cover
Contact Name
Nani Darmayanti
Contact Email
n.darmayanti@unpad.ac.id
Phone
+6282130179000
Journal Mail Official
n.darmayanti@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjara Jalan Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor Kabupaten Sumedan 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metahumaniora
ISSN : 20854838     EISSN : 26572176     DOI : 10.24198/metahumaniora
Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Metahumaniora adalah kajian dalam rumpun ilmu humaniora, meliputi bidang bahasa (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik interdisipliner), sastra, filologi, sejarah, dan kajian budaya. Metahumaniora diterbitkan pertama kali pada 10 Februari 2012 dalam versi cetak dengan nomor ISSN 2085-4838. Dan seiring dengan perkembangan sistem teknologi dalam bidang literasi, pada tanggal 12 April 2019 Jurnal Metahumaniora telah menggunakan Online Journal System (OJS) dengan nomor EISSN 2657-2176. Redaksi menerima tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Naskah yang diserahkan harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta sesuai dengan format penulisan yang telah ditetapkan (rujuk format penulisan). Penerbitan Metahumaniora dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu April, September, dan Desember. Meskipun demikian, penerimaan naskah dilakukan sepanjang tahun. Proses penyerahan, penilaian, dan penerbitan naskah seluruhnya dilakukan secara online. Metahumaniora menerapkan proses peer review. Semua artikel yang dikirimkan akan direview secara tertutup (blind review) oleh para mitra bestari. Pada umumnya, setiap artikel akan direview oleh satu sampai dua orang reviewer. Tanggapan dari para reviewer ini akan dijadikan landasan bagi Editor untuk menentukan apakah suatu artikel dapat diterima (accepted), diterima apabila direvisi (accepted with major/minor revision), atau ditolak (rejected).
Articles 263 Documents
METAFORA KONSEPTUAL CINTA DALAM ALBUM TAYLOR SWIFT: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Irwan Syah; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.23864

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan konseptualisasi metafora cinta dalam lirik lagu Taylor Swift. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dan kajian konseptual semantik kognitif. Penggunaan bahasa kiasan kini telah merambah pada dunia tarik suara, lirik lagu secara tidak sadar mengandung penggunaan metafora yang tak terlepas pada pengalaman pribadi penulis, khususnya masalah pecintaan. Penganalisisan bertujuan untuk melihat hubungan antara sistem konseptual dan struktur semantik yang terkandung pada bahasa yang digunakan penulis yang dituangkan pada lagu-lagunya. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa konseptualisasi yang ditemukan dalam metafora bertemakan cinta, antara lain konsep cinta sebagai tangisan, konsep cinta sebagai lagu, konsep cinta sebagai benda tersembunyi, konsep cinta sebagai suatu kebutuhan, konsep cinta sebagai keindahan, konsep cinta sebagai kesempurnaan.
Haiku dan Senryu dalam Puisi Bahasa Indonesia Indah Fitriani
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20715

Abstract

AbstrakHaiku yang merupakan puisi tradisional Jepang dikatakan sebagai genre puisi yang sedang digiatkan di Indonesia. Tidak hanya penyair, orang awam pun banyak yang tertarik dengan genre puisi Jepang ini. Haiku memiliki 17 suku kata yang terbagi dalam pola 5-7-5, terdiri atas 5 suku kata pada larik pertama, 7 suku kata pada larik kedua, dan 5 suku kata pada larik ketiga. Selain itu, yang menjadi ciri khas haiku adalah adanya kigo (kata-kata penanda musim) dan kireji (kata-kata pemotong yang menunjukkan jeda). Berkenaan dengan musim, Jepang dan Indonesia tentu memiliki musim yang berbeda. Kigo atau penanda musim inilah yang menjadi tantangan bagi para penyair haiku di Indonesiayang membuatpenulisan haiku di Indonesia seakan-akan menghilangkan ruhnya haiku. Penyair haiku di Indonesia lebih banyak membicarakan moral dan kritik daripada keindahan alam. Pada dasarnya, di Jepang bentuk haiku yang berbicara tentang moraltermasuk genre puisi tersendiri, yaitu senryu. Dengan menggunakan metode perbandingan, penulis akan meneliti perbedaan haiku dan senryu dalam puisi Indonesia.Kata kunci: haiku, senryu, puisi IndonesiaAbstractHaiku, which is traditional Japanese poetry, is said to be a genre of poetry that is being activated in Indonesia. Not only poets, many ordinary people are interested in this Japanese poetry genre. Haiku has 17 syllables divided into 5-7-5 patterns, or 5 syllables on the first array, 7 syllables on the second array, and 5 syllables on the third array. Besides, what characterized haiku is the presence of kigo (season marker words) and kireji (cutting words that show pauses). With regard to seasons, Japan and Indonesia certainly have different seasons. Kigo or this season marker is a challenge for haiku poets in Indonesia, so writing haiku in Indonesia seems to eliminate the spirit of haiku. Most haiku poets in Indonesia talk about morality and criticism rather than natural atmosphere. The form of haiku which talks about morality actually in Japan includes its own genre of poetry, namely senryu. Using the comparison method, the author will study the differences in haiku and senryu in Indonesian poetry.Keywords: haiku, senryu, Indonesian poetry
Secuil Sumbangsih Berarti Besar bagi Integrasi Bangsa: Kajian Penerjemahan Erlina Zulkifli Mahmud
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18869

