cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
antonius.primus@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
antonius.primus@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Acitya Journal Of Health
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh para dosen Akademi Keperawatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli di bidangnya, baik dalam lingkup Akademi Keperawatan Fatima Parepare maupun di luar lingkup Akademi Keperawatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Pengaruh Faktor Determinan Terhadap Lama Pemberian ASI Berkelanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Samsinar *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.183 KB)

Abstract

Faktor Determinan Pemberian ASI Berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2016.     Pemberian ASI berkelanjutan adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir  sampai  6  bulan (Eksklusif), setelah itu, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI sambil tetap menyusui hingga usianya mencapai 2 tahun (WHO, 2011). ASI berkelanjutan cenderung tidak dilakukan dapat dikarenakan beberapa faktor determinan yaitu pengetahuan, dukungan suami, kesehatan anak, status gizi ibu.    Tujuan penelitian adalah melakukan analisis pengaruh variabel  determinan  terhadap  lamanya  pemberian ASI berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.    Metode metode yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional study. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan besar sampel menggunakan rumus menurut Lameshow cara pengambilan  sampel dilakukan dengan memilih sampel yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 128 orang Ibu menyusui yang berada di wilayah kerja Puskesmas  Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 128 responden yang berpartisipasi dalam lama pemberian ASI berkelanjutan adalah sebanyak 27 responden (21,1%) dan yang tidak berpartisipasi pada lama pemberian ASI berkelanjutan sebanyak 101 responden (78,9%). Dari analisis data statistik dengan uji Chi-Square dan uji regresi logistik dengan metode enter, didapatkan variabel kesehatan anak merupakan faktor yang paling signifikan (sig. = 0,000) atau nilai p < 0, 05 berhubungan dengan lama pemberian ASI berkelanjutan dan merupakan variabel yang paling berhubungan signifikan dibandingkan variabel yang lain dan kesehatan anak berpengaruh 27 kali terhadap lama pemberian ASI berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tahun 2016.
GAMBARAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN DI RS FATIMA PAREPARE Yenny Randa; Rosnaeni *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7698.037 KB)

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus-menerus dan menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehinggamampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutuskan mata rantai penularan. Kejadian Luar Biasa (KLB) polio terjadi di Indonesia dalam kurung waktu 2005-2006 yang tersebar pada 47 kabupaten/ kota di 10 provinsi. Penelitian ini merupakan survey lapangan untuk mengetahui gambaran kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 0 – 12 bulan di RS Fatima Parepare dengan menganalisa berbagai faktor pendukung dalam pemberian imunisasi dasar (usia ibu, pendidikan, suku, agama, dan pekerjaan). Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir di RS Fatima Parepare pada tahun 2015, dengan sampel 100 data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Analisis data menggunakan analisa univariat, dari hasil uji tersebut disimpulkan bahwa variabel uisa ibu dan pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi sedangkan variabel suku, agama, dan pendidikan tidak memiliki pengaruh yang berarti. Disarankan bagiPemerintah Kota Parepare agar lebih meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat dengan metode yang lebih mudah dipahami mengenai imunisasi dasar dan untuk RS setempat lebih melengkapi data bayi dan orang tua yang mendapatkan imunisasi dasar. ABSTRACTImmunization is one of the preventive efforts to prevent disease through the provision of immunity which must be carried out continuously and thoroughly, and carried out according to standards so as to provide healthprotection and break the chain of transmission. Polio Extraordinary Events (KLB) occurred in Indonesia in the 2005-2006 time brackets spread across 47 districts / cities in 10 provinces. This research is a field surveyto find out the description of the completeness of basic immunization for infants aged 0-12 months in Fatima Parepare Hospital by analyzing various supporting factors in the provision of basic immunizations (mother’sage, education, ethnicity, religion, and occupation). The study population was all babies born in Fatima Parepare Hospital in 2015, with a sample of 100 data. Data collection is done by observation. Data analysis usedunivariate analysis, from the results of the test it was concluded that maternal and educational variables had a significant effect on the provision of basic immunization in infants while the variables of ethnicity, religion, and education did not have a significant effect. It is recommended for the City Government of Parepare to further improve public health knowledge with an easier-to-understand method of basic immunization and for localhospitals to better supplement the data on infants and parents who get basic immunizations.   
REHABILITASI PARU PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK Yunita Palinggi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7391.238 KB)

