cover
Contact Name
Ariyawan Sunardi
Contact Email
dosen00332@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
epic@unpam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EPIC : Journal of Electrical Power, Instrumentation and Control
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 26150646     EISSN : 26148595     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal EPIC merupakan wadah komunikasi ilmiah antara akademisi maupun praktisi terkait penelitian di bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
MONITORING SUHU TUBUH, DETAK JANTUNG DAN SPO2 MANUSIA MENGGUNAKAN MIT APP INVENTOR II BERBASIS IoT Luki Utomo; Nana Rusmana
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.18723

Abstract

Suhu tubuh, detak jantung dan saturasi oksigen (SPO2) ialah salah satu aspek penentu ataupun ciri-ciri vital dalam penentuan kesehatan. Suhu tubuh, detak jantung serta saturasi oksigen (SPO2) digunakan untuk mengenali ciri klinis serta bermanfaat untuk menguatkan penaksiran suatu penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk membuat alat monitoring suhu tubuh, detak jantung dan saturasi oksigen (SPO2) yang digunakan sebagai penanda tingkat kesehatan pasien berbasis IoT (Internet Of Things) berbasis aplikasi android. Perlengkapan ini memakai sensor LM35 guna mengetahui suhu tubuh serta sensor max30100 digunakan sebagai pengukur detak jantung dan nilai saturasi oksigen (SPO2). Pemroses informasi memakai NodeMCU ESP8266 yang berperan juga sebagai perangkat pengiriman informasi menggunakan koneksi internet. Alat ini dilengkapi dengan fitur interface android dan tips serta informasi. Alat ini mampu membaca saturasu oksigen dari 67% sampai dengan 101% direntang usia 20 sampai 55 tahun dengan akurasi 99,7% untuk akurasi detak jantung dan 99,72% untuk akurasi saturasi oksigen (SPO2) jarak jauh dimanapun selama alat dan aplikasi tersambung dengan internet. Kata kunci : detak; saturasi; suhu;  internet; monitoring; android
APLIKASI INTERNET OF THINGS (IOT) SISTEM PEMANTAUAN SUHU RUANG PENYIMPANAN INDUSTRI FARMASI Agus Setiawan; Suminto Suminto
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 4, No 2 (2021): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v4i2.18485

Abstract

Industri farmasi merupakan salah satu industri yang sangat membutuhkan ruangan dengan kondisi suhu tertentu untuk menunjang keberlangsungan proses produksi maupun penyimpanan bahan baku dan bahan jadi dengan baik, seperti yang ditetapkan dalam CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) bahwa kondisi suhu ruangan harus dikendalikan, dipantau dan dicatat. Banyak industri farmasi melakukan proses pemantauan dan pencatatan kondisi ruangan dilakukan secara manual dengan survei langsung ke ruangan memeriksa thermohygrometer dan melakukan pencatatan pada formulir yang telah disediakan. Hal ini menimbulkan beberapa masalah diantaranya: ketika formulir pencatatan hilang, operator lupa mencatat, data tidak tersedia real time.  Oleh karena itu pada penelitian ini peneliti akan merancang dan mengimplementasikan internet of things pada sebuah sistem pemantauan suhu dan pengolahan data. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menerapkan internet of things pada industri farmasi agar proses pemantauan suhu ruangan dan pengolahan data lebih efisien. Penelitian ini menggunakan metode model prototipe yang terdiri dari tahap Tahap pertama dengan membuat desain sistem. Tahap kedua   melakukan perancangan software Arduino IDE, thingspeak dan thingview dan hardware dengan membuat instalasi wiring dan layout panel. Tahap berikutnya adalah pengujian alat, pengambilan datan dan tahap terakhir pengolahan dan analisa data.  Hasil Penelitian ini sistem pemantauan suhu berbasis internet of things memiliki tingkat akurasi yang sangat baik untuk pengukuran suhu. Dengan nilai akurasi suhu 99,32% dengan error 0,68%, rata-rata galat keseluruhan berada dibawah nilai toleransi 1%. Aplikasi sistem pemantauan suhu ruang penyimpanan industri farmasi berbasis internet of things ini, memudahkan, mempercepat, meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses kegiatan pemantauan suhu.Kata kunci : farmasi; suhu; internet of things
ANALISIS SISTEM PENTANAHAN BASED TRANSCEIVER STATION MENGGUNAKAN METODE SOIL TEST Aripin Triyanto; Edy Sumarno; Anggi Ariyani Putra
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 4, No 2 (2021): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v4i2.17163

