cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA Casmini Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-04

Abstract

Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasiswa
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN Nasrina Nur Fahmi; Slamet Slamet
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.894 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelasaanakan konseling kelompok dalam meningkatkan percaya diri. Sumber penelitian ini guru Bimbingan konseling di SMK N 1 Depok dan siswa pemasaran. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah tahap-tahap pembentukan, transisi, tahap pelaksanaan dam tahap pengakiran dengan menggunkan 1 teknik yaitu teknik umum. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Percaya diri
IMPLEMENTASI STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF BAGI SISWA TUNANETRA DI MTs YAKETUNIS YOGYAKARTA Hayatul Khairul Rahmat
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.298 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2019.161-03

Abstract

The purposes of this study is to determine the implementation of a comprehensive guidance and counseling service strategy for students with visual impairment in MTs Yaketunis Yogyakarta. This study used qualitative research methods. The data collection method uses interviews and documentation. Futhermore, the research subjects were counseling teachers at the MTs Yaketunis Yogyakarta. The results revealed the implementation of a comprehensive guidance and counseling service strategy for students with visual impairment in MTs Yaketunis Yogyakarta in general has been going well. This can be seen from the indicators that the counseling and counseling service strategy in schools includes four service components with each strategy in it, namely: First, basic services with classical guidance strategies, orientation services, information services, group guidance, and data collection. Second, responsive services use individual counseling strategies, group counseling, referrals, collaboration with subject teachers or homeroom teachers, collaboration with parents of students, collaboration with related parties outside of school, peer guidance, consultation, case conferences, and home visit. Third, individual planning with a placement and distribution service strategy. Fourth, system support uses strategies for network development, management activities, as well as research and development, and evaluation.
KONSEP BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA TERISOLIR Dyesi Kumalasari
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-02

Abstract

Abstrak Artikel ini mendiskripsikan tentang konsep behavioral therapy dalam meningkatkan rasa percaya diri pada siswa terisolir. Teori behavioral berasumsi bahwa perilaku konseli adalah hasil kondisi konselor, oleh karena itu, konselor dalam setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap reaksi konseli adalah akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling behavioral dalam pengambilan keputusan adalah secara nyata membuat keputusan. Konselor behavioral bersama konseli bersepakat menyusun urutan prosedur pengubahan perilaku yang akan diubah, dan selanjutnya konselor menstimulasi perilaku konseli. Konselor behavioral memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengemukakan peran yang harus dilakukan konselor, yaitu bersikap menerima, mencoba memahami konseli dan apa yang dikemukakan tanpa menilai atau mengkirtiknya.konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah, tujuan yang hendak dicapai. Therapy behavioral ini merupakan terapi diberbagai eksperimen mampu mengatasi masalah-masalah konseli yang mengalami berbagai hambatan. Therapy ini sebagai sanggahan terhadap kritik-kritik yang ditunjukkan kepada pendekatan ini. Dan konseling menegaskan bahwa konseling behavioral tidak hanya mengatasi masalah yang bersifat permukaan saja, tetapi juga mengatasi masalah-masalah yang mendalam, bahkan dapat mengubah perilaku dalam jangka panjang. Adapun Teknik-teknik dalam Konseling Behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk pola tingkah laku) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru akan dapat dibentuk. Diantaranya: Latihan Asertif, Desentsitisasi Sistematis, Terapi Implosif dan kontrak perilaku Kata Kunci: behavioral therapy, percaya diri , siswa terisolir
PERAN GURU BK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN RELIGIUSITAS SISWA TERHADAP ORIENTASI KERJA Muhammad Muslih; Sri Harini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.575 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-04

Abstract

AbstrakMotivasi dan religiusitas merupakan aspek penting tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Motivasi dan religiusitas yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam memilih orientasi kerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi dan religiusitas siswa terhadap orientasi kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman (1992), meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Wawancara melibatkan 8 guru BK di SMKN 1 Depok Sleman, semester kedua tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan motivasi dan religiusitas siswa terhadap orientasi kerja, antara lain: 1) guru BK sebagai fasilitator, 2) guru BK sebagai motivator, 3) guru BK sebagai director, dan 4) guru BK sebagai transmitter. Kata Kunci: Peran, Guru BK, Motivasi, Religiusitas, Orientasi Kerja
PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) PADA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-08

