cover
Contact Name
Rizky Setiadi
Contact Email
r12ky_ui@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.husada2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19788355     EISSN : 24610402     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Husada Mahakam is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Efek Konseling Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Andi Parellangi
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.136 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konseling terhadap pengetahuan, sikap dan kepatuhan berobat penderita TB Paru di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Non Randomized Conrol Group Pretest and Posttest Design (Non Equivalent Control Group). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan tentang kepatuhan berobat penderita TB paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling, terdapat perbedaan yang bermakna sikap tentang kepatuhan berobat penderita TB Paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling serta terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepatuhan berobat pada penderita TB paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling
Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso Noviany Banne Rasiman; Lona Stanye Sampali
Husada Mahakam Vol 8 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.092 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i7.142

Abstract

Schistosomiasis is a disease caused by Schistosoma japonicum worms that require an intermediary animal called Snail Oncomelania Hupensis Lindoensis. In the working area of Primary Health Care of ​​Wuasa is the focus area of ​​snails (habitat snail) which most of the inhabitants are migrants who open rice fields and plantations. Eradication of Schistosomiasis disease has not reached the target to <1%, because there are still many local communities have less supportive behaviors in terms of prevention. The objective of this study was to know knowledge and attitude of community in effort of prevention of Schistosomiasis disease at Health Primary Care of Wuasa, Poso District. Descriptive study was conducted with 99 people of North Lore District. Variable in this research is knowledge and attitude of community in effort of prevention of Schistosomiasis disease. Data were collected by questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistic. The result of descriptive statistic showed that 77.8% of respondents had good knowledge and 52,5% of respondents had good attitude in preventing Schistosomiasis. Conclusion in this research is knowledge and attitude of community in effort of prevention of disease of Schistosomiasis at Primary Health Care of Wuasa, Poso District in good category. Based on these findings, the health workers should be to raise awareness of local communities in supporting the prevention of Schistosomiasis disease. Keywords: Knowledge, attitude, Schistosomiasis. Latar Belakang: Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum yang memerlukan hewan perantara yaitu keong yang disebut Oncomelania Hupensis Lindoensis. Di wilayah kerja Puskesmas Wuasa merupakan daerah fokus keong (habitat keong) yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang yang membuka lahan persawahan maupun perkebunan. Pemberantasan penyakit Schistosomiasis sampai saat ini belum mencapai target <1%, disebabkan masih banyak masyarakat setempat memiliki perilaku yang kurang mendukung dalam hal pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso. Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Kecamatan Lore Utara. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 99 responden. Hasil analisis univariat menunjukan 77,8% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 52,5% responden memiliki sikap yang baik dalam upaya pencegahan Schistosomiasis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso dalam kategori baik. Saran kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat dalam mendukung pencegahan penyakit Schistosomiasis.
Pola Enzim Lactate Dehydrogenese (LDH) Hati Pada Hipoksia Sistemik Kronik : Hubungannya dengan Metabolisme Glukosa Agus Evendi
Husada Mahakam Vol 3 No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.837 KB)

Abstract

Hipoksia adalah kondisi suplai oksigen yang tidak mencukupi keperluan sel, jaringan atau organ. Sebagai respon terhadap hipoksia, terjadi peningkatan glikolisis anaerob yang ditandai dengan peningkatan enzim laktat dehidrogenase (LDH). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsumsi glukosa, aktivitas spesifik LDH dan pola isozim LDH pada kondisi hipoksia sistemik kronik. Penelitian dilakukan terhadap hati tikus yang diinduksi hipoksia sistemik kronik 1, 3, 7 dan 14 hari. Konsumsi glukosa diukur dengan metode enzimatik Trinder. Aktivitas spesifik LDH diukur dengan metode German Society of Clinical Chemistry (DGKC). Pola isozim LDH dianalisis dengan elektroforesis Titan Gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi glukosa pada hipoksia sistemik kronik cenderung meningkat walaupun tidak berbeda dengan kontrol. Aktivitas spesifik LDH ditemukan paling tinggi pada hipoksia 3 hari sedangkan pola elektroforesis isozim LDH menunjukkan perbedaan pada hari ke-3 dan ke-7 hipoksia dengan kontrol. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi glukosa dengan aktivitas spesifik LDH
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Aminah Amin Samarinda Tahun 2018 Nursyahid Siregar; Azhari Azhari; Nursari Abdul Syukur
Husada Mahakam Vol 9 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.5 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i8.159

