cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): INOHIM" : 8 Documents clear
Hubungan Pengetahuan Dan Keterpaparan Media Dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Tangerang Sulistio Tri Purnomo; Intan Silviana Mustikawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.032 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.101

Abstract

AbstrakPerilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis (Sarwono, 2012). SMA Muhammadiyah 2 Tangerang terletak di tengah kota Tangerang yang  sangat strategis dengan tempat rekreasi Situ Cipondoh serta warung internet (warnet) di sekitar sekolahan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengertahuan dan keterpaparan media dengan perilaku seks pranikah remaja di SMA Muhammadiyah 2 Tangerang. Metode Penelitian adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Tangerang berjumlah 134 siswa. Jumlah sampel adalah 100 siswa dengan pengambilan sampel secara Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan  menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini adalah responden terbanyak berumur 15 tahun (57%), dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (53%), serta tingkat pendidikan terakhir orang tua responden terbanyak yaitu SMA pada Ayah (50%) dan SMA pada Ibu (47%). Pengetahuan responden tentang perilaku seks pranikah remaja yaitu tinggi sebanyak 53% responden, ngaruh teman sebaya yaitu tinggi sebanyak 52% responden, keterpaparan media massa yaitu tinggi sebanyak 52% responden, dan perilaku seks pranikah remaja pada siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Tangerang yaitu tinggi sebanyak 54% responden. Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang perilaku seks pranikah dengan perilaku seks pranikah remaja (p value=0,060 > α=0,05), ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seks pranikah remaja (p value=0,000 < α=0,05), ada hubungan keterpaparan media massa dengan perilaku seks pranikah remaja (p value=0,000 < α=0,05). Perlu adanya penyuluhan atau seminar tentang dampak perilaku seksual pranikah pada remaja dan pemeriksaan Hp siswa di sekolah.Kata kunci: pengaruh teman sebaya, keterpaparan media massa, perilaku seks pranikah
Hubungan Pengetahuan Tentang Narkoba Dan Perilaku Pencegahan Narkoba Pada Mahasiswa Fakultas Komunikasi Jurusan Hubungan Masyarakat Angkatan 2013 Universitas Esa Unggul Chairunnisa Chairunnisa; Idrus Jusat; Reza Hilmy
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.684 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.102

Abstract

AbstrakPengetahuan merupakan hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Perilaku pencegahan narkoba merupakan perilaku pencegahan  dalam menggunakan berbagai zat yang tergolong dalam narkoba seperti ganja, heroin pada jarum suntik dan termasuk juga pencegahan dalam merokok dan minum alkohol. Narkoba seringkali disalahgunakan oleh mereka yang kurang mengerti efek samping yang ditimbulkan.  Peredaran narkoba umumnya terjadi pada kota-kota besar seperti Jakarta. Universitas Esa Unggul adalah Perguruan Tinggi Swasta yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat yang sebagian besar mahasiswa adalah remaja berusia produktif yang masih mudah dipengaruhi lingkungan sekitarnya sehingga bila belum memiliki pengetahuan yang cukup akan sulit berperilaku dalam pencegahan narkoba. Pada tahun 2012 setelah dilakukan tes urin didapatkan 2 mahasiswa positif menggunakan narkoba jenis ganja yang dibuat seperti rokok yang dihisapnya di lingkungan kampus Universitas Esa Unggul, salah satunya mahasiswa dari fakultas komunikasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang narkoba dan perilaku pencegahan narkoba pada mahasiswa fakultas komunikasi angkatan 2013 di Universitas Esa Unggul. Metode penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang dengan menggunakan teknik sistem random sampling. Persentase terbesar pada usia responden 18 tahun (41,8%), berjenis kelamin wanita 33 orang (60,0%), dan tinggal bersama orangtua 48 orang (87,3%). Nilai rata-rata skor pengetahuan tentang narkoba sebesar 11,5 (± 2,0)  , dan perilaku pencegahan narkoba sebesar 8,35 (± 2,0). Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan tentang narkoba dan perilaku pencegahan narkoba pada mahasiswa fakultas komunikasi jurusan hubungan masyarakat angkatan 2013 di Universitas Esa Unggul (r =  0,670; p < 0,05). Perlunya meningkatkan upaya seminar dan keterlibatan mahasiswa tentang narkoba untuk memperkuat perilaku mahasiswa terhadap pencegahan narkobaKata kunci: pengetahuan, perilaku pencegahan, narkoba 
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Tingkat Kelelahan Pada Pekerja PT. Actem Bagian Proses Produksi RSF (Pemintalan Benang) Dan Proses Produksi Cone-Up Lia Lia; Desyawati Utami
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.38 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.103

