cover
Contact Name
Ana siti nurmasyithah
Contact Email
anasitinurmasyithah@gmail.com
Phone
+6282366756766
Journal Mail Official
jstr@pnl.ac.id
Editorial Address
Jalan Banda Aceh-Medan Km 280.3 Buketrata Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : http://dx.doi.org/10.30811/jstr
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 318 Documents
PENENTUAN LOKASI KILANG KOPI MENGGUNAKAN METODE PUSAT GRAFITY DI KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH Melisa Melisa
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v16i1.633

Abstract

Pemilihan lokasi kilang kopi yang baik merupakan salah satu hal yang penting dalam perancangan pabrik yang memproduksi hasil pertanian. Kilang kopi ikut menentukan jumlah ketersediaan produksi kopi, mutu kopi dan rasa khas kopi yang dikonsumsikan masyarakat, tingkat harga, pendapatan petani dan konsumen serta turut menentukan ketersediaan lapangan kerja di pedesaan. Kecamatan Atu Lintang merupakan kecamatan dengan areal tanam kopi terluas dan penghasil kopi terbanyak di setiap tahunnya, tetapi hanya memiliki 1 (satu) kilang kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi dan jumlah yang sesuai ditempatkan kilang kopi sebagai usaha perimbangan antara produksi dan pengolahan kopi di Kecamatan Atu Lintang. Dalam hal ini terdapat ketidakseimbangan antara produksi kopi dengan kilang sebagai tempat pengolahan kopi. Dengan demikian perlu dilakukan perencanaan lokasi dan penetapan jumlah kilang kopi yang sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pusat Grafiti (Gird), yaitu menentukan lokasi kilang kopi berdasarkan letak geografis dan sumber bahan baku kopi yang mampu meminimalkan jarak dan biaya menuju kilang kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk pendirian kilang kopi terletak di desa Atu Lintang. Dapat disimpulkan bahwa penambahan jumlah kilang di Kecamatan Atu Lintang hanya berjumlah satu unit yaitu di Desa Atu Lintang.
PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG BATANG JAGUNG DAN TEMPURUNG KELAPA Sahputri, Riska; Syafruddin, Syafruddin; Diana, Selvie
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v11i1.179

Abstract

Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan sebagian dari kegunaan minyak tanah. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini berupa batang jagung dan tempurung kelapa serta tepung tapioka sebagai perekat. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat yang mudah menguap dan kadar karbon terikat. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah perbandingan komposisi bahan baku antara batang jagung dan tempurung kelapa yaitu 25%: 50%, 50%: 50% dan 75%: 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kalor tertinggi di peroleh pada briket dari hasil perbandingan arang batang jagung dengan arang tempurung kelapa 25% : 75% perekat 10%, yaitu sebesar 5132,17 Cal/gr dengan kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat masing-masing 7,15%, 5,02%, 16,13% dan 71,7%.Kata kunci: briket, batang jagung, tempurung kelapa, nilai kalor, kadar air,kadar abu.
STRATEGI PEMILIHAN, PEMILIHARAAN, PERAWATAN BAHAN KONSTRUKSI UNTUK INDUSTRI KECIL Zaini, Halim
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.48

Abstract

Pertimbangan utama dalam pemeliharaan dan perawatan suatu bahan konstruksi adalah terjadinya kerusakan akibat kerja mekanik, peristiwa fisika, kimia dan biologis seperti korosi pada bahan logam yang timbul jika bahan tersebut tidak berada pada kondisi yang sesuai. Pemilihan suatu bahan konstruksi merupakan tahapan yang sangat penting sehingga selama penggunaan bahan, kerusakan fatal dapat dihindari dan atau dapat dikendalikan melalui berbagai cara seperti rancangan yang sesuai, pelapisan yang tepat, penggunaan bahan paduan, komposit. Selain itu diperlukan upaya pemeliharaan dan perawatan bahan konstruksi secara periodik.Kata kunci: Pemilihan, Kerusakan, pengendalian, pemeliharaan, perawatan.
PENYISIHAN KONSENTRASI COD LIMBAH CAIR DOMESTIK SISTEM BATCH MENGGUNAKAN ADSORBEN FLY ASH BATUBARA Muallim, Firdaus
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.540