Abstract

Tujuan pokok pembahasan soal Rehabilitasi Paru Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik ialah untuk  membangun konsep penatalaksanaan rehabilitasi paru berupa pemberian latihan pada penderita PPOK untuk peningkatan kualitas hidup. Metode pembahasan berupa literature review terhadap sejumlah hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan penyakit Paru Obstruksi Kronik. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pemberian latihan rehabilitasi paru pada penderita PPOK cukup membantu pasien, meskipun tidak signifikan. Sehingga metode tersebut dapat digunakan dalam rangka membantu meningkatkan kualitas hidup pasien penderita PPOK. Kata Kunci: Penyakit Paru Obstruksi Kronik, rehabilitasi paru, Kualitas HidupABSTRACTThe main objective of the discussion about the problem of pulmonary rehabilitation in patients with chronic obstructive pulmonary disease is to develop the concept of pulmonary rehabilitation management in the form of giving exercise to COPD patients to improve quality of life. The method of discussion in the form of literature review of a number of results of research that has been done on the problem of Chronic Obstruction Lung disease. The results showed that the provision of pulmonary rehabilitation training in COPD patients was quite helpful for patients, although not significant. So that the method can be used in order to help improve the quality of life for patients with COPD.Keywords: Chronic Obstruction Lung, pulmonary rehabilitation, Quality of Life
GAMBARAN KEJADIAN ULKUS DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE Petrus Taliabo; Mahira *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7633.795 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat dan merupakan salah satu penyakit yang prevalensinyaterus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara maju ataupun negara sedang berkembang, sehingga dikatakan bahwa diabetes mellitus sudah menjadi masalah kesehatan/penyakit global pada masyarakat. Diabetes mellitus bisa dicegah, ditunda kedatangannya atau dihilangkan dengan mengendalikan faktor risiko ada beberapa penyebab diabetes mellitus yaitu usia yang semakin bertambah, jenis kelamin, pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin. Riwayat keluarga yang mengalami penyakit diabetes mellitus, faktor keturunan atau genetik punya kontribusi yang tidak bisa diremehkan untuk seseorang terserang penyakit diabetes. Melihat bahwa diabetes mellitus akan memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar, maka sangat diperlukan program pengendalian diabetes mellitus. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 96 sampel penelitian, yang mengambil subjek hanya pada pasien rawat inap dengan diagnosa diabetes mellitus tahun 2016. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, observasi dan studi pustaka di Medical Record Rumah Sakit Fatima Parepare. Penelitian ini difokuskan pada data umum dan riwayat diabetes mellitus pada pasien rawat inap tahun 2016.ABSTRACTDiabetes mellitus is a metabolic disorder that is genetically and clinically including heterogeneous with manifestations in the form of loss of carbohydrate tolerance and is one of the diseases whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries, so that diabetes mellitus has become a health problem / global illness in society. Diabetes mellitus can be prevented, postponed its arrival or eliminated by controlling the risk factors there are several causes of diabetes mellitus namely increasing age, sex, in women who have experienced monopause have a tendency to be more insensitive to the hormone insulin. A family history of diabetes mellitus, heredity or genetics has a contribution that cannot be underestimated for someone with diabetes. Seeing that diabetes mellitus will have an impact on the quality of human resources and a considerable increase in health costs, a diabetes mellitus control program is urgently needed. The study was conducted with a quantitative descriptive design carried out on 96 research samples, which took the subject only to inpatients diagnosed with diabetes mellitus in 2016. Techniques for collecting data using questionnaires, observation and literature study at the Medical Record of Fatima Parepare Hospital. This study focused on general data and a history of diabetes mellitus in hospitalized patients in 2016.   
GAMBARAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK USIA 4-10 TAHUN DI BANGSAL YASINTA RS. FATIMA PAREPARE Nita Yanti Pandung; Petrus Taliabo
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7868.625 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak usia 4-10 tahun di bangsal Yasinta RS. Fatima Parepare dengan menganalisa berbagai karakteristik penderita penyakit DBD (jenis kelamin, usia, lama perawatan di RS, suku, tingkat pendidikan orang tua, karakteristik lingkungan dan karakteristik perilaku). Penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif yang dilakukan pada 30 sampel penderita DBD yang rawat inap di RS. Fatima Parepare selama tahun 2016 melalui pengambilan data di Bangsal Yasinta dan Medical Record RS. Fatima Parepare, setelah data terkumpul selanjutnya peneliti mengobservasi langsung karakteristik lingkungan dan perilaku responden. Dari 30 sampel yang telah diteliti ditemukan bahwa mayoritas penderita berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), usia rata-rata 5-10 tahun sebanyak 29 responden (96,6%), tingkat pendidikan orang tua mayoritas tamat PT sebanyak 13 responden (43,3%). Kata Kunci: kejadian, Demam Berdarah Dengue, perempuan ABSTRACTThis study aims to describe the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in children aged 4-10 years in the Yasinta Hospital ward. Fatima Parepare by analyzing various characteristics of patients with DHF (gender, age, length of stay in hospitals, tribes, parental education level, environmental characteristics and behavioral characteristics). This research was conducted with a descriptive design carried out on 30 samples of DHF patients who were hospitalized in the hospital. Fatima Parepare during 2016 through data collection in the Yasinta Ward and Medical Record Hospital. Fatima Parepare, after the data was collected, the researchers then directly observed the environmental characteristics and behavior of the respondents. Of the 30 samples studied it was found that the majority of patients were female as many as 20 respondents (66.7%), the average age was 5-10 years as many as 29 respondents (96.6%), the education level of the majority of parents graduated PT as much as 13 respondent (43.3%).Keywords: Events, Dengue Fever, Women
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PESERTA BPJS TERHADAP MUTU PELAYANAN RAWAT INAP KELAS II DI RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE Maseri Naibaho; Anariska *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7937.648 KB)

