cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Cakram
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26860597     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Cakram merupakan Jurnal Ilmiah milik Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang yang berorientasi pada bidang Mesin Konversi Konversi Energi, Kontruksi, Material, Automasi, dan Sensor. Jurnal Teknik Mesin Cakram terbit (2) dua kali setahun pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
ANALISIS PERBEDAAN USIA PAKAI MOLDING BERBAHAN BAJA PERKAKAS SKS 12, SLEIPNER A88, DAN SKH 55 UNTUK PRODUK MUR (NUT) BAJA S50C Tatang Suryana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7560

Abstract

Abstrak:Penelitian ini mempelajari usia pakai molding untuk produk mur. Bahan molding yang digunakan baja perkakas SKS 12, SLEIPNER A88 dan SKH 55, sedangkan bahan produk mur yang akan dihasilkan adalah baja karbon seri S50C. Ketiga bahan molding ini diujikan di industri. Pembuatan mur meliputi uji dimensi dengan mengukur toleransi dimensi mur dan uji usia pakai dengan melihat jumlah produk yang dihasilkan. Pengujian ini dilanjutkan dengan uji kekerasan mikro pada bagian sisi dalam dari molding. Usia pakai baja perkakas SKS 12 sebanyak 40.105 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.055 mm, baja perkakas SLEIPNER A88 sebanyak 110.703 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.053 mm, baja perkakas SKH 55 sebanyak100.404 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.054 mm, uji kekerasan mikro baja perkakas menunjukkan bagian terdalam sisi molding rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan bagian tengah. Molding berbahan SKS 12 memiliki usia paling pendek, Molding berbahan SKH 55 memiliki usia panjang, dan Molding berbahan SLEIPNER A88 memiliki usia paling tinggi dan sedikit lebih tinggi dari SKH 55. Usia pakai SKS 12 dua sampai tiga kali pakai, sedangkan usia pakai SKH 55danSLEIPNER A88 diperkirakan lebih dari tiga kali pakai.Kata Kunci: Baja perkakas, sks 12, skh 55, sleipner a88, mur s50c,molding, uji kekerasan. Abstrak:Penelitian ini mempelajari usia pakai molding untuk produk mur. Bahan molding yang digunakan baja perkakas SKS 12, SLEIPNER A88 dan SKH 55, sedangkan bahan produk mur yang akan dihasilkan adalah baja karbon seri S50C. Ketiga bahan molding ini diujikan di industri. Pembuatan mur meliputi uji dimensi dengan mengukur toleransi dimensi mur dan uji usia pakai dengan melihat jumlah produk yang dihasilkan. Pengujian ini dilanjutkan dengan uji kekerasan mikro pada bagian sisi dalam dari molding. Usia pakai baja perkakas SKS 12 sebanyak 40.105 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.055 mm, baja perkakas SLEIPNER A88 sebanyak 110.703 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.053 mm, baja perkakas SKH 55 sebanyak100.404 produk dengan toleransi dimensi berubah menjadi 0.054 mm, uji kekerasan mikro baja perkakas menunjukkan bagian terdalam sisi molding rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan bagian tengah. Molding berbahan SKS 12 memiliki usia paling pendek, Molding berbahan SKH 55 memiliki usia panjang, dan Molding berbahan SLEIPNER A88 memiliki usia paling tinggi dan sedikit lebih tinggi dari SKH 55. Usia pakai SKS 12 dua sampai tiga kali pakai, sedangkan usia pakai SKH 55danSLEIPNER A88 diperkirakan lebih dari tiga kalipakai.
SIMULASI PENGUKURAN DIMENSI SLIDER PADA MESIN CETAK PLASTIK MENGGUNAKAN ALAT UKUR COORDINATE MEASURING MACHINE (CMM) Nurjaya Nurjaya
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i1.10959

Abstract

Mesin cetak (mold) merupakan suatu mesin yang memiliki ruang atau tempat plastic cair panas, yang dinjeksikan dengan mesin injeksi untuk dibentuk menjadi produk plastic tertentu sesuai bentuk ruang. Mesin cetak ini memiliki banyak komponen, salah satunya Slider. Komponen ini berkerja dengan cara maju dan mundur yang digerakan oleh hidrolik. Pada umumnya, komponen ini saat berkerja sering kali mengalami kerusakan, berupa gesekan pada permukaan yang disebabkan dimensi yang tidak sesuai. Untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur tiga dimensi (Coordinat Measuring Machine) yang memiliki ketelitian tinggi. Kata kunci : Slider, Coordinat Measuring Machine, Graphics of element
ANALISA KERUSAKAN PIPA AIR PENGUMPAN BOILER Sukandar Sukandar; Yana Heryana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7556

