. Metode: sebanyak 33 ekor marmut jantan dilakukan ekstraksi pada gigi insisifmandibula kiri, kemudian dibagi dalam tiga grup. Grup A (n=11): soket post ekstraksi diisi denganhydroxyapatite xenograft, grup B (n=11): soket post ekstraksi diisi dengan hydroxyapatite toothgraft, dangrup C (n =11): soket post ekstraksi tidak diisi bahan graft. Setelah 14 hari marmut dikorbankan kemudiansample dianalisis menggunakan kit IHC. Hasil: Data dianalisis menggunakan Krukal-Wallis test untukmembandingkan masing-masing grup (α = 0,05). Mean ekspresi BMP-2 pada hydroxyapatite xenograftadalah 15,73±2.649, pada hydroxyapatite toothgraft adalah 23,55±3.236, dan pada grup kontrol adalah 9,18 ±2,272. Kesimpulan: ekspresi BMP-2 pada hydroxyapatite toothgraft lebih banyak dibandinghydroxyapatite xenograft.
PERBEDAAN KADAR KALSIUM DAN FOSFOR GIGI SULUNG PADA ANAK DENGAN DEF-T RENDAH DAN TINGGI Hartami, Edina; Irmawati, Irmawati; Herawati, Herawati
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas gigi atau host adalah salah satu faktor yang mempengaruhi potensi terjadinya karies gigi. Kualitas gigi dipengaruhi oleh kadar mineral yang dapat meningkatkan ketahanan gigi terhadap karies. Kalsium dan fosfor merupakan mineral yang penting dalam pembentukan dan perkembangan gigi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan kadar mineral kalsium dan fosfor gigi sulung pada anak dengan def-t rendah dan def-t tinggi. Metode: penelitian quasy eksperimental menggunakan gigi sulung anterior yang telah diekstraksi dari 14 anak usia 5-7 tahun, yang terbagi menjadi 2 grup yaitu anak dengan indeks karies rendah dan tinggi. Kadar mineral kalsium dan fosfor diukur menggunakan X-ray fluorescence. Hasil: rerata kalsium (def-t rendah 0,369; def-t tinggi 0,355) dan rerata mineral fosfor (def-t rendah 0,162; def-t tinggi 0,152). Terdapat perbedaan kadar mineral kalsium dan fosfor yang signifikan antar kelompok (Independent t-test, p<0,05). Kesimpulan: ada perbedaan kadar mineral kalsium dan fosfor gigi sulung pada anak dengan def- t rendah dan anak def-t tinggi.Kata kunci: kalsium, fosfor, gigi sulung, def-t

Page 1 of 1 | Total Record : 5