Abstract

Tingkat Kepuasan Peserta BPJS Terhadap Mutu Pelayanan adalah faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistem penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pasien sehingga meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap kepuasan pasien. Pengukuran dilakukan dengan melihat lima dimensi kepuasan yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa pembagian kuesioner. Subjek penelitian adalah pasien BPJS Rawat Inap Rumah Sakit Fatima Parepare yang termasuk kriteria inklusi. Dari hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa didapatkan pasien Kurang Puas (0,75%), Puas (55,75%), Sangat Puas (43,5%).ABSTRACTBPJS Participant Satisfaction Level on Service Quality is an important factor in developing a service delivery system that is responsive to patient needs so as to minimize costs and time and maximize the impact of services on patient satisfaction. Measurements were made by looking at five dimensions of satisfaction, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study used a quantitative descriptive method with data collection techniques in the form of questionnaires. The research subjects were BPJS patients who were hospitalized in Fatima Parepare Hospital which included inclusion criteria. From the results of the study, it was concluded that the patients were less satisfied (0.75%), satisfied (55.75%), very satisfied (43.5%).
Pengetahuan Mahasiswi AKBID Andi Makkasau Tentang Penundaan Pemotongan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Akademi Kebidanan Andi Makkasau Parepare Tahun 2016 Arifa Usman
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.473 KB)

