cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
ANALISIS NILAI-NILAI KEHIDUPAN BATAK TOBA PADA TRADISI “MAMBOAN SIPANGANON TU TULANG” Hanna Yesika; Lenny Novianti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 3 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.818 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v3i2.95

Abstract

Tradisi “Mamboan Sipanganon tu Tulang” merupakan budaya adat istiadat lokal yang di lestarikan oleh masyarakat suku batak toba khususnya yang terletak di daerah Sihonongan Toruan, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dengan sumber data primer yaitu wawancara dengan salah satu narasumber yaitu Juhar Siburian. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif yaitu reduksi penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penilitian yang diperoleh yaitu bagi masyarakat suku batak toba makna tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada tulang, mengeratkan hubungan tali silahturahmi serta sebagai wujud pelestarian adat lokal yang bernilai penting dan sakral.
TINDAK TUTUR BEHABITIF DALAM FILM BATAK “RONGKAPHU DI TANO NIAS” KARYA PONTI GEA Sadieli Telaumbanua; Todo Maja Kusbianto; Setia Budi Barus
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 3 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.369 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v3i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe dan fungsi tindak tutur behabitif dalam film Batak Rongkaphu di Tano Nias karya Ponti Gea. Subjek penelitian ini adalah semua tuturan yang dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias. Objek penelitian ini adalah semua tuturan behabitif yang terdapat dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias tersebut beserta konteksnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Setelah itupeneliti menganalisis tipe dan fungsi tindak tutur behabitif dengan menggunakan metode padan referensial dengan PARLANT sebagai referensi. Validitas didasarkan pada validitas semantik, sedangkan reliabilitas diperiksa oleh seorang ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasilnya terbagi menjadi 5 tipe tindak tutur behabitif dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias yang berupa (1) tipe meminta maaf, (2) tipe berterima kasih, (3) tipe bersimpati, (4) tipe bersikap, (5) tipe berharap.
LEGENDA LOKAL SUMATERA UTARA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR Mira Wida Yanti Ziliwu; Riris Rolantik Batubara
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 3 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.498 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v3i2.97

Abstract

Tujuan penelitian ini menjadikan legenda lokal di Sumatera Utara menjadi bahan ajar di SMP dan menyampaikan nilai-nilai karakter dari legenda Lokal di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan legenda lokal di Sumatera Utara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi sastra untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan karakter dari legenda lokal di Sumatera Utara. Sumber data penelitian adalah legenda lokal Sumatera Utara yang berjudul, “Legenda Danau Toba, Legenda Laowomaru dan Legenda Lau Kawar. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah study kepustakaan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa legenda lokal yang ada di Sumatera Utara memiliki nilai pendidikan karakteryang dapat di tanamkan kepada peserta didik melalui pembelajaran Bahasa Indonesia.
BENTUK SATUAN KEBAHASAAN DAN MAKNA TOPONIMI NAMA DESA DI WILAYAH KABUPATEN TABALONG Akhmad Humaidi; Alimuddin A. Djawad; Yulita Safutri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.132 KB)

