cover
Contact Name
Aprina Defianti
Contact Email
aprina.defianti@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkf@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman Kandang Limun, Bengkulu, 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kumparan Fisika
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26851806     EISSN : 26551403     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ini adalah artikel penelitian terhadap pembelajaran fisika dan keilmuan fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2: Agustus 2025" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERPIKIR KRITIS PADA MATERI BUMI DAN TATASURYA Putra, Niki Dian Permana; Harahap, Aulia Ilal Hamdi
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.41-50

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Andalan Pekanbaru dengan 25 siswa di kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes berpikir kritis yang valid dan reliabel, untuk mengetahui daya beda, tingkat kesukaran serta keberfungsian pengecoh (distraktor) dari instrumen tes berpikir kritis yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan instrumen tes berpikir kritis pada materi bumi dan tata surya yang terdiri dari 20 soal (10 pilihan ganda, 10 esay). Penelitian ini merupakan penelitian jenis R&D (research and development) dengan menggunakan model ADDIE (analysis, design, develop, implementation, evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara yang dilakukan terhadap narasumber yaitu salah satu guru IPA di lokasi penelitian. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis kualitatif digunakan untuk uji validitas empiris dan analisis kuantitatif digunakan untuk uji validitas butir soal, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran dan distraktor. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk uji validitas yang telah dilakukan oleh 5 validator yang terdiri dari 3 dosen dan 2 guru IPA, baik validitas empiris maupun validitas butir soal sudah memenuhi kriteria valid. Adapun hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan diketahui bahwa instrumen tes sudah memenuhi kriteria reliabel. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen tes berpikir kritis yang telah dihasilkan oleh peneliti layak untuk digunakan dalam proses evaluasi pembelajaran di sekolah.   Kata  kunci: Instrumen tes, Berpikir kritis, Bumi dan tata surya   ABSTRACT   This research was carried out at MTsN 1 Andalan Pekanbaru with 25 students in class VIII. This research aims to produce a critical thinking test instrument that is valid and reliable, to determine the different power, level of difficulty and the function of distractors from the critical thinking test instrument produced. This research produced a critical thinking test instrument on earth and solar system material consisting of 20 questions (10 multiple choice, 10 essays). This research is an R&D (research and development) type research using the ADDIE (analysis, design, develop, implementation, evaluation) model. The data collection technique used was interviews conducted with the resource person, namely one of the science teachers at the research location. The analysis technique in this research uses qualitative and quantitative analysis, qualitative analysis is used to test empirical validity and quantitative analysis is used to test the validity of question items, reliability, differentiability, level of difficulty and distractors. Based on the results of research that has been carried out to test validity which has been carried out by 5 validators consisting of 3 lecturers and 2 science teachers, both empirical validity and the validity of the question items have met the valid criteria. As for the results of the reliability tests that have been carried out, it is known that the test instruments have met the reliability criteria. Based on the results of this analysis, it can be concluded that the critical thinking test instrument that has been produced by researchers is suitable for use in the learning evaluation process in schools.   Keywords: Test instruments, Critical thinking, Earth and solar system
Pendekatan Numerik Terhadap Dinamika Transpor Ion Ca²⁺ dan K⁺ dalam Sistem Saraf Akson Berbasis Model Morris-Lecar dengan Metode ODE45 Ahda, Netriani Veminsyah; Utama, Tiara Hardyanti
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.33-40

Abstract

ABSTRAK   Pemodelan transpor ion dalam sistem saraf sangat penting untuk memahami mekanisme potensial aksi dan dinamika membran sel. Penelitian ini menyajikan simulasi dinamika potensial membran akson berdasarkan model Morris-Lecar, yang merepresentasikan aktivitas neuron dengan memasukkan kontribusi utama dari ion K⁺ (Kalium) dan Ca²⁺ (Kalsium). Simulasi dilakukan menggunakan metode numerik ODE45 pada platform Matlab. Model ini mencakup dua variabel utama: potensial membran dan variabel saluran ion (K⁺ dan Ca²⁺), yang diturunkan dari sistem persamaan diferensial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model Morris-Lecar secara efektif merepresentasikan osilasi dan ambang eksitabilitas neuron dalam menanggapi stimulus arus. Pengaruh dominan ion Ca²⁺ terhadap proses depolarisasi serta peran ion K⁺ dalam repolarisasi juga ditunjukkan secara kuantitatif. Dengan pendekatan ini, metode ODE45 terbukti stabil dan efisien dalam menangani dinamika neuron yang kompleks. Studi ini memberikan dasar yang kuat untuk analisis lebih lanjut dalam neurofisiologi komputasional dan pemodelan biologi seluler.   Kata  kunci : Transpor Ion, Model Morris-Lecar, Metode ODE45.   ABSTRACT   Modeling ion transport in the nervous system is essential to understanding the mechanisms of action potentials and cell membrane dynamics. This study presents simulations of axon membrane potential dynamics based on the Morris-Lecar model, which uses K⁺ (potassium) and Ca²⁺ (calcium) ions to represent neuronal activity. The simulations were performed using the ODE45 numerical method on the MATLAB platform. The model comprises two primary variables: the membrane potential and the ion channel variables (K⁺ and Ca²⁺), which are derived from a system of differential equations. The simulation results demonstrate that the Morris-Lecar model accurately represents neuronal oscillation and excitability thresholds in response to a current stimulus. The simulations also quantitatively demonstrated the dominant influence of Ca²⁺ ions on depolarization and the role of K⁺ ions in repolarization. This approach proved the ODE45 method to be stable and efficient in handling complex neuronal dynamics. This study provides a solid foundation for further computational neurophysiology and cellular biology modeling analysis.   Keyword: Ion transport, Morris-Lecar model, ODE45 method.
INTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL “KUCING-KUCING” DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: KAJIAN DESKRIPTIF DAN EKSPERIMEN BERBANTUAN TRACKER Defianti, Aprina; Heriansyah, Heriansyah
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.51-60