Abstract

AbstrakTingkat kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat mengakibatkan kelelahan pada pekerja.tujuan penelitian ini adalah mengatahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap tingkat kelelahan pada pekerja di PT.Acryl Textile Mills (Actem) bagian proses produksi Rsf (pemintalan benang) dan proses produksi cone-up, Tangerang  dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Data analisis dilakukan dengan menggunakan uji pearson product moment. Denganpersentase terbesar karakteristi responden adalaha usia < 33 tahun (82,5 %), pendidikan SMA (85,0 %), lama kerja < 5 tahun (71,25 %), IMT normal (66,0 %), pekerja yang bekerja diatas Nilai Ambang Kebisingan (NAB) 98,1 dB 50 pekerja (62,5 %), mengalami kelelahan kerja sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang kuat antara intensitas kebisingan dengan tingkat kelelahan pekerja (r=0.610 : p<0.05) yang berarti Ho ditolak, sehingga ada pengaruh yang bermakna antara Intensitas kebisingan terhadap kelelahan tenaga kerja di PT. ACRYL TEXTILE MILLS (ACTEM).Dan dapat disimpulkan bahwa intensitas kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) di PT. ACRYL TEXTILE MILLS (ACTEM) dapat berpengaruh terhadap kelelahan pada pekerja.Kata kunci: intensitas kebisingan, kelelahan, pekerja
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Menelan Obat Penderita TB Paru Program Dots di Puskesmas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur Zelfino Zelfino
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.886 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.92

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan laporan WHO (2009), setiap tahun di dunia diperkirakan terdapat 1,7 juta kematian karena TB dan Indonesia merupakan penyumbang nomor lima terbesar di dunia. Puskesmas Ciracas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana penanggulangan TB nasional telah melaksanakan program pemberantasan TB dengan strategi DOTS dimana pada tahun 2009 angka keberhasilan pengobatan hanya 76% dengan case detection rate (CDR) mencapai 65%.  Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru di Puskesmas Ciracas. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang ditentukan dengan cara random sampling,  yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada penderita tuberculosis paru yang terpilih sebagai responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pendidikan (p = 0,000), pengetahuan (p = 0,001), pengawas menelan obat (p = 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,000).  Dari hasil uji multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ditemukan bahwa faktor yang paling besar memberikan pengaruhnya terhadap kepatuhan menelan obat adalah pendidikan (p = 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,000). Disarankan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta perlu meningkatkan program pencegahan melalui berbagai macam cara promosi kesehatan, yang lebih komprehensif dan adekuat diantaranya melalui petugas kesehatan di Puskesmas Ciracas yang melakukan penyuluhan secara lebih intensif kepada penderita TB dan petugas menelan obat,  agar tercapai keberhasilan program penanggulangan TB.Kata kunci: TB paru, perilaku menelan obat, DOTS 
Hubungan Kelelahan Dengan Terjadinya Keluhan Stres Kerja Pada Pramudi Bus Transjakarta Koridor 8 di SBU Perum Damri Tahun 2014 Nurchasanah Nurchasanah; IGK Wijasa; Mulyo Wiharto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.601 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.99

Abstract

AbstrakPendahuluan:Salah satu elemen terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sangat melekat dalam bidang transportasi adalah kelelahan pengemudi. Stres di tempat kerja menjadi persoalan yang serius bagi perusahaan karena dapat menurunkan kinerja karyawan dan perusahaan. Tujuan:Mengetahui dan Menganalisis hubungan antara kelelahan dengan terjadinya keluhan stres kerja pada pramudi bus transjakarta koridor 8 di SBU PERUM DAMRI tahun 2014. Metode Penelitian:Desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pramudi bus transjakarta koridor 8 yang berjumlah 38 orang. Pengambilan sampel menggunkan teknik sampling jenuh. Dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil:Untuk distribusi skor kelelahan pramudi bus sebanyak 5 orang (13.2%) mendapatkan skor dibawah rata-rata <60 yaitu tidak mengalami kelelahan, sedangkan 33 (86.8%) orang lainnya mendapatkan skor diatas rata-rata >60 yaitu mengalami kelelahan. Dan distribusi stres kerja pramudi sebanyak 17 orang (44.7%) mendapatkan skor <15 dibawah rata-rata skor stres. Sedangkan 21 orang (55.3%) mendapatkan skor diatas rata-rata >15 mengalami stres kerja. Uji korelasi didapatkan r sebesar 0.559 yaitu tingkat korelasi sedang. Dan sifat hubungan positif (searah). Nilai P value sebesar 0.000 < 0.05 maka ada hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan terjadinya keluhan stres kerja pada pramudi bus transjakarta koridor 8. Hasil uji t menyatakan bahwa t hitung > t tabel (1.73 > 1.684) bermakna bahwa ada hubungan yang bermakna antara kelelahan dengan stres kerja pramudi bus transjakarta.Kata kunci: kelelahan, stres kerja, pramudi bus
Hubungan Posisi Kerja Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Tukang Becak di Wilayah Kelurahan Larangan Indah Ciledug-Tangerang Nina Novianah; Agus Triyono; Sumadi Sumadi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.064 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.104