Abstract

Abstrak: Pipa air pengumpan boiler adalah suatu sistem pengumpan air ke boiler. Untuk pelindungan dari serangan korosi pada pipa disuntikkan inhibitor. Kerusakan terjadi  pada pipadi ujung pipa injeksi  inhibitor setelah 7 tahun operasi. Lokasi pipa inhibitor adalah 800 mm setelah swing check valve. Untuk mencari akar penyebab dilakukan analisa kerusakan. Untuk mendukung analisa kerusakan dilakukan pengujian dan pemeriksaan komposisi kimia, fraktografi, metalografi, kekerasan, produk korosi, polarisasi, simulasi aliran dan rasio Na dan PO4 dalam inhibitor. Hasil pemeriksaan komposisi kimia menunjukkan bahwa material pipa adalah sesuai standar. Hasil pemeriksaan fraktografi menunjukkan kerusakan berupa penipisan lokal berbentuk cekungan sepatu kuda. Hasil pemeriksaan metalografi menunjukkan struktur mikro material pipa adalah ferit dan perlit normal. Hasil pemeriksaan produk korosi menunjukkan kandungan oksigen yang sangat tinggi. Hasil pengujian polarisansi dengan inhibitor adalah 19,991 mpy. Hasil simulasi aliran menunjukkan di lokasi pipa injeksi inhibitor adalah zona aliran diam. Hasil pemeriksaan kandungan inhibitor menunjukkan bahwa rasio Na dan PO4 dibawah 2,85:1. Dari hasil pemeriksaan dan pengujian tersebut dapat dikerucutkan bahwa akar penyebab kerusakan pipa air pengumpan boiler adalah serangan korosi akibat konsentrasi oksigen.Kata kunci: Pipa Air Pengumpan Boiler, Baja Karbon, Inhibitor, Aliran Diam, Caustic Gouging, Konsentrasi Oksigen.
PERLAKUAN TERMOMEKANIK PADUAN TITANIUM HASIL CORAN VACCUM ARC MELTING Fendy Rokhmanto
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i1.10955

Abstract

Titanium dan paduanya merupakan salah material logam yang tangguh, sehingga banyak diaplikasikan pada aerospace, marine, oil and gas, biomedical, olah raga, otomotif dan lain-lain. Produk Titanium, dapat diperoleh dari beberapa proses manufaktur yaitu casting, machining, forming, dan powder metallurgy. Produk akhir, ingot hasil coran ataupun produk setengah jadi paduan Titanium dapat dimodifikasi sifat mekanisnya dengan proses heat treatment dan thermomechanical treatment. Pada penelitian ini dilakukan investigasi perubahan sifat mekanis dalam hal ini kekerasan dan struktur mikro paduan titanium. Ingot paduan Titanium Ti-Al-Nb dibuat dengan proses remelting logam paduan dalam tungku busur lustrik vakum. Kemudian ingot hasil coran dilakukan proses homogenisasi pada temperatur 1100 °C selama 12 jam dengan pendinginan didalam tungku dan dilanjutkan dengan hot roll dengan pemanasan awal 1100 °C dan waktu tahan 1 jam yang kemudian dilakukan quenching. Karakterisasi paduan dilakukan pada setiap kondisi perlakuan, adapun karakterisasinya adalah pengamatan stuktur mikro menggunakan foto metalografi, SEM dan uji keras dengan metode Rockwell C. Pengamatan metalografi menunjukkan bahwa paduan merupakan alfa-beta Titanium. Proses pengulangan remelting tidak memberikan efek signifikan terhadap peningktan kekerasan paduan. Proses thermomekanikal treatment mengakibatkan perubahan bentuk mikrostruktur dari interdendritic menjadi platelike dan nilai kekerasan menjadi 52 HRc pada 3 kali remelting dan 50.5 HRc pada 5 kali remelting Kata kunci: titanium, vacuum arc melting, termomekanik, pengecoran
PENGARUH PANJANG DAN DIAMETER KOLOM UDARA TERHADAP PERFORMA TABUNG IMPEDANSI SEBAGAI ALAT PENENTU CEPAT RAMBAT BUNYI DI UDARA Sulanjari Sulanjari; Adimas Wicaksana
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i1.10960

