cover
Contact Name
Rizky Setiadi
Contact Email
r12ky_ui@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.husada2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19788355     EISSN : 24610402     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Husada Mahakam is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Hubungan Peran Perawat Sebagai Pelaksana Dalam Mencegah Ide Bunuh Diri Pada Penderita Gangguan Jiwa Edi Sukamto
Husada Mahakam Vol 3 No 7 (2014): Mei 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.446 KB)

Abstract

Bunuh diri merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan psikiatrI, dalam enam bulan terakhir (Nopember 2013 s.d. April 2014) didapatkan 2 pasien yang mengalami bunuh diri dari total sebanyak 246 pasien yang mengalami gangguan jiwa di RSJD Atma Husada. Peran perawat sangat penting dalam membantu pasien perilaku ide bunuh diri terutama menjaga keamanan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai pelaksana dalam mencegah ide bunuh diri pada penderita gangguan jiwa di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 152 responden secara purposive sampling. Analisis untuk uji hipotesis dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai P sebesar 0,031 kurang dari nilai α sebesar 0,05, sedangkan OR sebesar 0,409. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara peran perawat sebagai pelaksana dalam mencegah ide bunuh diri pada penderita gangguan jiwa di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, peran perawat yang tidak aktif mempunyai resiko terhadap adanya ide bunuh diri pada pasien gangguan jiwa adalah 0,409 kali lebih besar dibanding peran perawat yang aktif sebagai pelaksana dalam rentang CI 0,192 – 0,873
PENGARUH PENKES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA KEPERAWATAN TINGKAT 2 DI SMK MEDIKA SAMARINDA TAHUN 2017 Erika Sylviana; Edi Sukamto; Gajali Rahman
Husada Mahakam Vol 8 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.231 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i6.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exsperimen semu dengan rancangan one group pre and post test design, waktu yang digunakan ialah cross sectional. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ialah total sampling yaitu seluruh siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017 dengan jumlah 40 sample. Data yang diperoleh dengan membagikan kusioner tentang bantuan hidup dasar (BHD) kemudian pemberikan penkes tentang BHD setelah itu membagikan kembali dan responden mengisi kembali kusioner yang sama untuk menilai pengaruh penkes terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatn tentang bantuan hidup dasar. Uji yang digunakan dalam menilitan ini adalah uji Wilcoxon Test Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan sebelum pendidikan kesehatan, dengan nilai minimal sebelum penkes 9, maxsimal 14 dan nilai minimal sesudah penkes 24, maxsimal 28. sebelum penkes didapatkan sebagian besar siswa dengan pengetahuan kurang 20 siswa (50%) dan sebagian kecil pengetahun baik 3 siswa (7.5%). setelah penkes didapatkan hasil sebagian besar dengan pengetahuan baik 31 siswa (77.5%) dan sebagian kecil pengetahun kurang 3 siswa (7.5%).Hasil penelitian uji analisis Wilcoxon test menunjukan nilai p-value = 0.000 dimana lebih kecil dari nilai α = p<0.05 yaitu terdapat pengaruh yang signitifikan penkes terhadap tingkat pengetahuan tentang BHD. Ada Pengaruh Penkes terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017, p-value = 0.000
Hubungan Pengetahuan Wanita Pekerja Seks Komersial Tentang HIV/AIDS dengan Partisipasi Mengikuti Voluntary Counselling and Test (VCT) Joko Sapto Pramono
Husada Mahakam Vol 3 No 7 (2014): Mei 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.984 KB)

Abstract

AIDS merupakan salah satu penyakit dengan jumlah penderita terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, hingga saat ini lebih dari 25 juta orang meninggal. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kalimantan Timur hingga juli 2007 mencapai 2.070 orang, di Kota Samarinda hingga September 2011 sudah tercatat 381 orang terinfeksi HIV dari 4713 orang yang diperiksa, sedangkan di kabupaten Kutai Kertanegara hingga saat ini terdapat sebanyak 44 orang penderita penyakit HIV/AIDS. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah deteksi dini melalui Voluntary Counselling and Testing (VCT) pada Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan wanita PSK tentang HIV/AIDS dengan partisipasi mengikuti VCT di lokalisasi di kilometer 10 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling pada 133 responden. Analisa data dengan menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan P value < α (0.000<0.05) dan (X2)hitung > dari (X2)tabel (26,432 > 5,591) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan partisipasi melakukan VCT
Identifikasi Bakteri dan Faktor Risiko Kejadian Pressure Ulcer di RSUD AWS Samarinda Diah Setiani; Indah Nur Imamah
Husada Mahakam Vol 8 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.211 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i7.145