Abstract

AbstrakMonotonitas  gerakan  tubuh membuat tekanan yang berlebihan pada beberapa bagian tubuh, sehingga mengakibatkan keluhan nyeri (pain) pada beberapa bagian tubuh manusia. Kebiasaan tukang becak menggunakan posisi yang tidak ergonomis dapat mengakibatkan timbulknya keluhan nyeri punggung bawah. Posisi  duduk  dalam  pekerjaan  memberikan  kenyamanan  terhadap  individu  yang melakukan   posisi   ini.   Akan   tetapi   menurut  penelitian,   Posisi   duduk   kerja   telah memberikan  tekanan  pada  punggung  bawah  yang  cukup  berat  dan  menimbulkan nyeri  punggung  bawah  pada  pekerja  dengan  posisi  ini. Nyeri pada punggung bawah timbul karena terjadinya tekanan pada  susunan  syaraf  tepi  daerah  pinggang  (syaraf  terjepit).  Jepitan  pada  syaraf  ini terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya.Gangguan ini dapat terjadi akibat sikap tubuh kita sehari-hari. Sikap tubuh tersebut, antara lain berdiri yang tidak  rileks  ataupun  sikap  duduk  yang  terlalu  lama.  Nyeri  punggung  bawah  juga  bisa diakibatkan oleh kesalahan sikap tubuh ketika melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui hubungan posisi kerja duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada tukang becak di Wilayah Kelurahan Larangan Indah Ciledug-Tangerang. Metode Penelitian yang digunakan adalah dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tukang becak berusia 25 – 65 tahun yang berada di Wilayah Kelurahan Larangan Indah Ciledug-Tangerang yang berjumlah 30 Orangdengan pengambilan sampel Purposive Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sata sekunder. Analisa data yang digunakan adalah menggunakna uji Pearson product moment. Persentase terbesar ada kriteria posisi kerja duduk adalah kurang baik dengan nilai rata-rata sebesar 38.57 dan kriteria keluhan nyeri punggung bawah yang cukup besar dengan nilai rata-rata sebesar 39.37 dan lama kerja tukang becak paling besar adalah 16-30 tahun atau 46.67% serta usia responden terbanyak adalah usia 40-50 tahun atau 40.00%. Ada hubungan antara posisi kerja duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada tukang becak di Wilayah Kelurahan Larangan Indah Ciledug-Tangerang dengan p value = 0.022 <  a  0.05. Nilai  r  hitung =  0.417  lebih besar dari r tabel 0.361 yang memiliki hubungan korelasi cukup kuat. Perlu adanya peningkatan kegiatan penyuluhan mengenai bagaimana posisi kerja duduk yang ergonomis pada tukang becak agar tidak terjadi keluhan nyeri punggung bawah pada tukang becakKata kunci : posisi kerja duduk, nyeri punggung bawah, tukang becak
Analisa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Ruang Rawat Inap dI Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Fitri Zuri Chastuti; Lily Widjaya; Mayang Anggraini
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.133 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.100