Abstract

Ukuran Tabung impedansi sangat berperan penting dalam menentukan hasil pengukuran dari alat pengukur cepat rambat bunyi di udara. Jika dapat menentukan ukuran tabung impedansi yang paling efektif dapat ditentukan, maka pemanfaatan alat ini bisa berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah menentukan nilai kesalahan relatif dari pengukuran. Jika nilai kesalahan relatif yang di dapat kecil maka ketelitiannya semakin tinggi. Tingkat ketelitian tertinggi pengukuran dari alat ini adalah pada diameter paralon 3 inchi dan panjang paralon 1 m dengan tingkat kesalahan relatif sebesar 0,9 % pada frekuensi 705,21 Hz.. Tingkat ketelitian terendah adalah pada diameter paralon2,5 inchi dan panjang paralon 2 m dengan dengan tingkat kesalahan relatif sebesar 7,8% pada frekuensi 705,21 Hz. Kata kunci: tabung impedansi, efektif, kesalahan relatif, panjang paralon, diameter paralon.
ANALISA KERUSAKAN PADA POROS DUDUKAN BOTTOM PLATE DARI MESIN PENCAMPUR CAT DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Slamet Rahardian
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i2.7557

Abstract

Abstrak: Permintaan akan Cat tembok pada pasar domestic yang tinggi menuntut penggunaan mesin yang selalu dalam kondisi prima, namun pada prakteknya sering terjadi kerusakan mesin. Salah satu komponen yang sering terjadi kerusakan adalah Poros Dudukan Bottom Plate Pada Mesin Pencampur Cat. Kerusakan tersebut mengharuskan dilakukannya penghentian proses produksi untuk melakukan perbaikan, hal ini menyebabkan kerugian waktu dan biaya bagi perusahaan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mencari penyebab serta mengetahui mekanisme terjadinya kegagalan yang terjadi pada Poros Dudukan Bottom Plate dengan spesifikasi material baja karbon S45C. Hasil fraktografi menunjukkan bahwa permukaan patahan merupakan struktur martensit temper yang mempunyai kekerasan cukup tinggi dan bersifat getas (brittle) sehingga tidak ada deformasi plastis pada permukaan patahan, tetapi dapat mengurangi ketahanan material terhadap beban kerja unidirectional bending dan mempunyai konsentrasi teganggan yang tinggi. Kemudian  dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada Poros Dudukan Bottom Plate dari material S45C pada mesin pencampur cat disebabkan oleh patah lelah (fatique fracture), hal ini didukung oleh penjalaran patah dimulai dari satu sisi shaft dan daerah fatigue terjadi pada ¾ dari diameter Poros Dudukan Bottom Plate.Kata kunci: Poros Dudukan BottomPlate, Mesin Pencampur Cat, Analisa Kerusakan, Pengujian.
OPTIMASI KARAKTERISTIK BAN PADA KENDARAAN PENUMPANG UNTUK MENDUKUNG EFISIENSI DAYA PENGGERAK Moh Azizi Hakim
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i1.10956

Abstract

Sebuah mobil listrik ini didesain mempunyai panjang 2,5 meter, lebar 1,6 meter dan berat kosong 770 kg memiliki 4 roda untuk kapasitas 4 penumpang berkisar 300 kg. Dengan mempertimbangkan isu aktual yaitu efisiensi energi dan dampak lingkungan, faktor paling dominan yang dapat memberikan dampak terhadap hal tersebut adalah faktor materialberupa penggunaan ban kendaraan sesuai karakteristik operasional melalui optimasi tekanan ban, beban yang diterima ban dan diameter ban,diharapkan dapat menurunkan kebutuhan daya penggerak sekecil mungkin.Beberapa permasalahan yang mempengaruhi spesifikasi ban, data dan analisis hasil optimasi daya penggerak dengan menggunakan eksperimen diperoleh hasil, yaitu pada tekanan ban sebesar 241,316 kPa, beban yang diterima ban 310 kg, dan diameter ban 520 mm, diperoleh efisiensi kebutuhan daya penggerak yang optimum sebesar 2323,978 watt Kata kunci: tekanan ban, beban yang diterima ban, diameter ban
PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN PEGAS DAUN MOBIL UNTUK MATERIAL BILAH PISAU SEMBELIH Abdul Choliq
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17538