Abstract

Abstract Background: Anemia of pregnancy is called "potential danger to mother and child" so that anaemia requires serious attention from all concerned parties in terms of health services (Manuaba, 2010). Impact of anaemia in pregnant women is increasing morbidity rate including bleeding, premature rupture of membrane, risk of low birth weight babies (BBLR), and is one of the main causes of maternal deaths that originate in anaemia (Arisman, 2010). Based on the results of preliminary studies at Aminah Amin Clinic in July - December 2017 there are 513-trimester pregnant women III and 74 pregnant women have anaemia. Objective:This study aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of anaemia in trimester pregnant women III Amin Sininda Aminah Clinic in 2018. Method: the design of this study is crossectional, the population is pregnant women who visit at Aminah Aminah Clinic. Sampling technique with total sampling of 53-trimester pregnant women III. Results: The results of this study showed that there was a significant relationship between nutritional status and the incidence of anaemia in the third-trimester pregnant women (p-value =0,004) with α = 0,05. Conclusion: There is a significant correlation between nutritional status and the incidence of anaemia in pregnant mother of trimester III at Aminah Aminah Clinic in 2018. Keywords: Nutritional status, incidence of anaemia, pregnant mother of third trimester
Pengembangan Karir = Faktor Paling Mempengaruhi Kinerja Perawat Pelaksana Ratanto Ratanto
Husada Mahakam Vol 3 No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.589 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa kinerja perawat pelaksana memiliki kontribusi terhadap mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit, penilaian kinerja perawat pelaksana belum optimal, dan masih ada ketidakpuasan pelanggan terhadap kinerja perawat pelaksana sebesar 43,89%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan kinerja perawat pelaksana di IRNA RSUD A.W. Sjahranie. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 216 perawat pelaksana. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat, bivariat (chi-square dan independent t test) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kinerja adalah: pendidikan (p=0,014), motivasi (p=0,013), persepsi (p=0,001), kepemimpinan (p=0,001), dan karir (p=0,001). Faktor pengembangan karir paling dominan berhubungan dengan kinerja (OR=29,962). Peningkatan kinerja perawat pelaksana di rumah sakit harus memperhatikan faktor pendididkan, motivasi, persepsi, kepemimpinan dan pengembangan karir
Hubungan Minat Penggunaan Teknomolgi Informasi (Internet) Dengan Tingkat Prestasi Belajar Tini Tini
Husada Mahakam Vol 3 No 4 (2012): November 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.073 KB)

Abstract

Teknologi informasi (internet) merupakan salah satu fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran secara mandiri. Penggunaan internet di kalangan mahasiswa saat ini sangat meningkat. Pencarian, membaca, mengunduh materi-materi kuliah melalui internet dapat meningkatkan prestasi belajar dan kua-litas lulusan disamping keterampilan yang harus dimiliki dan dikuasai. Tujuan pene-litian ini adalah untuk menganalisis hubungan minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan tingkat prestasi belajar pada mahasiswa Tk. II Jurusan Kepe-rawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini des-kriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 mahasiswa yang diambil secara probability sampling dengan metode sistematik random sampling. Uji statistik menggunakan chi square ditemukan adanya hu-bungan yang bermakna antara minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan prestasi belajar mahasiswa dimana P value = 0.012 (α=0.05)
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Dokumentasi Keperawatan Supriadi Supriadi
Husada Mahakam Vol 3 No 3 (2012): Mei 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.21 KB)

Abstract

Dokumentasi keperawatan dalam bentuk dokumen asuhan keperawatan merupakan salah satu alat pembuktian atas tindakan perawat selama menjalankan tugas pela-yanan keperawatan. Walaupun dokumen asuhan keperawatan sangat diperlukan untuk kepentingan pasien maupun perawat akan tetapi pada kenyataannya perlengkapan pengisian dokumen masih kurang perhatian sehingga masih banyak dokumen asuhan keperawatan yang isinya belum lengkap. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi manajemen, gaya kepemimpinan, motivasi kerja pengertahuan, beban kerja dan upah dengan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD I. A. Moeis Samarinda. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dan desain penelitian cross sectional study. Populasi sebanyak 50 respon-den dengan total sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan derajad kemaknaan α 0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi manajemen dengan pendo-kumentasian dengan P-value = 0.002, terdapat hubungan antara gaya kepe-mimpinan dengan pendokumentasian dengan P-value = 0.011, ti-dak terdapat hubungan antara motivasi dengan pendokumentasian dengan P-value = 0.272, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pendokumentasian dengan P-value = 0.024, tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan dengan pen-dokumentasian P-value = 0.579, tidak terdapat hubungan antara upah dengan pendokumentasian P-value = 0.416
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6- 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBU KECAMATAN BALAESANG KABUPATEN DONGGALA aminudin raihan
Husada Mahakam Vol 4 No 2 (2016): mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.979 KB)

