cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN SHALAT KHUSYU’ BERBASIS PARADIGMA INTEGRASI INTERKONEKSI GUNA MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DAN KEBERMAKNAAN HIDUP MUSLIM Muhammad Hafiun; Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.731 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-06

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan dasar yang diperlukan bagi muslim guna mencapai shalat khusyu’. Juga untuk menemukan model shalat khusyu’ yang mampu menghantarkan muslim mencapai shalat khusyu’ dalam ritual formal hingga berimplikasi membentuk sikap dan perilaku positif. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk berupa modul bimbingan shalat khusyu’ berbasis paradigma integrasi interkoneksi guna membentuk karakter positif dan kebermaknaan hidup muslim. Guna mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian pengembangan (Research and Development) yang pada saat ini baru sampai pada tahap menggali kebutuhan sasaran penelitian dan pengumpulan bahan modul dari sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum muslim belum memahami hakikat shalat khusyu’, meskipun telah mengerjakannya. Hakikat shalat khusyu’ adalah merupakan tujuan shalat itu sendiri yakni mendirikan kebenaran dalam hidup dan kehidupan. Modul bimbingan shalat khusyu’ dikembangkan dengan memuat dua panduan yakni umum dan khusus. Panduan umum memuat kaifiah shalat sebagaimana diatur fikih. Panduan khusus memuat tata cara guna meraih kahikat dan tujuan shalat dengan memanfaatkan acuan ilmu fikih, aqidah dan tasawuf, dilengkapi dengan teknik-teknik tertentu yang dikembangkan ilmu psikologi dalam mementuk perilaku positif.Kata kunci: shalat khusyu’, karakter positif, kebermaknaan hidup. 
PENYESUAIAN DIRI: SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KESEJAHTERAAN JIWA Muchamad Choirudin
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.829 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-07

Abstract

Kehidupan masyarakat di era globlalisasi semakin kompleks dan majemuk, tuntutan untuk bisa mengikuti arus kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, industrialisasi yang serba instans dan begitu cepat tidak bisa dielakkan. Keanekaragaman kehidupan tersebut tidak saja membawa dampak posistif bagi perkembangan individu, tetapi juga membawa problem sosial bahkan spiritual. Sebagai akibatnya individu dalam masyarakat dituntut untuk membuat berbagai macam bentuk penyesuaian diri yang terkadang sulit untuk dilakukan. Kesulitan untuk melakukan penyesuaian diri tersebut bisa menimbulkan kebingungan, kecemasan, ketakutan dan frustasi bagi individu dalam masayarakat, bahkan menimbulkan konflik diri maupun konflik antar pribadi dan gangguan-gangguan emosional yang akan mudah menjadi tempat bertumbuhnya penyakit-penyakit mental. Maka diperlukan suatu upaya untuk membuat penyesuaian diri dalam rangka mencapai kesejahteraan jiwa.  Kata kunci: penyesuaian diri, kesejahteraan jiwa
LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI EMOSI NEGATIF SISWA TUNANETRA DI MAN MAGUWOHARJO Utik Mukaromah; A. Said Hasan Basri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.601 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-01

Abstract

AbstrakTulisan ini bermaksud menjabarkan cara atau metode yang dilakukan oleh guru BK dalam mengatasi emosi negatif siswa tunanetra dan mengetahui jenis-jenis emosi negatif siswa tunanetra di MAN magguwoharjo. Siswa tunanetra cenderung memiliki berbagai masalah yang berhubungan dengan masalah psikologi, pribadi, sosial maupun emosi. Masalah-masalah yang sering muncul dan dihadapi dalam perkembangan emosi anak tunanetra ialah ditampilkannya gejala-gejala emosi yang tidak seimbang atau pola-pola emosi yang negatif dan berlebihan. Dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan upaya-upaya khusus untuk mencegah jangan sampai permasalahan tersebut semakin mendalam. Di sinilah peran guru BK di sekolah sangat dibutuhkan dan diharapkan mampu membina siswa tunanetra dalam mengelola emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis emosi negatif siswa tunanetra dan metode layanan konseling individu yang digunakan oleh guru BK di MAN Maguwoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis-jenis emosi negatif yang dialami oleh siswa tunanetra di MAN Maguwoharjo, yaitu emosi marah, emosi sedih, emosi takut dan emosi benci, sedangkan metode konseling individu yang digunakan adalah metode konseling direktif dan metode konseling eklektif.Kata kunci: Konseling Individu, Emosi Negatif Siswa Tunanetra.
Hypnocounseling Sebagai Metode Terapi Bimbingan Dan Konseling Islam (Studi Pada Lembaga Indonesian Hypnocounseling Association Budi Sarwono Yogyakarta) Nailul Falah; Fauzan Anwar Sandiah; Rina Mulyani
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.609 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.121-02

