cover
Contact Name
Nani Darmayanti
Contact Email
n.darmayanti@unpad.ac.id
Phone
+6282130179000
Journal Mail Official
n.darmayanti@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjara Jalan Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor Kabupaten Sumedan 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metahumaniora
ISSN : 20854838     EISSN : 26572176     DOI : 10.24198/metahumaniora
Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Metahumaniora adalah kajian dalam rumpun ilmu humaniora, meliputi bidang bahasa (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik interdisipliner), sastra, filologi, sejarah, dan kajian budaya. Metahumaniora diterbitkan pertama kali pada 10 Februari 2012 dalam versi cetak dengan nomor ISSN 2085-4838. Dan seiring dengan perkembangan sistem teknologi dalam bidang literasi, pada tanggal 12 April 2019 Jurnal Metahumaniora telah menggunakan Online Journal System (OJS) dengan nomor EISSN 2657-2176. Redaksi menerima tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Naskah yang diserahkan harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta sesuai dengan format penulisan yang telah ditetapkan (rujuk format penulisan). Penerbitan Metahumaniora dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu April, September, dan Desember. Meskipun demikian, penerimaan naskah dilakukan sepanjang tahun. Proses penyerahan, penilaian, dan penerbitan naskah seluruhnya dilakukan secara online. Metahumaniora menerapkan proses peer review. Semua artikel yang dikirimkan akan direview secara tertutup (blind review) oleh para mitra bestari. Pada umumnya, setiap artikel akan direview oleh satu sampai dua orang reviewer. Tanggapan dari para reviewer ini akan dijadikan landasan bagi Editor untuk menentukan apakah suatu artikel dapat diterima (accepted), diterima apabila direvisi (accepted with major/minor revision), atau ditolak (rejected).
Articles 263 Documents
Perbandingan Teks Cerita Aji Saka dalam Tradisi Tulis Masyarakat Sunda Mamat Ruhimat
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23324

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian secara filologis dan resepsi terhadap teks-teks Cerita Aji Saka (CAS) yang terdapat di dalam khazanah pernaskahan Sunda lama. Penelitian terhadap CAS ditujukan untuk mendapatkan suntingan teks, hubungan antarteks,  dan tanggapan masyarakat terhadap cerita tersebut. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kritik teks objektif dan metode interteks. Metode objektif digunakan untuk merunut silsilah naskah. Metode interteks digunakan untuk membandingkan versi-versi CAS sehingga dapat diketahui dari sumber mana versi-versi itu berasal. Naskah-naskah Sunda yang memuat CAS di dalam penelitian ini ada sebelas naskah. Hasil perbandingan antarteks menunjukkan bahwa Cerita Aji Saka sangat populer dalam tradisi tulis masyarakat Sunda. Di dalam naskah Sajarah Galuh, buku Gandasari, Sekar Aosan, dan roman Mantri Jero tokoh Aji Saka dilegitimasi sebagai tokoh sejarah yang benar-benar ada dan hidup pada abad ke-5 Masehi yang peranannya sangat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pembacanya untuk meneladani budi pekerti dari peristiwa yang terjadi pada Cerita Aji Saka.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Cece Sobarna
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20697

Abstract

AbstrakPemerintah Republik Indonesia menjamin hak seluruh warga negera Indonesiamendapat pendidikan. Komitmen ini dengan jelas tertuang pada pasal 31 ayat (1)UUD 1945 yang berbunyi bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.”Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa warga negara yang dimaksud didalam Undang-Undang Dasar 1945 itu mencakup seluruh rakyat Indonesia dengankondisi apapun tidak terkecuali, termasuk anak berkebutuhan khusus. Mekanismepelaksanaan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus kemudian diatur dalamperaturan-peraturan pemerintah. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwapemerintah bersungguh-sungguh dalam memberikan hak pendidikan bagi warganegaranya yang dianggap kurang beruntung karena kondisi fisik dan atau mentalmereka. Materi pendidikan apa yang diperlukan bagi anak berkebutuhan khususmenjadi tantangan berikutnya yang harus ditanggulangi bersama. Dengan tujuan akhirmeluluskan siswa berkebutuhan khusus yang mandiri dalam berkehidupan sosialdi masyarakat, sekolah-sekolah khusus seperti SLB (Sekolah Luar Biasa) melakukanberbagai upaya dan salah satunya adalah melalui pendidikan keterampilan dan senibudaya. Bagaimana pendidikan ini diberikan di SLB bagi siswa berkebutuhan khususmenjadi hal yang ingin diungkap melalui tulisan ini. Selama kurang lebih 8 bulanturut terjun langsung berbagi pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diperolehhasil bahwa pendidikan keterampilan dan seni budaya seperti prakarya, tata boga,dan seni budaya mampu mendorong siswa berkebutuhan khusus menjadi terampildan diharapkan keterampilan yang telah mereka miliki tersebut mampu membuatpara siswa tersebut kelak mandiri terjun ke masyarakat.Kata kunci: siswa berkebutuhan khusus, pendidikan keterampilan dan seni budaya,Sekolah Luar Biasa, UUD 1945AbstractThe government of The Republic of Indonesia guarantees that every Indonesian citizenhas a right to get an education. This commitment is strongly stated in The Constitution of theRepublic of Indonesia of 1945 Article 31 (1) that “Each citizen has the right to an education.”The content of The Constituion indicates that the citizen mentioned in the constitution refersto all Indonesian citizens in any condition without any exception including children of specialneeds. How the mechanism of the education for children of special needs is implemented is thenregulated in the Government Regulation. These efforts show that Indonesian government takesthis matter seriously in order that its citizens who are considered to be not fortunate due to theirphysical and or mental condition get their right in education. What kind of education needed forthem becomes the next challenge that has to be managed together with all authorities. In orderto achieve the standard objective for the graduated students of special needs that they have to be self-seficient, independent in their social life among societies, Special Needs Schools ‘SLB’implement some efforts and one of them is by givingthe education of Skill, Art and Culture intheir curriculum. How this education is given in Special Needs Schools for students of specialneeds becomes the main issue that is described in this paper. By taking part in giving thiseducation in these schools for about 8 months, it can be identified that through the education ofSkill, Art and Culture, the skills like culinary training and the art projects are able to stimulatethe students of special needs to be skillful and by obtaining these skills, it is expected that thestudents of special needs can be independent, self-sufficient in their social life in societies.Keywords: students of special needs, the education of Skill, Art and Culture, SpecialNeeds Schools, The Constitution of the Republic of Indonesia of 194
Mengenal Bahasa dan Budaya Asing dengan Bernyanyi dan Bermain Bersama Siswa SDN Desa Pantai Bahagia 02 Muara Gembong Erlina Erlina
Metahumaniora Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i2.18836

Abstract

ABSTRAKAda banyak cara bagi anak-anak untuk belajar, salah satu diantaranya melalui bermaindan bernyanyi. Apapun yang mereka pelajari, metode ini dapat dianggap sebagai metode yangpaling efektif sekaligus menyenangkan. Karena bermain dan bernyanyi adalah bagian darikehidupan anak-anak, masa kanak-kanak, dinamika belajar ini sesuai untuk mengembangkandaya pikir anak-anak melalui tawa ria. Tak ada yang harus mereka khawatirkan, tak perlumenghapalkan aturan-aturan dalam tatabahasa, tak harus menghapalkan kosa kata yangrumit; mereka dapat melupakan semua kesulitan yang dapat membayangi keceriaanmereka tersebut, yang perlu mereka lakukan hanyalah untuk bergabung bersama dengananak-anak lain untuk mengulangi syair-syair yang dinyanyikan, mengikuti gerakan-gerakanyang dicontohkan sambil bernyanyi riang. Ada lebih dari lima puluh siswa sekolah dasar,dari SDN 02, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, turut berpartisipasi di lokasi tempatpelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat se Universitas Padjadjaran SuperCamp 2017untuk mengikuti pengenalan bahasa dan budaya asing. Pengenalan bahasa dan budaya asingmelalui bermain dan bernyanyi ini sebagai bagian dari wujud nyata pengabdian masyarakatFakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran memperlihatkan efek-efek yang positif;anak-anak berpartisipasi penuh karena mereka menganggap mereka tidak sedang belajartapi sedang bermain, mereka paham apa yang harus mereka lakukan meskipun instruksidiberikan dalam bahasa asing, mereka memberikan perhatian penuh pada penjelasanyang diberikan karena mereka tidak ingin ketinggalan gerakan-gerakan yang mereka inginlakukan, dan segala sesuatunya menjadi mudah manakala mereka melakukannya sambilbersenang-senang dan bergembira berkumpul bermain bersama yang lain.Kata kunci: bernyanyi, bermain, Super Camp 2017, SDN Desa Pantai Bahagia 02ABSTRACTThere are many ways for children to learn, one of them is through playing andsinging. No matter what subject they learn, this method can be identified as the most effectiveway as well as fun. Since playing and singing is a part of their life, a childhood life, the dynamicof learning is appropriate to develop their mind through laughter and cheers. They shouldnot worry about memorizing any rules of grammar, any complicated vocabularies; they canforget the hardship surrounding them, all they need to do is just to come along by repeating,imitating, and making some moves while singing. There are more than fifty students of primaryschool, SDN 02, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, the location of Unpad’s SuperCamp2017 join the activity, the introduction of foreign language and culture. The introduction tosome foreign languages and cultures through playing and singing which is given as a partof Universitas Padjadjaran’s community service, ‘Pengabdian Kepada Masyarakat’, showspositive effects; the children participate fully as they feel like they are not studying but264 | METAHUMANIORA, Vol. 7, Nomor 2 September 2017: 263—272Erlina, 2Yuyu Yohana Risagarniwa, 3Taufik Amperaplaying, they understand what to do though the instruction is in foreign languages, they payattention to the explanation as they do not want to miss the move they want to do. Andanything becomes easy when they are having fun and happy gathering together with others.Keywords: singing, playing, SuperCamp 2017, SDN Desa Pantai Bahagia 02
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PROSES KELAHIRAN DENGAN TEKNIK HIPNOSIS (HYPNOBIRTHING) Angga Sekarsany; Nani Darmayanti; Tatang Suparman
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi serta mengetahui penanda tindak tutur ilokusi yang terjadi pada tuturan bidan kepada pasiennya dalam proses kelahiran dengan teknik hipnosis (hypnobirthing). Pada penelitian kali ini penulis akan menganalisis jenis dan penanda tindak tutur ilokusinya. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori yang dikembangkan oleh Jhon R. Searle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dan menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 32 data yang dianalisis, terdapat 3 jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, dan ekspresif. Di samping itu, ditemukan penanda dalam jenis tindak tutur ilokusi dengan jumlah 45 penanda yang terdiri dari adjektiva, adverbia, frasa adjektival, frasa nominal, frasa preposisional, frasa verbal, kategori fatis, nomina, pronomina, verba, dan verba kopula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses kelahiran dengan teknik hipnosis (hypnobirthing), seorang bidan memanfaatkan tindak tutur ilokusi dalam strategi tuturannya. Dalam hal tersebut seorang bidan dominan menggunakan tindak tutur asertif dan direktif serta penanda tindak tutur ilokusi yang dominan merupakan verba.
Aspek Biografis Achdiat Karta Mihardja dalam Novel Manifesto Khalifatullah Irfan Hadi Nugraha
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18879

