cover
Contact Name
Azizatul Hamidiyah
Contact Email
azizatulhamidiyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaloksitosin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 23549653     EISSN : 25976524     DOI : -
Core Subject : Health,
Oksitosin : Jurnal Imiah Kebidanan terbit secara berkala dua kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang Akademisi, Dosen dan Praktisi menyumbangkan artikelnya, baik berupa hasil penelitian lapangan ataupun literature review sesuai dengan disiplin ilmu dan ketentuan jurnal Kami. Scope disiplin ilmu meliputi : Kebidanan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan, dan Obstetri Ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Muzayyaroh Muzayyaroh
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2021): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v8i2.1373

Abstract

Stunting is a condition of a child's body that looks stunted or short if it is based on the body length index according to age. The incidence of stunting is very much found in toddlers aged 12-36 months. Indonesia is a country that has the third highest number of stunting cases in Southeast Asia. The number of stunting cases is nothing but the result of the level of knowledge of parents who do not understand stunting. Parents, especially mothers, have a very important role in the process of child growth and development, especially in meeting the nutritional needs of children so that children can grow well and avoid malnutrition and stunting. The purpose of this research was to find out about the level of knowledge of parents who have toddlers about editing. The method used in this research was descriptive method with data collection through filling out a questionnaire. The population in this study were all mothers of toddlers who attended PAUD Irsyadus Salam with a total of 35 mothers. Sampling by non-probability sampling with purposive sampling type. The result of this research is that most mothers of toddlers have a low level of knowledge about stunting. With the counseling about stunting, it is hoped that all mothers who have children under five can prevent stunting and achieve optimal health and development of toddlers. Keywords: Stunting, Mother’s Knowledge ABSTRAK Stunting merupakan kondisi tubuh seorang anak yang terlihat kerdil atau pendek apabila didasarkan pada indek panjang badan menurut umur. Kejadian stunting sangat banyak di temukan pada balita usia 12-36 bulan. Indonesia merupakan negara yang mempunyai kasus stunting ketiga terbanyak seAsia Tenggara. Banyaknya kasus stunting tidak lain akibat dari tingkat pengetahuan orang tua yang kurang memahami tentang stunting. Orang tua khususnya ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sehingga anak bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari gizi buruk serta stunting. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan dari orang tua yang mempunyai balita tentang sunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data melalui pengisian kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu balita yang sekolah di PAUD Irsyadus Salam sejumlah 35 ibu. Pengambilan sampel dengan jalan non propability sampling dengan tipe purposive sampling. Hasil dari penelitian ini bahwa paling banyak ibu balita yang mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang stunting. Dengan adanya penyuluhan tentang stunting diharapakan semua ibu yang mempunyai anak usia balita bisa mencegah terjadinya stunting dan tercapainya kesehatan tumbuh kembang balita secara optimal. Kata kunci : Stunting, Pengetahuan Ibu
Terapi Akupreseur Untuk Penurunan Nyeri Haid Neny Yuli Susanti
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2021): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v8i2.1376

