cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2022)" : 47 Documents clear
Sikap Bahasa Generasi Muda Etnis Sulawesi di Desa Balauring terhadap Bahasa Kedang Arman Dapubeang; Maria Rosalinda Talan; Lenny Nofriyani Adan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap bahasa generasi muda etnis Sulawesi di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket dan wawancara. Teknik angket mengacu pada skala Linkert karena dipandang tepat untuk mengukur sikap, sedangkan teknik wawancara digunakan untuk memperdalam data yang didapat dari penyebaran angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi lima aspek, yaitu (1) melakukan pengkodean terhadap angket yang terkumpul, (2) menghitung dan menganalisis skor pada angket dari keseluruhan responden untuk menentukan sikap bahasa generasi muda etnis Sulawei di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang, (3) melalukan tabulasi terhadap data yang diperoleh dari responden di lapangan berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan agar mudah dipahami, (4) menghitung skala perbedaan pada cirri-ciri sikap bahasa generasi muda etnis Sulawei di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang dengan rumus Anofa atau uji F, dan (5) menjelaskan sikap bahasa genegerasi muda etnis sulawesi di desa balauring terhadap bahasa kedang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa total pemerolehan skor sikap bahasa generasi muda keturunan etnis Sulawesi terhadap bahasa Kedang adalah 7.667. Skor tersebut masuk dalam rentang nilai 7.560 – 10.079 yang tergolong dalam sikap positif.
Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast Najwa Shihab dan Maudy Ayunda serta Manfaatnya sebagai Modul Pidato Persuasif Emilia Laras Permata; Roni Nugraha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2281

Abstract

Penggunaan bahasa sebagai media interaksi dilakukan dengan berbagai cara dengan memperhatikan aspek kebaikan yang akan diucapkannya. Proses interaksi menggunakan perilaku atau tindakan sebagai media penyampai informasi disebut dengan tindak tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tintak tutur ilokusi pada tayangan Youtube pada Podcast Najwa Shihab bersama Maudy Ayunda. Tindak tutur ilokusi pada penelitian ini akan diklasifikasikan pada bentuk tindak tutur ilokusi berupa asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu dua video Podcast pada Youtube Catatan Najwa. Hasil penelitian menyatakan pada kedua video memiliki masing-masing 46 bentuk tindak tutur ilokusi sehingga data seluruhnya adalah 275 bentuk tindak tutur ilokusi meliputi tindak tutur bentuk asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk tindak tutur yang muncul dipengaruhi oleh tema Podcast sehingga menentukan topik pembicaraan dan memunculkan makna serta arti tertentu tentang suatu hal dan dapat memiliki bentuk tindak tutur yang beragam.
An Analysis of Slang Language Used In English Students’ Interaction Nehru Pasoloran Pongsapan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2359

Abstract

The slang is one of the language variations recently used mostly in the English students’ daily interaction. The students use this language variation in various types and reasons. This paper reports the results of a qualitative study which is aimed at finding and exploring the types of the slang language and the reasons of using slang in students interaction. It is used as the method to describe the result of a process based on the category that has been determined. The data are collected from document analyses and close-ended questionnaires and are analyzed by using the interactive model of data analysis: data reduction, data display, and drawing conclusion/verification. The study finds that the types of the slang language used in the students’ interaction show various results in each type. The first highest result is the acronym (33 words or 39.75%). The second is clipping 23 words or 27.71%). The third is fresh and creative coining (16 words or 18.39%). The fourth is compounding (eight words or 9.19%). The lowest is imitation (five words or 5.74%). In relation to the reasons for the language slang use, seven reasons are found. The first reason is to enrich the language by inventing new words (Freq=15; 17.85%). The second reason is to induce friendliness (Freq=14; 16.70%). The third and fourth reasons are to be different and easing social intercourse (Freq=13; 15.47%). The fifth reason is to reduce seriousness of conversation (Freq=11; 13.09%. The sixth reason is to have fun (Freq=10; 11.90%. The last reason is to have delights in virtuosity (Freq=eight; 9.52%).
Analisis Wacana Positif Pidato Konsesi Agus Harimurti Yudhoyono Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2454

Abstract

Sebagai bidang baru dalam Analisis Wacana, Analisis Wacana Positif (AWP) semakin menggugah perhatian para peneliti linguistik di dalam dan luar negeri. Namun, kajian terhadap pidato konsesi (Concession Speech) masih sangat terbatas. Para pemenang pemilihan umum (pemilu) selalu menarik perhatian publik dan pidato-pidatonya (misalnya pidato pelantikan gubernur) telah menjadi topik kajian linguistik yang hangat. Namun demikian, para calon yang kalah dalam pemilu selalu diabaikan oleh publik dan kajian tentang pidato konsesi sangat langka. Oleh karena itu, kajian makna pada tuturan pidato konsesi ini sangat membantu mengisi kesenjangan dalam analisis wacana tersebut. Penelitian ini menerapkan PDA (Positive Discourse Analysis) di bawah kerangka teori penilaian untuk menganalisis pidato konsesi dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kajian ini bertujuan melengkapi CDA (Critical Discourse Analysis) untuk menekankan konstruksi sosial yang positif terhadap wacana politik.
Pemerolehan Leksikon Anak Usia 18–22 Bulan : (Studi Nizar Balin Ramadan) Soedarsono M; Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2456