Abstract

Peristiwa hubung singkat dan sambaran petir dapat mengakibatkan perangkat listrik terganggu, salah satunya dapat terjadi pada Base Tranceiver Station (BTS). Dimana jika sistem pentanahan pada BTS tidak sesuai dengan ketentuan PUIL, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan reciever dan transmiter. Oleh karena itu diperlukan analisis sistem pentanahan terlebih dahulu sebelum BTS beroperasi. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui kelayakan sistem pentanahan pada suatu BTS. Pada penelitian ini menggunakan metode soil test dengan kabel BC spiral dan alat ukur yang digunakan adalah earth tester. Hasil pengukuran sistem pentanahan dilapangan diketahui bahwa nilai rata-rata tahanan pentanahan pada bak kontrol 0.36 Ohm, kaki tower BTS 0.19 Ohm, busbar pondasi RBS 0.24 Ohm, busbar lower tower 0.53 Ohm, pagar BRC 0.2 Ohm, pole kWh 0,16 Ohm, pole ACPDB 0.19 Ohm, kabel tray 0.33 Ohm, ring parimeter 0.15 Ohm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata tahanan pentanahan mempunyai nilai dibawah 1 Ohm. Hal ini membuktikan bahwa sistem pentanahan BTS masih dalam kondisi layak dan sesuai standar PUIL 2000 yaitu kurang dari 2 Ohm. Kata kunci : stasiun transmisi; soil test; earth tester
ANALISIS KINERJA MOTOR KOMPRESOR PEMUTUS TENAGA PNEUMATIK PADA GARDU INDUK PINAYUNGAN Farizal Abdilah; Dian Budhi Santoso
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.17199

Abstract

Berdasarkan buku pedoman pemutus tenaga yang dikeluarkan oleh PLN diketahui bahwa kinerja kompresor pada PMT sangatlah penting, karena jika kinerja kompresor menurun maka dapat mengakibatkan tidak berfungsinya PMT dan sistem tenaga listrik terputus. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kinerja kompresor pada PMT pada gardu induk. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui kerusakan kompresor lebih awal sehingga tidak mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam penyaluran tenaga listrik. metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran menggunakan alat manometer dan melihat langsung panel meter yang terdapat pada gardu induk. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pada Bay Tegalherang 1 rata-rata kerja motor kompresor 1,6721 menit per hari dengan tekanan 17,95 Bar dan untuk Bay Tegalherang 2 rata-rata kerja motor kompresor 52,9180 menit per hari dengan tekanan 17,83 Bar. Dari hasil pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi motor kompresor pada bay tegalherang 2 tidak normal karena berdasarkan buku pedoman pemutus tenaga PLN waktu kerja dan tekanan yang dapat ditoleransi adalah kurang dari 5,5 menit per hari dan dibawah dari 19,5 Bar sehingga dapat disimpulkan bahwa kompresor pada bay tegalherang 2 harus diganti atau diperbaiki. Kata kunci: kompresor; tekanan; waktu
ANALISA SISTEM PENTANAHAN DI UNIVERSITAS PAMULANG Aripin Triyanto; Ari Haryanto
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.18443

Abstract

Sistem pentanahan merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja dari sistem rangkaian karena berfungsi memproteksi area sensitif pada sebuah rangkaian kelistrikan yang terjadi gangguan akibat dari sambaran petir, tegangan listrik yang mengalami kebocoran dan berfungsi untuk menetralisir noise. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan sistem pentanahan pada sebuah bangunan. Penelitian ini berfokus pada titik sistem pentanahan (grounding) yang digunakan sebagai bak kontrol grounding. Tujuannya adalah untuk mengukur nilai tahanan tanah, menentukan nilai terendah tahanan tanah. Penggunaan metode penelitian ini yaitu dengan melakukan pemasangan elektroda batang sesuai dengan tiga titik yang telah ditentukan (A, B, dan C). Pengukuran sebelum penanaman batang elektroda dilakukan pengukuran dahulu menggunakan earthh tester pada titik A, B, C dan gardu induk yang ada di gedung kampus 2 Universitas Pamulang, lalu dibandingkan dengan standar Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 2000 (PUIL 2000). Dari hasil pengukuran sistem pentanahan pada gardu induk yang ada didapatkan hasil bahwa pada titik A dengan hasil terbaiknya yaitu 46 Ohm, sedangkan pada titik B didapatkan hasil terbaiknya yaitu 69 Ohm dan titik C menghasilkan nilai terbaik 27 Ohm. Gardu induk gedung A mempunyai nilai tahanan 0,98 Ohm, Gardu induk gedung B setelah pengukuran didapatkan nilai tahanan 1 Ohm dan gardu induk gedung C didapatkan nilai tahanannya 0,15 Ohm. Kesimpulan dari hasil pengukuran tersebut adalah bahwa nilai tahanan pentanahan di Kampus 2 Universitas Pamulang yang paling baik dan sesuai dengan standar PUIL 2000 terdapat pada gardu induk gedung C yaitu 0.15 Ohm.Kata kunci : sistem pentanahan; proteksi; instalasi listrik; elektroda batang
PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN PENERANGAN LAMPU PADA SMART BUILDING BERBASIS PLC DAN HMI Joko Tri Susilo; Seflahir Dinata; Ade Purnawan
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.21019

