cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Cakram
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26860597     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Cakram merupakan Jurnal Ilmiah milik Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang yang berorientasi pada bidang Mesin Konversi Konversi Energi, Kontruksi, Material, Automasi, dan Sensor. Jurnal Teknik Mesin Cakram terbit (2) dua kali setahun pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
KETAHANAN KOROSI PADUAN Cu-Zn 70/30 TERHADAP PERBEDAAN WAKTU TAHAN PADA PROSES THERMO MECHANICAL CONTROLLEDPROCESS (TMCP) Eka Febriyanti
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17536

Abstract

Paduan Cu-Zn (70/30) banyak diaplikasikan dalam radiator otomotif, selongsong amunisi, dan architectural hardware tentunya tidak terlepas dari paparan lingkungan sehingga diperlukan ketahanan korosi yang baik. Meskipun paduan Cu-Zn 70/30 memiliki ketahanan korosi yang cukup baik terhadap atmosfer ruang, air laut, dan industri petrokimia, namun paduan Cu-Zn sangat rentan terhadap lingkungan amonia. Terutama pada paduan dengan kandungan Zn lebih dari 15% sangat rentan terjadinya korosi dealloying (dezinfication) atau dikenal juga dengan selective leaching. Pengerjaan TMCP (thermos mechanical controlled process) dilakukan dengan metode bolak-balik dengan reduksi sebesar 60% (30%-30%) pada suhu 300oC dimana pada setiap pass-nya paduan Cu-Zn dipanaskan terlebih dahulu pada temperatur 300°C dengan waktu tahan berbeda mulai dari 30, 60, dan 120 menit. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan peningkatan waktu tahan dari 0 ke 30 menit awalnya terjadi peningkatan laju korosi baik dengan metode uji weight loss pada larutan NaCl 3,5% dari 0,02187 mm/tahun menjadi 0,02292 mm/tahun dan pada larutan Mattson’s solution dari 0,1493 mm/tahun menjadi 0,24062 mm/tahun maupun metode polarisasi pada larutan NaCl 3,5% dari 0,12981 mm/tahun menjadi 0,30845 mm/tahun dan pada larutan Mattson’s solution dari 4,5149 mm/tahun menjadi 5,4076 mm/tahun. Selanjutnya laju korosi menurun dengan semakin meningkatnya waktu tahan baik dengan metode uji weight loss yaitu masing-masing mencapai 0,02182 mm/tahun pada larutan NaCl 3,5% dan 0,196083 mm/tahun pada Mattson’s solution maupun metode polarisasi yaitu masing-masing mencapai 0,14044 mm/tahun pada larutan NaCl 3,5% dan 5,12099 mm/tahun pada Mattson’s solution.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR BEAM SKID BASE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA (FEM Mustasyar Perkasa
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17541

Abstract

Skid base adalah struktur frame yang dibentuk dari berbagai macam profil material yang berfungsi sebagai dudukan bagi generator. Struktur frame skid base dibuat untuk menahan beban generator ketika dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Penelitian ini membahas tentang analisa kekuatan struktur skid base akibat dari beban maksimum yang dialaminya. Material yang digunakan dalam pembuatan skid base adalah IWF beam 150 x 75 x 10 x 5 dan UNP Channel 150 x 75 x 5. Tujuan penelitian ini adalah analisa kekutan skid base sebagai dasar dalam pemilihan material dan dimensi beam yang digunakan dalam membuat skid base. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah evaluasi gambar kerja, pemodelan skid base, menentukan beban dan support, simulasi finite elemen method, dan analisa. Kriteria keberterimaan skid base berdasarkan standar ASTM D1.1 yaitu tegangan maksimumnya sebesar 136 MPa. Hasil analisis numerik menghasilkan nilai stress sebesar 64 MPa. Material struktur Skid Base yang digunakan adalah SS 400 yang memiliki nilai allowable stress sebesar 136 MPa kg/mm2. Nilai stress hasil simulasi FEM masih jauh dibawah nilai stress ijin materialnya.
STUDI EKSPERIMEN PEMANAS AIR TENAGA SURYA TIPE CONCENTRATED PARABOLIC Nailul 'Atifah
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17537