Abstract

Giving Complementary feeding (MP-ASI) is a reliable means to establish a Human Resources (HR) quality. However, there are many mothers who have difficulty in providing breast milk for her baby. The culture of the community that feeds bananas to infants before 6 months of age. It is very dangerous for infants because of its digestive not ready to receive food other than breast milk. The purpose of this research is knowing the factors associated with the accuracy of feeding companion action (MP-ASI) in infants aged 6 -12 months in Puskesmas Tambu Balaesang District of Donggala. This type of research is an analytic study with cross sectional design population in this research is all mothers with babies aged 6-12 months as many as 119 people. The sample size is calculated using the formula Slovin is numbered, 54 people. The sampling technique is done by proportional random sampling. The data analysis is done of univariate and bivariate using Chi-square test. The result showed mothers aged ≥ 25 years (66.7%). Low education (51.9%), a mother with a good knowledge about the provision of complementary feeding (51.9%), good attitude about the MP-ASI (75.9%), low motivation in providing breast milk (61.1% ), giving breast milk is not appropriate (53.7%), results of the statistical test Chi Square age p-value = 0.005, p = 0.003 education, knowledge of the value of p = 0.000, p = 0.004 attitudes and motivational value of p = 0.000. The conclusion of the research is no correlation between age, education, knowledge, attitudes and motivation of mothers with precision giving complementary feeding in infants aged 6-12 months. Advice for health center staff Tambu Balaesang District of Donggala so routinely providing information on complementary feeding (MP-ASI) so that the mothers can provide complementary feeding (MP-ASI) is appropriate.
Pengaruh Waktu terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Hilda Hilda
Husada Mahakam Vol 3 No 2 (2011): November 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.153 KB)

Abstract

Ketepatan prosedur pemeriksaan sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan. Setiap tahap prosedur pemeriksaan mulai dari proses pengumpulan darah dalam tabung, pengendapan (inkubasi) dan pemisahan serum melalui pemusingan memungkinkan terjadinya metabolism glukosa oleh sel - sel darah. Suhu lingkungan tempat darah disimpan sebelum pemisahan juga mempengaruhi tingkat glikolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh waktu terhadap hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Dengan Jenis penelitian eksperimental, sampel diambil secara acak dari penderita diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan di laboratorium patologi klinik RSU A.W. Syahranie Samarinda mulai bulan Juni sampai Oktober 2010. Data dianalisa dengan menggunakan T-test dan ANOVA. Hasil Penelitian ini menggambarkan 319 penderita DM yang kontrol mempunyai kadar glukosa antara 200 – 300 mg% (79,75%). Mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama (15 menit) dan kedua (30 menit) adalah 0,9258 mg% (±0.412mg%). Mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama dan ketiga (45 menit) adalah 1.84 mg% (±0.538mg%), sedangkan mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama (15 menit) dan keempat (60 menit) adalah 2.722 mg% (±0.67mg%). Terdapat hubungan antara lama pemeriksaan (30 menit, 45 menit dan 60 menit) dengan penurunan kadar glukosa darah dengan p-value .000. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan kadar glukosa darah sehubungan dengan semakin lamanya waktu pemeriksaan yang dilakukan
Hubungan HBA1c Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD. Abdul Wahab Syahranie Samarinda Supri Hartini
Husada Mahakam Vol 4 No 3 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.971 KB)

Abstract

Kadar HbA1c yang semakin tinggi menimbulkan komplikasi. Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) dan United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) mengungkapkan bahwa penurunan HbA1c akan banyak sekali memberikan manfaat. Setiap penurunan HbA1c sebesar 1% akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes sebesar 21%, serangan jantung 14%, komplikasi mikrovaskular 37% dan penyakit vaskuler perifer 43%, untuk itu pada penyandang Diabetes kadar HbA1c ditargetkan kurang dari 7%. Tolak ukur terkendali tidaknya DM adalah dengan memeriksa HbA1c dalam darah. Pemeriksaan kadar HbA1c memiliki banyak keunggulan dibanding pemeriksaan glukosa darah, antara lain tidak perlu puasa, tidak dipengaruhi perubahan gaya hidup jangka pendek, lebih stabil dalam suhu kamar dibanding glukosa plasma. Tolak ukur terkendali tidaknya DM adalah dengan memeriksa HbA1c dalam darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kadar glukosa darah pada penderita DM rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jenis penelitian ini adalah survei analitiki dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross-sectional untuk mengetahui menghubungkan kadar Hba1c dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus pasien rawat jalan di RSUD. Abdul Wahab Syahranie Samarinda, semua responden DM yang memeriksakan kadar HBA1c, glukosa darah puasa atau sewaktu di bulan September 2016. Terdapat hubungan antara kadar HBA1c terhadap kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah sewaktu (GDS) dengan nilai p-Value 0,01<0,05. Kenaikan kadar HBA1c akan mempengaruhi kadar glukosa darah puasa dan sewaktu

Filter by Year

2009 2023