Abstract

Kebutuhan listrik di Indonesia cenderung semakin meningkat tajam. Salah satu peningkatan penggunaan daya listrik dapat disebabkan oleh konsumsi daya yang terbuang sia-sia, sehingga terjadi pemborosan listrik. Di sisi lain, prinsip pembangunan saat ini belum mempertimbangkan efisiensi dan optimalisasi energi yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Konsumsi energi kategori bangunan gedung di Indonesia masih tergolong boros, disebabkan oleh berbagai hal teknis seperti banyaknya penggunaan alat listrik yang boros energi ataupun nonteknis seperti perilaku konsumen yang mengabaikan penghematan energi. Oleh sebab itu dilakukan rancang bangun sistem penjadwalan penerangan lampu untuk penghematan energi pada smart building berbasis PLC dan HMI. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun suatu sistem penjadwalan penerangan lampu yang diarahkan pada smart building dengan menggunakan peralatan atau komponen elektronik untuk menghemat energi. Pengontrolan dilakukan secara otomatis oleh PLC dan didukung dengan HMI sebagai monitoring dan menampilkan keadaan yang sedang terjadi serta memberikan informasi kepada pengguna. Penggunaan daya listrik, arus listrik serta informasi mengenai tingkat lumens penerangan lampu dapat dimonitoring dan direkam melalui HMI. Penelitian ini menggunakan sensor pendeteksi gerakan manusia. Apabila ada gerakan manusia, maka sistem akan memerintahkan lampu menyala dengan terang, sedangkan apabila tidak ada aktifitas yang terdeteksi sensor maka cahaya lampu akan redup. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sistem ini dapat menghemat penggunaan energi listrik sebesar 48,8%. Dengan demikian tentunya pengaplikasian sistem ini dapat menghemat tagihan listrik.Kata kunci : smart building; penghematan energi; PLC; HMI
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN BEBAN TERHADAP NILAI KELUARAN PERMANEN MAGNET SYNCHRONOUS GENERATOR 12S8P Reza Pahlevi; Dian Budhi Santoso
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.19640

Abstract

Generator adalah sebuah alat yang mampu merubah energi mekanik menjadi energi listrik, maka dari itu generator adalah sebuah alat yang mampu memberikan kemudahan bagi manusia. Akan tetapi, generator yang ada di pasaran seringkali bekerja tidak sesuai dengan spesifikasi ketika diberikan beban. Oleh karena itu penelitian ini akan dilakukan analisis pengaruh kenaikan beban pada keluaran tegangan, arus, torsi, daya masukan, daya keluaran, dan efisiensi terhadap kecepatan pada PMSG 12 Slot 8 Pole menggunakan Software Design Electromagnetic berbasis Finite Element Method.Penelitian yang dilakukan merupakan sebuah analisis dari desain PMSG 12S8P yang dibuat menggunakan software design electromagnetic menggunakan metode Finite Element Method untuk mendapatkan pembebanan terbaik pada PMSG 12S8P. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa efisiensi terbesar PMSG 12S8P berada pada beban 10 Ohm dengan kecepatan 5000 rpm sebesar 0,93% sedangkan efisiensi terendah berada pada beban 100 Ohm dengan kecepatan 1000 rpm sebesar 0,88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar beban pada generator maka semakin kecil efisiensi yang didapatkan dan pada PMSG 12S8P mendapatkan efisiensi terbaiknya pada beban 10 Ohm dengan kecepatan yang relatif tinggi.Kata kunci : generator sinkron magnet permanen; metode elemen hingga; pembebanan; perangkat lunak desain elektromagnetik
NILAI KEUNTUNGAN DARI PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ATAP ON-GRID 100 kWp UNPAM VIKTOR Ojak Abdul Rozak; Juhana Juhana; Barru Arrosyid
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.23097