Abstract

Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah  dan salah  satunya  adalah energi matahari. Pemanfaatan energi matahari dengan sistem termal bekerja dengan mengkonversi radiasi matahari menjadi energi panas. Salah satu tipe sistem pemanfaatan energi matahari dengan sistem termal untuk pemanas adalah reflector yang berbentuk concentrated parabolic. Tipe ini memantulkan radiasi matahari menuju ke satu titik fokus. Di titik fokus inilah kemudian diletakkan objek yang akan dipanaskan. Penelitian ini mengkaji  sistem  pemanas air dengan tipe concentrated parabolic dengan  reflektor parabola dengan diameter 56 cm dan kedalaman 6 cm. Absorber penampung air berbentuk silinder memiliki ukuran  diameter 15 cm dan ketinggian 16 cm. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik perubahan suhu air, energi output termal dan efisiensi termal pada sistem pemanas air tenaga surya tipe concentrated parabolic.  Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sistem ini mampu memanaskan air dengan volume 2,12 L dengan suhu tertinggi yang dicapai adalah 82 oC di menit ke 195 yakni pada pukul 14.15 WIB. Sedangkan temperatur rata-rata tertinggi dicapai pada 74 oC. Energi output rata-rata dari sistem pemanas air surya tipe concentrated parabolic ini adalah 184,418 kJoule dengan efisiensi termal rata-rata adalah 35,23 %.
ANALISA STRUKTUR MIKRO DAN PENINGKATAN SIFAT MEKANIS PENGELASAN SMAW BAJA ST 37 Mustasyar Perkasa
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v4i2.17542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh electroda las terhadap struktur mikro dan sifat mekanis pada pengelasan SMAW baja ST37. Pengelasan menggunakan 3 variasi electroda E 7016 LB 52, E 6013 RD 260 dan E 6013 RB 26 dan 3 variasi kampuh las yaitu: Square Groove (I), Single V dan double V (K). Pengujian las meliputi uji komposisi kimia, uji metallografi, kekerasan, pengujian tarik. Pada pengujian metallografi didapatkan bahwa struktur logam las terdiri dari ferrit perlit dan pada pengujian struktur makro didapat bahwa terdapat cacat las pada logam las. Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada material yang dilas dengan menggunakan elektroda 7016. Hasil uji tarik tertinggi terdapat pada pengelasan menggunakan electroda RB 26 kampuh I. Dari hasil ini dapat dijadikan sebagai panduan pada proses pengelasan selanjutnya.
MONITORING PROSES PENYAMBUNGAN DUA LOGAM MENGGUNAKAN METODA ULTRASONIK M. Rosyid Ridlo
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21282

Abstract

Abstrak: Penggabungan (joining) dua material dapat dilakukan baik secara mekanik, kimia ataupun fisika. Bonding adalah salah satu bentuk joining yang di dalam prosesnya terjadi difusi molekul dari salah satu permukaan material ke permukaan material yang lain (proses fisika). Fenomena difusi ini menghasilkan apa yang disebut sebagai lapisan antar muka (interface layer). Telah dilakukan monitoring/ pengamatan secara in situ proses bonding antara logam Cu dengan SnBi menggunakan metoda ultrasonik dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik ke arah tempat terbentuknya interface layer. Dari karakteristik gelombang pantul dari interface layer dapat dievaluasi kualitas bonding selama proses. Waktu lama proses bonding tiap sampel dipilih mulai dari 15, 30, 45 dan 60 menit. Karena eksperimen dilakukan pada suhu 1800 C perlu batangan stainless steel sebagai pandu gelombang (wave guide). Pandu gelombang in diletakkan anatara objek pengamatan dan transduser ultrasonik. Dari hasil FFT terdapat pergeseran pada puncak puncak gelombang pantul dari interface layer. Pergeseran tersebut kemudian dianalisis mengunakan metoda sub space. Sebagai hasil analisis, ketebalan lapisan interface layer dapat direpresentasikan dengan dua komponen mayor.
KARAKTERISASI PISAU DENGAN PROSES TEMPA MANUAL TERHADAP NATRIUM TETRABORAT Syaiful Arif
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21278