Abstract

Kajian mengenai toponimi penamaan tempat bagi masyarakat awam masih dianggap tidak urgen, tetapi kajian sebenarnya ini dapat mendeskripsikan karakteristik masyarakat di masa lalu baik dari segi filosofi, sejarah, sosial, maupun kondisi geografis. Penelitian ini mengkaji toponimi di wilayah Kabupaten Tabalong dari segi bentuk satuan kebahasaan dan makna. Wilayah ini menarik karena letak geografisnya berada di antara tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur sehingga menjadi tempat pertemuan beberapa budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari 33 desa di wilayah selatan Kabupaten Tabalong, yaitu kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan, dan Muara Harus. Objek penelitian dibatasi pada nama desa yang telah lama ada bukan nama desa baru yang berasal dari pemekaran. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, pengurangan data, pengelompokkan data, penginterpretasian, dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan bentuk satuan kebahasaan, nama desa di wilayah Tabalong terbagi menjadi empat klasifikasi, yaitu kata dasar, berafiks, jamak, dan akronim. Berdasarkan makna, nama desa dapat diklasifikasikan menjadi Flora, Fauna, Wujud Air, Rupabumi, Benda Alam, Tokoh, Folklor, dan Alat.
ANALISIS GRMATIKAL PADA CERPEN KOPI DAN CINTA YANG TAK PERNAH MATI KARYA AGUS NOOR Hotmaida Siregar; Alfrija Irza Sahara; Jenni Marlina Sitanggang; Frinawaty Lestarina Barus
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan kohesi gramatikal dan bentuk-bentuknya pada cerpen cinta yang tak pernah mati karya Agus Noor. Dalam penelitian ini analisis difokuskan pada pola pembentukan kohesi gramatikal cerpen yang meliputi penyulihan, elipsis, dan konjungsi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif karena tujuan penelitian ini merupakan pendeskripsian pola kohesi gramatikal sebuah cerpen. Sumber data yang didapat dari penelitian ini berasal dari isi cerpen “Kopi dan Cinta yang tak Pernah Mati” karya Agus Noor dengan cara mencermati, membaca, dan menelaah setiap kata-kata yang terdapat dalam cerpen secara berulang-ulang agar analisis yang diperoleh bersifat konkret.  
PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP BHAKTI BANGSA TAHUN AJARAN 2020/2021 Fitria Khairunnisa; Nanda Dwi Astri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.7 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang diberikan suatu treatment dan memiliki tujuan agar mengetahui bagaimana pengaruh dari model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur teks narasi siswa kelas VII SMP Bhakti Bangsa pada Tahun Ajaran 2020/2021. Siswa kelas VII SMP Bhakti Bangsa merupakan populasi penelitian ini. Penelitian ini memakai teknik random sampling pada sampel untuk mendapatkan data. Kelas VII-A akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas VII-B akan dijadikan kelas kontrol dalam penelitian ini. Dari data hasil penelitian kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh nilai hasil rata-rata yaitu kelas kontrol 50,9 dan kelas eksperimen nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 73,3. Berdasarkan dari data hasil penghitungan diperoleh thitung = 10,03 dan ttabel = 2,04. Jadi, kriteria pengujian hipotesis pada penelitian ini yaitu thitung > ttabel. Jadi, pada penelitian ini Hipotesis nilai (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dari hasil penghitungan terbuktikan bahwa ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen, dengan demikian menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada saat proses pembelajaran mengidentifikasi unsur teks narasi siswa kelas VII SMP Bhakti Bangsa Tahun Ajaran 2020/2021 sangat berpengaruh positif dan bisa memberi semangat serta motivasi ketika belajar.
NILAI DAN MAKNA LARANGAN MARSIOLIAN SESAMA MARGA PARNA SUKU BATAK Yunisa Nastiti; Sri Dinanta Beru Ginting; Iven Samsury Simbolon
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.55 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pernikahan Suku Batak yang menganut pernikahan Exogami yaitu pernikahan harus diluar marga sendiri yang merupakan salah satu ciri pernikahan orang batak. Maka dari itu orang batak sangat menentang keras pernikahan semarga, sebab yang semarga itu adalah saudara sekandung. Tujuan penulis mengangkat judul tersebut adalah untuk memberi pemahaman pada anak muda suku batak yang lahir diperantauan agar memahani nilai dan makna dari larangan menikahi sesama marga. maka itu juga dapat digunakan sebagai tumpuan orang Batak dalam mencari pasangan hidup agar terhindar dari larangan yang telah dibuat oleh orang tua pada jaman dahulu. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena kurangnya kesadaran akan pentingya pengetahuan tentang larangan pernikahan sesama marga dalam adat batak toba. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif yaitu hasil berupa kata yang tertulis atau lisan dari perilaku orang yang diamati dilapangan tanpa adanya proses manipulasi hasil data yang yang ditemukan dilapangan. penelitian hanya menggunakan penjelasan data dengan apa adanya yang di dapat dari hasil wawancara dengan 2 orang narasumber di Desa Dolok Tong Kabupaten Dairi yang dilakukan pada bulan Oktober 2019 s/d Maret 2020. Berdasarkan Hasil penelitian apabila ada yang melanggar peraturan pernikahan pada Adat Batak maka akan dicerai hidup (Disirang Mangolu) dan diasingkan dulu bagi mereka yang melakukan perkawinan satu marga bahkan dapat diasingkan atau diusir dari kediamannya.
ANALISIS GRAMATIKAL PADA NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS VII SMP SWASTA DHARMA PANCASILA MEDAN TAHUN AJARAN 2020/2021 Nurhaini Lubis; Christin Agustina Purba; Enzellina Sinaga; Nurmawati Nurmawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.222 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis gramatikal pada novel Ayah karya Andrea Hirata dan implikasinya pada pengajaran di Sekolah Menengah Pertama kelas VII SMP Swasta Dharma Pancasila Medan Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis teks. Populasi  penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Swasta Dharma Pancasila Medan yang berjumlah 54 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik post test. Penelitian berlangsung di  lapangan sesuai dengan fakta sebagaimana adanya. Peneliti menemukan unsur gramatikal dari novel Ayah karya Andrea Hirata yaitu konjungsi koordinatif aditif (dan, lagi pula, serta), konjungsi adversatif  (namun, meskipun, hanya, tetapi, bagaimanapun, pada kenyataannya, sebenarnya, sebaliknya), konjungsi subordinatif waktu (sejak, semenjak, ketika), konjungsi subordinatif syarat (jika, jikalau, asal (kan), bila, manakala), konjungsi subordinatif konsensif (sehingga, sampai, akibatnya).
UNSUR-UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL NUN PADA SEBUAH CERMIN KARYA AFIFA AFRA Gidion Siagian; Christin Agustina Purba; Meilani Simanjuntak
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.447 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik yang terdapat di dalam novel Nun Pada Sebuah Cermin karya Afifa Afra dan untuk mengetahui pentingnya pendidikan formal dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber dari penelitian ini yaitu novel Nun Pada Sebuah Cermin karya Afifa Afra. Data yang diperoleh berupa kata-kata di dalam kalimat. Teknik yang digunakan adalah teknik trianggulasi. Hasil dari penelitian ini terdapat unsur-unsur intrinsik didalam novel Nun Pada Sebuah Cermin karya Afifa Afra, yaitu: Tema perjuangan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Terdapat 24 tokoh dalam novel, 13 tokoh berwatak protagonis dan 11 tokoh berwatak antagonis. Latar tempat pada novel ini terletak di kota surakarta yaitu Gedung Ketoprak ‘Chandra Poernama’, rumahdi sekitar bantaran Kali Anyar serta Taman Budaya Jawa Tengah. Latar waktu yang terdapat pada novel yaitu pagi dan malam hari. Latar sosial di dalam novel ini yaitu masyarakat kelas rendah, penduduk yang hidup sebagai pemulung, pekerja ketoprak dengan ekonomi yang sangat susah. Alur atau plot dalam novel ini menggunakan alur maju. Sudut pandang yang digunakan merupakan sudut pandang orang pertama. Gaya bahasa yang digunakan adalah metafora, personifikasi, anofora dan hiperbola. Amanat yang ditemukan dalam novel ini mengajarkan agar tifak pantang menyerah dalam menjalani kerasnya kehidupan, sedangkanpentingnya pendidikan formal yang terdapat pada novel Nun Pada Sebuah Cermin karya Afifa Afra adalah sekolah dapat menjadi cara untuk mencapai cita-cita, sehingga putus sekolah bisa menjadi masalah bagi siapa saja yang ingin menggapai cita-cita.
NILAI RELIGIUS DALAM KISAH DATU PEMBERANI KARYA JAHDIAH Novia Winda; Noor Indah Wulandari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.445 KB)