Abstract

Fly Ash adalah bagian dari sisa pembakaran batubara yang berbentuk partikel halus dan abu tersebut merupakan bahan anorganik yang terbentuk dari perubahan bahan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan adsorben fly ash batubara dalam mengadsorpsi konsentrasi COD limbah cair domestik berdasarkan persentase penyisihan COD (% R) yang diperoleh, serta dapat menghitung parameter kinetika isoterm adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan proses adsorpsi sistem batch dengan adsorben fly ash batubara. Limbah cair domestik yang diuji berasal dari drainase Kota Lhokseumawe menuju waduk Gampong Pusong Kota Lhokseumawe. Dalam penelitian ini konsentrasi COD air waduk Kota Lhokseumawe sebesar 2275 divariasikan 100, 200, 300, 400 dan 500 ppm diadsorpsi dengan adsorben fly ash 1,0; 1,5; dan 2,0 gram, dan ukuran partikel 80 dan 100 mesh. Proses adsopsi sistem batch dilakukan dengan kecepatan pengadukan 150 rpm, waktu kontak 90 menit. Persentase COD terbaik adalah 92,42 dengan konsentrasiCOD 100 ppm, adsorben 2 gram dan ukuran partikel 100 mesh mampuditurunkan hingga 7,58 ppm.
PENGOLAHAN BENTONIT MURNI MENJADI BENTONIT NANOKOMPOSIT Suryani, Suryani
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v3i2.86

Abstract

Penelitian pendahuluan untuk mengolah bentonit yang bersumber dari bahan anorganik dan bersifat hydrofillik telah berhasil dilakukan. Pengolahan ini dilakukan untuk menghasilkan bentonit yang sesuai dengan polimer yang berbahan organik dan bersifat hydrofobic. Kesesuaian ini penting dalam rangka menghasilkan suatu polymer baru yang lebih baik dari segi sifat mekanik, fisik dan kimia daripada polymer asli. Pada penelitian ini pengujian dilakukan dengan mengunakan X-ray diffraction (X-RD) dimana hasil yang diperoleh adalah d-spacing bentonit yang belum diolah, 1.57 nm dan setelah diolah dengan CTAB d-spacing melebar menjadi 1.96, yang bermakna sejumlah alkyl ammonium sudah terinterkalasi dalam lapisan bentonit murni.Kata kunci : bentonit, interkalasi dan organik
PENENTUAN MUTU ASAM ASETAT DARI LIMBAH CAIR KULIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica. Sp) Rosmiati, Rosmiati; yunus, muhammad; Raudah, Raudah
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v6i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mutu asam asetat dari limbah cair kulit kopi (coffea arabika. Sp) berdasarkan dari nira aren (Arenga pinnata) SNI 01-4371-1996. Limbah cair kulit kopi ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan asam asetat, dan diharapkan dapat menghasilkan mutu asam asetat yang lebih baik, limbah cair kulit kopi yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Takengon, NAD. Pada penelitian ini dilakukan proses fermentasi yaitu dalam dua tahapan, tahap pertama adalah fermentasi limbah cair kulit kopi menjadi alkohol, tahap kedua adalah fermentasi alkohol menjadi asam asetat dan dengan penambahan bakteri A. aceti dan tanpa A. aceti. Dalam penelitian ini divariasikan waktu fermentasi yaitu selama 7, 10, dan 15 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lamanya waktu fermentasi mengakibatkan penurunan kadar pada pH, alkohol, total padatan terlarut (TPT), dan pencemaran logam, sedangkan kadar asam asetat mengalami peningkatan baik dengan menggunakan bakteri A. aceti dan tanpa A. aceti. Semua variabel proses yang dianalisa terhadap kadar asam asetat dengan menggunakan bakteri A. aceti telah memenuhi standar mutu asam asetat yaitu: kadar asam asetat: 6,48%, kadar alkohol: 4,35%, TPT: 1,27%, pH: 4 dan cemaran logam (Pb: -0,3116, Cu: -0,7397, Zn: -0,5623).Kata kunci: fermentasi, kopi, ragi saccharomyces cerevisiae, bakteri A. aceti, SNI 01-4371-1996.
ANALISA KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DALAM PRODUK AIR MINUM DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG Emridwansyah, Emridwansyah; Elwina, Elwina; Munawar, Munawar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v8i2.169