Abstract

Menurut WHO pada manajemen fisiologis ini, waktu yang optimal untuk pengkleman dan pemotongan tali pusat semua bayi tanpa memandang usia kehamilan atau berat badan janin adalah ketika sirkulasi atau denyutan di tali pusat telah berhenti dan tali pusat terlihat mendatar sekitar 3 menit atau lebih. (Depkes RI)Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan bidan tentang penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir di akademi kebidanan andi makkasau kota parepare tahun 2016    Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif dengan populasi semua mahasiswi tingkat II yang ditemui di Akbid andi makkasau parepare sebanyak 195 orang dan terdapat 30 orang sampel yaitu 15 orang mahasiswi dari tingkat II dan 15 orang mahasiswi dari tingkat III    Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswi Akbid andi makkasau tentang penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir di akademi kebidanan andi makkasau kota parepare tahun 2016 sebanyak 4 orang (13,33%) yang mempunyai pengetahuan baik, yang terdiri dari 1 orang dan 10 orang (33,33%) tingkat II dan 3 orang (10%) tingkat III dan mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (36,66) yang terdiri dari 9 orang (30%) tingkat 2 dan 3 orang (6,66) tingkat 3.    Diharapkan dapat sebagai bahan kajian terhadap teori  yang  telah  diperoleh  mahasiswi  selama  mengikuti pembelajaran serta diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan tentang penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA NYERI REMATIK PADA LANSIA DI PPSLU MAPPAKASUNGGU KOTA PAREPARE Eka Apriyani Kasmar; Martina Malla
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8931.103 KB)

Abstract

Nyeri merupakan masalah yang sering dijumpai dalam kehidupan dan menjadi alasan alasan umum orang mencari perawatan kesehatan. Lebih dari setengah jumlah lansia yang mengalami nyeri rematik (nyeri sendi). Faktor yang dapat meningkatkan nyeri rematik antara lain umur, makanan dan aktivitas lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya nyeri rematik pada lansia dan skala nyeri yang dirasa oleh lansia di PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner, wawancara dan observasi langsung lapangan melalui pendekatan fenomenologi untuk mencari tahu faktor yang mempengaruhi nyeri rematik dan skala nyeri yang diraskan pada lansia. Waktu penelitian pada bulan juli hingga agustus denga responden 63 lansia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala nyeri yang dirasakan lansia rata-rata > 7. Hasil uji chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna nyeri rematik dengan umur dimana nilai p = 0,028 < 0,05, tidak ada hubungan faktor makanan dengan nyeri rematik dimana nilai p = 0,302 > 0,05, ada hubungan faktor aktivitas lansia dengan nyeri rematik diman nilai p = 0,000 < 0,05.    Kata Kunci: Nyeri Rematik, Umur, Makanan dan Aktivitas Lansia.ABSTRACTPain is a problem that is often found in life and is the reason for the general reason people seek health care. More than half of the elderly who experience rheumatic pain (joint pain). Factors that can increase rheumatic pain include age, food and elderly activities. This study aims to determine the factors that cause rheumatic pain in the elderly and the scale of pain felt by the elderly in PPSLU Mappakasunggu Parepare City in 2017. The research method used is qualitative and quantitative. The data collection tools used are questionnaires, interviews and direct field observations through a phenomenological approach to find out factors that affect rheumatic pain and pain scale that is measured in the elderly. The time of the study was from July to August with 63 respondents. Data analysis was done by univariate and bivariate by Chi-Square test. The results showed that the pain scale perceived by the elderly average> 7. The results of the chi-Square test showed that there was a significant relationship with rheumatic pain with age where the value of p = 0.028 <0.05, there was no association of food factors with rheumatic pain where p = 0.302> 0.05, there is a correlation between the activity factor of the elderly and rheumatic pain where the value of p = 0,000 <0.05. Keywords: Rheumatic Pain, Age, Food and Elderly Activities
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE Yenny Djeny Randa
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.191 KB)