Abstract

Abstract The advancement of science and technology should be followed by an increase in the quality of services because must face with medicine, of conduct the quality of medical rollin should be the responsibility of health workers, the doctor must provide services in accordance with law medicine no.29 / 2004 ps. 46.To support the quality of service, required the availability of data that is stuffed complete, accurately, timely and can be accounted for avers. Research is aimed for any identifying characteristic doctor and completeness resumes medical and analyzes relations characteristic physician in completeness resumes medical inpatient in RSUD Tangerang. This research use approach survey descriptive analytic, by design cross sectional. Population in this research is all resumes medical inpatient for 1 year rsu in tangerang which totaled 30779 and extracted samples about 106 resumes medical singled out proportional random sampling.Analysis of data using analysis univariat and analysis bivariat chi-square. The result showed resumes medical complete 67 ( 63.2 % ).The result analysis test statistics obtained that side variables age p value = 0.175 so that there was no correlation meaningful between completeness with age. Of variable species of expertise p value = 0.000 so there meaningful relations between completeness with a kind of skills. Of variable working time p value = 0.001 so there meaningful relations between completeness with the work. Of variable status employees p value = 0.013 so there meaningful relations between completeness with the status of employees. Of four independent components only life have no connection to completeness.While the other variables (type expertise working time, status employees) of a connection with completeness.Suggested to familiarize back procedures charging resumes well and right and to always inscribe workup patients immediately recall resumes medical having value to that can be worn by various parties. Keywords: medical, records, resumeAbstrakKemajuan Iptek harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan karena harus berhadapan dengan etik kedokteran, mutu rekam medis harus menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, dokter harus memberikan pelayanan sesuai dengan UU Kedokteran No.29 th 2004 psl 46. Guna menunjang mutu pelayanan, diperlukan ketersediaan data yang diisi lengkap, secara akurat, tepat waktu serta dapat dipertanggung jawabkan kelengkapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karateristik dokter dan kelengkapan resume medis serta menganalisa hubungan karateristik dokter dengan kelengkapan resume medis Rawai Inap di RSU Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif analitik, dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resume medis rawat inap selama 1 tahun di RSU Kabupaten Tangerang yang berjumlah 30779 dan diambil sampel sebanyak 106 resume medis yang dipilih secara propotional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat chi-square. Resume medis yang lengkap sebesar 67 (63.2%). Hasil analisis uji statistik didapat bahwa variable umur P Value= 0.175 (p>0.05) sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan dengan umur. Variable jenis keahlian P Value= 0.000 (p<0.05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan dengan jenis keahlian. Variable Masa Kerja P Value= 0.001 (p>0.05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan dengan masa kerja. Variable status kepegawaian P Value= 0.013 (p>0.05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan dengan status kepegawaian. Dari empat komponen independen hanya umur yang tidak ada hubunganya dengan kelengkapan. Sedangkan variable lainnya (jenis keahlian, masa kerja, status kepegawaian) ada hubungan dengan kelengkapan. Disarankan agar mensosialisasikan kembali tata cara pengisian resume dengan baik dan benar dan untuk selalu menuliskan hasil pemeriksaan pasien dengan segera mengingat resume medis memiliki nilai guna yang dapat dipakai oleh berbagai pihakKata kunci: medis, rekam, resume
Hubungan Pengetahuan Tentang Rokok Dan Perilaku Merokok Pada Staf Administrasi Universitas Esa Unggul Imelda Lianzi; Erlina Pitaloka
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.275 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.105

Abstract

AbstrakStaf Administrasi yang bekerja di Universitas Esa Unggul memiliki pendidikan yang cukup tinggi minimal D3 dan S1, namun masih saja terlihat ada yang merokok dilingkungan kampus Universitas Esa Unggul. Perilaku merokok terjadi karena salah satu faktornya yaitu kurangnya pengetahuan, yang seharusnya staf administrasi sudah mempunyai pengetahuan tinggi. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui adakah hubungan pengetahuan tentang penelitian ini deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi adalah para staff administrasi Universitas Esa Unggul. Sampel adalah staf administrasi Universitas Esa Unggul yang merokok didapat sebanyak 84 responden, menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pengetahuan tentang rokok staf administrasi Universitas Esa Unggul (31.26 ± 4.613) dengan skor tinggi 17 orang (14.28%), skor sedang 54 orang (45.36%), dan skor rendah 13 orang (10.92%). Rata-rata perilaku merokok pada staf administrasi Universitas Esa Unggul (14.93 ± 2.497) dengan skor tinggi 8 orang (9.52%), skor sedang 66 orang (78.57%) dan skor rendah 10 orang (11.9%). Karakteristik responden seperti umur yang terbanyak pada staf administrasi berumur 31-40 tahun sebanyak 43 orrang (51.2%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki 76 orang (71.4%) Pendidikan akhir terbanyak S1 sebanyak 63 orang (75.0%), lama bekerja terbanyak 1-5 tahun sebanyak 53 orang (63.1%). Ada hubungan antara pengetahuan tentang rokok dengan perilaku merokok staf administrasi Universitas Esa Unggul. Pengetahuan staf administrasi tentang rokok dapat mempengaruhi perilaku merokok. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan peraturan yang tegas mengenai rokok di Universitas Esa UnggulKata kunci: pengetahuan, perilaku merokok, staff administrasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8