Abstract

Based on a survey from the WHO showed that 80% of adolescents aged 17-21 years experienced menstrual pain. Menstrual pain or dysmenorrhea is a condition that bothers most women during menstruation regardless of age, with the highest percentage in their early teens experiencing menarche. One of the non-pharmacological treatment of menstrual pain is acupressure therapy. The purpose of this study was to determine the decrease in menstrual pain after giving acupressure therapy. The design of this research is pre-experimental (One group pre-test post-test). The research was carried out for 3 month. The population in this study were all young women at the Salafiyah Syafiiyah Islamic Boarding School in Situbondo and the sample size was 30 young women. The research instruments were in the form of observation sheets and questionnaires with accidental sampling technique. From the results of SPSS data analysis, it was found that the mean was 5.43 for the level of pain before acupressure therapy and the mean was 2.83 for the level of pain after the acupressure therapy. Acupressure is a simple form of therapy to reduce menstrual pain. This study can be used as a reference in developing alternative midwifery care related to reducing menstrual pain in adolescent girls with acupressure techniques. Keywords: Acupressure Techniques, Menstrual Pain ABSTRAK Berdasarkan survey dari WHO memperlihatkan bahwa remaja usia 17-21 tahun 80% mengalami nyeri haid. Nyeri haid atau disminore biasa disebut dengan kondisi yang mengurangi kenyamanan saat beraktivitas dan sebagian besar perempuan saat menstruasi dan tidak melihat usia dengan jumlah mayoritas di saat remaja awal dan baru mengalami menstruasi awal. Salah satu penanganan nyeri haid secara non farmakologis adalah dengan terapi akupreseur . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penurunan nyeri haid setelah pemberian terapi akupreseur. Desain penelitian ini adalah pra experiment (one group pre test post test). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo dan besar sampel 30 remaja putri. Intrument penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner dengan teknis accidental sampling. Dari hasil analisa data SPSS didapatkan mean 5,43 untuk tingkat nyeri sebelum terapi akupreseur dan mean 2,83 untuk tingkat nyeri sesudah terapi akupreseur. Akupreseur merupakan salah satu bentuk terapi sederhana untuk menurunkan nyeri haid. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan asuhan alternatif kebidanan yang berkaitan dengan penurunan nyeri haid pada remaja putri dengan teknik akupreseur. Kata kunci : Terapi Akupreseur, Nyeri Haid
Gambaran Ketepatan Prediksi Berat Badan Bayi Lahir Dengan Perhitungan Taksiran Berat Badan Janin Berdasarkan Posisi Pengukuran Tinggi Fundus Uteri Yang Berbeda Innama Sakinah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.488

Abstract

Measurement of uterine fundal height is used as an indicator of fetal growth progress by calculating fetal weight. The difference in the position of the mother when measuring uterine fundal height causes different results. The purpose of this study is to determine the accuracy of predictions of birth weight of infants by calculating the estimated fetal body weight based on different measurements of the height of the uterine fundus. This research is descriptive with quantitative methods. In this study, the population was first-time mothers in the first-quarter cm opening in the Mandiri Midwife Practice in the April-May 2018 period with certain criteria using accidental sampling techniques. The number of samples in this study were 9 respondents. Analysis of the data used is univariate. In the results of this study, most of the predictions of the accuracy of the baby's weight were born using Dare's Formula with a semi-fowler foot position of 4 (44.4), using the Jhonson formula with a semi-fowler position of 3 (33.3%). Most of the differences in the three calculation formulas for estimating fetal body weight with birth weight are Jhonso method <10-500 gr and> 90 gr, Simple TFU method <200-900 gr, and Dare's Formula <3-400 gr and> 419 gr . Keywords : Birth Weight Babies, Calculation of Estimated Fetal Weight, Fundal Height Measurement Position ABSTRAK Pengukuran tinggi fundus uteri digunakan sebagai suatu indikator kemajuan pertumbuhan janin yaitu dengan cara menghitung taksiran berat badan janin. Perbedaan posisi ibu saat pengukuran tinggi fundus uteri menyebabkan perbedaan hasil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketepatan prediksi berat badan bayi lahir dengan perhitungan taksiran berat badan janin berdasarkna posisi pengukuran tinggi fundus uteri yang berbeda. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah ibu inpartu Kala I dengan pembukaan 1 – 4 cm di Praktik Bidan Mandiri pada periode bulan April – Mei 2018 dengan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 9 responden. Analisa data yang digunakan yaitu univariat. Pada hasil penelitian ini sebagian besar prediksi ketepatan berat badan bayi lahir menggunakan Dare’s Formula dengan posisi kaki semi fowler sebanyak 4 (44,4), menggunakan rumus Jhonson dengan posisi semi fowler sebanyak 3 (33,3%). Sebagian besar selisih ketiga rumus perhitungan taksiran berat badan janin dengan dengan berat badan bayi lahir yaitu metode Jhonson <10-500 gr dan >90 gr, metode TFU Sederhana <200-900 gr, dan Dare’s Formula <3-400 gr dan >419 gr. Kata Kunci: Berat Badan Bayi Lahir, Perhitungan Taksiran Berat Badan Janin, Posisi Pengukuran Tinggi Fundus Uteri
Identifikasi Faktor Ibu Dengan Perdarahan Post Partum Frisca Dewi Yunadi; Rully Andhika; Rochany Septiyaningsing
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.489

