cover
Contact Name
Ana siti nurmasyithah
Contact Email
anasitinurmasyithah@gmail.com
Phone
+6282366756766
Journal Mail Official
jstr@pnl.ac.id
Editorial Address
Jalan Banda Aceh-Medan Km 280.3 Buketrata Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : http://dx.doi.org/10.30811/jstr
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 318 Documents
PENANGKAPAN IKAN HIAS DENGAN MEMANFAATKAN LARUTAN DAUN TEMBAKAU (Nicotiana Tabacum L) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI POTASIUM SIANIDA Putra, Alfian
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i01.6342

Abstract

ABSTRACT Penangkapan ikan dengan menggunakan senyawa beracun sudah lama dilakukan orang. Biasanya racun tersebut digunakan untuk menangkap ikan-ikan yang hidup di sekitar karang (coral reef) seperti ikan kerapu (serranidae), napoleon (cheilinius undulatus) dan berbagai jenis ikan hias. Jenis-jenis racun ikan (ichthyotoxic materials) yang digunakan berasal dari tumbuhan (ichtyotoxic plants), hewan dan bahan kimia sintesis. Diantara racun-racun tersebut, racun Sianida merupakan bahan yang paling populer dalam kegiatan penangkapan ikan karang hidup. Larutan tembakau komersial ternyata bisa digunakan untuk membius benih ikan-ikan karang di perairan sehingga dapat menggantikan peran Sianida. Dari hasil penelitian, larutan tembakau komersial dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembius ikan klon dari bahan alami, karena memiliki kandungan senyawa bioaktif nikotin. Pada penelitian ini larutan tembakau dimanfaatkan untuk penangkapan ikan melalui metode pembiusan (chemical stupefying). Konsentrasi larutan ekstrak tembakau optimum yang digunakan adalah 1.500 mg/l (ppm) dengan waktu pingsan rata- rata 1,32 menit dan mortalitas 0 %. Kata kunci : Potasium Sianida, konsentrasi, dan tembakau
ANALISIS PENGARUH TEKANAN DAN LAJU ALIR UDARA TERHADAP KEMURNIAN PRODUK GAS NITROGEN YANG DIHASILKAN DENGAN METODE PRESSURE SWING ADSORPTION (PSA) DI PT. PERTA ARUN GAS Jalaluddin, J; Yunus, M; Elfiana, E
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i01.6330

Abstract

ABSTRACT Nitrogen merupakan senyawa pokok dalam industri kimia. Nitrogen merupakan senyawa inert gas sehingga cocok digunakan untuk berbagai aplikasi yang mencakup berbagai aspek pembuatan, pengolahan, penanganan dan pengiriman bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh impurities, tekanan dan laju alir udara terhadap kemurnian produk gas nitrogen yang dihasilkan dengan metode Pressure Swing Adsorption (PSA), kemudian melakukan komparasi atau perbandingan simulasi data actual lapangan dengan Aspen Adsorption V.10. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dalam penelitian ini adalah data operasional lapangan dan teknik pengambilan data dilakukan secara berkala melalui data loogsheet. Dari hasil penelitian didapatkan Purity (kemurnian) pada bulan Oktober s/d November 2023 pada tanggal 05 dan 27 oktober yaitu 99,98 %, dengan flow 52,2 Nm3/h, sedangkan untuk bulan November terdapat 98,01 % (purity) dengan flow 105,0 Nm3/h. Dan setelah dilakukan simulasi menggunakan Aspen Adsorption V.10 dan menvariasikan data input didapat Purity sebesar 99,98 %, 99,97 %, 99,91 % dengan flow 100 Nm3/h, 150 Nm3/h, 200 Nm3/h atau 0,4461 kmol/s, 0,6692 kmol/s, 0,8992 kmol/s dalam aplikasi Aspen Adsorption V.10.Kata Kunci : Nitrogen, Pressure Swing Adsorption (PSA), Aspen Adsorption, Carbon Molecular Sieve (CMS)
PENYISIHAN BESI (Fe) DALAM AIR DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI Nanda, Satria
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i02.6421