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas aspek biografis pengarang dalam karya sastra yangditulisnya. Objek yang diteliti adalah novel Manifesto Khalifatullah (2005) karya AchdiatKarta Mihardja. Teori yang digunakan untuk meneliti permasalahan tersebut adalahteori sosiologi pengarang yang ditulis oleh Rene Wellek dan Austin Warren. Metodeyang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian,diketahui bahwa tokoh utama dalam novel memiliki banyak kesamaan biografi denganpengarangnya, baik itu latar belakang sosial, sumber ekonomi, maupun ideologi.Pertama, latar belakang sosial antara tokoh utama dengan penulisnya memilikikecocokan dalam hal tempat tinggal, lingkungan keluarga, pendidikan, usia, kondisifisik, kondisi psikis, serta identitas. Kedua, sumber ekonomi antara tokoh utama denganpenulisnya menunjukkan dua kesamaan, yaitu pengajar sastra di Australian NationalUniversity (ANU) serta penulis novel Atheis dan Manifesto Khalifatullah. Ketiga, ideologiantara tokoh utama dengan penulisnya memiliki kesamaan, yaitu menentang ideologikapitalisme-sekuler dan menjunjung ideologi Pancasila yang berketuhanan.Kata kunci: Achdiat, biografi, pengarang, tokoh “saya”.AbstractThis article discusses the biographical aspects of the authors in his literary work. Theobject of study is a novel Manifesto Khalifatullah (2005) by Achdiat Karta Mihardja. The theoryused to discuss the problem is the author’s sociological theory by Rene Wellek and AustinWarren. The method used is analytical descriptive method. Based on the research results, thebiographical aspects of the main character in the novel and the biographical aspects of the authorhad many similarities in the background, the economic source, and the ideology. First, the socialbackground beetwen the main character in the novel and its author had in common in terms ofresidence, family environment, education, age, physical condition, psychological condition, andidentity. Second, economic resources between the main character and its author produced twosimilarities, namely literature lecturer at the Australian National University (ANU) and theauthor of the novel Atheis and Manifesto Khalifatullah. Third, ideology of the main characterand its author showed two similarities, namely confronting capitalism-secular ideology andupholding the ideology of Pancasila on theocentric.Keywords: Achdiat, author, biography, character
Tubuh dan Seksualitas Perempuan dalam Iklan Resik V dan Sumber Ayu Mayang Nurmala Indah
Metahumaniora Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i2.18826