Abstract

Postpartum hemorrhage is bleeding that occurs immediately after labor exceeds 500 cc which is divided into primary bleeding and secondary bleeding. Untreated postpartum bleeding can lead to shock and can cause death. Cases of post partum hemorrhage in Cilacap Hospital are very high. In 2017 there were 73 cases of post partum hemorrhage and in 2018 there were 72 cases. The purpose of this study was to identify maternal factors with the incidence of post partum hemorrhage in the Cilacap Hospital in the period 2017-2018. The design of this study was to use a descriptive survey research design with a cross sectional time approach with quantitative methods. The sample in this study used a total sampling of 143 samples. Data analysis using univariate analysis. The results of the study showed that the majority of mothers who experienced post partum hemorrhage at the age of not at risk (77.6%), riskless parity (61.5%), distance at risk of birth (69.9%), no history of SC (96, 5%), anemia (72.2%), and no history of previous postpartum hemorrhage (95.1%). Suggestions for health workers more often provide education to Fertile Age Couples related to the assessment program so that the pregnancy is planned and there are no bleeding problems. Keywords: post partum hemorrhage, age, parity, distance of labor, anemia. ABSTRAK Perdarahan postpartum adalah kehilangan darah melebihi 500cc yang terjadi segera setelah persalinan yang dibagi menjadi perdarahan primer dan perdarahan sekunder. Akibat dari perdarahan post partum salah satunya adalah syok dan dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian perdarahan postpartum di RSUD Cilacap sangat tinggi. Pada tahun 2017 ada sebanyak 73 kasus perdarahan post partum dan tahun 2018 ada 72 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor ibu yang mengalami perdarahan post partum di RSUD Cilacap periode 2017-2018. Desain penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian survey deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional dengan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 143 sampel. Analisa data menggunakan Analisa univariat. Hasil penelitan memperlihatkan paling banyak ibu yang mengalami perdarahan post partum pada usia tidak beresiko (77,6%), paritas tidak beresiko (61,5%), jarak persalinan beresiko (69,9%), tidak ada riwayat SC (96,5%), anemia (72,2%), dan tidak ada riwayat perdarahan postpartum sebelumnya (95,1%). Saran untuk tenaga kesehatan adalah lebih sering meberikan edukasi pada Pasangan Usia Subur berkaitan dengan program kehamilan agar kehamilan terencana dan tidak ada resiko perdarahan. Kata Kunci : Perdarahan Post Partum, Umur, Paritas, Jarak Persalinan, Anemia
Gambaran Faktor Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Susi Irianti; Sahiroh Sahiroh
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.490

Abstract

Teenagers are periods that are considered vulnerable from a nutritional perspective for several reasons. First, in terms of increasing the need for nutrients because of physical growth and rapid development. One of the problems of nutrition and health of young women is anemia. The purpose of this study was to determine the picture of the factors that consume blood-added tablets in Class VIII female adolescents in junior high school 1 Ciruas in 2019. The type of research was descriptive, the simple random sampling technique was 100 respondents. The results of the study of young women who consumed tablets plus 80 people 80%, and, positive attitudes 87 people (87%), received teacher support 69 people (69%), received support from parents of 73 people (73%). Keywords:Anemia, Fe, Blood Added Tablets ABSTRAK Remaja adalah periode yang dianggap rentan dari sudut pandang gizi karena beberapa alasan. Pertama, dari sisi bertambahnya kebutuhan zat gizi karena pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat cepat. Salah satu masalah gizi dan kesehatan remaja putri adalah anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri kelas VIII di SMP Negri 1 Ciruas Tahun 2019. Jenis Penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel simple random sampling sebanyak 100 responden. Hasil penelitian remaja putri yang konsumsi tablet tambah darah 80 orangg 80%, dan, sikap positif 87 orang (87%), mendapatkan dukungan guru 69 orang (69%), mendapatkan dukungan orang tua 73 orang (73%). Kata Kunci: Anemia, Fe, Tablet Tambah Darah
Pengaruh Perawatan Payudara Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Siti Nur Sholeha; Edi Sucipto; Nilatul Izah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.491