Abstract

Perkembangan psikologis dan kesehatan mental menjadikan  penerapan hypnocounseling berbasiskan bimbingan dan konseling Islam sangat diperlukan. Asumsi ini berasal dari perkiraan rasional antara jumlah populasi penduduk Islam di Indonesia dengan data mengenai kesehatan mental penduduk Indonesia secara umum. Terdapat sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk Indonesia beragama Islam. Asumsi sederhana ini mengundang para praktisi yang bergerak pada upaya membantu individu untuk semakin merespon perkembangan zaman dengan cara mengembangkan metode-metode penanganan layanan konseling yang lebih efektif dan tetap sesuai dengan nilai-nilai agama sebagai konsekuensi dari karakteristik manusia Indonesia. Aplikasi hypnocounseling dalam Bimbingan dan Konseling Islam menjadi keunggulan baru. Proses hypnocounseling dapat dilakukan selama proses assesment sekaligus sebagai metode preventif, kuratif dan pengembangan. Dengan hypnocounseling, selain dapat melaksanakan bimbingan dan konseling, konselor dapat memberikan terapi dan arahan-arahan kepada klien dengan efektif karena proses ini dilakukan dengan menyampaikan sugesti-sugesti positif secara langsung pada pikiran bawah sadar sebagai pusat kendali klien.  Kata kunci: hypnocounseling, terapi dalam BKI
UPAYA SEKOLAH INKLUSIF SMP TUMBUH YOGYAKARTA DALAM MENCIPTAKAN SCHOOL WELL-BEING Sulistianingsih Sulistianingsih; Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.754 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam menciptakan school well-being. Sumber penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil kepala sekolah, Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Wali Kelas beserta seluruh guru dan staf di SMP Tumbuh Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, upaya-upaya untuk menciptakan suasana school well-being di SMP Tumbuh Yogyakarta yaitu : 1) Menerapkan konsep inklusif di SMP Tumbuh Yogyakarta. 2) Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. 3) Membangun komunikasi yang terbuka di sekolah. 4) Mengembangkan kompetensi civitas sekolah.Kata Kunci: Upaya Sekolah, School Well-Being, SMP Tumbuh Yogyakarta
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KEMANDIRIAN PADA EKS PSIKOTIK DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL EKS PSIKOTIK HESTINING BUDI KLATEN Hanif Sandya Eko Putro
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.984 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2019.161-06

Abstract

Ex Psychotics are people who have experienced mental disorders and are declared cured of mental hospitals, but they do not have proper independence. Therefore, they need an independent guidance service. This research is intended to find out the process of implementing independence guidance services, supporting and inhibiting factors and the form of independence in ex psychotics at the Social Services House of the former Psychotic Hestining Budi Klaten This study uses a descriptive qualitative approach. The subjects of this study were four social workers and three beneficiaries selected using a purposive sampling technique at the Social Services House of the Former Psychotic Hestining Budi Klaten. With data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. In testing the validity of data using source triangulation. While for data analysis techniques using several stages starting from data collection (data collection), data reduction (data reduction), presenting data (data display), and drawing conclusions (conclusion: drawing / verifying). The results of this study that the implementation of independence guidance services at the Social Services House of Ex-Psychotic Hestining Budi Klaten is carried out through several stages including (1) Planning, namely social workers determine in advance the material to be given to ex psychotics; (2) Implementation, namely the provision of material to ex psychotics starting from Daily Living Activist (DLA) guidance, physical guidance, mental guidance, social guidance, and skills guidance; (3) Evaluation, namely giving an assessment from the results of the implementation of guidance; (4) Follow-up, which is the step to proceed to further guidance. Inhibiting factors in the implementation of independence guidance services such as facilities and infrastructure, Human Resources, ex-psychotic conditions, society, and difficulties in selling ex-psychotic works, while supporting factors start from the existence of good cooperation between social workers and outside parties/institutions, facilities and infrastructure, and family. The success of the independence guidance service process, namely ex psychotics is able to be independent in taking care of themselves, interact socially, carry out worship, and skills. Keyword: Independent guidence service, ex psikotik
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI KETELADANAN Nurjannah Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.7 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-05

