cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa MAN Yogyakarta III) Failasufah Failasufah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.946 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.131-02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok realita terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di MAN Yogyakarta III. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor skala motivasi belajar dengan kategori rendah sejumlah sebelas siswa kelas X MAN Yogyakarta III, terbagi  menjadi dua kelompok  yaitu 6 (enam) siswa sebagai kelompok eksperimen dan 5 (lima) siswa sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney & Wilcoxon. Pengumpulan data dengan menggunakan Skala Motivasi Belajar, Observasi, Angket,  dan Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa MAN Yogyakarta III.  Hal  tersebut dapat dilihat pada out-put perhitungan statistik nonparametris uji Wilcoxon dengan hasil 0,028 < 0,05 dan Z =  -2.201a, artinya bahwa skor motivasi belajar mengalami peningkatan dari sebelum treatment dan sesudah treatment. Sementara itu pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan yang  signifikan antara skor  pre-test dan post-test dalam motivasi belajar, hal tersebut dapat dilihat pada out-put perhitungan statistik nonparametris uji Wilcoxon dengan hasil 0,136 > 0,05 dan Z = -1.490 a.                            Kata Kunci : Konseling Kelompok Realita, Motivasi Belajar
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP SIKAP BERAGAMA REMAJA DI RT 22 RW 07 SAPEN YOGYAKARTA Muhammad Ilyas; Firad Wijaya
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.746 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.151-04

Abstract

Peran orang tua dalam meletakan dasar-dasar pendidikan moral agama dan ahlak sangat berpengaruh pada anak. Bahkan pengaruh tersebut sampai pada dasar keyakinan mereka. Keberagamaan anak hampir sepenuhnya ditentukan oleh pengaruh pola asuh orang tua. Penelitian ini dilaksanakan di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap beragama remaja di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu remaja yang berjumlah 106 orang, diambil sampelnya dengan menggunakan rumus slovin menjadi 84 remaja. Selanjutnya ditentukan dengan memberikan angket kepada semua sampel, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linear sederhana. Dari hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi 0,787 pada sig.(1-tailed) = 0,000, ternyata Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap beragama remaja di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Sedangkan besarnya pengaruh Pola Asuh Ornag Tua terhadap Sikap Beragama pada remaja yaitu 70,5%  dan 29,5% dipengaruhi oleh faktor lain.                                              Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Sikap Beragama Remaja      
PEMAHAMAN AKTIVITAS PSIKIS MANUSIA SEBAGAI MODALITAS KONSELOR A. Said Hasan Basri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.566 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-03

Abstract

Manusia sebagai makhluk Allah SWT yang paling sempurna di muka bumi ini memiliki kompleksitas dinamika psikologis yang tidak mudah dipahami begitu saja.Untuk mencapai pemahaman yang holistik diperlukan berbagai pendekatan, dan salah satunya adalah Ilmu Psikologi, yang kajian utamanya selain sikap dan perilaku, juga aktivitas psikis manusia. Pemahaman yang holistik tentang aktivitaspsikis manusia ini terkait dengan tiga hal, yaitu aktivitas kognitis, konatif dan aktivitas afektif. Hal ini karena menjadi bagian dari tuntutan kompetensi akademikdan profesionalisme konselor. Oleh sebab itu, dengan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang aktivitas psikis manusia ini, seorang konselor diharapkan lebih dapat dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik dalam membantumanusia keluar dari permasalahannya, khususnya dalam pelayanan bimbingan dankonseling.
EVALUASI DAN PENINJAUAN KURIKULUM BKI BERBASIS KKNI Casmini Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.124 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-07

Abstract

Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, sebagai bagian dari satuan pendidikan tinggi, tentu mengharapkan para lulusannya mampu dan akan diarahkan pada penguasaan ilmu dan ketrampilan dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam secara professional, dengan memiliki kompetensi sesuai standar serta mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak cukup hanya melakukan inovasi dan pengembangan institusi, tetapi juga dituntut untuk senantiasa melakukan evaluasi maupun penilaian terhadap seluruh komponen, sistem, maupun sumber daya yang dimilikinya. Hal ini urgen dilakukan guna mencapai kualitas mutu yang diharapkan. Salah satu komponen yang perlu perhatian ekstra adalah kurikulum. Sehingga evaluasi terhadap kurikulum yang digunakan oleh satuan pendidikan seperti Bimbingan dan Konseling Islam mutlak dilakukan.Maka dari itu, artikel ini dapat memberikan gambaran jelas tetang bagaimana seharusnya evaluasi dan peninjauan kurikulum Bimbingan dan Konseling Islam itu dilakukan. Yaitu, berpedoman pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), dengan mempertimbangkan kebutuhan user dan stake-holder, serta mengacu pada Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang meliputi Standar nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
KOLABORASI GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN DI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL YOGYAKARTA Arifah Fahrunnia
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.108 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.142-07

