GEMA KESEHATAN LINGKUNGAN
Jurnal ini menerima artikel dengan scope sanitasi lingkungan meliputi penyehatan air, pengolahan limbah, penyehatan makanan minuman, penyehatan tanah dan pengolahan sampah, sanitasi tempat umum, kesehatan keselamatan kerja, penyehatan udara sanitasi permukiman dan promosi kesehatan.
Articles
298 Documents
STUDY PENERAPAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA KUPANG KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO
Putri Nevy Dewi Tara;
Bambang Sunarko;
Ferry Kriswandana
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 1 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v13i1.74
Garbage is resulted from human activities and their existence is unwanted. High population growth can causean increase in garbage volume. This situation calls for right and proper garbage management. Such garbagemanagement can be done in the landfill.The research was carried out in Kupang Landfill at Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. This was adescriptive study, using cross sectional approach. This study illustrated the garbage managementimplementation in Kupang Landfill in Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo in 2014. The data were analyseddescriptively based on the tabulated data using fulfillment standard as 50%.The results indicated a score of 65% on garbage management implementation in the Landfill that is inaccordance with the Minister of Public Works Regulation Number 3 Year 2013 regarding The Implementationof Garbage Infrastructure in Household Garbage Handling and Garbage Similar to Household Garbage. Thegarbage management method adopted in Kupang landfill is a controlled landfill. Garbage comes fromresidential areas, markets and manufacturing companies or industries. The daily generation rate of garbage isin the average of 376 m3/ day. The type of the produced garbage is household garbage and similar to those.In terms of the composition it consists of organiC and inorganic garbage. The equipment and tools being usedin garbage management are dump truck, arm roll, pick up, bulldozer, broom, small water pump, big dieselengine, and methane gas suck blower.It is suggested to perform some sorting between garbage from manufacturing companies or industries withpublic garbage. Garbage grouping is based on garbage composition which can be expressed in % of weight or% of volume of each garbage composition, conduct garbage sorting and grouping since garbage leaves itssources, provide sorting facilities, a place for every type of garbage, and provide sorted garbage collectionfacility
PERBEDAAN HOUSE INDEX (HI) SEBELUM DAN SESUDAH PENANGGULANGAN FOKUS DI KELURAHAN TAWANGANOM KECAMATAN MAGETAN KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2018
Fitria Rizki R;
Koerniasari .;
Sri Mardoyo
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 2 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v16i2.825
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang jumlah penderitanya semakin meningkat setiap tahun dan penyebarannya semakin luas. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah upaya penanggulangan fokus (PF) meliputi Penyuluhan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Larvasidasi, Fogging.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan House Index (HI) sebelum dan sesudah penanggulangan fokus di Kelurahan Tawanganom Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik Ex Post Facto dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data lebih diutamakan dengan cara observasi. Jumlah sampel 225 rumah atau kepala/anggota keluarga.Berdasarkan hasil uji T-test sampel berpasangan (paired-sampel T test) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna House Index (HI) demam berdarah dengue antara sebelum dan sesudah penanggulangan fokus dengan p value (0,000) α (0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penanggulangan fokus dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik khususnya House Index (HI) demam berdarah dengue di KPR Asabri I Tawanganom Indah RW.5 Kelurahan Tawanganom Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Kata Kunci : House Index, Penanggulangan Fokus DBD.
EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
Rachmat Ardiyan;
Winarko .;
Demes Nurmayanti
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 11, No 3 (2013): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v11i3.210
Solid waste to be have economic value after have been sorted and while good processedas already proved by trash bank in Malang city which invite the peoples to segregate the wastefrom it's source and come to the bank to make a deposit based on their waste's value. Thisresearch purposed to evaluate waste management implementation in Trash Bank of Malangcity.Method of this research according the data analysis included descriptive research naturewith cross sectional approach. Object of this research in Malang Trash Bank is located in S.Supriyadi street number 38A on Sukun district of Malang city. Data taken subsequently will beanalyzed descriptively based on tabulation of result from observation sheet and assessmentsheet.The results of this research showed that quantity of rubbish was accepted by MalangTrash Bank about 2500 Kg/day and 75% majority rubbish source come from household type.Requirements of building's construction and trash bank of standard management taken fromthe result of assessment which had meeting the standard (92%) of requirements refer inRegulation of State Minister of the Environment number 13/2012. Work's mechanism in MalangTrash Bank achieved good criteria (85,3%). Supporting factors of waste managementimplementation was planned and executed.It is suggested to the Malang Trash Bank is necessary to add number of worker andtransportation vehicle for picking up rubbish from customers or delivery ready to sale rubbish tocollector and industry. Make cooperation with figures people, cadre environment, or rubbishbusinessmen in community empowerment particularly process to separate rubbish and keepenvironment cleanliness.Keywords : Evaluation, Waste Management and Trash BankPEND
EVALUASI PENURUNAN PO4 PADA INSTALASI ANAEROB DAN AEROB DI IPAL RSIM HASANAH MOJOKERTO
Tamyis .;
Iva Rustanti Eri;
Marlik .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 2 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v19i2.1547
Konsentrasi phospat hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Islam Muhammadiyah (RSIM) Hasanah Kota Mojokerto pada tahun 2018 sering tidak memenuhi baku mutu, tetapi apabila dilakukan penambahan mikroba (make up) pada bak anaerob dan bak aerob, konsentrasi phospat akan memenuhi baku mutu. Tentu saja kondisi seperti ini menunjukkan bahwa IPAL RSIM tidak memiliki performa yang baik. Kondisi mikroba dalam IPAL merupakan indikator performa IPAL. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang penurunan konsentrasi PO4 dengan proses anaerob dan aerob pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSIM Hasanah Mojokerto.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif, dengan mengevaluasi proses anaerob dan aerob pada, serta faktor – faktor yang mempengaruhinya, yaitu pH, temperatur, BOD, COD, dan ORP (oxidation reduction potential). Data diperoleh dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh rumah sakit dan dari hasil uji yang dilakukan oleh penelilti, selanjutnya dibandingkan dengan Pergub Jatim Nomor 72 tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Dan/Atau Kegiatan Usaha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam IPAL ditemukan bahwa konsentrasi phospat di outlet rata – rata 2.2118 ppm (diatas baku mutu). Ratio BOD dan COD limbah cair pada bak pengumpul yang kurang dari 40% menunjukkan bahwa zat organik limbah cair bersifat toksik pada mikroorganisme. Nilai ORP pada bak aerob masih dibawah +100 mV, kondisi ini menunjukkan proses jumlah oksigen terlarut dalam bak aerob lebih rendah dari 3 mg/L.IPAL RSIM Hasanah Kota Mojokerto perlu dilakukan revitalisasi dengan mengevaluasi kesesuaian antara beban organik yang masuk dan kondisi unit proses dan operasional instalasi.
Pengaruh Proses Belajar Mengajar Yang Menggunakan Dan Tidak Menggunakan Alat Peraga
Beny Suyanto;
Karno .;
Sujangi .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 3 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v13i3.106
ater treatment props used in the learning process is intended to clarify the material presented lectures more interesting and easier to understand. How much influence the process of learning to use and not use props is a water treatment in this study.Analytical study of the design of one group pretest-posttest conducted with a sample of Environmental Health Prodi third semester students during the academic year 2014/2015 in themonth of September until November 2014. Students of 51 people divided into two groups A and group B were based on the averagevalue of the first semester GPA (a) and II (two) are intended to have the same ability level andevenly. Group learning process does not use props and group B with the use of props watertreatment. The results of students' pre-test group A and B do not pass the value of the gain and thehighest and lowest 50 20. While the results of a group of students posttest score average of 67.3, the lowest and highest value of 60.7 79.3. The student group B average value 78.3, the lowest value of 70, and the highest 84.7. There are significant differences utilize the learning process and not use props.The above data indicate that the level of understanding of the students in the lecture using props are better than without props. Konfrehensif cognitive abilities and effective student group Bwas also better. Props water treatment also allows professors to teach and improve communication skills for students. Thus, each subject-oriented knowledge and skills needed innovation of scienceand technology major props adequate.