Abstract

Penelitian tentang pemerolehan bahasa pada anak penting dilakukan sebagai upaya pemahaman perihal proses dan pengaruh bahasa orang dewasa terhadap pemerolehan bahasa anak, sehingga dapat meminimalisasi kekeliruan orang dewasa atau selingkung dengan memantau secara langsung perkembangan pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemerolehan leksikon pada anak usia 18—22 bulan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian longitudinal/cross-sectional, yakni observasional natural dan terkontrol. Data penelitian ini merupakan semua leksikon yang diujarkan oleh seorang anak berusia 18—22 bulan bernama Nizar Balin Ramadan. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Dardjowidjojo karena kemiripan masalah dengan hal yang menjadi objek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak usia 18—22 bulan sudah mampu mengujarkan leksikon yang sesuai dengan referen ujaran yang dimaksud.
The Persuasive speech in business advertorial discourse Anastasia Baan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2592

Abstract

The study outlined in this article aimed to describe the language used in the advertisements discourse in the online daily news. This study analyzed the persuasive language used in the business advertorial which includes the choice of language forms and persuasion techniques in advertorial discourses that have persuasive power. The study was designed using a qualitative approach. The data source was the business advertorials text contained in online news media. Data of the study is in the form of words and sentences that are considered to have persuasive power in influencing the targeted audience. By applying content analysis, this study produced findings on language characteristics and persuasive techniques found in business advertorial discourses. The persuasive language forms in the advertorial discourses were represented in the choice of words and expressions. The persuasive words illustrated profits, self-image, heart responses. The style of words was hyperbolic, metaphorical, and language prestige. The expressions in the advertorial discourses have the meaning of suggestions for prospective customers, demeaning other products, emphasizing self-confidence, emphasizing product competition, giving evidence of product trust, and expressions to invite action. The words and expressions were chosen according to the context and product advertised to emphasize the emotional meaning of the ad reader. The persuasion techniques were used to achieve a number of changes, such as changing the knowledge, attitudes, and behavior of the readers.
Retorika Pembawa Acara X Factor Indonesia Wienike Dinar Pratiwi; Ahmad Abdul Karim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.3057

Abstract

Pembawa acara atau presenter memainkan peran penting dalam mendukung acara. Pembawa acara dituntut mampu memikat audiens untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang dibawakan. Oleh karena itu, pembawa acara diharuskan memiliki keterampilan retorika yang mumpuni. Tujuan penelitian mendeskripsikan retorika, diksi, dan gaya bahasa pembawa acara X Factor Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Subjek penelitian video final dan result ajang pencarian bakat X Factor Indonesia dari musim pertama hingga musim ketiga. Sumber data penelitian tuturan Robby Purba selaku pembawa acara ajang pencarian bakat X Factor Indonesia. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik dokumentasi, teknik rekam, teknik simak, dan teknik catat. Data penelitian yang terkumpul diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan Robby Purba memanfaatkan gaya retorika persuasif, diksi beragam, serta gaya bahasa beragam untuk memandu acara X Factor Indonesia. Pemanfaatan retorika persuasif digunakan untuk membujuk, meyakinkan, dan memengaruhi audiens. Diksi-diksi yang digunakan oleh Robby Purba yaitu denotasi, konotasi, umum, khusus, dan populer. Penggunaan diksi-diksi tersebut untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan tema acara, menciptakan suasana lebih akrab dan mengundang partisipasi audiens, menjelaskan konsep atau informasi kompleks menjadi lebih sederhana, membantu penonton mendapatkan gambaran terkait topik yang dibahas, bentuk kreativitas dan ekspresi pembawa acara, sarana menyampaikan emosi, mengakomodasi audiens yang berbeda, dan upaya branding diri. Sementara gaya bahasa yang digunakan oleh Robby Purba yaitu metafora, klimaks, antiklimaks, repitisi, personifikasi, dan hiperbola. Penggunaan gaya bahasa tersebut untuk menarik perhatian audiens, memungkinkan pembawa acara mengkomunikasikan informasi dengan lebih baik kepada audiens, menyesuaikan diri dengan audiens yang beragam, memberikan fleksibilitas untuk lebih kreatif dalam menyampaikan pesan, meningkatkan daya tarik visual pada audiens, membangun identitas dan branding diri, serta mengaitkan pesan dengan realitas sehari-hari. Hasil penelitian memberikan kontribusi bagi para profesional yang berperan sebagai pembawa acara. Selain itu, hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi ajar keterampilan berbicara jenjang SLTP dan SLTA, serta relevan dengan mata kuliah berbicara dan retorika di perguruan tinggi.