Abstract

ABSTRAK   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Kata  kunci—Konsep Fisika, Permainan Kucing-kucing, Tracker, Pembelajaran Fisika   ABSTRACT   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Keywords—Physics Concepts, Kucing-kucing Game, Tracker, Physics Learning
ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS X MELALUI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR BERBASIS INOVASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU Tianita, Tianita; Sinulingga, Wika Aryani; Purwanto, Andik; Sianturi, Nimrod M.
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.61-66

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran fisika di abad ke-21 menuntut strategi yang mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui keterlibatan aktif siswa. Observasi awal di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pembelajaran fisika masih berpusat pada guru sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X melalui penerapan pembelajaran inovatif dalam Program Asistensi Mengajar (AM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest pada tiga kelas, yaitu X.A, X.B, dan X.C. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Program pembelajaran inovatif mencakup penggunaan Problem-Based Learning (PBL), pendekatan deep learning, media visual, simulasi digital, dan asesmen interaktif berbasis Kahoot. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai di ketiga kelas, dari rentang pretest 43,5–48 menjadi 68,9–70,2 pada posttest. Ketuntasan belajar meningkat dari 2,9%–15% menjadi 35%–56%. Analisis menggunakan Normalized Gain (N-gain) menunjukkan kategori peningkatan sedang dengan nilai 0,42–0,44. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran melalui Program AM berkontribusi dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa, meskipun peningkatan belum mencapai ketuntasan klasikal. Kata kunci— hasil belajar, inovasi pembelajaran, problem-based learning, asesmen interaktif ABSTRACT Physics education in the 21st century requires strategies that can improve conceptual understanding through active student engagement. Initial observations at SMA Negeri 11 Kota Bengkulu show that physics education is still teacher-centered, resulting in low student learning outcomes. This study aims to analyze the improvement in physics learning outcomes of 10th grade students through the application of innovative learning in the Teaching Assistance Program (AM). The study used a quantitative method with a One Group Pretest-Posttest design in three classes, namely X.A, X.B, and X.C. The research instrument was a multiple-choice test administered before (pretest) and after the treatment (posttest). The innovative learning program included the use of Problem-Based Learning (PBL), a deep learning approach, visual media, digital simulations, and Kahoot-based interactive assessments. The results showed an increase in the average scores in all three classes, from a pretest range of 43.5–48 to a posttest range of 68.9–70.2. Learning completeness increased from 2.9%–15% to 35%–56%. Analysis using Normalized Gain (N-gain) showed a moderate improvement category with a value of 0.42–0.44. These findings indicate that the application of learning innovation through the AM Program contributes to improving students' physics learning outcomes, although the improvement has not yet reached classical completeness. Keywords— learning outcomes, learning innovation, problem-based learning, interactive assessment
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMPN 11 KOTA BENGKULU Triana, Yorika; Nursaadah, Euis; Uliyandari, Mellyta; Nirwana, Nirwana; Defianti, Aprina
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran merupakan kegiatan mengajar dan belajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik yang direncanakan dan dievaluasi dengan sistematis, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran diperlukan pemahaman konsep agar peserta didik dapat memecahkan permasalahan yang ada. Pemahaman konsep yang kurang baik disebabkan karena siswa tidak memahami konsep yang telah dipelajarinya, sehingga mengalami kesulitan dalam memahami konsep baru. Salah satu materi yang sulit dipahami pada pembelajaran IPA adalah materi getaran dan gelombang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran/profil pemahaman konsep peserta didik pada materi getaran dan gelombang di SMPN 11 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 11 Kota Bengkulu dan Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi instrumen penelitian, analisis instrumen dan analisis hasil tes. Hasil penelitian ini yaitu pemahaman konsep peserta didik siswa kelas IX SMP Negeri 11 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang dengan persentase 33%. Dimana ada 17 siswa dengan persentase 7,6% siswa yang memiliki pemahaman konsep kategori tinggi. Sedangkan pada kategori sedang ada 144 siswa dengan persentase 64,6%. Serta ada 62 siswa yang memperoleh kategori rendah dengan persentase 27,8% artinya ada sebanyak 62 siswa belum memahami konsep getaran dan gelombang. Kata Kunci : Analisis, Pemahaman Konsep, Getaran dan Gelombang ABSTRACT The learning process is a teaching and learning activity carried out by teachers and students which is planned and evaluated systematically, so that learning objectives are achieved effectively and efficiently. In the learning process, it is necessary to understand concepts so that students can solve existing problems. Poor understanding of concepts is caused by students not understanding the concepts they have studied, so they have difficulty understanding new concepts. One of the materials that is difficult to understand in science learning is vibrations and waves. The aim to be achieved in this research is to find out the picture/profile of students' understanding of concepts in vibration and wave material at SMPN 11 Bengkulu City. This research is a type of descriptive research. The population in this study were all students of SMPN 11 Bengkulu City and the sample for this research was all class IX students of SMPN 11 Bengkulu City. Data collection techniques include interviews, tests and documentation. Data analysis techniques include research instruments, instrument analysis and test result analysis. The results of this research are that students' understanding of concepts in class IX of SMP Negeri 11 Bengkulu City is in the medium category with a percentage of 33%. Where there are 17 students with a percentage of 7.6% of students who have a high category of concept understanding. Meanwhile, in the medium category there were 144 students with a percentage of 64.6%. And there were 62 students who received the low category with a percentage of 27.8%, meaning that 62 students did not understand the concept of vibrations and waves. Keywords: Analysis, Understanding concepts, vibrations and waves

Page 1 of 1 | Total Record : 5