cover
Contact Name
Aprina Defianti
Contact Email
aprina.defianti@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkf@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman Kandang Limun, Bengkulu, 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kumparan Fisika
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26851806     EISSN : 26551403     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ini adalah artikel penelitian terhadap pembelajaran fisika dan keilmuan fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2: Agustus 2024" : 5 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain Berbantuan Simulasi PhET terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Getaran Harmonik Sederhana Gustiani, Wina Tika; Saepuzaman, Duden; Novia, Hera
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.57-66

Abstract

ABSTRAK   Keterampilan proses sains (KPS) sangat penting bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran Fisika yang dituangkan dalam kurikulum terbaru. Hasil survei PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa siswa Indonesia rata-rata memperoleh nilai 383 poin pada bidang sains, turun 13 poin dari PISA 2018. Hal ini memerlukan penggunaan model pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan KPS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran Predict-Observe-Explain berbantuan simulasi PhET terhadap KPS siswa pada materi getaran harmonik sederhana. Penelitian ini melibatkan 37 siswa SMA di Kabupaten Bandung dan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Pengumpulan data menggunakan tes keterampilan proses sains yang dianalisis menggunakan uji normalitas gain serta angket respon siswa yang akan dianlisis menggunakan dengan menggambarkan secara deskriptif berupa persentasi pada setiap respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran POE memberikan pengaruh yang signifikan. Uji-t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari taraf signifikansi alfa 0,05. Selain itu, nilai N-Gain ditetapkan sebesar 0,55 termasuk dalam kategori sedang. Pembelajaran mendapatkan respon positif dari siswa bahwa Model POE berbantuan simulasi PhET dapat melatihkan KPS dan membantu memahami materi getaran harmonik sederhana. Kesimpulannya, penggunaan model pembelajaran POE bersamaan dengan simulasi PhET untuk pembelajaran getaran harmonik sederhana memberikan pengaruh dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.   Kata  kunci—Predict-Observe-Explain, Simulasi PhET, Keterampilan Proses Sains   ABSTRACT   Science process skills are essential for students to achieve the Physics learning objectives outlined in the latest curriculum. The 2022 PISA survey results revealed that Indonesian students scored an average of 383 points in the science sector, indicating a 13-point decrease from PISA 2018. This requires the use of effective learning models that can enhance students' science process skills. This research aims to assess the impact of utilizing the predict-observe-explain learning model assisted by PhET simulation on students' science process skills in the context of simple harmonic vibration lessons. The study involved 37 students from a high school in Bandung Regency and employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest research design. Data collection used science process skills tests and student response questionnaires. The research results indicate that using the POE learning model has a significant impact. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.001, which is less than the significance level 0.05. Additionally, the N-Gain value was determined to be 0.55, falling into the medium category. The lesson received a positive response or agreement from students that the POE model assisted by PhET simulation can train KPS and help understand simple harmonic vibration lessons. In conclusion, utilizing the POE learning model in conjunction with PhET simulations for teaching simple harmonic vibrations is an influence in enhancing students' science process skills.   Keywords— Predict-Observe-Explain, PhET simulation, Science process skills
Teleportasi Kuantum Satu Qubit dengan Bentuk Kompak Empat Keadaan Bell sebagai Kanal Kuantum Fahmi, Khazali
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.84-91