Abstract

Abstrak Semua PTAI termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mesti segera bertindak dengan menyiapkan hal-hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dengan mengacu pada KKNI.Tujuan utama dari penelitian ini adalah menemukan langkah strategis pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada KKNI pada kurikulum lima prodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi setelah dilakukan review. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan dua cara yakni dokumentasi dan Fokus Goup Discussion (FGD). Data yang terkumpul dari dokumentasi dan FGD dipadukan lalu dikonsultasikan dengan pedoman dan juklak penerapan kurikulum berbasis KKNI, yang menghasilkan klasifikasi apa saja yang sudah sesuai dan apa saja yang belum sesuai. Hal-hal yang belum sesuai dengan acuan KKNI selanjutnya direkomendasikan untuk disempurnakan hingga memadai sesuai yang dikehendaki KKNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) visi, misi dan tujuan, belum menunjukkan spesifikasi keunggulan prodi dibanding prodi lain yang sejenis, dan belum mencerminkan keterukurannya, (2) pemaparan profil lulusan juga belum terukur sebagaimana dikehendaki KKNI, (3) Learning outcomes yang mencakup University Learning Outcome (ULO) dan Program Study Learning Outcome (PLO) juga masih mengandung kerancuan, (4) kurikulum belum mencerminkan level capaian yang dikehendaki KKNI (5) kurikulum yang ada dalam memaparkan capaian kualifikasi pembelajaran juga belum mencakup empat aspek sebagaimana yang dikehendaki KKNI, (6) kurikulum juga belum memaparkan deskripsi umum dan deskripsi spesifik yang harus dicapai pada jenjang pendidikan Strata Satu (S1), (7) core volue keilmuan yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga yakni integratif-interkonektif, juga belum tertuang secara jelas dalam kurikulum, terutama kaitannya dengan level KKNI. Kata kunci: kurikulum, KKNI
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI LUAR SEKOLAH Muhsin Kalida
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.144 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-05

Abstract

Tulisan ini mengulas pentingnya sebuah pembelajaran kreatif, baik di sekolah maupun luar sekolah, dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman, hal ini menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan, terutama membaca. Oleh karena itu dalam proses belajar dan pembelajaran, perlu adanya rekayasa sistem lingkungan yang mendukung, artinya menyiapkan kondisi lingkungan yang kondusif, termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang baik, tepat dan mencukupi. Penulisan karya ini didukung aktivitas penulis dan dengan hasil observasi (observation), wawancara (interview), dokumentasi (documentation) dan focus group discussion (FGD), baik di dalam maupun luar negeri. Adapun model-model pembelajaran kreatif yang terkait dengan meningkatkan minat membaca anak, yang dilaksanakan oleh lembaga di luar sekolah diantaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, melestarikan permainan tradisional, mengenal reptil, menulis mimpi dan teater anak.  Kata kunci: Model Pembelajaran Preatif, Minat Membaca Anak
PENGARUH RELIGIUSITAS LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KONSEP DIRI SISWA-SISWI DI MAN PAKEM SLEMAN Puput Tri Hardiyanti; Nanang Nuryanta
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.133 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-06

Abstract

Peranan lingkungan sangat penting pengaruhnya terhadap pembentukan konsep diri anak. Terutama lingkungan sekolah, karena anak banyak menghabiskan waktu di sekolah bersama teman-temannya. Lingkungan religiusitas yang diciptakan di sekolah juga sangat mempengaruhi anak bersikap nantinya. Dengan religiusitas lingkungan yang diciptakan baik di sekolah semestinya akan menjadikan siswa-siswi menjadi baik pula.  Tetapi kenyataannya ada beberapa siswa-siswi yang tidak sesuai dengan out put yang diharapkan. Melihat permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian lebih lanjut. Penulis menguji  seberapa besar pengaruh religiusitas lingkungan sekolah terhadap pembentukan konsep diri siswa-siswi di MAN Pakem Sleman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan  teknik pengambilan sampling dengan cara stratified sampling (sampling berstrata) dikarenakan  terdapat kelompok-kelompok subjek yaitu kelas 1,2,3 misalnya kelas 1 terbagi menjadi 6 kelas, kelas 2 terbagi menjadi  5 kelas dan kelas 3 terbagi menjadi 4 kelas. Pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 18 untuk menjawab rumusan  masalah yang diajukan peneliti. Adapun uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan linieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh religiusitas lingkungan sekolah terhadap konsep diri siswa-siswi di MAN Pakem Sleman sebesar 9,6%.Kata kunci: Religiusitas dan Konsep Diri 
KONSEP BIMBINGAN KONSELING IMPACT BERBASIS ISLAM UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI DALAM PEMANFAATAN GADGET Lia Nur Khotijah; Imas Kania Rahman
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.91 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-01