Abstract

Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia is 61.33%, Central Java 54.40%, Tegal District is 44% and for Bojong Health Center is 68.85%, this figure is still far from the exclusive coverage of targeted breastfeeding. Based on the results of the initial interview, 6 out of 10 respondents of postpartum women interviewed they did not know how to care for the breast, the benefits of breast and during the puerperium there were problems that were nipples so the milk did not come out and after a few days later came out.The purpose of this study was to find out whether there was an effect of breast care on breast milk production in postpartum mothers. The design and type of this research is analytical cross-sectional. The population in this study were all postpartum mothers who had postpartum visits at Bojong Health Center, Tegal Regency. The sample technique uses accidental sampling, namely the number of samples used by 30 respondents. Primary data is obtained from filling out the questionnaire. Chi Square test was used to analyze bivariate in this study. The results of this study showed that a p value of 0.002, which showed that breast care in postpartum mothers affected breast milk production. Keywords: Breast Care, ASI Production, Puerperal Mother ABSTRAK Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia sebesar 61,33%, Jawa Tengah 54,40%, Kabupaten Tegal sebesar 44% dan untuk Puskesmas Bojong sebesar 68,85%, angka ini belum sesuai dengan target pencapaian ASI eksklusif yaitu 90%. Berdasarkan hasil wawancara awal 6 dari 10 responden orang ibu nifas yang diwawancarai mereka tidak tahu cara perawatan payudara, manfaat payudara dan pada masa nifasnya ada masalah yang dialami yaitu puting susu tidak menojol/terbenam sehingga ASInya tidak keluar dan setelah beberapa hari kemudian baru keluar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah perawatan payudara berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Rancangan dan jenis penelitian ini adalah analitik secara cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melakukan kunjungan nifasnya di Puskesmas Bojong Kabupaten Tegal. Acidental sampling digunakan sebagai teknik untuk pengambilan sampel yaitu jumlah sampel yang digunakan 30 responden. Data primer didapatkan dari pengisisan kuesioner. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis bivariat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,002, yang menunjukkan bahwa perawatan payudara pada ibu nifas berpengaruh terhadap produksi ASI. Kata Kunci: Perawatan Payudara, Produksi ASI, Ibu Nifas
Efektivitas Aplikasi Tumbuh Kembang Balita Usia 9–60 bulan Nilatul Izah; Muhaamad Bakhar; Umi Baroroh
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.492