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan, dan angka kematian cukup tinggi, maka penyakit ISPA perlu penanganan yang terpadu, terarah yang ditujukan pada perbaikan mutu lingkungan atau keadaan perumahan serta penatalaksanaan penderita padaPuskesmas/rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan penghuni, ventilasi, keterpaparan asap rokok dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada anak balita diPuskesmas Madising Na Mario KotaParepare. Metode penelitian yang digunakan adalah Observational study dengan rancangan “ CaseControl Study. Jumlah sampel yaitu sebanyak 94 balita yang terdiri dari 47 balita penderita ISPA dan 47 balita bukan penderita ISPA. Data primer diperoleh menggunakan wawancara dan menggunakan ceklist. Data diolah menggunakan komputer program SPSS 11,5. uji yang digunakan adalah chisquare, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan ventilasi (p=0,008) dan keterpaparan asap rokok (p=0,020) berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Sedangkan kepadatan penghuni (p=0,376) dan status gizi balita ( p=0,820) tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita.Penelitian ini menyarankan agar rumah seharusnya memiliki ventilasi dengan luas 10% - 20% dari luas lantai agar pertukaran udara lancar dan harus dibuka. Untuk mencegah kejadian ISPA pada Balita semestinya menghentikan kebiasaan merokok atau kalau ingin merokok sebaiknya diluar rumah. Menggalakkan kegiatan upaya peningkatan gizi keluarga melalui penyuluhan mengenai status gizi dan kegiatan pemantauan status gizi untuk mencegah terjadinya gizi kurang pada anak khususnya pada bayi dan anak balita.
PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN UREUM TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN END STAGE RENAL DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUD ANDI MAKKASAU PAREPARE Yunita Palinggi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8278.352 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perubahan kadar hemoglobin dan ureum terhadap kualitas tidur pasien end stage renal disease yang menjalani terapi hemodialisis 3 kali seminggu dan 2 kaliseminggu di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare. Desain penelitian menggunakan studi observasional deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitukelompok hemodialisis 3 kali seminggu berjumlah 13 responden dan 2 kali seminggu berjumlah 17 responden. Pengukuran dilakukan dengan pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dan ureum sebelum dan sesudah dilakukan terapi hemodialisis pada kedua kelompok dan pengukuran kualitas tidur menggunakan kuisoner Pittsburg Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan uji spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin setelah hemodialisis dengan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis 3 kali seminggu dengan nilai ρ = 0.019 (ρ<0.05), sedangkan untuk pengukuran parameter lainnya tidak terdapat hubungan kadar hemoglobin dan ureum dengan kualitas tidur karena nilai ρ > 0.05 baik pada pengukuran pertama dan kedua. Pada responden yang  menjalani terapi hemodialisis 2 kali seminggu tidak terdapat hubungan kadar Hb dan ureum sebelum dan setelah hemodialisis dengan kualitas tidur dengan nilai ρ > 0.05 pada pengukuran pertama dan kedua.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the relationship of changes in hemoglobin and ureum levels to the sleep quality of end stage renal disease patients who undergo hemodialysis therapy 3 times a week and 2 times a week at Andi Makkasau General Hospital of Parepare. The study design used descriptive observational study. The subjects of this study were 30 respondents divided into 2 groups, hemodialysis group 3 times a weekamounted to 13 respondents and 2 times a week amounted to 17 respondents. Measurements were performed by taking blood samples to determine hemoglobin and urea levels before and after hemodialysis therapy in both groups and sleep quality measurements using the Pittsburg Sleep Quality Index quizoner. Data analysis using spearman correlation. The results showed that there was a correlation between hemoglobin level after hemodialysis with sleep quality in patients undergoing hemodialysis 3 times a week with ρ = 0.019 (ρ <0.05), while for other parameters there was no correlation between hemoglobin and urea with sleep quality becausethe value Ρ> 0.05 in both first and second measurements. In respondents who undergo hemodialysis therapy 2 times a week there is no correlation between Hb and ureum levels before and after hemodialysis with sleepquality with value ρ> 0.05 at first and second measurement.  

Page 3 of 12 | Total Record : 112