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tubuh dan seksualitas perempuan dalam iklan ResikV dan Sumber Ayu. Iklan yang diteliti adalah Resik V Khasiat Manjakani versi InnekeKhoeserawati dan Sumber Ayu Sabun Daun Sirih versi Dian Nitami. Penelitian inimenggunakan pendekatan semiotika, dengan mengkaji tanda-tanda pada iklan di dalamdata tekstual maupun visual baik secara denotatif dan konotatif. Tujuan penelitian iniadalah untuk memperoleh gambaran mengenai tubuh dan seksualitas perempuan didalam iklan. Penelitian ini menunjukkan bahwa genitalia perempuan ditempatkan sebagairepresentasi keseluruhan diri perempuan. Penggambaran seksualitas perempuan didalam iklan menunjukkan beberapa kecenderungan yaitu perempuan sebagai penjagakeharmonisan rumah tangga, sebagai penjamin terpenuhinya hasrat seksual laki-laki,serta adanya tuntutan bagi perempuan untuk mempertahankan kemudaan tubuh danseksualitasnya. Kedua iklan juga mengerucutkan perempuan pada fungsinya sebagaiistri yang mengurusi suami serta pada fungsi domestik sebagai pengurus rumah tangga.Kata Kunci: iklan, perempuan, seksualitas, semiotika, tubuhABSTRACTThis research discusses body and sexuality of woman in Resik V and Sumber Ayuadvertising. Spesifically, the ads discussed here are Resik V Khasiat Manjakani in InnekeKoesherawati’s version and Sumber Ayu Sabun Daun Sirih in Dian Nitami’s version. This researchapplies semiotic approach in which the signs in textual and visual data are examined in thedennotatif and connotatif order. The aim of this research is that to find out how women’s bodyand sexuality are represented in Resik V and Sumber Ayu. This research shows that woman’sgenital organ is positioned as the representation of the whole woman’s Self. The description ofwomen’s sexuality in both advertisings points out several tendencies which are as follows. Firstly,woman is positioned as a person who is responsible to keep the marriage in harmony. Secondly,woman is pictured as person who guarrantees the fulfilment of man’s sexual desire. Thirdly, theads indicate a demand on woman to keep their body and sexuality young and fresh. It can also besaid that both Resik V and Sumber Ayu narrow the function of woman as wife who is in chargein serving their husband well and focus to highlight the domestic function of woman.Keywords: advertising, body, semiotics, sexuality, woman
STRATEGI KESANTUNAN TINDAK TUTUR DIREKTIF PEMILIK BISNIS JASA WEDDING ORGANIZER DALAM PESAN WHATSAPP Fathiyyah Sekar Widiasri
Metahumaniora Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i3.31012

Abstract

Selain prinsip kerja sama, kesantunan berbahasa merupakan hal yang diperlukan dalam suatu tindak komunikasi. Kesantunan berbahasa ini dapat dilihat dari strategi kesantunan yang digunakan oleh penutur saat berinteraksi dengan lawan tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan pada pesan antara pemilik bisnis dengan klien dan rekan kerjanya. Teori yang digunakan adalah teori strategi kesantunan menurut Brown dan Levinson (1987). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatis. Sumber data pada penelitian ini adalah pesan yang dikirim melalui WhatsApp antara pemilik bisnis dengan klien dan rekan kerjanya di dalam bisnis jasa Wedding Organizer (WO). Tahap penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh penutur yang terbagi menjadi: 1) strategi kesantunan positif sebanyak 15 data; 2) strategi kesantunan negatif sebanyak 5 data; dan 3) strategi tidak langsung sebanyak 5 data.
FILM INDUCED TOURISM DAN DESTINASI WISATA DI INDONESIA Rd Muhammad Mulyadi; Linda Sunarti
Metahumaniora Vol 9, No 3 (2019): METAHUMANIORA, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i3.25810