Abstract

Impact counseling/therapy merujuk pada sebuah pendekatan kreatif dalam konseling yang diperkenalkan oleh Dr. Ed Jacobs. Pendekatan ini menghargai ragam cara belajar, cara berubah, dan cara berkembang konseli. Impact counseling menekankan pendekatan multisensori yang melibatkan dimensi verbal, visual, dan kinestetik dalam proses konseling. Impact counseling berupaya mengintegrasikan berbagai konsep dalam rational emotive behavior therapy (REBT), transaktional analysis (TA), gestalt, dan reality therapy dengan penggunaan berbagai properti, gambar, dan gerak dalam proses konseling. Adapun media bimbingan dan konseling yang digunakan yaitu powerpoint untuk menunjang kegiatan bimbingan klasikal, papan bimbingan yang digunakan untuk konseling kelompok, Adapun tahapan dalam proses konseling ini adalah Fase rapport, Fase Contract, Fase Focus, Fase Funnel, terdapat satu fase tambahan yaitu fase penutupan. Bimbingan dan konseling impact berbasis Islam berupaya menyadari kembali eksistensi konseli sebagai makhluk Allah SWT dalam proses maupun tujuan dalam bimbingan dan konseling berbasis Islam untuk meningkatkan regulasi diri dalam pemanfaatan gadget. Kata kunci:  bimbingan dan impact, regulasi diri, dan pemanfaatan Gadget.
PENGEMBANGAN APLIKASI ANALISIS PEMINATAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK SEKOLAH LANJUTAN Ernawati sikumbang
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.282 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2019.161-04

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini mengenai pengembangan website “Sistem Informasi Peminatan” (SIP) yang memberikan fasilitas kepada pengguna dalam mempermudah pengolahan data informasi peminatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aspek peminatan dalam informasi sekolah lanjutan dengan fasilitas pengolahan data secara otomatis sehingga menjadi rekomendasi peminatan bagi peserta didik. Pengembangan Website ini dilakukan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development) melalui tahapan studi persiapan (data pustaka), analisis peminatan peserta didik kelas IX di SMP, studi kebutuhan kebutuhan Guru BK di Sekolah Menengah Pertama, pengembangan desain, pengembangan web, uji ahli dibidang web dan uji ahli dibidang materi/konten, uji user dan revisi.            Produk penelitian ini beruba web dengan nama SIP (Sistem Informasi Peminatan). Menu utamanya adalah rekomendasi peminatan bagi peserta didik. Produk akhir Aplikasi Sistem Peminatan telah dievaluasi oleh ahli media, ahli konten, dan ahli user. Berdasarkan hasil uji ahli dibidang web, diperoleh skor penilaian sebesar 88% dengan kategori sangat layak, pada hasil uji ahli dibidang materi/konten menunjukan skor penilaian sebesar 83% dengan kategori sangat layak, dan pada uji user dan revisi menunjukan perolehan skor penilaian sebesar 88% dengan kategori sangat layak.            Sistem Informasi Peminatan sangat layak digunakan oleh Guru BK se Indonesia dalam merekomendasikan peminatan sekolah lanjutan. Sistem Informasi Peminatan memiliki buku pengenalan dan petunjuk penggunaan website. Saran SIP dari penelitian ini adalah wujud kerja sama antara guru bidang studi, wali kelas, orang tua siswa, psikolog dan Guru BK dalam menganalisis peminatan dalam program Bimbingan dan Konseling untuk sekolah lanjutanKata Kunci : Bimbingan dan Konseling, Peminatan, Fasilitas, Rekomendasi, Sekolah, Lanjutan.