Abstract

Air minum adalah air yang diperoleh melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Penelitian ini untuk menganalisis air hasil olahan dari 5 Depot AMIU di Kota Lhokseumawe. Jumlah bakteri Escherichia coli yang terdeteksi dalam produk air isi ulang dari depot A berkisar < 1,8. 101 sel/100ml, produk air reverse osmosis dari depot D berkisar 1,8. 107 - <1,8. 108, depot E berkisar 1,8. 105 - <1,8.106, konsentrasi pH dari beberapa depo adalah dibawah 6,5 dan konsentrasi TDS pada produk reverse osmosis dari depo D adalah 529 mg/l. Dari hasil Analisis yang diperoleh sebagian Depot belum memenuhi Baku mutu yang ditetapkan dalam Kepmenkes RI No. 492/Men.Kes/Per/IV/2010. Unit reverse osmosis dapat menurunkan beberapa parameter kualitas air, terutama zat padat terlarut. Unit ultraviolet dapat menghilangkan bakteri dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah bakteri Escherichia coli dalam produk air olahan menggunakan unit UV yaitu 0 sel/100 ml.Kata kunci: Air minum, kualitas air, unit pengolahan, bakteri Escherichia coli
APLIKASI TEKNIK ELECTROLESS & ELEKTROPLATING DALAM PEMBUATAN PCB DOUBLE LAYER THROUGH HOLE Bakhtiar, Bakhtiar; Akhyar, Akhyar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v1i2.37

Abstract

Sesuai dengan perkembangan Teknik Elektronika yang semakin komplit maka dituntut penggunaan komponen dan luas PCB yang lebih simpel, sehingga dapat membutuhkan ruang rangkaian yang lebih kecil dan rangkaian terlihat lebih rapi. Untuk mencapai hal yang demikian, maka harus kita perhatikan pada komponen dan PCB yang akan digunakan. Dengan menggunakan PCB Double Layer permukaan yang diplating dengan Tembaga (Cu), maka jalur rangkaiannya dapat dibuat kedua sisi dan dengan through hole sisi atas dan sisi bawah akan tersambung. Dengan teknik ini dapat menghasilkan rangkaian yang lebih kecil, sehingga tempat yang dibutuhkan lebih efektif.
PEMANFAATAN KULIT KAPUK SEBAGAI SUMBER BASA DALAM PEMBUATAN SABUN LUNAK TRANSPARAN Kurniasih, Eka
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.212

Abstract

Sabun transaparan atau juga disebut juga sabun gliserin adalah jenis sabun mandi yang dapat menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang lain. Proses yang digunakan dalam pembuatan ekstrak basa yaitu dengan membakar kulit kapuk, kemudian abu kulit kapuk direndam dalam air dengan perbandingan 1:2 selama 12 hari. Rendaman disaring dan ekstrak basa direaksikan dengan Seng Uranil Asetat untuk mengendapkan NaOH. Endapan disaring dan larutan yang tidak mengendap merupakan KOH untuk bahan pembuatan sabun lunak transparan. Sabun lunak transparan dibuat dengan menambahkan ketiga zat pentransparan dengan variasi tertentu ke dalam sabun lunak yang telah tersaponifikasi sempurna. Sabun lunak transparan dibuat menurut Haryanto (1985). Produk optimum diperoleh pada komposisi asam stearat : asam laurat = 1:1, ekstrak basa 14 gram, gliserin : alkohol = 1:2 ini kurang mendekati standar SII 0155-77 sebagai sabun mandi, diperoleh kadar alkali bebas 8,04 %, asam lemak bebas 0 %, lemak tak tersabunkan 0 %, minyak pelikan negatif, daya cuci sabun 61,9 %, ketinggian busa dalam air suling maksimum 10 cm dan dalam air leding maksimum 9 cm.Kata Kunci : kulit kapuk, sabun transparan, asam stearat, asam laurat, minyak kelapa
THE EFFECT OF FILLER CONTENT ON MECHANICAL PROPERTIES OF POLYPROPYLENE/CLAY NANOCOMPOSITES Rihayat, Teuku; Mustafa, Noor; Mustapha, Saari
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.75

Abstract

This study investigates the effect of filler content on mechanical properties for polypropylene. There are  synthesis clay and  un-synthesis clay  used  as  filler  content. Different ratio  of  clay  was  d  in polypropylene to study which ratio have a better mechanical properties. The tensile test was carried out using INSTRON5565 and the maximum stress, strain, and modulus of elasticity observed. Results of the study showed that polypropylene/clay nanocomposite has a higher maximum stress compare to pure polypropylene and un-synthesis clay have a lowest. Besides that modulus of elasticity of specimen calculated and finds that it increased with increment filler content and strain did not affect by filler. The conclusion is synthesis clay filled into polypropylene will having a better material.Keywords: Nanocomposite, polypropylene, synthesis clay.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 01 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 02 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 02 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 02 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 01 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue