cover
Contact Name
Pulung Riyanto
Contact Email
riyantopul@unsub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vhoelubar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
BIORMATIKA : JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Published by Universitas Subang
ISSN : 24603961     EISSN : 25806335     DOI : -
Core Subject : Education,
BIORMATIKA adalah jurnal ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang. Ruang lingkup jurnal ini meliputi bidang Ilmu Pendidikan Matematika, Pedidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Reksreasi serta bidang ilmu pendidikan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VIII SMPN 1 CIASEM KABUPATEN SUBANG (Studi eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Ciasem) Lutfi Tajul Arifin; Iyan Nurdiyan Haris
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 4 No. 01 (2018): Biormatika: Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.58 KB)

Abstract

Program studi pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Subang. Tujuan dari peneliktian ini adalah untuk memperoleh informasi apakah terdapat pengaruh permainan tradisional terhadap kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMPN 1 Ciasem. Metode penelitian yanhg digunakan adalah mketode eksperimen. Populasi penelitian adalah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Ciasem. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C sebanyak 40 orang siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan.berdsasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dengan uji statistik, paired sampel T-test, maka dapat didapat nilai yaitu Ttable dengan α = 0,05 sebesar 1,684 kemudian nilai ini dibandingkan dengan harga Thitung 16,019 , oleh karena Thitung (16,019) > Ttabel (1,684), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang sigfnifikan permainan tradisional terhadap kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMPN 1 Ciasem. Saran dari penulis, dengan mengemas pelajaran penjas semenarik mungkin sepert6i yang penulis lakukan menggunakan permainan tradisional dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani pada usia sekolah menengah pertama kelas VIII dikarenakan bersemangatnya anak dalam melakukan gerak.
MANAJEMEN SPIRITUAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MISNA BUDIYAWANTO
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 2 No. 01 (2016): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.319 KB)

Abstract

Pendidikan anak usia dini dipandang sebagai salah instrumen manusia untuk mewujudkan fungsinya sebagai khalifah Allah dimuka bumi (khalifatullahfil-ardh). Pembentukan kesadaran spiritual untuk membentuk anak yang berkualitas dan berakhlakul karimah harus dibentuk sejak dini. Karena usia dini merupakan masa kritis dalam pembentukan akhlak seseorang.Manajemen spiritual dalam pendidikan anak usia dini perlu adanya pengistiqomahan dengan tetap menempatkan guru sebagi mitra, tidak ada pembatas antara guru dengan kepala sekolah, antara guru dengan pengawas sekolah dan antara kepala sekolah dengan pengawas sekolah dengan rasa kekeluargaan yang kental dan motivasi sehingga akan menjadikan guru merasa bahagia dengan pekerjaan mereka lakukan yang dapat diekspresikan dengan senyum sapa dan salam dalam bekerja
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MODEL KARTU DI KELAS VII SMPN 2 PURWADADI SULATRIYANA SULATRIYANA
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 3 No. 02 (2017): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.257 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, dari siswa kelas VII SMPN 2 Purwadadi yang berjumlah 38 orang diperoleh data bahwa ketika para siswa diberi soal persamaan linier satu peubah berjumlah 5 soal, hanya 15 orang atau 39% yang mampu mengerjakan dengan benar. Dari hasil observasi awal, selanjutnya dihubungkan dengan teori yang telah peneliti kaji, maka pembelajaran persamaan linier satu peubah di Kelas VII SMPN 2 Purwadadi perlu ditingkatkan, salah satu upaya untuk meningkatkannya dengan alat peraga model kartu.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitiannya menerapkan penelitian tindakan kelas dan rancangan penelitian yang digunakan mengacu pada model spiral yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Me Taggart yang terdiri dari empat komponen.yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing] dan refleksi (reflecting). Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, lembar wawancara.catatan lapangan, angket, dan tes yang diolah dengan menggunakan validasi data.Penggunaan alat peraga model kartu ternyata dapat meningkatkan aktivitas siswa dan kinerja guru, baik secara proses maupun hasil. Siklus I siswa dapat menggunakan alat peraga model kartu dengan tepat sebanyak 18 orang atau 47%, sedangkan siklus II menjadi 36 orang atau 95%. Siklus I siswa terlibat dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran siswa sebanyak 26 orang atau 68%, sedangkan siklus II sebanyak 34 orang atau 89%. Siklus 1 yang memperoleh nilai > atau = 70 sebanyak 22 orang atau 58%, sedangkan siklus II yang memperoleh nilai > atau = 70 sebanyak 36 orang atau 95%. Siklus I rata-rata kelas mencapai 69 dan siklus II menjadi 86.
STUDI PERSEPSIONAL TENTANG BUDAYA KERJA DIKAITKAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TASIKMALAYA LIA YULIA
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 4 No. 01 (2018): Biormatika: Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.909 KB)

