cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20855648     EISSN : 26552396     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Majalah Kesehatan Pharmamedika / Pharmamedika Health Magazine is a source of scientific information about medicine, pharmacy and sciences related to health aspects. This magazine is published every 6 months (2 times in a year) and each publication can contain the results of research, literature reviews, actual case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020" : 5 Documents clear
Hubungan Lama Hemodialisis dengan Fungsi Kognitif yang Diukur Menggunakan Metode Trail Making Test A dan B Rafika, Naziratur; Armelia, Linda
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1750

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) telah menjadi masalah kesehatan  masyarakat global di seluruh dunia, sehingga perlu dilakukan hemodialisis (HD) yang merupakan terapi paling banyak dilakukan. Angka kejadian yang tinggi dari gangguan kognitif dan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian. Prevalensi terjadinya penurunan fungsi kognitif meningkat yaitu sebesar 30% sampai 70% pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya hemodialisis dengan fungsi kognitif yang diukur menggunakan metode Trail Making Test A and B di RS. Anna Medika Bekasi.  Metode: Merupakan penelitian cross sectional, dengan sampel penelitian adalah 156 penderita PGK yang sedang menjalani HD di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi, namun hanya 73 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek diwawancarai dan mengisi kuisioner Trail Making Test A and B. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Dari tes Trail Making Test A (TMT-A) diperoleh hasil yang mengalami penurunan fungsi kognitif sebanyak 40 orang (54.8%) dan sebanyak 33 orang (45.2%) normal. Sedangkan pada TMT-B, hanya 9 orang (12.3%) yang mengalami penurunan dan 64 orang (87.7%) normal. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dengan fungsi kognitif pada pasien yang menjalani hemodialisis, dengan nilai p 0,297 pada TMT-A dan nilai p sebesar 0,220 pada TMT-B. Simpulan: Tidak  terdapat  hubungan  yang  signifikan antara  lama hemodialisis dengan fungsi kognitif pada pasien yang menjalani hemodialisis menggunakan metode Trail Making Test A and B.
Uji Validitas Kuesioner Fonseca dalam Menilai Gangguan Temporomandibula (TMD) pada Karyawan Universitas YARSI Umniyati, Helwiah
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1751

Abstract

Pendahuluan: Salah satu nyeri orofasial yang sering dikeluhkan pasien seperti sakit kepala, nyeri di sekitar leher, nyeri pada wajah dan telinga adalah gangguan temporomandibula / temporomandibular disorders (TMD). Biasanya pasien tidak menyadari tanda dan gejala gangguan temporomandibula. Banyak faktor yang mempengaruhi TMD, seperti trauma oklusi, gigi tanggal, kebiasaan buruk dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan menguji validitas kuesioner Fonseca dalam menilai gangguan temporomandibula (TMD), dibandingkan dengan pemeriksaan klinis pada karyawan Universitas YARSI.  Bahan dan Metode Penelitian:  Dilakukan studi analitik cross sectional dengan sampel 225 karyawan Universitas YARSI. Kami menggunakan teknik non-probability sampling. Data dievaluasi menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ditemukan prevalensi TMD dengan pemeriksaan klinis lebih tinggi dibandingkan kuesioner Fonseca yaitu 57,8% dan 50,7%. Kebanyakan dari sampel mengalami TMD ringan. Ada hubungan yang bermakna antara TMD berdasarkan kuesioner Fonseca dan TMD dengan pemeriksaan klinis (p 0,05). Berdasarkan pemeriksaan klinis, tidak didapatkan perbedaan TMD berdasarkan jenis kelamin, usia responden dan status gigi hilang. Hanya pendidikan dan status pekerjaan yang memiliki hubungan bermakna. Pada uji validitas hasil kuisioner dan pemeriksaan klinis didapatkan sensitivitas 65% dan spesifisitas 71%. Simpulan: Kuisioner Fonseca merupakan alat yang cukup baik untuk skrining gangguan pada temporomandibular (TMD) di masyarakat, mungkin perlu memodifikasi pertanyaan agar dapat meningkatkan validitas.
Penyerupa dan Penyerta Tuberkulosis Paru yang Terdiagnosis Berdasarkan Gambaran CT-scan Toraks Pada Rumah Sakit Rujukan Tersier Bachtiar, Nur Amelia; Asriyani, Sri; Murtala, Bachtiar; Latief, Nikmatia; Djaharuddin, Irawaty; Zainuddin, Andi Alfian
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1747