Abstract

AbstrakJudul makalah ini adalah “Secuil Sumbangsih Berarti Besar Bagi IntegrasiBangsa: Kajian Penerjemahan”. Objek penelitian yang diungkapkan pada makalahini adalah istilah-istilah yang terkait pada kesatuan bangsa atau kenegaraan dalamBahasa Indonesia dengan padanannya dalam Bahasa Inggris. Bidang kajian ini adalahpenerjemahan. Tujuan penelitian ini adalah menyumbangkan secuil informasi yangbisa berarti besar bagi integrasi bangsa khususnya yang menyangkut pemilihanpadanan dalam penerjemahan istilah-istilah kenegaraan atau kesatuan bangsa dariBahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Data dianalisis dengan menggunakan “AnalisisKomponen Makna”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian padanan dalamBahasa Inggris pada terjemahan istilah-istilah kenegaraan atau kesatuan bangsa tidaksemuanya mencakup seluruh komponen makna yang terdapat dalam Bahasa Indonesiasehingga perlu disarankan untuk menggunakan tambahan informasi sebagaimana yangdisebut sebagai Descriptive Equivalent pada Kajian Penerjemahan bila padanan langsungtidak memadai untuk mewakili pesan yang hendak diungkap dalam bahasa Indonesia.Kata kunci: penerjemahan, analisis komponen makna, padanan, istilah kenegaraanAbstractThe tittle of this paper is Secuil Sumbangsih Berarti Besar Bagi Integrasi Bangsa: KajianPenerjemahan. ‘A Tiny Act for a Huge Dedication toward the Integration of Our Nation:Translation Studies’. The object of this research is words used as national administrativeterminologies in the Bahasa and their equivalents in the English Language. The purpose ofthis research is to dedicate a piece of information which is expected to give a huge role in thenational integration relating to the finding of proper equivalent in the field mentioned before.Data are analyzed based on the Componential Analysis. The research shows that not all Englishequivalents contain all semantic components possessed in the Bahasa therefore it is highly advisedto use additional information namely as a descriptive equivalent in Translation Studies if it isconsidered that the equivalent is not going to accommodate all necessary semantic components.Keywords: Translation, componential analysis, equivalent, national administrativeterminologies
Strategi Kesantunan Tuturan Ketidaksetujuan dalam Drama 101St Marriage Proposal Rima Adani
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23330

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan dalam tuturan ketidaksetujuan karena tuturan ketidaksetujuan dianggap tindakan tutur yang “tidak” diinginkan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan menyebabkan renggangnya hubungan sosial antarpeserta tutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan drama Jepang berjudul 101st Marriage Proposal sebagai sumber data. Berdasarkan  8 tuturan yang terkumpul, teridentifikasi bahwa terdapat 3 data ketidaksetujuan langsung yang terdiri dari 1 data dengan tuturan yang diungkapkan secara lugas dan 2 data menggunakan hedges, seperti modalitas epistemik ~darou dan ~mitai. Selain itu, terdapat 5 data ketidaksetujuan tak langsung yang terdiri dari 1 data yang diungkapkan dengan interjeksi saa; 1 data dengan backchannel keraguan hu~n; 1 data dengan partikel akhir yang menandakan keraguan, seperti ~kana; dan 2 data yang diungkapkan dengan menyatakan pendapat atau alasan yang bertolak belakang yang dimarkahi dengan konjungsi pertentangan demo dan tanpa pemarkah sama sekali.
Kesalahan Ejaan pada Hasil Ketikan Aksara Sunda di Komputer dengan Menggunakan Font Aksara Sunda Berbasis Silabis Rahmat Sopian
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20701