Abstract

Limbah pegas daun mobil merupakan salah satu material alternatif untuk pembuatan bilah pisau sembelih hewan. Telah dilakukan berbagai percobaan pembuatan pisau dengan berbagai jenis pegas daun, dan hasilnya cukup beragam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dua jenis pegas daun mobil sebelum dijadikan bilah pisau, yaitu untuk mengetahui perubahan nilai kekerasan dan struktur mikro pegas daun setelah diberi laku hardening dan tempering. Percobaan dilakukan pada dua jenis pegas daun mobil yang berbeda. Metode pemanasan menggunakan arang kayu. Temperatur austenisasi hardening 800⁰C dan tempering 250⁰C diukur dengan infrared thermometer. Media pendingin yang digunakan berupa air sumur, oli mesin bekas, dan batang pohon pisang. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi kimia, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Data pengujian menunjukkan struktur mikro yang terbentuk dari sampel hardening adalah martensit serta adanya karbida krom di sekitar martensit. Nilai kekerasan sampel mencapai 63-68HRC. Pada sampel yang telah ditemper, struktur mikro yang terbentuk adalah martensit dan adanya austenit sisa, kekerasan turun menjadi 54HRC. Dengan demikian disimpulkan bahwa pegas daun dalam penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai material alternatif bilah pisau sembelih. Karena kekerasan dan struktur mikro yang terbentuk mendekati pisau sembelih buatan pabrik yang umumnya berstruktur mikro martensit dan austenit sisa serta nilai kekerasan 56HRC. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal atau prosiding baik nasional maipun internasional dan luarannya dapat diproses dalam kekayaan intelektual lain jika diperlukan.
ANALISA PERHITUNGAN BEBAN DAN PERANCANGAN DISTRIBUSI SALURAN UDARA PADA RUANGAN APARTEMEN Andri Setiawan
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17539

Abstract

Besarnya konsumsi listrik untuk air conditioner (AC) yang digunakan pada ruangan apartemen menjadi permasalahan yang berujung pada pemborosan keuangan. Berlatar belakang masalah tersebut, maka dalam penelitian ini akan diperhitungkan kembali dalampememilihan kapasitas pendinginan air condotioningyang tepat sebagai upaya penghematan energi untuk penurunan efek rumah kaca tanpa mengurangi kenyamanan dalam ruangan.Temperatur nyaman suatu ruangan menurut Standar Nasinonal Indonesia berkisar antara 24°C - 27°C dengan kelembaban relatif 60%±5%. Dalam penelitian ini akan dihitung besarnya beban pendinginan yang diperlukanpada ruangan serta mengetahui desain distribusi saluran udara. Metode penelitian dilakukan dengan tinjauan langsung dilapangan dengan mengukur beban pendinginan pada satu unit rumah apartemen meliputi bedroom-1, bedroom-2, dan bedroom-3, mengumpulkan jenis material konstruksi, barang-barang elektronik, jenis lampu yang digunakan, mengukur dimensi ruangan (dinding,pintu, kaca), mengukur temperatur di dalam dan di luar ruangan, fungsi ruangan dan jumlah penghuninya. Perhitungan beban pendinginan pada ruangan ini menggunakan metode CLTD/CLF (Cooling Load Temperature Diffrence/Cooling Load Factor), sedangkan untuk merancang instalasi tata udara menguunakan metode Equal Friction Method. Setelah dilakukan perhitungan beban pendinginan pada ketiga ruangan apartemen, didapat beban pendinginan pada ruang bedroom-1 dengan luas ruangan 187,552 ft2 sebesar 15163,535 BTU/HR, ruang bedroom-2 dengan luas ruangan 304,364 ft2 sebesar 20791,292 BTU/HR dan ruang media room dengan luas ruangan 623,903 ft2 sebesar 32246,135 BTU/H.
ANALISA KEKERASAN, STRUKTUR MIKRO DAN KESESUAIAN KOMPOSISI PADA MATERIAL DISC OVERLAY GATE VALVE SS410 Toni Sanjaya
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis dan mekanis logam SS410 menggunakan proses pengelasan SMAW dan elektroda kandungan Cr 13% untuk pembuatan produk disc gate valve. Dalam penelitian ini akan diperlihatkan pengaruh variasi cetakan terhadap porositas, nilai kekerasan, komposisi kimia (PMI test), dan struktur mikro terhadap material. Hasil analisis pengujian komposisi kimia menunjukkan ada 8 unsur, tetapi mengacu pada ASTM A276 TP 410 hanya 5 unsur yang dominan yaitu (C) 0,08-0.15%, (Mn) 1,00%, (P) 0.040%, (S) 0.030%, (Si) 1.00%, dan (Cr) 11.5-13.5%. Dilihat dari unsur yang ada didalam material ini maka dapat digolongkan sebagai logam Stainless steel. Dan jika dilihat dari hasil pengujian struktur mikro, maka pada disc Overlay terlihat memiliki diameter butiran lebih besar, padat sehingga nilai kekerasannya lebih kuat. Namun pada saat pengelasan sering terjadi crack pada daerah pengelasan yang bersifat porus. Dari ASTM A276 TP 410 dinyatakan bahwa nilai kekerasan material ini minimum 35 HRC atau sama dengan 323 HB.

Page 5 of 11 | Total Record : 106