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Studi Persepsi Budaya Kerja pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya dengan maksud untuk mengetahui bagaimana kondisi budaya kerja,dan kinerja Pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Metode pengumpulan data dengan cara explanatory survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan quisioner sebagai alat pengumpulan data utama. Adapun teknik pengolahan data dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan tehnik analisis data menggunakan korelasi dan regresi berganda dimana variabel yang akan diteliti adalah budaya kerja, dan kinerja pegawai. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa persepsi budaya kerja berpengaruh baik terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa studi persepsi budaya kerja memiliki pengaruh terhadap kualitas pelayanan pada masayarakat, maka hal itu harus terus di tingkatkan dan peran serta pimpinan memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai, untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi kerja pegawai, maka diperlukan adanya pelatihan-pelatihan, atau program pembinaan dan pengawasan yang kontinyu, untuk memperbaiki kinerja pegawai dilingkungan organisasi supaya meminimalisir keluhan pegawai tentang persepsi budaya kerja
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA NEGERI 1 CIASEM DALAM MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN SILABUS SERTA PEMBUATAN RPP MELALUI WORKSHOP PEMETAAN PIKIRAN (MIND MAPPING) UJANG SONJAYA
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 2 No. 02 (2016): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.432 KB)

Abstract

Peran pengembangan sangatlah penting dalam proses mengajar, guru bertindak sebagai motivator dan pengajar untuk mencapai tujuan pendidikan menurut UU No 20 Tahun 2003 mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara, dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, bertanggung jawab. Pemenuhan tersebut tentu menjadi PR buat para guru untuk mengembangkan pikiran dan kreatifitas dalam memenuhi standart komponen penguasaan peserta didik. Mengacu pada teori dan ketentuan peraturan perundang-undangan, PTS ini membahas kualitas kompetensi pedagogik guru dalam menyusun dan mengembangkan Silabus serta RPP , guru diyakini mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, interaktif, efektif dan menyenangkan. Upaya meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik Guru SMA NEGERI 1 CIASEM dalam menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP melalui Workshop dilatarbelakangi oleh (a) masih terdapat guru SMA NEGERI 1 CIASEM yang belum paham apa sebenarnya silabus dan hubungannya dengan RPP (b) apa kegunaan Silabus dalam pembuatan RPP (c)bagaimana menyusun silabus dan mengembangkannya. (d) Masih ada guru yang dalam penyusunannya kurang lengkap dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) sebelum diadakan workshop guru hanya mendapatkan kategori nilai cukup artinya sebagian belum paham , setelah diadakan workshop pada bulan September dan Oktober 2015 terjadi peningkatan dalam pemahaman menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP. Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam menyusun, mengembangkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama kegiatan Workshop.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN METODE INQUIRI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA MATERI AKHLAK DI KELAS VII E SMP NEGERI 3 SUBANG NANUNG NURSADIAH
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 3 No. 02 (2017): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.356 KB)