Abstract

AbstrakSejak diluncurkannya font aksara Sunda Unicode (SundaneseLatin) pada tahun2008, penggunaan aksara Sunda mulai memasuki wilayah-wilayah baru. AksaraSunda yang sebelumnya hanya ditemukan pada buku-buku dan karya seni, kinimulai digunakan untuk penulisan nama diri, instansi, jalan, dll. Bahkan, tidak sedikitjuga digunakan sebagai media kreativitas pada benda-benda untuk kepentingankomersial seperti pada kaus, stiker, dll. Namun, keberadaan font SundaneseLatin inidi sisi lain dikhawatirkan akan menimbulkan kesalahan hasil tik aksara Sunda. Haltersebut di antaranya disebabkan adanya perbedaan teknik pengetikan aksara Sundadi komputer dan kurang pahamnya masyarakat pengguna terhadap aksara Sunda itusendiri. Aksara Sunda yang bersifat silabis (satu lambang satu suku kata) memilikiteknik pengetikan yang berbeda pada komputer yang memiliki sifat pengetikan secarafonetis. Akibatnya, pada hasil ketikan font aksara Sunda sering ditemukan kesalahanmeskipun sebenarnya pada saat peluncuran font aksara Sunda sudah disertai petunjukteknis cara pengetikannya. Berdasarkan penelusuran kesalahan aksara Sunda saat iniditemukan pada buku, papan nama jalan, papan nama ruangan, spanduk, dll. Secarasingkat kesalahan yang terjadi berupa penambahan aksara vokal, ketidaktepatanpemilihan vokalisasi, dan kesalahan penggunaan aksara. Berdasarkan hal tersebut,dalam penelitian ini kami akan melakukan inventarisasi dan menganalisis kesalahankesalahanpengetikan aksara Sunda sehingga dapat ditemukan solusi untuk perbaikanfont aksara Sunda di kemudian hari. Adapun metode penelitian yang akan kami gunakanadalah metode kualitatif (Staruss dan Corbin, 2003). Dengan metode tersebut kami akanmelakukan penelitian lapangan dalam rangka mengumpulkan data kesalahan ejaanpada hasil ketikan yang menggunakan font aksara Sunda berbasis silabis. Data-datahasil penelitian lapangan selanjutnya akan diklasifikasi berdasarkan jenis objeknyadan dianalisis dengan berlandaskan pada ejaan yang berlaku saat ini (Djajasudarma,1987; Sudaryat, 2007; Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia, 2016). Kemudian,hasil analisis akan dijadikan dasar dalam pengkondisian (conditional) font aksara Sundadengan menggunakan software pembuat font sehingga dihasilkan karakter ataupun tatatulis font aksara Sunda yang sesuai dengan ejaan yang berlaku saat ini (Munir, 2007).Kata kunci: Kesalahan ejaan, aksara Sunda, font aksara Sunda.AbstractSince the Unicode Sundanese font script (Sundanese Latin) was launched in 2008,the use of Sundanese font script began to enter new territories. The script that was previouslyonly found in books and artworks now began to be used for writing proper names, agencies,roads, etc even it has been widely used as a medium of creativity in objects for commercialpurposes such as on t-shirts, stickers, etc. What becomes the concern about this on the other hand is that there may be some errors in the typing. This may be caused by the differences of technique of typing this Sundanese script on computer and there is a lack of knowledgea bout this Sundanese script of the users. The Sundanese script is syllabic (one symbol of one syllable) so it has a different typing technique on a computer keyboard that has phonetic typing properties. So the results of typing the Sundanese font script are frequently found error, although the launch of the Sundanese font script has already been accompanied by technical instructions on how to type correctly. Based on the observation, Sundanese script errors are currently found in books, street nameplate, room nameplate, banners, etc. In general, the error is in the addition of vowel script, inaccurate selection of vocalizations, and misused of script. Based on that, this research will do an inventory and will analyze the mistakes in the typing Sundanese script. By doing this it is expected that there will be a solution to overcome what has had happened. The research method we will use is qualitative method (Staruss and Corbin, 2007). With this method the research team will conduct research in the real environment to collect spelling data error on typing results using syllabic base Sundanese font. The results will be classified by object type and analyzed based on the current spelling (Djajasudarma, 1987; Sudaryat, 2007; Indonesian Developer Development Team, 2016). Then the results of the analysis will be applied as a basis in conditioning Sundanese font script using font maker software, so that the character or the writing of Sundanese font script will be in accordance with current spelling (Munir, 2007).Keywords: spelling error, Sundanese script, Sundanese font script
Sistem Religi dan Kepercayaan Masyarakat Kampung Adat Kuta Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Eka Kurnia Firmansyah
Metahumaniora Vol 7, No 3 (2017): METAHUMANIORA, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i3.18849