Abstract

Latar belakang: Sistem rujukan berjenjang dapat mempengaruhi karakteristik lesi pada CT-scan toraks pasien terduga tuberkulosis (TB) paru pada rumah sakit rujukan tersier. Hal ini dapat menyamarkan keberadaan penyerupa dan penyerta TB paru. Metode Penelitian: Sampel adalah pasien yang terdiagnosis TB paru oleh ahli radiologi pada periode Oktober 2018 hingga Juni 2019. Analisis Chi-square dilakukan untuk menguji kesesuain 12 karakteristik CT-scan toraks (Konsolidasi, kavitas, tree-in-bud, fibrokalsifikasi, air-bronchogram-sign, lesi noduler, efusi pleura, atelektasis, bercak infiltrat, lymphadenopathy, bronchiectasis, ground glass opacity) dengan diagnosis akhir klinisi. Pencatatan penyerupa dan penyerta TB dilakukan setelah diagnosis akhir ditegakkan. Hasil: Dari 137 sampel, hanya 61 (44.5%) pasien yang terdiagnosis sebagai TB paru aktif, 38 (27.7%) terdiagnosis sebagai bekas TB paru dan 38 (27.7%) lainnya terdiagnosis sebagai penyakit paru bukan tuberkulosis. Dari 12 variabel yang dievaluasi, karakteristik yang sesuai dengan diagnosis klinisi adalah tree-in-bud (p = 0.019) dan lymphadenopathy (p = 0.039). Penyakit penyerupa dan penyerta terbanyak adalah tumor paru dan infected bronchiectasis. Simpulan: Gambaran CT-scan pasien TB paru sangat beragam pada rumah sakit rujukan tersier. Diperlukan ketelitian ahli radiologi dan kerja sama yang baik dengan klinisi untuk mendeteksi berbagai kemungkinan diagnosis yang dapat menyerupai dan menyertai TB paru
Gambaran Proses Pembelajaran E-learning Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Asiah, Nur
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1748

Abstract

Pendahuluan: Pandemi covid-19 telah menuntut pergutuan tinggi untuk melaksanakan pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran secara e-learning pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta pada bulan September-November 2020. Metode: Desain penelitian bersifat cross sectional dengan cara pengumpulan data melalui kuesioner. Data yang terkumpul berasal dari 220 orang mahasiswa semester V yang sedang mengikuti Blok Endokrin, Metabolik dan Nutrisi. Pertanyaan yang diajukan terdiri dari pertanyaan terbuka dengan jawaban singkat dan pertanyaan pilihan ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 40% mahasiswa menyatakan penyampaian materi kuliah diserap dengan baik, 48% mahasiswa mempersiapkan materi sebelum e-learning, 47% mahasiswa memiliki pengaturan waktu yang baik dan 36% mahasiswa berkonsentrasi selama 2-3 jam. Keluhan kesehatan terbanyak adalah kekakuan leher dan otot serta pusing (40%). Sebanyak 47% mahasiswa menyatakan mudah mendapatkan materi kuliah. Metode belajar secara berkelompok merupakan pilihan utama (69%), meskipun 56% mahasiswa lebih menyukai tatap muka langsung dibandingkan e-learning. Simpulan: E-learning pada mahasiswa FK YARSI Jakarta berlangsung lancar dengan penyerapan materi yang baik dan kemudahan mengakses materi. Kemandirian mahasiswa terlihat berupa persiapan, pengaturan kegiatan harian dan sistem belajar kelompok, meskipun terdapat keluhan kesehatan, terbatasnya konsentrasi dan tatap muka langsung yang lebih disukai dibandingkan e-learning.
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Rasio Lingkar Pinggang Panggul pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun Pertama dan Tahun Kedua Cantika, Istri Bela; Widayanti, Etty; Zulhamidah, Yenni
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1749

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup modern saat ini cenderung merugikan karena berdampak buruk pada kesehatan seperti memilih makanan siap saji (instant) atau fast food yang dianggap lebih praktis namun mengandung gizi tidak seimbang sehingga memicu berbagai penyakit ditandai dengan gejala obesitas. Mahasiswa cenderung memiliki gaya hidup modern yang praktis dan kebiasaan mengonsumsi makanan fast food sebagai pilihan utama untuk makan sehari-hari. Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena 75% dari mereka cenderung mengalami obesitas pada saat dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional analitik. Data primer yang didapatkan merupakan hasil sampling dengan metode simple random sampling. Metode korelasi Chi Square dan C Cramers digunakan untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel 2010 dan analisis korelasional dengan SPSS Statistics 17.0. Hasil: Berdasarkan uji korelasional dari konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul menghasilkan nilai signifikansi yang lebih besar dari alpha. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua. Simpulan: Tidak terdapat adanya hubungan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5