Abstract

Early detection of growth and development is an activity or examination to find early growth and development deviations to make it easier to do further handling or intervention. The method of stimulation carried out so far still relies on health workers being conducted once a month at the posyandu. Previous researchers have made "toddler growth stimulation applications" contained in smartphones that are expected to function as a guide for parents to stimulate their children. This study aims to analyze the effectiveness (Content, Form, Ease of Use, Accuracy, Timeliness) of toddlers' growth and development applications. This type of research is quantitative with one group pre post experimental design. Bivariate analysis in this study was used to analyze the differences between before and after using the toddler growth and development application. Chi Square Test is used to analyze bivariate. The results showed that the use of toddler growth and development applications have effectiveness in all three dimensions, namely in terms of shape, ease of use and timeliness. The results of the analysis of the form obtained p = 0,000, ease of use obtained p = 0.014 and timeliness obtained p = 0.002. The use of toddler growth and development applications is not effective in terms of content and accuracy where from the Chi Square test results in terms of accuracy obtained p-value of 0.432 and in terms of content obtained p value = 0.122 Keywords: Effectiveness, Application, Growth and Development ABSTRAK Deteksi dini tumbuh kembang merupakan kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang agar lebih mudah dilakukan penanganan selanjutnya atau diintervensi. Metode stimulasi yang dilakukan selama ini masih mengandalkan tenaga kesehatan yang dilakukan sebulan sekali diposyandu. Peneliti sebelumnya telah membuat “aplikasi stimulasi tumbuh kembang balita” yang terdapat di smartphone yang diharapkan berfungsi sebagai panduan orangtua melakukan stimulasi terhadap anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas (Isi, Bentuk, Kemudahan Penggunaan, Keakuratan, Ketepatan Waktu) aplikasi tumbuh kembang balita. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain pre eksperimen one grouppre post design. Analisis bivariat dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis perbedaan antara sebelum dan setelah menggunakan aplikasi tumbuh kembang balita. Uji Chi Kuadrat digunakan untuk menganalisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi tumbuh kembang balita terdapat keefektivan pada ketiga dimensi yaitu dari segi bentuk, kemudahan penggunaan dan ketepatan waktu. Hasil analisis bentuk didapatkan nilai p = 0,000, kemudahan penggunaan didapatkan nilai p = 0,014 dan ketepatan waktu didapatkan nilai p = 0,002. Penggunaan aplikasi tumbuh kembang balita tidak efektif dari segi isi dan keakuratan dimana dari hasil analisis uji Chi Kuadrat segi keakuratan diperoleh nilai-p sebesar 0,432 dan segi isi diperoleh nilai p = 0,122. Kata Kunci: Efektivitas, Aplikasi, Tumbuh Kembang
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kemandirian Dan Kematangan Sosial Anak Pra Sekolah Tutik Hidayati; Yessy Nur Endah Sary; Iis Hanifah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.493

Abstract

Child development can be done with environmental habits and the provision of stimulation to pre-school children. The use of gagdet has a large impact, both good and bad for everyone, especially for preschoolers with technological developments at this time. Preschool children with developmental disorders were 85,779 (62.02%). Besides pre-school children also experience emotional problems that have a negative impact on the development and readiness to go to school around 9.5% - 14.2% of children aged between zero to five years. The purpose of this study was to analyze the Relationship between the Use of Gadgets and the Independence and Social Maturity of Children in Putra Bangsa Kindergarten, Gading District. The research design used was cross sectional. Data collection used in this study using a questionnaire. Spearman Rank test results between the use of gagdet with independence and social maturity obtained p value 0,000 <α 0.05, then ha is accepted so that there is a relationship between the use of gagdet with independence and social maturity. has a value of 4.668 which means that independence has a 4,668 chance to change. While the social maturity variable in multiple logistic regression has an Exp (B) value of 2.545, from these results it can be explained that social maturity has an opportunity to increase by 2.545 times.. Keywords: Gadgets, Independence, Social Maturity, Preschool Children ABSTRAK Perkembangan anak dapat dilakukan dengan kebiasaan lingkungan dan pemberian stimulasi pada anak pra sekolah. Penggunaan gagdet mempunyai dampak yang besar, baik dampak baik maupun buruk untuk semua orang, terutama bagi anak pra sekolah dengan perkembangan teknologi pada saat ini. Anak pra sekolah dengan gangguan perkembangan sebanyak 85.779 (62,02%). Selain itu anak pra sekolah juga mengalami masalah emosional yang berdampak negatif pada perkembangan dan kesiapan untuk bersekolah sekitar 9,5% - 14,2% anak berusia antara nol sampai lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kemandirian Dan Kematangan Sosial Anak di TK Putra Bangsa Kecamatan Gading. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil uji Spearman Rank antara penggunaan gagdet dengan kemandirian dan kematangan sosial diperoleh nilai p value 0,000 < α 0,05, maka ha diterima sehingga ada hubungan antara penggunaan gagdet dengan kemandirian dan kematangan sosial.. Besarnya nilai Exp (B) pada analisis regresi logistik kemandirian memiliki nilai 4,668 yang berarti bahwa kemandirian memiliki peluang 4,668 kali untuk berubah. Sedangkan variabel kematangan sosial pada regresi logistik berganda memiliki nilai Exp (B) sebesar 2,545, dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa kematangan sosial memiliki peluang meningkat 2,545kali. Kata kunci: Gadget, Kemandirian, Kematangan Sosial, Anak Pra Sekolah.
Studi Kualitatif Penyebab Kematian Perinatal Deni Maryani
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.494