Abstract

ABSTRAKRiset ini membahas (1) sistem religi dan bentuk ritual kepercayaan dimasyarakat Kampung Adat Kuta, (2) alat, waktu dan jenis media yang digunakanuntuk melaksanakan ritual kepercayaan yang mereka gunakan sehingga dari hasil risetini dapat dideskripsikan sistem religi dan bentuk ritual kepercayaan di masyarakatKampung Adat Kuta serta dapat diketahui alat, waktu dan jenis apakah yang digunakanuntuk melaksanakan ritual kepercayaan yang mereka gunakan. Melalui penelitian inidiharapkan dapat ditemukan nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam pelaksananritual keagamaan atapun kepercayaan yang mereka yakini. Metode yang digunakan dalamriset ini adalah metode deskriptif analikitik dan wawancara, sehingga dapat ditemukantemuan yang dapat diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan khasanahpengetahuan tentang tradisi religi dan kepercayaan masyarakat Kampung Adat Kuta,selain itu riset ini diharapkan menjadi tempat bagi peneliti dalam mengaplikasikanilmu dalam kehidupan bermasyarakat dan memperkaya wawasan yang bermanfaatuntuk pengembangan ilmu pengetahuan peneliti. Manfaat lain dari riset ini adalah bagimasyarakat dan pemerintah setempat diharapkan dapat memberi masukan informasidan menjadi salah satu wacana acuan dalam pelestarian inventarisasi warisan budayamasyarakat terutama Suku Sunda di wilayah Jawa Barat bagian selatan.Kata kunci: Sistem religi, kepercayaan, kearifan lokal, Kampung Adat KutaABST RACTThis research discusses how religious system and ritual form of trust in KampungAdat Kuta community is, what tools, time and types are used to carry out the ritual ofbelief. It is expected that by this research, the religious system and ritual form of beliefin Kampung Adat Kuta community and what tool, time and type are used to perform theritual could be described in that way what values are contained in the implementation ofreligious ritual or belief could be identified. The method used in this research is analyticaldescriptive method and interview. With this method data found in the field can be utilizedas the development of repertoire of knowledge especially about religious tradition andbelief of Kampung Adat Kuta community. And it is expected that this research can be amedium for researchers in applying their knowledge for the societies and as well as fordeveloping it. The result of this research is also for the society and the local governmentthat they can collaborate in giving their feedback relating to this case and becomes oneof the references in preserving the inventory of cultural heritage of Indonesia especiallySundanese culture in the southern part of West Java.Keywords: Religious system, trust, local wisdom, Kampung Adat Kuta
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN BUNYI KONSONAN (Z, C, S, ZH, CH, SH, R) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D4 BAHASA DAN BUDAYA TIONGKOK ANGKATAN 2017 UNIVERSITAS PADJADJARAN Uray Afrina; Tri Bigrit Cleveresty
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26969