Abstract

Adanya pressure ulcer mengganggu proses pemulihan pasien, diikuti komplikasi dengan nyeri dan infeksi sehingga menambah panjang lama perawatan. Pressure ulcer menimbulkan sebuah ancaman dalam pelayanan kesehatan karena insidennya semakin hari semakin meningkat (Spilsbury, et al, 2010). Tujuan penelitian ini, mengetahui gambaran bakteri pada pressure ulcer dan faktor kejadian pressure ulcer di RSUD AWS Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dimana populasi adalah semua pasien yang mengalami pressure ulcer. Teknik pengambilan sampel (sampling) menggunakan metode accidental sampling dilaksanakan di RSUD AWS Samarinda pada bulan Oktober Tahun 2017 meliputi ruang HCU, stroke center, anggrek, angsoka dan flamboyan sebanyak 11 orang. Variable dalam yang diukur penelitian ini adalah identifikasi bakteri, faktor risiko (persepsi sensori, kelembaban, aktifitas, mobilisasi, nutrisi, gesekan dan robekan). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yaitu dalam bentuk data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase, meliputi karakteristik responden dan faktor risiko skala braden. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan kelakayan etik dari komisi etik penelitian kesehatan RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda dengan nomor 030/KEPK-AWS/XI/2017 . Hasil penelitian yang dilakukan pada 11 orang responden didapatkan: Jenis kuman gram negative paling banyak terdapat di pressure ulcer sebesar (81 %) Acinetobacter sp adalah mikroorganisme yang paling dominan terdapat diluka pressure, sebanyak 63,6 % responden memiliki persepsi dan sensori normal, sebanyak 63,6 % kelembaban responden adalah selalu basah, sebanyak 81,8% kegiatan pasien pressure ulcer adalah bedrest, sebanyak 63,6% mobilitas responden adalah imobilisasi total, sebanyak 54,5% kondisi nutrisi responden adalah cukup, sebanyak 72,7% gesekan dan robekan reponden memiliki masalah. Bagi para pemberi pelayanan diharapkan dapat melakukan pengkajian faktor kejadian pressure ulcer serta dapat mengendalikan infeksi pada pasien dengan ketergantungan total/ bedrest sehingga angka kejadian dapat berkurang.
Ventilator-Assocoated Pneumonia dan Pencegahannya rahmiati rahmiati
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.55 KB)

Abstract

Ventilator-associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi pernafasan yang beresiko untuk terjadi pada pasien yang di rawat di ICU yang terpasang selang trakeal dan / atau ventilator. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus mengetahui dan melakukan intervensi yang dapat mencegahnya. VAP dicegah dengan VAP bundle care terkini terdiri dari : 1) Elevasi kepala 45o jika memung-kinkan, jika tidak, pertimbangkan untuk mempertahankan posisi kepala lebih dari 30o; 2) Evaluasi harian terhadap kesiapan ekstubasi; 3) Penggunaan endotrakheal tube dengan drainage sekresi subglottic; 4) Perawatan mulut dan dekontaminasi dengan chlorhexidine dan; 5) Nutrisi enteral yang aman secara dini dalam 24-48 jam setelah masuk ICU. VAP bundle care terus mengalami perbaikan melalui fakta-fakta terbaru mengenai intervensi yang tepat dalam mencegah VAP
Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Pekerja Penggilingan Padi Kabupaten Penajam Paser Utara Agus Wiranto; Iwan M Ramdan; Dina Lusiana
Husada Mahakam Vol 9 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.61 KB) | DOI: 10.35963/hm:jk.v4i8.153

Abstract

Rice milling is an informal sector which still lacks attention in terms of occupational health and safety aspects. Health problems experienced by one of them are complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) which have an impact on decreasing work productivity. This study aims to determine the factors that influence complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in rice milling workers in Sepaku Sub-district, Penajam Paser Utara Regency. This research is a quantitative study with cross sectional research design. Sampling using purposive sampling method that amounted to 35 people. Data analysis used the rank-spearman test with a significance level of 0.05 (5%). The results showed that there was a significant relationship between work posture (p = 0,000) and the risk of manual handling material (MMH) (p = 0.005), with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). Whereas in the physical workload, there was no association with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) (p = 0.095). It is suggested for workers to do material manual handling (MMH) with the correct procedure, reduce awkward work postures during work and stretch the muscles before working and adequate rest so as to reduce fatigue and perceived muscle tension.
Faktor-faktor Penyebab Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Rasmun Rasmun
Husada Mahakam Vol 3 No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.776 KB)