Abstract

The ability to administer a nation's health services is measured by determining the high and low maternal and perinatal mortality rates. The perinatal mortality rate is the largest contributor to the high infant mortality rate. WHO estimated that more than 9 million babies die each year before birth and that during the first week of life the 2/3 causes of death originate from preventable causes. The purpose of this study was to study the causes of perinatal death. The type of research used was qualitative research, to obtain in-depth information about how to analyze the causes of perinatal death in Bandung Regency. Data was collected through in-depth interviews, and data reduction, data presentation with source triangulation and method triangulation. Data were analyzed using content analysis, namely comparing the results of research with the theories in the library. The informants in this study were 12 informants. The results showed that the causes of perinatal death were strongly related to the initial place of service not to health facilities, trust in traditional medicine, late referrals, quality of referrals, and facilities for referral hospitals. Keywords: Death, Perinatal, Qualitative ABSTRAK Kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan suatu bangsa diukur dengan menentukan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan perinatal. Angka kematian perinatal merupakan penyumbang terbesar tingginya angka kematian bayi. Badan kesehatan dunia memperkirakan lebih dari 9 juta bayi setiap tahun meninggal sebelum lahir dan pada minggu pertama kehidupanya dengan penyebab kematian 2/3 nya berasal dari penyebab yang dapat dicegah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kematian perinatal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang bagaimana menganalisis penyebab kematian perinatal di Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan melakukan reduksi data, penyajian data dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori-teori yang ada dikepustakaan. Informan dalam penelitian ini sebanyak 11 informan. Hasil penelitian menunjukkan penyebab kematian perinatal sangat berkaitan dengan tempat pelayanan awal bukan di fasilitas kesehatan, kepercayaan pada pengobatan tradisional, keterlambatan rujukan, kualitas rujukan, dan fasilitas RS tempat rujukan. Kata kunci: Kematian, Perinatal, Kualitatif
Pengaruh Fortifikasi Nugget Moringa Oleifera Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Azizatul Hamidiyah; Dewi Andariya Ningsih; Lia Fitria
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2019): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v6i2.515

Abstract

Anemia is a health problem that often occurs, especially in developing countries. Young women have a ten times greater risk of anemia compared to young men. Santri has a higher prevalence of anemia than teenage girls in general. One effort that can be done in the treatment of anemia is fortification. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of Moringa Oleifera nugget fortification on increasing hemoglobin levels. This research method used true experimental design. The sample in this study amounted to 30 with simple random sampling technique. The instrument of this study used nutritional observation and recall sheets and the digital HB Check brand Quick Check. The analysis of this study used a univariate and bivariate test with repeated measure anova test. The results showed no effect of Moringa Oleifera nugget fortification on increasing hemoglobin levels with a P value of 0.234> 0.05. Keywords : Fortification, Moringa Oleifera Nugget, Hemoglobin Levels ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi terutama di negara berkembang. Remaja putri memiliki risiko anemia sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan remaja putra. Santri memiliki prevalensi anemia yang lebih tinggi dibanding remaja putri pada umumnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam penangulangan anemia adalah dengan fortifikasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fortifikasi nugget Moringa Oleifera terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Metode penelitian ini menggunakan true experimen design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan teknik simple random sampling dengan kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan recall gizi serta set HB Check digital merk Quick Check. Analisis penelitian ini menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji repeated measure anova. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh fortifikasi nugget Moringa Oleifera terhadap peningkatan kadar hemoglobin dengan Pvalue 0,234 > 0,05. Kata Kunci: Fortifikasi, Nugget Moringa Oleifera, Kadar Hemoglobin