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang masyarakatnya banyak mempelajari bahasa Mandarin, tetapi kajian tentang bahasa Mandarin maupun pengajaran Mandarin masih sedikit. Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan beberapa kajian dalam bidang kebahasaan dan pembelajaran bahasa Mandarin dengan jenis studi eksploratif dan deskriptif. Penelitian ini secara umum dirumuskan berdasarkan masalah atau kesulitan huruf konsonan (z, c, s, zh, ch, sh, r) bahasa Mandarin yang muncul pada mahasiswa angkatan 2017 prodi D4 Bahasa dan Budaya Tiongkok FIB Unpad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesalahan atau kesulitan bunyi pelafalan apa saja yang muncul saat mahasiswa melafalkan bunyi konsonan (z, c, s, zh, ch, sh, r), kemudian menganalisa dan menyimpulkan penyebab atau hal yang melatarbelakangi munculnya kesalahan pelafalan tersebut. Dari hasil rekaman 19 mahasiswa angkatan 2017 yang ditranskripkan dan dari hasil analisis secara umum, sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan pada bunyi konsonan (z), (c), (zh), dan (ch). Kesalahan dalam melafalkan bunyi ini, selain disebabkan karena faktor interferensi, perbedaan bentuk grafem/tulisan juga menjadi penyebab kesalahan dalam pelafalannya dan termasuk kesalahan intralingual pula.
Model Penjelasan Lema Kosakata Dialek dalam Kamus Basa Sunda R.A. Danadibrata Wahya Wahya
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20693

Abstract

AbstrakTidak semua kamus suatu bahasa memuat kosakata dialek, dalam hal ini, dialekgeografis. Hal ini terjadi karena penyusunan kamus memiliki tujuan tertentu. Kamusyang memuat kosakata dialek merupakan kamus yang penyusunannya secara internalbertujuan mendokumenkan kekayaan kosakata dialek bahasa yang bersangkutansehingga pembaca mendapatkan informasi lebih dibandingkan dengan kamus yangtidak memuat kosakata dialek. Kamus yang memuat kosakata dialek secara leksikografistergolong kamus khusus. Kamus ini secara dialektologi merupakan sumber dokumenkekayaan dialek di samping dokumen kekayaan bahasa. Kosakata dialek di dalam kamussecara akademik dapat dijadikan bahan penelitian bagi mereka yang berminat terhadapkajian dialektologi, lebih-lebih bagi mahasiswa dari fakultas budaya, bahasa, atau sastra.Bagaimana pemuatan kosakata dialek dalam kamus bahasa Sunda? Tidak semua kamusbahasa Sunda memuat kosakata dialek. Salah satu kamus yang muat kosakata dialekadalah Kamus Basa Sunda yang disusun R.A. Danadibrata (2009). Kamus ini memuatlebih dari 180 kosakata dialek. Lema dialek ini berasal dari berbagai daerah berbahasaSunda di Jawa Barat dan Banten dan memiliki beragam kategori kata. Penjelasan lemadialek ini dalam kamus tersebut memiliki tiga model, yakni (1) lema + bs (basa) + daerahpakai, (2) lema + bs + wewengkon ‘daerah’ + daerah pakai, dan (3) lema + dialek + daerahpakai. Artikel ini akan menjelaskan lema apa saja yang diberi penjelasan seperti di atas,kemudian penjelasan apa yang ditambahkan. Metode penelitian yang digunakan bersifatdeskriptif dan sinkronis. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknikcatat. Dari hasil penelitian, model (2) lebih banyak digunakan daripada model (1) danmodel (3), selanjutnya model (1) lebih banyak digunakan daripada model (3). Setiap lemadialek tidak disertai penjelasan kategori katanya.Kata kunci: kosakata, dialek, kamus dialek, leksikografisAbstractNot all dictionaries contain a vocabulary of dialect words, in this case, geographicaldialects. This occurs because the making of a dictionary has a specific purpose. The dictionarywhich contains the vocabulary of dialect words is the dictionary which functions to document therichness of dialect words in a language so readers get more information from that than the dictionarywhich does not contain the vocabulary of dialect words. The dictionary which contains thevocabulary of dialect words lexicographically is classified as a custom dictionary. This dictionaryis dialectologically a source document that can show the richness of its vocabulary regarding thedialect words as well as the richness of the language itself. The vocabulary of dialect words in the dictionary can be used for academic research material for those who are interested in the study of dialectology, especially for students of the faculty of culture, language, or literature. How are the dialect words loaded in the Sundanese language dictionary? Not all dictionaries of Sundaneselanguage contain the vocabulary of dialect words. One that does is Sundanese Dictionary compiled by R.A. Danadibrata (2009). The dictionary contains more than 180 dialect words. Dialect entry is derived from a variety of local Sundanese of West Java and Banten, and has a variety of word class. The explanation of the dialect entry in this dictionary has three models, namely (1) entry + bs (basa) ‘language’ + local use, (2) entry + bs (basa) ‘language’+ regions + local use, and (3) entry + dialect + local use , This article explains what the entries are given as explanation above, then what explanation added to the entry. The research method used is descriptive and synchronic. Data collection methods refer to the technical note. The results of the research show that the model (2) is more widely used than the model (1) and model (3), the next model (1) is more widely used than the model (3). Each entry is accompanied by an explanation dialect word class.Keywords: vocabulary, dialect, dialect dictionaries, lexicographical
A Code Mixing Analysis of Javanese Community at Karang Anyar Merina Devira
Metahumaniora Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i2.18831