Abstract

Contextual Teaching and Learning(CTL) merupakanmodel pembelajaran dan pengajaran kontekstual, melatih siswa berpikir kritis, mengaitkan antarapengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan sehari-hari,baiksebagai individu, anggota keluarga, masyarakat dan warga negara, sehingga siswa mampu memecahkan masalahnya sendiri, yangpaling penting melakukan tugasnya sesuai dengan pengetahuan yang merekamiliki.Penggunaan model contextual teaching and learning(CTL) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar (kualitas, kreativitas,produktivitas, efisiensi dan efektifitas). Inquiri adalah proses pembelajarandidasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Proses pembelajaran merupakan inti dari kegiatan pendidikan disekolah, guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting yakni sebagai fasilitator, pembimbingyang mengarahkan peserta didiknya sehingga mempunyaipengetahuan luas, baik pengetahuan agama, kecerdasan, kecakapan hidup,keterampilan, budi pekerti luhur dan kepribadian baik dan bisa membangundirinya untuk lebih baik dari sebelumnya serta memiliki tanggung jawab besardalam pembangunan bangsa.Berpijak pada latar belakang diatas maka permasalahan yang timbul adalah : Bagaimanakah penerapancontextual teaching and learningdenganmetode inquiridalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Akhlak ? Dalam pengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa metodeyaitu: metode observasi, metode dokumentasi dan metode interview, adapun yang menjadi responden adalah siswa SMPN 3 Subang kelas VII E yang berjumlah 35 orang. sedangkan untuk menganalisisnya penulis menggunakan analisisdeskriptif kualitatif yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang danperilaku yang diamati dan data hasil tes yang telah dilakukan, sehingga dalam halini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secaramenyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Contextual Teaching and Learning(CTL) yang ada, hal ini dapat dilihat dari persiapan, pelaksanaan (aplikasi) danevaluasi yang dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar dirancang dengan baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI MAJASARI KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG Rusmini Danumiharja
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 3 No. 01 (2017): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.657 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti, observer, dan subyek yang diteliti.Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa Kelas IV melalui penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw.Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Majasari Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang yang terdiri dari 28 siswa.Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus, siklus satu dan siklus dua terdiri dari empat tindakan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar pada siklus satu memperoleh nilai rata-rata 47,59 yang mencapai ketuntasan 39%, dan meningkat pada siklus kedua memperoleh nilai rata-rata 86,67 yang mencapai ketuntasan 86%. Begitu juga dengan hasil observasi perilaku siswa, terdapat peningkatan pada perilaku siswa di setiap siklusnya. Pada siklus I didapatkan skor rata-rata untuk kerja sama adalah 2,81, skor keaktifan rata-ratanya adalah 3,07, dan skor rata-rata keberanian adalah 2,96 dengan kategori cukup baik. Selanjutnya pada siklus II didapatkan skor rata-rata untuk kerja sama adalah 3,72, skor keaktifan rata-ratanya adalah 3,69, dan skor rata-rata keberanian adalah 3,70 dengan kategori baik. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Inbdonesiapada siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Majasari Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang. Selain itu model pembelajaran ini dapat meningkatkan partisipasi dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DENGAN PENERAPAN MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) DAN MENGURANGI KECEMASAN MATEMATIS SISWA SMA NENG SITI SYARIAH; BETY MILIYAWATI; SUMPENA ROHAENDI
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 4 No. 02 (2018): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.344 KB)

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang hasil penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis berdasarkan model pembelajaran SSCS dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian the nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 3 Subang, dengan sampel yang melibatkan 88 siswa kelas XI berasal dari dua kelas yang dipilih secara acak kelas atau cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen tes berpikir kritis matematis bentuk uraian, instrumen non tes tentang skala sikap siswa terhadap model pembelajaran SSCS dan skala sikap kecemasan matematis siswa. Analisis data pretes, postes, dan indeks gain kemampuan berpikir kritis matematis menggunakan uji normalitas dan mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan kemampuan awal berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran SSCS dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung, 2) terdapat perbedaan kemampuan akhir berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran SSCS dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung, 3) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model SSCS lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Disamping itu, siswa kelas eksperimen yang memperoleh model pembelajaran SSCS memiliki sikap positif terhadap matematika dan model pembelajaran SSCS tersebut, serta siswa kelas eksperimen memiliki tingkat kecemasan matematis yang rendah setelah memperoleh model pembelajaran SSCS. Secara umum, melalui model pembelajaran SSCS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Dengan demikian, yang menjadi saran atas hasil penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan model pembelajaran SSCS dapat diimplementasikan dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa di sekolah.
UPAYA MENINGKATKAN KKM SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN PADA KONSEP HAK ASASI MANUSIA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM BASED DI SMA NEGERI 1 CIPEUNDEUY Drs HERYANTO
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 2 No. 02 (2016): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.345 KB)