Abstract

Kajian mengenai nilai relegius pada sastra anak tidak urgen, tetapi kajian ini mampu mendeskripsikan nilai relegius yang terkandung dalam sastra anak, seperti: nilai religius yang terlihat dari hubungan manusia dengan Tuhan, nilai religius yang terlihat dari hubungan manusia dengan diri sendiri, dan nilai religius yang terlihat dari hubungan manusia dengan sesama manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian hermeneutika Ricoeur dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Cerita Rakyat Kalimantan Selatan dengan judul “Kisah Datu Pemberani” karya Jahdiah yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian hermeneutika Ricoeur dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Kisah Datu Pemberani karya Jahdiah yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan   tahun 2016. Data penelitian berupa fakta tentang nilai religus yang terdapat dalam Kisah Datu Pemberani karya Jahdiah.  Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik analisis isi dan penafsiran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneliti ini adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi.  Penelitian ini menemukan: a) Hubungan manusia dengan dengan Tuhan terbagi menjadi berdoa, taat, dan berserah diri, b ) Hubungan manusia dengan diri sendiri terbagi menjadi niat baik, berusaha, kasih sayang, tegas dan tulus, dan c) Hubungan manusia dengan sesama manusia terbagi menjadi harapan, patuh, penolong, pemberani, memaafkan kesalahan orang lain, gotong -royong, siaga, waspada, dan adil.

Page 6 of 35 | Total Record : 345