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang faktor-faktor yangmempengaruhi penggunaan code mixing pada komunitas suku Jawa di desa Karang Anyar,Langsa, serta untuk menjelaskan pola sintaks yang terbentuk pada percakapan code mixingtersebut melalui diagaram pohon. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakantiga metode: observasi, rekaman, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah 15 orangbersuku Jawa yang berumur 20-60 tahun. Data dalam penelitian ini adalah rekaman wawancarapara subjek dan rekaman percakapan para subjek yang terdapat tuturan code mixing. Hasildari penelitian ini menunjukkan tentang faktor yang mempengaruhi code mixing di desatersebut dan pola sintaks pada percakapan komunitas Jawa yang mengandung code mixingdalam hal penggunaan fase kata kerja, kata benda, kata bantu, dan kata seru.Kata kunci: code mixing, analisis, komunitas suku Jawa, pola sintaksABSTRACTThe aims of this research are to describe the factors influencing the use of code mixingin the Javanese community at Karang Anyar Village, Langsa, then to describe the syntacticpatterns in the code mixing of conversations uttered in that community by using a treediagram. To collect data, this study used three methods: observation, recording, and interviewmethod. The subjects of this study are 15 people of Javanese community aged 20-60 yearsold. The data in this research are the subject interview recordings and the subjects speechJavanese community at Karang Anyar Village Langsa in which code mixing are found. Theresult of this study showed two findings about the factors influencing the use of code mixing inthe Javanese community and the syntactic pattern in the conversation of Javanese communityin terms of the use of verb phrase (VP), noun phrase (NP), auxiliary, and interjection.Keywords: A Code Mixing, Analysis, Javanese Community, Syntactic Pattern
PEMAKNAAN TANDA MODEL SAUSSURE DAN PEIRCE PADA TANDA-TANDA YANG BERKAITAN DENGAN LAUT Ypsi Soeria Soemantri; Susi Machdalena
Metahumaniora Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i3.30523

Abstract

Luas lautan di Indonesia lebih luas daripada luas daratannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji tanda-tanda yang berkaitan dengan lautan dan ekosistemnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori semiotika struktural dan semiotika pragmatik yang diambil dari Danesi (2000), Chandler (2004) dan Hoed (2014) dan penlitian ‘Sendera, Yakin dan Totu’ (2014) tentang pertentangan  teori antara model Saussure dan model Peirce. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemaknaan tanda-tanda dalam dua poster yang berkaitan dengan laut dengan menggunakan teori Model Saussure dan model Peirce; dan mendeskripsikan hasilnya apakah bertentangan atau saling melengkapi. Sumber data diambil dari poster ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sdg’s) nomor 14.   ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’ adalah agenda pembangunan global selama 15 tahun dari 2015-2030. Poster tersebut  banyak memiliki tanda, poster pertama memiliki tanda bertuliskan “Menjaga Ekosistem laut” , dan poster kedua diambil dari laman KKP memiliki tanda berupa tulisan ‘Sampah Plastik Kita, Bukan Untuk Mereka’. Pemaknaan tanda dengan mengunakan model Saussure dan model Peirce dapat menghasilkan bentuk dan konsep dengan formasi saling melengkapi, sehingga pemaknaa tanda menjadi lebih lengkap.

Page 5 of 27 | Total Record : 263