Abstract

Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini karena peneliti merasakan salah satu problema yang dihadapi dalam KBM PKn di sekolah diantaranya KKM yang sudah ditentukan sulit dicapai oleh para siswa. Kesulitan ini antara lain karena siswa rata-rata mendapatkan kesulitan dalam menangkap pertanyaan dalam soal. Oleh karena itu dalam pokok bahasan Perlindungan Hak Asasi Manusia ini dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengerjaan soal pemberian penghargaan dan hukuman dalam menciptakan disiplin belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas X SMA Negeri 1 Cipeundeuy Subang. Penelitian tindakan kelas ini sangat berguna untuk mencapai KKM PKn pada Pokok Bahasan Perlindungan Hak Asasi Manusia atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah pemberian penghargaan dan hukuman efektif dalam menciptakan disiplin belajar siswa. Ada tiga hal yang menyebabkan pemberian penghargaan dan hukuman ini efektif dalam menciptakan disiplin belajar siswa, yaitu : (1) Pemberian penghargaan dan hukuman mendorong siswa untuk mempertahankan sikap dan perilaku yang baik serta merubah sikap dan perilaku yang jelek.(2) Pemberian penghargaan dan hukuman dapat menjadikan siswa lebih disiplin dalam belajarnya, (3) Pemberian penghargaan dan hukuman mendorong siswa lebih rajin dan tidak melakukan lagi perbuatan yang melanggar aturan karena takut kena hukuman.
PENERAPAN METODE DISCOVERY TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN IPS TEMA KERJASAMA ANTAR NEGARA DI KELAS IX-A SMP NEGERI 3 SUBANG TAHUN PELAJARAN 2015-2016 MIMIN MIMIN
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 3 No. 02 (2017): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.986 KB)

Abstract

Pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Subang pada umumnya masih menggunakan pendekatan konvensional yang memposisikan guru sebagai pusat belajar, guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi pengetahuan kepada peserta didik, dan guru kurang dapat menggali kemampuan peserta didik untuk memanfaatkan lingkungan untuk bahan belajar, yang pada gilirannya hasil belajar yang diperoleh peserta didik belum maksimal. Pembelajaran cenderung pasif, karena guru jarang menerapkan metode belajar yang bervariasi, oleh karenanya diperlukan upaya guru menggunakan metode yang dapat meningkatkan aktivitas belajarnya. Salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan peserta didik lebih aktif sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, diantaranya adalah metode discovery terbimbing.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX-A SMP Negeri 3 Subang pada pelajaran IPS dengan mengunakan metode discovery terbimbing, (2) mengetahui aktivitas guru dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX-A SMP Negeri 3 Subang pada pelajaran IPS dengan menggunakan metode discovery terbimbing, (3) mengetahui aktivitas peserta didik kelas IX-A SMP Negeri 3 Subang dalam meningkatkan hasil belajar pada pelajaran IPS dengan menggunakan metode discovery terbimbing. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX-A sejumlah 37, terdiri dari 17 peserta didik perempuan dan 20 peserta didik laki-laki. Penelitian didesain dalam bentuk penelitian tindakan (PTK), terdiri dari 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan/observasi dan refleksi. Data yang terkumpul disesuaikan dengan instrumen yang digunakan (lembar tes, lembar observasi dan angket). Dari hasil pengamatan dan analisis diperoleh bahwa: (1) Penerapan pembelajaran discovery terbimbing dapat meningkatkan Hasil belajar peserta didik di kelas IX-A SMP Negeri 3 Subang pada pelajaran IPS, tema kerjasama antara negara. Hasil tes menunjukkan hasil yang terus meningkat dari satu siklus ke siklus berikutnya yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang diperoleh. Begitu juga persentase peserta didik yang memperoleh nilai kualifikasi baik, semakin meningkat. Pada tes awal, peserta didik yang berkualifikasi baik hanya 2 orang atau 5,4 %, dan peserta didik yang nilainya berkualifikasi baik pada saat postes sangat tinggi, yaitu 20 peserta didik atau 54,1 %, bahkan yang berkualifikasi sangat baik sebanyak 9 peserta didik atau 24,3 %, (2) Aktivitas guru dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan discoveryterbimbing menunjukkan perbaikan dari satu siklus ke siklus berikutnya. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi kolaborator, bahwa aktivitas guru dan peserta didik lebih menunjukkan interaksi edukatif yang lebih baik, (3) Peserta didik kelas IX-A SMPN 3 Subang menunjukkan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metodediscovery terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada tema Kerjasama Antar Negara.Hal ini ditunjukkan oleh pendapat atau respon mereka melalui pengisian angket.Dari Pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan Metode Discovery terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX-A SMPN 3 Subang pada pelajaran IPS tema Kerjasama antar negara, (2) Penerapan metode Discovery terbimbing dapat meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran IPS, tema kerjasama antar negara di kelas IX-A SMPN 3 Subang, dan (3) Penerapan metode Discovery Terbimbing dapat meningkatkan respon peserta didik kelas IX-A SMPN 3 Subang pada pembelajaran IPS tema kerjasama antar negara.

Page 9 of 31 | Total Record : 301