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sumber penting bagi devisa negara. Hal tersebut menyebabkan negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk mempromosikan pariwisatanya karena ketatnya persaingan pariwisata dalam dunia internasional. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke negaranya masing-masing. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui film yang dipandang cukup efektif dalam mempromosikan daerah-daerah tujuan wisatanya. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, beberapa negara dengan jumlah wistawan yang besar mengakui bahwa salah satu faktor pendorong wisatawan untuk berwisata ke negaranya adalah melalui film. Film dipandang sebagai media yang lebih efektif daripada menggunakan cara-cara tradisional seperti brosur dan iklan-iklan khusus lainnya, karena film dapat menjangkau jutaan orang, bertahan lama, dan memengaruhi orang-orang tanpa menyadari bahwa hal tersebut merupakan suatu promosi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan film sebagai promosi pariwisata, dampak film terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, terutama dampak mengenai film dan promosi pariwisata di Indonesia.Sumber yang digunakan dalam penelitian adalah tulisan tulisan ilmiah dalam bentuk artikel maupun proseding seminar dan film-film yang terkait erat dengan pokok kajian penelitian. Penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya dampak film terhadap beberapa destinasi wisata di Indonesia.Yogyakarta, Belitung dan Bali adalah destinasi wisata yang diinduksi oleh film.  
Subjektivitas Perempuan: Pekerja Seks dalam Tiga Karya Utuy Tatang Sontani Ritma Fakhrunnisa; Lina Meilinawati Rahayu; Muhamad Adji
Metahumaniora Vol 9, No 1 (2019): METAHUMANIORA, APRIL 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i1.22872

Abstract

Penelitian ini mengambil topik subjektivitas perempuan pekerja seks dalam tiga karya Utuy Tatang Sontani: Selamat Jalan Anak Kufur, “Menuju Kamar Durhaka”, dan “Doger”. Tiga pekerja seks tersebut ditampilkan melalui tokoh Titi, Aku, dan Selendang Merah. Dengan menggunakan metode kritik feminis yang berfokus pada isu tubuh dan ruang perempuan, pembahasan dibagi menjadi dua bagian yang berkaitan dengan tubuh, ruang, dan subjektivitas pekerja seks. Berdasarkan hasil analisis dapat dimaknai bahwa: (1) tubuh dan ruang pekerja seks ditampilkan sebagai aset ambivalen dalam posisinya sebagai subjek dan objek; (2) posisi subjek-objek yang bahagia berkaitan erat dengan perspektif yang digunakan tokoh dalam memandang pekerja seks. Oleh sebab itu, dapat diargumentasikan bahwa Utuy memosisikan tiga tokoh perempuannya dalam posisi subjek dan objek yang tidak ajek.This research talks about the subjectivity of women sex workers in Utuy Tatang Sontani’s works titled Selamat Jalan Anak Kufur, “Menuju Kamar Durhaka”, and “Doger.” Women sex worker are portrayed through characters named Titi, Aku, and Selendang Merah. By using a feminist literary criticism method that focuses on women’s body and space, the discussion has been divided into two sections related to body, space, and subjectivity of the sex workers. Body and space are the crucial aspects for the characters in Utuy’s works when achieving their status as a subject. Based on the results of the analysis it can be interpreted that: (1) the bodies and spaces of the sex workers are depicted as an ambivalent asset in their position both as subject and object; (2) the position of happy subject-object status of the sex workers is closely related to the perspective used by the character in looking at sex workers. Therefore, it can be argued that Utuy positioned the three women characters in the position of subjects and objects that were not fixed.
MODEL PENGEMBANGAN DAN POTENSI AGROWISATA KAMPER BERBASIS DATA ARKEOLOGIS DAN SEJARAH DI BARUS Muhamad Alnoza
Metahumaniora Vol 10, No 2 (2020): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i2.28274

Abstract

Kamper adalah komoditas rempah yang amat dikenal bagi dunia internasional di masa lampau. Minyak dari getahnya yang harum membuatnya diburu oleh pelbagai pedagang di dunia. Barus sebagai kota pesisir di barat Sumatera adalah penghasil kamper terbaik. Namun, saat ini keberadaan kamper menjadi langka. IUCN (International Union for the Conservation Nature and Natural Resources) menyebutkan bahwa kamper saat ini telah memasuki masa yang amat kritis dan bahkan terancam punah. Tulisan ini membahas soal pengembangan agrowisata berbasis data arkeologis dan sejarah di Barus sebagai bentuk upaya pelestarian kamper serta pengembangan perekonomian daerah yang berkelanjutan. Tulisan ini secara lebih jelas mengangkat masalah akan model agrowisata yang seperti apa yang hendak dikembangkan di Barus beserta dengan potensi yang menyertainya. Dalam menjawab masalah tersebut, digunakan metode penelitian kualitatif. Proses yang pertama dilakukan adalah dengan mendeskripsikan potensi agrowisata berupa data  arkeologis serta sejarah yang berhubungan dengan Barus beserta kampernya. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap model agrowisata yang hendak dikembangjkan. Pada akhirnya dibuat kesimpulan mengenai potensi data sejarah serta arkeologis dari Barus serta model yang digunakan dalam pengembangan agrowisata di Barus.

Page 7 of 27 | Total Record : 263