Abstract

Target kebijakan peningkatan pangsa energi terbarukan pada tahun 2025 tertuang dalam bauran energi nasional. Penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap oleh pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) Persero, berperan aktif dalam pemanfaatan dan pengelolaan energi terbarukan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi, khususnya energi surya. Lebih lanjut, pemasangan PLTS atap pada bangunan seperti perkantoran, rumah, gudang, tempat parkir dan fasilitas umum lainnya, maka Universitas Pamulang (UNPAM) Viktor berpartisipasi langsung dengan melaksanakan membangun PLTS atap berkapasitas 100 kWp. Tujuannya selain untuk mendukung kebijakan pemerintah, pemanfaatan potensi energi matahari rooftop Unpam serta meningkatkan potensi sumber daya manusia seluruh civitas akademika khususnya program studi teknik elektro sebagai bentuk integrasi tri dharma perguruan tinggi. Tahapan penelitian ini meliputi analisis bayangan menggunakan helioscope, perencanaan kebutuhan material, simulasi PVsyst untuk mengetahui potensi energi, analisis teknis dan ekonomi sehingga pembangunan PLTS atap ini dapat menguntungkan. Hasil simulasi, PLTS atap ini tidak terdampak dari bayangan, menggunakan photovoltaik monocrystalline 485 Wp berjumlah 108 unit dan inverter on-grid 40 kW sehingga potensi energi yang bisa dihasilkan mencapai 148.1 MWh/tahun, setelah masa garansi 25 tahun potensi energinya 125 MWh/tahun, nilai payback period 10 tahun dan dapat disimpulkan bahwa PLTS atap ini profitable.Kata kunci: energi terbarukan; helioscope; pvsyst; photovoltaik; inverter
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING KELEMBABAN UDARA, SUHU DAN KELEMBABAN PADA TANAH BERBASIS INTERNET OF THINGS Ardhiansyah Ardhiansyah; Arnisa Stefanie
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.20252

Abstract

Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi dengan cara mengelola sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi, modal usaha, tenaga kerja dan manajemen untuk menghasilkan komoditas pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan dalam suatu agroekosistem. Lapangan pekerjaaan dalam bidang pertanian menjadi salah satu mata pencaharian yang diminati banyak orang di Negara Indonesia, setiap tanaman memiliki karakteristik yang berbeda ada yang membutuhkan suhu lembab dan suhu yang dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu    para petani dalam mengembangkan tanaman serta memonitoring yang ditanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem monitoring tanaman menggunakan sensor DHT11 dan sensor soilmosture yang dapat digunakan secara realtime menggunakan aplikasi android. Hasil pengujian rancangan ini dilakukan dengan media tanam yaitu tanaman Sri Rejeki didalam ruangan, pembacaan sensor DHT11 menghasilkan presentase nilai rata-rata error sebesar 0,346%. Sedangkan untuk sensor soilmosture mendapatkan presentase keberhasilan rata-rata nilai 91,5% yang berarti kondisi kelembaban pada tanah yang diukur adalah basah.Kata kunci : agroekosistem; sensor DHT11; sensor soilmosture 
REDUKSI HARMONIK PADA INVERTER FASA TIGA DENGAN FILTER PASIF Juhana Juhana; Ojak Abdul Rozak
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.23412

Abstract

Inverter adalah salah satu metode pengaturan motor Induksi dengan mengubah frekuensi yang memungkinkan pengaturan yang lebar, tetapi akibat dari proses pengkonversian dalam bentuk gelombang energi listrik dari satu bentuk ke bentuk gelombang lain merupakan beban non-linier bentuk gelombangnya tidak lagi sinusoidal dan terdistorsi (cacat) disebut dengan Total Harmonic Distortion (THD). Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran watak harmonik pada inverter dalam kondisi tak berbeban dan berbeban motor induksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui watak harmonik arus, penelitian dilanjutkan dengan desain filter pasif dengan harapan dapat mereduksi watak harmonik. Hasil pengukuran watak harmonik arus dan THDi pada inverter tanpa beban dan dengan beban motor pada fasa R, S dan T setelah dipasang filter adalah watak harmonik arus dapat diminimalisasi. Pada kondisi inverter tanpa beban THDi dapat direduksi rata-rata pada fasa R = 78,4%, fasa S = -73,4% dan pada fasa T = 88,7%. Sedangkan kondisi inverter dengan beban motor THDi dapat direduksi rata-rata pada fasa R = 87,3%, fasa S = 83,7% dan pada fasa T = 89,0%.Kata kunci: inverter; motor induksi; harmonik; filter pasif

Page 10 of 19 | Total Record : 181