Abstract

Abstrak: Pisau banyak dijumpai pada pertanian dan pengolahan makanan. Saat ini perkembangan pisau semakin berkembang dalam pemilihan bahan seperti wire rope, dibuat dari kawat baja yang disebut piano wire dengan baja karbon C : 0,8 %. dengan campuran natrium tetraborat dan amonium klorida sebagai fluks ketika pencampuran untuk memudahkan peleburan. Kualitas pisau sangat dipengaruhi oleh tingkat kekerasan dan ketangguhan material pisau. hasil uji metalografi pada pisau sebelum mendapatkan perlakuan panas terlihat strukturmikro terdapat FeO terperangkap mengakibatkan kawat satu dengan yang lain belum menyatu dengan baik, bahwa tidak terjadi self welding sempurna dan fasa yang tebentuk yaitu pearlite yang memiliki warna gelap sedangkan ferrite berwarna putih. FeO yang terperangkap karna proses self welding yang tidak sempurna pada pisau yang di akibatkan pengaruh natrirum tetraboratpengaruh natrirum tetraborat terhadap munculnya mikrostruktur Widmanstatten dikarnakan proses pendinginan yang cepat dengan media quenching air, selain Widmanstatten ada juga mikrostruktur butiran ferrite dimana berwarna putih dan mikrostruktur peralite diindikasikan berwarna hitam. Unsur yang paling dominan Fe-98,6 %, C-0,42 %, Si-0,206 %, Mn-0,505 %, Cr-0,05% dan P-0,0149 %. Fasa yang terbentuk campuran ferrite dan martensite sehingga nilai C-0,42 %., dimana pengaruh natrirum tetraborat untuk mengosidasikan oksigen agar tidak larut dalam proses penempaan. Fasa yang terjadi pada tepi tajam lebih dominan martensite sedangkan pangkal pisau ferrite, menunjukan bahwa pisau dapat digunakan.
SINKRONISASI KARBURATOR MOTOR 2 SILINDER DENGAN KAPASITAS 250 CM3 Nur Rohmat; Farid Wazdi; Sujianto Sujianto
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21283

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini berkaitan dengan mekanisme dan metode modular untuk menyelaraskan kecepatan satu mesin pada silinder 1 dengan kecepatan mesin silinder 2, yang  khususnya yang diterapkan di motor 2 silinder. Rentang waktu untuk mencari stelan yang terbatas secara fisik dan waktu dikombinasikan dengan pengoperasian normal dari kontrol manual yang ada, tentu saja rangkaian penuh penyetelan, tanpa interferensi, melalui penghubung yang dapat disesuaikan dengan digabungkan secara seri dengan kabel penghubung (trotle cable) dan diperbolehkan untuk meluncur di sepanjang poros atau kunci non-lingkaran yang menyebabkan penyesuaian mikrometer pada panjang tautan antara kontrol manual dan throttle saat kunci diputar. Kuncinya dapat diputar dengan perangkat diferensial atau motor reversibel yang merespons daya terus menerus atau terputus yang terkait dengan kecepatan engine. Perangkat tidak akan mengikat dan tidak perlu dihentikan untuk berputar pada atau di antara batasnya karena kedua ujung penghubung tidak dapat bertemu dengan stop yang berlawanan secara bersamaan, penghubung dapat meluncur secara longitudinal pada kunci, dan kunci berputar bebas pada batasnya penyesuaian. Dalam sistem mesin multi-karburator, sakelar mikro adalah disediakan untuk mendeteksi kapan masing-masing karburator memulai transisi dari mode diam ke mode kecepatan tinggi sebagai respons terhadap penggerak kendaraan percepatan. Transisi ditandai oleh mikro penutup saklar yang pada gilirannya menyebabkan lampu menyala. Jika setiap lampu yang dihubungkan dengan masing-masing karburator tidak ringan pada saat yang sama, karburator tidak tersinkronisasi dan diperlukan penyesuaian. Kunci sirkuit keluar disediakan untuk mengatur periode waktu masuk yang semua lampu harus menyala rendah secara sembarangan.
RANCANG BANGUN DUMMY CANISTER SISTEM PENDETEKSI TSUNAMI TIPE CBT (CABLE-BASED TSUNAMETER) UNTUK KEDALAMAN LAUT 3000 METER Budi Haryanto; Ogi Ivano; Arie Setyawan; Mustasyar Perkasa
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21279