Abstract

ABSTRAK   Pada artikel ini, teleportasi kuantum satu qubit dengan empat keadaan Bell sebagai kanal kuantum telah dikaji secara eksplisit. Empat keadaan Bell yang digunakan dinyatakan dalam bentuk kompak. Hasil kajian menunjukkan bahwa teleportasi kuantum satu qubit dengan empat keadaan Bell dapat dilakukan untuk mengirim informasi kuantum dari pengirim (Alice) ke penerima (Bob) setelah hasil pengukuran oleh Alice dikirim melalui kanal klasik. Untuk hasil pengukuran ,  dan  dari setiap keadaan Bell , ,  pada persamaan 1, terdapat satu kemungkinan di mana Bob tidak perlu melakukan transformasi uniter untuk merekonstruksi qubitnya dan selebihnya Bob perlu melakukan transformasi uniter. Untuk keadaan Bell , Bob perlu melakukan transformasi uniter pada qubitnya dari setiap hasil pengukuran Alice.   Kata  kunci—Keadaan Bell, qubit, teleportasi kuantum.   ABSTRACT   In this article, one-qubit quantum teleportation with four Bell states as quantum channel has been studied explicitly. Four Bell states used are expressed in compact form. The result of study shown that one-qubit teleportation quantum with four Bell states can be carried out to send quantum information from the sender (Alice) to the receiver (Bob) after Alice’s measurement results are send via classical channel. For the measurement results are ,  dan  from each Bell state , ,  in equation 1, there is one possibilty where Bob does not need to perform a unitary transformation to reconstruct his qubit and the rest Bob needs to perform a unitary transformation. For Bell state , Bob needs to perform a unitary transformation on his qubit from each of Alice’s measurements.   Keywords—Bell state, qubit, quantum teleportation.
Analisis Perbedaan Karakteristik Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L) dan Serat Ampas Tebu (Saccharum Offinarum) sebagai Peredam Bunyi Saputri, Mawarni; Susanna, Susanna; Wahyuni, Agus; Ngadimin, Ngadimin
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.92-97

Abstract

ABSTRAK   Penyerap bunyi sudah berhasil dibuat dengan serat sabut kelapa dan serat ampas tebu dan diketahui koefisien serap bunyinya menggunakan metode tabung impedansi. Material penyerap bunyi ini dibuat dengan cara mencampurkan serat ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan larutan katalis dan resin yang sudah di campurkan, dicetak dan di diamkan selama 3-4 jam. peneliti juga membahas tentang perbedaan karakteristik serat sabut kelapa dan serat ampas tebu sebagai peredam bunyi. Penelitian ini, dilakukan analisis material serat ampas tebu dan serat sabut kelapa sebagai bahan peredam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat sabut kelapa memiliki kemampuan peredam bunyi yang lebih baik dari pada serat ampas tebu  Dalam penelitian ini, digunakan aplikasi yaitu sound level meter untuk mengukur nilai koefisien absorpsi bunyi dari peredam suara serat sabut kelapa dan serat ampas tebu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Serat sabut kelapa memiliki kemampuan meredam bunyi yang lebih baik dari pada serat ampas tebu pada frekuensi 400 Hz. Pada frekuensi 1000 Hz, meskipun kedua sampel mengalami penurunan koefisien absorbsi, sabut kelapa tetap memiliki kinerja yang lebih baik dengan nilai koefisien yang lebih tinggi dibandingkan ampas tebu. Dapat disimpulkan bahwa serat sabut lebih cocok diaplikasikan sebagai peredam bunyi pada berbagai frekuensi, sedangkan serat ampas tebu lebih efektif untuk frekuensi rendah   Kata  kunci—Serat Sabut Kelapa Cocos nucifera L), Serat Ampas Tebu (Saccharum offinarum), Koefisien Absorpsi, Peredam Bunyi, Frekuensi ABSTRACT   Sound absorbers have been successfully made with coco fiber and bagasse fiber and the sound absorption coefficient is known using the impedance tube method. This sound absorbing material is made by mixing bagasse fiber and coconut coir fiber with a catalyst and resin solution which has been mixed, molded and left for 3-4 hours. The researcher also discussed the differences in the characteristics of coco fiber and bagasse fiber as sound absorbers. In this research, material analysis of bagasse fiber and coco fiber as sound absorbers was carried out. The results of the study indicate that coconut fiber has better sound-damping capabilities than sugarcane bagasse fiber at a frequency of 400 Hz. At a frequency of 1000 Hz, although both samples show a decrease in absorption coefficient, coconut fiber still performs better with a higher coefficient than sugarcane bagasse. It can be concluded that coconut fiber is more suitable for sound-damping applications across various frequencies, while sugarcane bagasse fiber is more effective for low-frequency sound absorption.   Keywords—Coconut Coir Fiber (Cocos nucifera L), Sugarcane Bagasse Fiber (Saccharum offinarum), Absorbing Coefficient, Sound Absorption, Frequency
Mini-Review: The Influence of Coating and Doping on The Crystal Volume and Discharge Capacity of Lithium Iron Phosphate-Based Materials as Battery Cathode Intifadhah, Sahara Hamas; Syaima, Husna
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.74-83