Abstract

Abstrak Latar belakang masalah penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ada tidaknya kolaborasi guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meninglatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an. Pada kenyataannya peningkatan konsep diri tersebut membutuhkan kolaborasi dari kedua belah pihak yaitu guru bimbingan konseling dan guru tahfidz yang mana dilakukan dengan saling bertukar informasi dan merencanakan program yang mendukung. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meningkatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, guru tahfidz, dan siswa penghafal Al-Qur’an. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah bentuk dan jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meningkatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang telah terkumpul disusun dan diklasifikasikan sehingga dapat menjawab dari rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk usaha formal yang dilakuka guru bimbingan konseling yaitu layanan orientasi, layanan informasi dan konseling individu. Sedangkan bentuk usaha formal yang dilakukan guru tahfidz yaitu lapor tahfidz, rolling guru dan pemberian ibroh. Bentuk usaha informal yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz meliputi pemberian teladan, pembiasaan dan pemberian motivasi. Jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz adalah kolaboraasi tertier. Kata kunci: Kolaborasi, Guru BK dan Guru Tahfidz, Konsep Diri, Penghafal Al-Qur’an.
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN KONSELOR BERBASIS ASMAUL HUSNA DALAM PELAYANAN KONSELING Ardimen Ardimen
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.392 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.152-07

Abstract

This study aims to develop the personality of “asmaul-husna” -based counselor. Counselors who have competence good personality, friendly, and empathetic santun certainly be role models for clients. Personality counselor is supporting the process and results of counseling and assisting clients in exploring, developing, and in facilitating its development. The approach used in this study is the study documentation of the analysis of references and discuss research results and study counselor personality of “asmaul-husna” as a personality basis counselor. Among the values of “asmaul-husna” can be realized in treatment counselor when dealing with clients, namely: has the properties (1) to love, (2) compassionate, (3) rule / leader, (4) has sanctity, (5) giving welfare, ( 6) security provider, (7) custodian, (8) 'manly', (9) 'strong', (10) is able to create / initiative, (11) was able to achieve balance, (12) the opening of grace, (13) clement / forgiving, (14) had committed, (15) the giver of gifts, (16) ar-Razzaq, (17) the opening of grace, (18) has a knowledge / own knowledge, (19) which paved, (20) which glorify, and (22) who listen.Key words: personalities counselor, ‘asmaul-husna, counseling and counselor profession.
PARENTING STRESS PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS Nur Fitriyani Hardi; Ferra Puspito Sari
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.341 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2019.161-02

Abstract

The presence of children in the family becomes happiness for parents, especially mothers. But this will be different when a family has child with autism that behavioral, social, and communication disorders. Raising an autistic child can certainly be stressful for a mother. A mother is stigmatized by the limitations of the child, the difficulty of talking to children will be easier because it requires additional help. This condition overcomes stress and emotion. The purpose of this study was to description of parenting stress mothers who have autistic child. This study uses qualitative research with phenomenological methods. The data collection technique uses the data triangulation method with phenomenological data analysis. The results of the study concluded that varied maternal stress arising from caring for autistic child. Physiological responses that easily tired, cognitive responses that feel embarrassed, disappointed, afraid, and sadness, and behavioral responses that crying, beating and pinching children. Keywords : autism, emotion, mothers, stress
KONSEP KONSELING GESTALT BERBASIS ISLAM UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN BERSOSIALISASI DAN ADAPTASI SISWA DI SEKOLAH Khakam Umam Asnawi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.798 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-01