Abstract

ABSTRAK Air yang mengandung Besi (Fe) dapat mengganggu kesehatan, sehingga ion-ion Fe berlebihan dalam air harus disisihkan. Banyak metode dapat digunakan untuk menyisihkan ion Fe dalam air. Fokus penelitian ini adalah menurunkan konsentrasi ion Fe yang terkandung dalam air dengan metode elektrolisis. Elektrolisis adalah proses perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Metode ini mengubah ion-ion logam dalam air menjadi padatan dan kemudian disisihkan dari air. Penelitian ini menggunakan elektroda Alumunium. Percobaan dilakukan pada variasi tegangan sebesar 6 V, 9 V dan 12 V, sedangkan waktu elektrolisis divariasikan 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Hasil yang diperoleh, efisiensi penyisihan kandungan besi dalam air yang terbaik mencapai 97% pada tegangan 12 volt dan waktu 150 menit.Kata Kunci : Air, Besi (Fe), Elektrolisis, Energi Listrik, Energi Kimia
PERANCANGAN ALAT PENJERNIHAN AIR GAMBUT MENJADI AIR BERSIH Putra, Alfian; Ridwan, R; Nasir, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i02.6349

Abstract

ABSTRAKAlat penjernihan air gambut ini dirancang dengan menggunakan media filter yang terdiri dari kerikil yang berdiameter rata-rata 0,5-1,5 cm setebal 15 cm di bagian bawah, pasir dengan diameter rata-rata 0,2 mm – 0,4 mm setebal 70 cm di bagian tengah dan kerikil yang berdiameter rata-rata 0,5-1,5 cm setebal 15 cm di bagian atas dapat digunakan untuk menurunkan kesadahan, Total Dissolved Solid (TDS), menetralisasikan pH dan menjernihkan warna air gambut. Berdasarkan hasil analisa sampel yang telah diolah dengan alat penjernihan air gambut, efesiensi penurunan kesadahan sebesar 24,7%, Total Dissolved Solid (TDS) sebesar 9,76% dengan tanpa koagulan dan dengan menggunakan koagulan sebesar 74%. Untuk efesiensi penetralan pH air gambut dengan menggunakan koagulan sebesar 98,4% sedangkan tanpa menggunakan koagulan sebesar 96,4% sedangkan pada perubahan warna air gambut, dengan tanpa menggunakan koagulan warna kuning-kecoklatan berubah menjadi putih, dengan menggunakan koagulan warna kuning- keclokatan menjadi putih bening.Kata kunci : Air gambut, alat penjernih air gambut ,kesadahan ,TDS, pH.
UTILIZATION OF ARABICA COFFEE HUSK FROM THE PULPING PROCESS FOR BIOETHANOL PRODUCTION Raudah, R; Ernawati, E
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i01.6335

Abstract

ABSTRACTOne of the sugar sources that can be used as a raw material for bioethanol production is the waste from Arabica coffee husk. This waste is chosen as the base material for bioethanol production due to its high reducing sugar content, its non-competition for food resources, and its abundant availability. The research employs the yeast Saccharomyces cerevisiae using fermentation methods to investigate the effects of fermentation time and yeast dosage on achieving optimal bioethanol concentration. This study varied the fermentation times at 62, 72, and 82 hours, as well as the addition of yeast at 0.5 g, 1 g, and 1.5 g. The resulting fermentation liquid was then distilled, and the bioethanol concentration was tested using a refractometer. Subsequently, the bioethanol concentration was analyzed using gas chromatography. The results showed that at a fermentation time of 72 hours with 1.5 g of yeast, bioethanol production reached 62%, with a concentration of 97.72% (%v/v).Keywords: bioetanol, fermentasi, kopi, Saccharomyces cerevisiae, khromatografi gas.
PENGOLAHAN BENTONIT MURNI MENJADI BENTONIT NANOKOMPOSIT Suryani, S
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i02.6426