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan model literatur. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskrpisikan bagaimana mengembangan sosial emosional anak usia dini, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini, (3) mendeskripsikan cara mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini melalui keteladanan. Hal tersebut sangat penting karena kecerdasan interpersonal dan kecerdasan emosional pada anak usia dini tidak dimiliki oleh anak secara alami, tetapi harus ditumbuhkan dan dikembangkan oleh orang tua maupun pendidik PAUD dengan mengambangkan aspek sosial dan emosi anak usia dini. Itulah sebabnya diperlukan berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengembangkannya. Salah satu metode yang dapat digunakan orang tua maupun pendidik PAUD dalam mengembangkan aspek sosial dan emosi pada anak usia dini, yaitu melalui keteladanan. Kegiatan keteladanan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini antara lain keteladanan beribadah, berhubungan dengan orang lain, bekerja dan menyelesaikan masalah, berpakaian, gaya hidup, cara belajar, menyikapi lingkungan, dan banyak yang lainnya.Kata Kunci: sosial emosional, keteladanan
URGENSI PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HADIST DAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Wardatul Asfiyah; Lailul Ilham
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.24 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2019.161-01

Abstract

Rendahnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya pendidikan keluarga berakibat kepada banyak hal diantaranya; menghambat kelangsungan perkembangan anak sehingga menjauh dari cita-cita masa depan yang ideal, mis-persepsi sehinga terjadi penyerahan tanggung jawab pendidikan (dari orangtua) kepada pihak guru sekolah, para orangtua semakin berjarak dengan pengetahuan dan informasi terkait kewajiban dan tata cara mendidikan anak. Melihat fenomena tersebut menjadi perlu melakukan sosialisasi-sosialisasi tentang pentingnya kesadaran, pemahaman tanggung jawab pendidikan, serta pengetahuan metode pola asuh berbasis fase perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-literatur, dengan mengumpulkan data-data dan informasi terkait pentingnya pendidikan keluarga, kewajiban pendidikan orangtua, serta metode pendidikan anak. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang urgensitas pendidikan keluarga berkaitan dengan stabilitas perkembangan anak, pemberian pemahaman terkait kebutuhan-kebutuhan anak yang harus dipenuhi oleh orang tua, termasuk di dalamnya kebutuhan pendidikan, keteladanan, keamanan (fisik/psikologis), serta gambaran tentang pendidikan berwawasan fase perkembangan anak sehingga model pendidikan yang diberikan mampu disesuaikan dengan tingkat kemampuan, kebutuhan, dan sesuai fase perkembangan anak.Kata Kunci: Urgensi Pendidikan, Kesadaran orangtua, dan Layanan Pendidikan.
PELUANG DAN TANTANGAN JURU DAKWAH WANITA DALAM MEMBINA AKHLAK REMAJA DI KECAMATAN NGLIPAR, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Abror Sodik
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.821 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-07

Abstract

Abstrak Salah satu fenomena yang ada di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta adalah banyaknya anak putus sekolah, pergaulan bebas, buta huruf al-Qur’an, hamil di luar nilkah, terlibat judi dan narkoba, dan berbagai tindakan menyimpang lainnya. Usaha untuk membina akhlak anak-anak remaja di daerah ini tentu merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk juru dakwah dari kaum wanita. Dalam melaksanakan tugas mulia itu, juru dakwah wanita di daerah ini  tentunya banyak menghadapi tantangan dan sekaligus merupakan peluang dalam beramar makruf dan nahi mungkar. Fokus adalah pertama, bagaimana potret juru dakwah wanita di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta. Kedua, bagaimana peran juru dakwah waniata dalam pembinaan akhlak remaja di kecamatan Nglipar itu. Ketiga, bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi juru dakwah wanita dalam pembinaan akhlak remaja di kecamatan Nglipar.  Kata kunci: juru dakwahwanita, akhlak remaja, nilai-nilai agama.
BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK SELF-EFFICACY SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN, YOGYAKARTA Atifah Hanum; casmini casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.177 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.122-02

Abstract

Abstrak Adanya saling keterkaitan antara faktor pembawaan dan lingkungan, serta antar berbagai aspek perkembangan perlu menjadi khasanah pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanannya sebagai dasar upaya diagnosis, prognosis, dan pemberian bantuan bagi siswa. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu pilihan layanan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling untuk self-efficacy siswa dalam membantu menentukan dan mengembangkan dirinya secara optimal dan mandiri sesuai dengan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-kuantitatif. Tujuannya yaitu untuk mendiskripsikan pelakasanaan bimbingan pribadi-sosial siswa SMK Diponegoro,  Depok, Sleman, Yogyakarta dan mendiskripsikan bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan self-efficacy tinggi dan penguatan self-efficacy rendah pada siswa di SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa kelas X PTSM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, skala, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial di SMK Diponegoro dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, IKMS, dan papan bimbingan. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan dan penguatan self-efficacy siswa mendapatkan respon baik dengan nilai rata-rata 86,7. Kata Kunci : Bimbingan Pribadi-Sosial, Self-Efficacy