Abstract

Abstrak: Canister pada sistem pendeteksi tsunami tipe CBT (Cable-Based Tsunameter) adalah komponen Ocean Bottom Unit (OBU) yang merupakan sebuah wadah atau tempat bagi sensor-sensor pengukuran tekanan dan komponen-komponen elektronik lainnya. Canister ini akan ditempatkan pada kedalaman 3000 meter sehingga strukturnya harus mampu menahan beban eksternal berupa tekanan hidrostatik air laut sebesar 300 bar (30 MPa). Sebelum membuat canister dengan dimensi yang sebenarnya maka perlunya membuat dummy canister dengan ukuran yang sama namun panjangnya berbeda sebagai komponen yang akan diuji pada tekanan tertentu. Telah dilakukan perancangan dan manufaktur dummy canister set dengan material stainless steel AISI 316 L yang memiliki diameter dalam 200 mm, panjang 200 mm dan tebal 45 mm. Komponen utama dummy canister set ini adalah silinder, flange dan cone connector yang digabung dengan menggunakan beberapa baut dan penambahan seal o-ring untuk menahan kebocoran air. Dummy canister set diuji pada pressure chamber selama 48 jam dengan tekanan sebesar 30 MPa. Hasil pengujian menunjukan tidak terjadinya kerusakan pada struktur canister dan tidak terjadinya kebocoran yang diakibatkan oleh tekanan hidrostatik. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka struktur canister dengan desain tersebut dapat diproduksi dan diaplikasikan pada kedalaman laut 3000 m sebagai salah satu komponen penting sistem pendeteksi tsunami berbasis kabel.
PENGGUNAAN METODE STATISTIK PARETO CHART DALAM PENGENDALIAN MUTU PRODUK PERUSAHAAN Rachmasari Pramita Wardhani
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21284

Abstract

Abstrak : Mutu produk yang berupa barang dan jasa/servis, merupakan hal yang utama dalam mempertahankan kestabilan siklus hidup perusahaan,  serta meningkatkan, dan memperlanjar jalannya siklus hidup dari suatu barang  guna meningkatkan tingkat kepercayaan  konsumen sebagai  dari  pengguna barang dan jasa tersebut. Beberapa metode analisis data yang digunakan dalam telaah penelitian ini yaitu  metode pengendalian mutu statistik dengan menggunakan diagram pareto. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang di peroleh dari hasil pengamatan dan pencatatan proses produksi.  Dalam menganalisa data digunakan diagram pareto adalah jenis reject/defect yang terjadi pada produk barang. Terdapat tiga penggolongan kerusakan pada pembuatan medali yaitu dominan pada cacat permukaan rusak sebesar 55%, sisa kerusakan yaitu rusak gambar dan material rusak. Hal ini disebabkan beberapa faktor dan dilakukan analisa melalui diagram ishikawa hal ini dilakukan agar mutu produk tetap terjaga. Proses dilakukan untuk menjaga produk agar tetap dalam mutu yang baik diharapkan dapat dipantau pada saat penerimaan material, proses produksi, sampai produk jadi yang sesuai pesanan konsumen. 
ANALISA TINGKAT KEAUSAN UNDERCARRIAGE BAGIAN SEGMENT SPROCKET BULLDOZER KOMATSU D85ESS-2 Aries Aries; Syurkarni Ali; Pribadyo Pribadyo
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v5i1.21280

Abstract

Abstrak: Bulldoser adalah alat berat yang sering digunakan untuk meratakan tanah, pasir, kerikil, dan material lain dengan daya dorong atau tenaga yang tinggi. Bulldozer memiliki komponen yang terletak di bagian bawah alat berat undercarriage yang berfungsi sebagai media penggerak saat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keausan undercarriage segmen sprocket bulldozer Komatsu D85bESS-2. Analisis data dilakukan di PT. Wirataco Mitra Mulia. Periode penelitian dimulai dari Desember 2021 hingga Januari 2022. Keausan ini sering terjadi ketika bushing bersentuhan dengan sproket segmen gigi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penggunaan bulldozer selama 160 jam memiliki tingkat keausan sebesar 11,3%, untuk 320 jam memiliki tingkat keausan sebesar 19,56%, dan untuk penggunaan selama 480 jam memiliki tingkat keausan sebesar 31,3%. Sedangkan penggunaan segmen sprocket adalah 1.533 jam.

Page 6 of 11 | Total Record : 106