Abstract

ABSTRAK   Baterai ion litium adalah jenis baterai isi ulang yang memiliki kapasitas tinggi, potensi elektrokimia yang baik, dan daya tahan yang kuat. Perkembangan LiFePO4 sebagai material katoda baterai ion litium semakin meningkat dengan adanya beberapa teknik tambahan dalam proses sintesis untuk meningkatkan performa seperti teknik pelapisan dan penyisipan atom. Hal tersebut mempengaruhi volume kristal, serta sifat elektrokimia material berbasis LiFePO4. Metode pelapisan yang menunjukkan peningkatan nilai kapasitansi material berbasis LiFePO4. Sedangkan pada metode penyisipan atom, beberapa penelitian menggunakan atom Ce, Ru, Co, Na, Si, Mn, Zn dan In untuk disisipkan di atom Fe, Li, atau P pada material berbasis LiFePO4. Hasil yang diperoleh dari beberapa penelitian tentang sintesis material katoda LiFePO4 menunjukkan adanya peningkatan kapasitas discharging dan peningkatan volume kristal olivine, sehingga teknik pelapisan dan penyisipan ini dapat digunakan untuk peningkatan performa elektrokimia.   Kata  kunci: LiFePO4, Pelapisan, Penyisipan, Volume Kristal, Kapasitansi   ABSTRACT   Lithium-ion batteries are a type of rechargeable battery that has high capacity, good electrochemical potential, and strong durability. The development of LiFePO4 as a cathode material for lithium-ion batteries has been increasing with the addition of several techniques in the synthesis process to enhance performance, such as coating and atom insertion techniques. These techniques affect the crystal volume and the electrochemical properties of LiFePO4-based materials. Coating methods have shown improvements in the capacitance values of LiFePO4-based materials. Meanwhile, in atom insertion methods, some studies have used Ce, Ru, Co, Na, Si, Mn, Zn, and In atoms to be inserted into Fe, Li, or P atoms in LiFePO4-based materials. Results from several studies on the synthesis of LiFePO4 cathode materials have shown an increase in discharge capacity and an increase in the volume of olivine crystals, indicating that coating and insertion techniques can be used to improve electrochemical performance.   Keywords: LiFePO4, Doping, Coating, Crystal Volume, Capacity
Mengukur Gaya Gravitasi Bumi dengan Menggunakan Metode Ayunan Sederhana dan Pipa U Marwiyah Nst, Masringgit Marwiyah Nst
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.67-73

Abstract

ABSTRAK   Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan yang dinamakan getaran. Jika ada gempa bumi di tempat kita berpijak mengalami getaran maka kita mengatakan bahwa bumi bergetar. Getaran seperti itu sebenarnya dihasilkan oleh benda yang mengalami gangguan sehingga ia bergerak boalk-balik di antara titik keseimbangannya. Apabila getaran tersebut menjalar ke benda-benda lainnya, maka terjadilah rambatan getaran yang disebut gelombang. Percobaan dengan alat pratikum ayunan sedrhana dan pipa U ini bertujuan untuk menentukan besarnya gaya gravitasi bumi, menghitung timggi ayunan (h), waktu ayunan(t) dan perioda ayunan (T). Pratikum dilakukan dengan mengamati perubahan nilai gaya gravitasi  bumi dengan menambah tinggi ayunan dan air pada pipa U Prinsip kerja pada alat pratikum ini dalah dengan memutar tali yang di ikatkan pada pipa dengan memvariasikan panjang tali.   Kata  kunci: Gaya Gravitasi, Ayunan Sederhana, Pipa U   ABSTRACT   In everyday life we ​​often find things called vibrations. If there is an earthquake where we stand there is a vibration then we say that the earth is shaking. Such vibrations are actually produced by objects experiencing disturbances so that they move back and forth between their balance points. If these vibrations spread to other objects, a vibration propagation occurs which is called a wave. This experiment using a simple swing practical tool and a U pipe aims to determine the magnitude of the earth's gravitational force, calculate the swing height (h), swing time (t) and swing period (T). The practicum is carried out by observing changes in the value of the earth's gravitational force by increasing the height of the swing and the water in the U pipe. The working principle of this practicum tool is to rotate the rope tied to the pipe by varying the length of the rope.   Keywords: Gravity Force, Simple Swing, U Pipe      

Page 1 of 1 | Total Record : 5