PERILAKU 3M BAGI PENGHUNI RUMAH MEMPENGARUHI KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
Nur Fauziah;
Umi Rahayu;
Imam Thohari
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 17, No 1 (2019): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v17i1.1053
Tindakan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue dilakukan dengan pengendalian terhadap vektor melalui pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti yang dapat dikombinasikan dengan perilaku menguras, menutup dan mengubur (3M) sehingga akan menjadi lebih efektif dalam mencegah penyakit DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberadaan kontainer dengan perilaku 3M (menguras, mengubur, menutup) penghuni terhadap kejadian penyakit DBD.Jenis penelitian ini adalah penelitian Analitik dengan menggunakan studi Case Control dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tenggilis dengan besar sampel sebanyak 20 rumah penderita DBD tahun 2016 dan 20 rumah kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi binary logistic dengan derajat kesalahan (α) sebesar 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Tenggilis adalah Sikap (p value : 0,0130,05) dan Tindakan (p value : 0,0270,05) terkait 3M serta Keberadaan Kontainer (p value : 0,0380,05). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue adalah Pengetahuan terkait 3M (p value : 0.3760,05). Variabel yang paling mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue adalah Sikap responden terkait 3M.Hendaknya masyarakat meningkatakan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kesadaran akan pentingnya menguras bak mandi secara rutin. Sedangkan bagi instansi Puskesmas dapat lebih sering memberikan edukasi dan informasi terkait penyakit demam berdarah dengue kepada masyarakat. Kata kunci : DBD, Kontainer, 3M
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR TAHUN 2016
Feny Hardianingtias;
Mujiyono .;
Hery Koesmantoro
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 14, No 3 (2016): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v14i3.264
Almost 90% of people in Sugihwaras Maospati District have a business of making brick. The burning process was done in their own yard and lead to air population. The purpose of this research is to identify indoor and outdoor physical factor of Acute Respiratory Infections in that village. Measurement of the physical condition of the houses such as ligthing, temperature, and humidity were done. This research is a descriptive study. The data collection is done by observation, interview, and measurement of the physical condition of the house. The samples of this research are 94 houses taken by proportional random sampling. Then, data were analyzed using distribution tables. The research concluded that Acute Respiratory Infections were influenced by some indoor’s factors, ligthing was 58,51% and by outdoor’s factor was 73,4%, there was still smoke that could be harmful for the people. So the sugestion for villagers who have a business of making brick have to wear mask in the manufacturing process, especially during the burning process. Keywords : ISPA, Physical Condition of the House
ANALISIS RESIKO PETUGAS KEBERSIHAN YANG MENANGANI LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA
Mohammad Idris Rizaldi;
AT Diana Nerawati;
Setiawan .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 18, No 2 (2020): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v18i2.1118
Pengelolaan limbah rumah sakit dilakukan harus sesuai dengan persyaratan yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan 1204 tahun 2004. Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. Salah satu upaya yang dilakukan rumah sakit dalam rangka penyehatan lingkungan yakni menyelenggarakan pelayanan sanitasi rumah sakit, yakni pengelolaan limbah. Pengelolaan limbah merupakan salah satu aspek strategis dari rumah sakit, karena dengan pengelolaan limbah yang baik akan menciptakan citra yang baik dari rumah sakit. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, menunjukkan bahwa pengeloaan limbah medis di rumah sakit haji dikelola oleh petugas kebersihan yang kemudian dibuang ke tempat sampah medis dan di musnahkan oleh pihak ketiga atau outsoursing yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya.Pada pelaksanaan kegiatan pengelolaan limbah, sebagian petugas kebersihan dalam melakukan penanganan limbah padat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker dan sepatu yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan pada petugas kebersihan. Diketahui juga bahwa hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan kerja terhadap petugas kebersihan. Resiko kerja yang dialami oleh petugas kebersihan merupakan masalah kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit yang perlu mendapat perhatian. Sumber bahaya yang ada di rumah sakit harus di analisis untuk menentukan tingkat resiko yang merupakan tolakPage 2ukur untuk kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja pada petugas kebersihan.Kata Kunci : Limbah Medis, Petugas Kebersihan
PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN UNTUK PELET PAKAN IKAN NILA
Siti Fanisya Afifah;
Rachmaniyah .;
Khambali .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 2 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v19i2.1535
Limbah sayuran seringkali dibuang ke lingkungan yangdapat membahayakan lingkungan dan kesehatan. Pemilihan bahan baku limbah sayuran agar dapat dimanfaatkan menjadi pelet pakan ikan yang berpotensi baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat limbah sayuran untuk pelet pakan ikan nila (oreochromis niloticus)dengan beberapa perlakuan limbah sayuran yang berbeda dan mengetahui kandungan zat gizi protein limbah sayuran.Penelitian ini bersifat Deskriptif menggunakan jenis penelitian Posttest Only Control Group Design dengan 4 perlakuan yaitu limbah sayuran (kontrol), pelet pakan ikan limbah sayuran 20%, pelet pakan ikan limbah sayuran 30% dan pelet pakan ikan limbah sayuran 40%. Pengukuran dari setiap perlakuan untuk mengetahui kandungan zat gizi protein.Hasil penelitian yang diperoleh dari kandungan zat gizi protein limbah sayuran kubis dan kangkung (kontrol) yaitu sebesar 1,5185%, pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 20% sebesar 5,216%, pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 30% sebesar 3,981% dan pelet pakan ikan dengan limbah sayuran 40% sebesar 3,678%. Kualitas pelet pakan ikan belum memenuhi zat gizi protein yang sesuai dengan SNI 01-7242-2006 tentang Pembuatan Pakan Buatan Untuk Ikan Nila dalam proses pembesaran yaitu nilai protein minimal 25%.Disimpulkan hasil penelitian bahwa pelet pakan ikan dari limbah sayuran kubis dan kangkung memiliki kandungan protein rendah. Disarankan perlu adanya penambahan bahan baku yang memiliki kandungan protein tinggi seperti limbah tulang ikan, limbah udang, limbah ampas tahu dan limbah bulu ayam. Sehingga dapat menghasilkan pelet pakan ikan yang berkualitas baik untuk proses pembesaran ikan nila (oreochromis nilocticus) yang mencapai kandungan protein yaitu minimal 25% sesuai dengan SNI 01-7242-2006.
PENGARUH PEMBERIAN IKAN HIAS JANTAN TERHADAP JUMLAH LARVA AEDES AEGYPTI TAHUN 2015
Apriliyah Joshua;
Koerniasari .;
Demes Nurmayanti
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 3 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/kesling.v13i3.97
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) becomes a public health problem In Indonesia due to high number of sufferers and its wide spread. Control methods have been carried out chemically and non-chemically. Use of mosquitofish is one of the biological controls in which certain types of fish used as natural enemies or predators of mosquito larvae. The purpose of this study is todetermine effect of male ornamental aquarium fish to the number of Aedes aegypti larvae. This is a quasi-experimental research carried out by conducting experiment on Betta crown tail fish and Pterophyllum altum eting ability to the number of Aedes aegypti larvae. Data used in this research is primary and secondary data. The primary data were obtained fromobservation during experiment of the number of Aedes aegypti larvae eaten by both types ofornamental fish, while the secondary data was data from books and journals supporting the research.Result showed that Betta crown tail fish were the most influencing fish with an average eating ability of 282 larvae per day. While average of Pterophylum Altum eating ability was 248larvae per day. Result of the research lead to suggestion on the use of Betta crown tail fish as predators of Aedes aegypti larvae in and medium size bath up and Pterophylum Altum fish for the tub large size one.