cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
antonius.primus@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
antonius.primus@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Acitya Journal Of Health
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh para dosen Akademi Keperawatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli di bidangnya, baik dalam lingkup Akademi Keperawatan Fatima Parepare maupun di luar lingkup Akademi Keperawatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DBD PADA ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE Amaliya, Amaliya; Randa, Yenny Djeny
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah adalah masalah kesehatan pada masyarakat yang utama di daerah tropis maupun sub tropis di dunia. Penyakit ini merupakan virus yang di tularkan melalui nyamuk yang paling cepat menyebar. Tujuan Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua terhadap pencegahan penyakit demam berdarah pada anak di Wilayah Puskesmas Lakessi Kota Parepare. Metode  Penelitian yang  di  gunakan  dalam  penelitian  ini adalah  metode  deskriptif  kuantitatif  dalam bentuk  studi  kasus.  Subjek Penelitian  sebanyak  30  responden.  Hasil  Penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 22 responden (73,3%)  yang  memiliki  pengetahuan  sedang  sebanyak  7  responden     dan  yang memiliki pengetahuan buruk sebanyak 1 responden. Sedangakan untuk tingkat pencegahan sebagian besar responden memiliki tingkat pencegahan DBD baik  yaitu 5   responden tingkat   pencegahan DBD sedang sebanyak 22 responden dan tingkat pencegahan DBD buruk yaitu 3 responden. Secara Umum dari 30 responden  yaitu  tingkat  pengetahuan  orang  tua  tentang  DBD  di  dapatkan  22 responden atau sekitar 73,3% yang berpengetahuan baik. Dan tingkat pencegahan DBD tertinggi 73,3% dengan 22 responden dengan tingkat pencegahan DBD sedang.Kata Kunci : DBD, pengetahuan, pencegahan ABSTRACTDengue Fever is a major public health issue in tropical and subtropical regions worldwide. The disease is a rapidly spreading mosquito-borne virus. The objective of this study was to describe the level of knowledge among parents regarding the prevention of dengue fever in children in the Lakessi Health Center, Parepare City. The research method used was a descriptive quantitative case study. The research subjects consisted of 30 respondents. The results showed that most respondents had a good level of knowledge, with 22 respondents (73.3%) having good knowledge, 7 respondents having moderate knowledge, and 1 respondent having poor knowledge. For prevention levels, most respondents had a good level of dengue prevention, with 5 respondents having a good level of prevention, 22 respondents having a moderate level of prevention, and 3 respondents having a poor level of prevention. Overall, out of the 30 respondents, the level of knowledge among parents about dengue fever was good in 22 respondents, or about 73.3%. The highest level of dengue prevention was 73.3%, with 22 respondents having a moderate level of prevention.Keywords: Dengue fever, knowledge, prevention
TINJAUAN BEBAN KERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN METODE EMR (REKAM MEDIS ELEKTRONIK) DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI Rara, Abd Rahman; Indah, Nur; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Rekam Medis Elektronik (RME) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dokumentasi asuhan keperawatan. Namun, penerapannya di lapangan sering kali dipengaruhi oleh tingginya beban kerja perawat. Beban kerja yang tidak seimbang dapat mengurangi kualitas dokumentasi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas keseluruhan layanan asuhan keperawatan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan beban kerja perawat dalam kaitannya dengan implementasi dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan metode RME di Rumah Sakit Umum Labuang Baji, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur beban kerja dan kinerja dokumentasi RME. Sebanyak 39 perawat rawat inap dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar perawat melaporkan beban kerja "sedang" (87,2%), sementara 12,8% melaporkan beban kerja "kurang optimal". Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi jumlah pasien, kompleksitas kasus, keterbatasan sumber daya, dan jam kerja. Implementasi RME dianggap memfasilitasi pengelolaan beban kerja dan meningkatkan produktivitas; namun, tantangan tetap ada, seperti pelatihan yang tidak memadai, dukungan teknis yang terbatas, dan masalah jaringan. Kesimpulan: Beban kerja perawat memengaruhi implementasi optimal dokumentasi RME. Upaya untuk mengelola beban kerja, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, dan memberikan dukungan teknis berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan potensi RME dalam mendukung kualitas asuhan keperawatan.Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Perawat, Beban Kerja ABSTRACTIntroduction: The Electronic Medical Record (EMR) is expected to improve the efficiency and effectiveness of nursing care documentation. However, its implementation in practice is often affected by nurses’ high workload. An imbalanced workload may reduce the quality of documentation, ultimately impacting the overall quality of nursing care services. Objective: To describe nurses’ workload in relation to the implementation of nursing care documentation using the EMR method at Labuang Baji General Hospital, Makassar. Method: This study employed a descriptive observational design with a survey approach. Data were collected using a standardized questionnaire measuring workload and EMR documentation performance. A total of 39 inpatient nurses were selected using simple random sampling. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Result: Most nurses reported a “moderate” workload (87.2%), while 12.8% reported a “less optimal” workload. Contributing factors included the number of patients, case complexity, limited resources, and working hours. EMR implementation was perceived to facilitate workload management and improve productivity; however, challenges remained, such as inadequate training, limited technical support, and network issues. Conclusion: Nurses’ workload affects the optimal implementation of EMR documentation. Efforts to manage workload, enhance competencies through training, and provide ongoing technical support are essential to maximize EMR’s potential in supporting nursing care quality.Kata Kunci: Electronic Mediacal Record, Nurses, Workload

Page 12 of 12 | Total Record : 112