Abstract

Salah satu jenis gangguan jiwa yang berat yaitu skizofrenia. Prognosis skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. Kekambuhan pasien biasanya terjadi jika keluarga tidak siap dan kurang memiliki informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang cukup besar dengan kehadiran anggota keluarga yang mengalami skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi keluarga pasien yang menjalani rawat inap di Unit Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, jumlah sampel sebanyak 51 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa penyebab utama kekambuhan pada pasien skizofrenia adalah regimen terapeutik tidak efektif (62,7%), sikap keluarga kurang baik terhadap pasien skizofrenia (54,9%) dan perilaku keluarga yang buruk terhadap pasien ski-zofrenia (60,8%)
DETERMINAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI Bintang - Petralina
Husada Mahakam Vol 10 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v10i1.217

Abstract

Abstrak Permasalahan :Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2016 mengatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 235 per 100.000 kelahiran hidup. Target global SDG’s (Suitanable Development Goals) adalah menurunkan AKI menjadi 70 per 100.000 KH. Mengacu pada kondisi saat ini, potensi untuk mencapai target SDG’s untuk menurunkan AKI diperlukan kerja keras dan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Data kesehatan menunjukkan risiko penularan HIV pada ibu hamil 0,3%, infeksi Sifilis pada ibu hamil 1,7%, dan infeksi Hepatitis pada ibu hamil 2,5%. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil ditinjau dari aspek pengetahuan ibu hamil di PMB Suciati. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan lokasi penelitian di PMB Suciati,M.Kes dengan subyek penelitian semua ibu hamil yang berkunjung pada bulan maret- mei 2019 sebanyak 40 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan acidental sampling, pengumpulan data menggunakan kuestioner dan analisa data menggunakn software computer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan triple eliminasi rendah sebanyak 82% (33 responden), 6 responden15% (6 responden) mempunyai pengetahuan cukup dan 3% (1 responden) responden mempunyai tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan :Pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil ditinjau dari aspek pengetahuan di BPM Suciati mayoritas masih rendah (82%). Kata kunci : triple eliminasi, ibu hamil
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEPATUHAN PEKERJA DALAM PENGISIAN (HAZARD OBSERVATION CARD) DI SALAH SATU PERUSAHAAN PENYIMPANAN BAHAN KIMIA DI KALIMANTAN TIMUR Ria Purnama Sari; Dina Lusiana Setyowati; Riza Hayati Ifroh
Husada Mahakam Vol 10 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v10i1.191

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEPATUHAN PEKERJA DALAM PENGISIAN (HAZARD OBSERVATION CARD) DI SALAH SATU PERUSAHAAN PENYIMPANAN BAHAN KIMIA DI KALIMANTAN TIMUR Ria Purnama Sari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur Email : riapurnamasari17584@gmail.com ABSTRACT Work accidents could occur due to unsafe working conditions and unsafe work behavior. Reporting dangerous events and accidents is a method and procedure that can be done to prevent dangerous events or accidents that recur. Bird's theory states that recurring nearmiss is mostly caused by unsafe behavior that can increase the risk of work accidents. Identification of unsafe behavior can be done with the Behavior Base Safety (BBS) approach, namely through the filling of hazard observation cards. This type of research used quantitative methods with cross sectional design. The number of samples studied was 76 workers with total sampling from workforce population. The study was conducted in July - August 2019. Data analysis in this study used the Spearman Rank test with a value of (α = 0,05). The results showed there were a relationship between attitude variables (Pvalue = 0,013) and awardin (Pvalue = 0,016. It is suggested to improve system of reward in order to increase worker motivation, make safety instructions regarding the obligation to fill a hazard reporting card, discussion forums or meetings related to the STOP Card program, design a interesting safety media communications focused on observing safe and unsafe condition in the work place. Keywords : Hazard Observation Card, Behavior Based Safety
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Waktu Tanggap Pada Pasien Gawat Darurat Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda Wiyadi Wiyadi; Gajali Rahman
Husada Mahakam Vol 10 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v10i1.216

Abstract

Emergency Department (ED) is the gateway for entry of patients experiencing emergency department. The services provided by the emergency room are services that require fast, precise and careful handling in determining the emergency priorities of patients to prevent disability and death. The purpose of this research is to analyze the factors related to the response time of emergency patients in ED Hospital A.W Syahranie by using observational or descriptive designs. The design of this study was cross-sectional with accidental sampling method with a sample size of 323 respondents. The results of the study were analyzed univariate, bivariate and multivariate to look for the dominant factor in emergency response time in the emergency room at A.W Syahranie Hospital Samarinda. Univariate analysis looking for percentage and bivariate analyzed with Chi Square test while multivariate with logistic regression. The results obtained P value> 0.05 for factors of payment methods, attendance of staff, staff placement patterns, availability of brankers, and shifts and the value of P <0.05 for factors of patient arrival time, patient priorities, nurse tenure and nurse education level. The conclusion from the multivariate test found that the most dominant factor related to response time was the length of service of the nurse. Keywords: factors, response time

Filter by Year

2009 2023