Abstract

Abstrak Sosialisasi dan adaptasi bukan hanya dilakukan di lingkungan sosial masyarakat, namun sebagai seorang siswa yang lebih banyak hidup di sekolah, sosialisasi dan adaptasi seharusnya dilakukan juga di sekolah. Terutama pada siswa yang belum lama masuk di sekolah yang berbeda. Ketidakmampuan siswa mengikuti peraturan sekolah dapat mengakibatkan siswa kurang konsentrasi dalam belajar dan kurang kondusif dalam proses belajar-mengajar. Permasalah sosialisasi dan adaptasi memerlukan teknik khusus dalam penanganannya. Pendekatan yang dianggap tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah adalah teknik konseling gestalt berbasis Islam. Konsep gestalt dimaksud adalah konsep kesadaran (awarenes), kontak (contact), dan dukungan (support). Proses terapi gestalt meliputi berbagai fokus penanganan, yaitu transisi, avoidance and unfinished busines, impasse dan here and now.  Konseling gestalt berbasis Islam lebih menekankan pada fokus penanganan here and now, yang berarti di sini dan masa kini dengan tujuan siswa dapat memahami diri sebagai seorang siswa yang berlatar belakang Islam. Melalui konseling gestalt berbasis Islam, siswa mampu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi di sekolah sebagai seorang siswa, makhluk sosial dan makhluk Allah SWT. Siswa secara bertahap dapat mengambil hikmah atas pengalaman yang telah dialami, siswa dapat mengembangkan kemampuan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar peraturan sekolah dan siswa mampu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan termasuk di dalamnya menerima konsekuensi. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai bentuk Konseling gestalt berbasis Islam untuk membantu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah. Kata Kunci: konseling gestalt berbasis islam, bersosialisasi dan adaptasi, siswa
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT PROGRAM PILIHAN STUDI KETERAMPILAN PESERTA DIDIK MAN 1 MAGELANG Susi Arum Wahyuni; Nailul Falah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.393 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-03

Abstract

Abstrak             Latar belakang penelitian ini mengingat pentingnya seorang peserta didik dalam mengetahui minat dan bakatnya untuk dikembangkan/disalurkan. MAN 1 Magelang selain menyediakan program penjurusan umum yaitu penjurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Disekolah ini juga menyediakan program studi pilihan keterampilan peserta didik berbasis SMK. Disinilah minat dan bakat peserta didik dapat tersalurkan dan bisa sangat menentukan kemana arah peserta didik setelah lulus dari MAN 1 Magelang, namun pada kenyataannya banyak sekali peserta didik yang belum bisa mengenali minat dan bakatnya sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar MAN 1 Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan minat program pilihan studi keterampilan peserta didik MAN 1 Magelang. Subyek dalam penelitian ini adalah guru BK, guru keterampilan, dan lima peserta didik. Obyek dalam penelitian ini adalah peran guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan minat dan bakat.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru BK dalam mengembangkan minat dan bakat program pilihan studi keterampilan peserta didik MAN 1 Magelang yaitu sebagai tester, sebagai pemberi informasi, sebagai perencana program bimbingan dan konseling, sebagai administrator bimbingan, sebagai penasihat, dan sebagai konsultan. Kata Kunci: Peran Guru Bimbingan dan Konseling, Minat dan Bakat, Program Studi Keterampilan
ZUHUD DALAM AJARAN TASAWUF Muhammad Hafiun
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.808 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-07

Abstract

AbstrakSalah satu topik dalam tasawuf yang dibicarakan oleh para tokoh sufi adalah tentang Zuhud. Dalam Memahami konsep zuhud sering kali terjadi pro kontra, ada pendapat yang mengharuskan seseorang menjalani zuhud untuk mencapai ma'rifat pada Allah, dan dianggap sebagai salah satu tangga (maqomat) yang harus dilalui. Dan ada pula yang menganggap bahwa konsep zuhud dalam ajaran tasawauf merupakan konsep yang menjauhkan sesorang dari persoalan dunia sehingga berdampak negatif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memperdebatkan benar atau salahnya dari pendapat-pendapat yang ada, tetapi ingin menempatkan apakah konsep zuhud yang dipraktekkan oleh para tokoh sufi selama ini merupakan bagian dari konsep yang bersumber dari ajaran Islam, atau konsep yang sengaja dibuat oleh para tokoh sufi dalam sistem ajaran tasawuf yang mereka ajarkan. Hasil kajian penulis terhadap berbagai sumber literatur, bahwa konsep dan praktek zuhud dalam ajaran tasawuf merupakan konsep yang bersumber dari ajaran Islam (al-Qur'an dan Hadits) yang merupakan keharusan untuk dipraktekkan bagi orang yang ingin mencapai ma'rifat pada Allah SWT. Melakukan hidup zuhud merupakan suri tauladan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dalam prakteknya para tokoh sufi menggolongkan beberapa tingkatan, mulai dari tingkat displin terendah sampai pada tingkatan tertinggi, tergantung pada kadar kemampuan orang yang mempraktekkannya.Kata Kunci: zuhud, maqomat, tasawuf