Abstract

ABSTRAK Penelitian pendahuluan untuk mengolah bentonit yang bersumber dari bahan anorganik dan bersifat hydrofillik telah berhasil dilakukan. Pengolahan ini dilakukan untuk menghasilkan bentonit yang sesuai dengan polimer yang berbahan organik dan bersifat hydrofobic. Kesesuaian ini penting dalam rangka menghasilkan suatu polymer baru yang lebih baik dari segi sifat mekanik, fisik dan kimia daripada polymer asli. Pada penelitian ini pengujian dilakukan dengan mengunakan X-ray diffraction (X-RD) dimana hasil yang diperoleh adalah d-spacing bentonit yang belum diolah, 1.57 nm dan setelah diolah dengan CTAB d-spacing melebar menjadi 1.96, yang bermakna sejumlah alkyl ammonium sudah terinterkalasi dalam lapisan bentonit murni.Kata kunci : bentonit, interkalasi dan organik
MINYAK NILAM : ARTIKEL REVIEW Rihayat, Teuku; Putra, Alfian; Elwina, E
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i02.6363

Abstract

ABSTRAK Minyak nilam komersial diperoleh dengan penyulingan uap daun kering tanaman herba, Pogostemon cablin Benth., milik keluarga Labiatae. Tanaman ini dikenal juga dengan nama P.patchouli Pellet.var. suavis Kait. F. Tanaman ini tumbuh liar di beberapa belahan dunia, namun praktik yang biasa dilakukan adalah membudidayakannya untuk tujuan penyulingan. Tanaman ini dibudidayakan secara luas di Indonesia, Malaysia, Cina dan Brazil untuk diambil minyaknya. Aroma nilam telah dikenal di dunia Timur selama berabad-abad. Pada suatu waktu, memberikan aroma melalui daun kering merupakan hal yang biasa dilakukan. Meskipun hal ini masih berlaku di satu atau dua daerah penghasil nilam untuk aplikasi tertentu, namun di luar negara produksinya, minyak atsiri sulingan uap merupakan media universal. Minyak nilam memiliki profil bau yang sangat kaya yang ditandai dengan hangat, manis, herba, pedas, berkayu, dan balsamic. Harganya relatif murah untuk produk alami dan biasanya tersedia dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, minyak nilam sangat banyak digunakan dalam berbagai jenis parfum. Konstituen utama penyumbang bau adalah sekelompok alkohol polisiklik. Yang paling terkenal adalah alkohol nilam, norpatchoulenol, dan nortetrapatchoulol.Kata kunci : minyak nilam, alkohol nilam, norpatchoulenol, dan nortetrapatchoulo
PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Putra, Alfian; Irwan, I
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i01.6343

Abstract

ABSTRACT Membran selulosa asetat dapat dibuat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), dengan mengkonversi TKKS menjadi pulp, dilanjutkan dengan pembentukan selulosa asetat yang akan dibuat menjadi membran. Proses pembuatan selulosa asetat dari pulp TKKS adalah dengan melakukan reaksi asetilasi selulosa, yaitu menggunakan asetat anhidrat dan asetat glasial. Metode yang digunakan adalah dengan cara inversi fasa. Kondisi optimum pada proses asetilasi didapat pada suhu 1000C dengan kadar selulosa asetat 61,4% dan kadar asetil 36,39%. Temperatur dan waktu pengadukan berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan elongasi membran. Kekuatan tarik dan elongasi membran terbaik didapat pada kadar asetil 36,32% dengan kekuatan tarik 4,61 kgf/cm2 dan elongasi 5,23%.Kata Kunci: Pulp, asetil, inversi fasa, membran selulosa asetat.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 01 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 02 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 02 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 21, No 01 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 20, No 02 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 20, No 01 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 02 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 02 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 18, No 01 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 17, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue