cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021)" : 19 Documents clear
KONTROL OPTIMAL MENGGUNAKAN PRINSIP MINIMUM PONTRYAGIN PADA MODEL PENYEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KALIMANTAN BARAT FAJRIN NURSETYA DESI; EVI NOVIANI; YUDHI YUDHI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.236-247.2021

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) disebabkan karena bakteri mycrobacterium tuberculosis dan merupakan penyakit menular yang mempengaruhi paru-paru. Di Kalimantan Barat tercatat jumlah kasus baru TB sebanyak 3.463 kasus dengan angka insidens 70, 21 per 100.000 penduduk. Sedangkan dengan persentase kesembuhan 67, 5% pasien TB paru dinyatakan sembuh, dengan rincian dari 3611 pasien yang mendapatkan pengobatan, sebanyak 2436 pasien yang sembuh. Dengan pemberian vaksinasi dan pengobatan penularan penyakit TB dapat dicegah. Pada penelitian ini, model epidemi dibagi menjadi tiga subpopulasi, yaitu subpopulasi Susceptible (S), subpopulasi Infectious (I) dan subpopulasi Recovered (R). Dari ketiga subpopulasi tersebut kemudian dibentuk model epidemi tipe SIR. Untuk menekan penularan, sistem diberikan kontrol, yaitu vaksinasi (u1) pada bayi yang baru lahir dan kontrol pengobatan (u2) diberikan pada individu infective yang melakukan kontak langsung dengan individu susceptible. Tujuan pemberian kontrol tersebut adalah untuk mengurangi jumlah individu susceptible dan individu infective. Model epidemi SIR yang sudah diberikan kontrol (u1) dan (u2), diselesaikan dengan Prinsip Minimum Pontryagin untuk mendapatkan suatu kontrol optimal u ∗ 1 dan u ∗ 2 . Berdasarkan simulasi numerik yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu kontrol bekerja secara efektif dalam menekan penyebaran TB sehingga individu infective berkurang.Kata Kunci: Tuberkulosis, Model SIR, Kontrol Optimal, Prinsip Minimum Pontryagin
DIMENSI METRIK PENGHAPUSAN SATU SIMPUL GRAF DUAL ANTIPRISMA FENNY FITRIANI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.379-384.2021

Abstract

Graf dual antiprisma A0m,n merupakan graf yang terbentuk dari graf antiprisma An. Selanjutnya dilakukan penghapusan simpul dari graf dual tersebut. Dapat diperoleh dimensi metrik dari graf dual antiprisma serta graf yang terbentuk dari penghapusan satu simpul pada graf dual antiprisma.Kata Kunci: Dimensi metrik, Graf dual antiprisma, Penghapusan simpul
PEMODELAN KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2018 MENGGUNAKAN REGRESI SPLINE SITI LATHIFAH IRMA; IZZATI RAHMI HG; FERRA YANUAR
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.288-292.2021

Abstract

Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penyebab dari kemiskinan sangat berkaitan dengan kepadatan penduduk, perumahan dan pekerjaan. Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Agar upaya tersebut tepat, perlu diidentifikasi variabel yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi kemiskinan dapat digunakan analisis regresi, pendekatan regresi yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi spline. Regresi spline yang dipilih adalah yang memiliki titik knot dengan nlai GCV minimum. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dengan regresi spline terbaik adalah regresi spline menggunakan dua titik knot dengan nilai GCV minimum yaitu 0,06 dan R2 sebesar 99,97572 persen. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bebas yang berpengaruh signifikan pada kemiskinan adalah persentase pengeluaran penduduk per kapita, persentase laju pertumbuhan ekonomi, persentase tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, dan persentase gizi buruk balita.Kata Kunci: Regresi Spline, Titik Knot, GCV minimum
PERBANDINGAN REGRESI ROBUST METODE LEAST TRIMMED SQUARE (LTS) DAN METODE ESTIMASI-S PADA PRODUKSI PADI DI KABUPATEN BLITAR ENDAH SETYOWATI; RACHMADANIA AKBARITA; RIZKA RIZQI ROBBY
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.329-341.2021

Abstract

Produksi padi di Kabupaten Blitar mengalami peningkatan dan penurunan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah petani, alokasi pupuk, ratarata curah hujan, luas panen, luas tanam, produktivitas, dan alat pengolah padi. Oleh karena itu, untuk mengetahui faktor-faktor yang lebih signifikan tersebut, guna mencapai produksi padi yang optimal dapat digunakan analisis regresi. Namun, adanya data pencilan pada suatu data penelitian dapat mengganggu proses analisis data. Regresi robust merupakan metode yang efisien untuk menganalisis data yang mengandung pencilan. Regresi robust memiliki beberapa metode estimasi, dua diantaranya adalah Least Trimmed Square (LTS) dan Estimasi S yang memiliki persamaan karateristik pada efisiensi dan breakdown point. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua metode tersebut pada data produksi padi di Kabupaten Blitar tahun 2018 dengan tujuh variabel bebas (jumlah petani, alokasi pupuk, rata-rata curah hujan, luas panen, luas tanam, produktivitas, dan alat pengolah padi). Pengambilan data pada tahun 2018 didasarkan pada kelengkapan dokumen serta adanya kekhawatiran pandemi Covid-19 mempengaruhi data. Estimasi regresi robust menggunakan metode Least Trimmed Square (LTS) pada produksi padi di Kabupaten Blitar diperoleh model: Y = −11262, 756 − 0, 01x1 + 0, 031x2 − 14, 304x3 + 2, 292x4 + 3, 741x5 + 188, 274x6 − 0, 419x7 dan estimasi regresi robust menggunakan metode Estimasi S pada produksi padi di Kabupaten Blitar diperoleh model: Y = −9698, 949−0, 14x1−0, 49x2−19, 531x3+0, 133x4+5, 714x5+175, 018x6−0, 507x7. Hasil penelitian menunjukan regresi robust metode Least Trimmed Square (LTS) merupakan metode yang menghasilkan model terbaik, karena metode Least Trimmed Square (LTS) memiliki nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0, 99999 yang lebih besar dibandingkan nilai koefisien determinasi (R2 ) metode Estimasi S sebesar 0,99882, dan metode Least Trimmed Square (LTS) memiliki nilai Mean Square Error (MSE) sebesar 0,62105 yang lebih kecil dibandingkan nilai Mean Square Error (MSE) metode Estimasi S sebesar 9,04800.Kata Kunci: Data Pencilan (outlier), Produksi Padi, Regresi Robust
PEMODELAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE INDONESIA MELAUI BANDARA NGURAH RAI BALI DENGAN MODEL SARIMA-ARCH NURUL AISHAH; DODI DEVIANTO; MAIYASTRI MAIYASTRI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.248-259.2021

Abstract

Suatu data deret waktu dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor trend dan faktor musiman. Data deret waktu yang dipengaruhi oleh trend dan musiman dapat dimodelkan dengan model SARIMA. Namun, model SARIMA tidak selalu menghasilkan ragam sisaan yang konstan pada data musiman yang berfluktuasi tinggi atau model yang diperoleh dipengaruhi oleh efek heteroskedastisitas. Salah satu model yang dapat mengatasi efek heteroskedastisitas adalah model ARCH/GARCH. Oleh karena itu, digunakan model ARCH/GARCH untuk mengatasi heteroskedastisitas pada data musiman . Penelitian dilakukan menggunakan data musiman yang juga memiliki fluktuasi tinggi, yaitu data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui bandara Ngurah Rai Bali pada bulan Januari 2008 sampai Desember 2019. Model terbaik yang diperoleh untuk data tersebut adalah SARIMA(0,1,1)(0, 1, 1)12 ARCH(1).Kata Kunci: SARIMA, ARCH, GARCH
MATRIKS BERSIH KUAT ATAS RING DERET PANGKAT TERGENERALISASI MIRING Fitriani; AHMAD FAISOL
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.385-393.2021

Abstract

Salah satu konsep dalam teori aljabar yang banyak digunakan adalah matriks atas lapangan (field). Dalam perkembangannya, konsep matriks atas lapangan diperumum menjadi matriks atas ring. Ring merupakan suatu sistem matematika yang terdiri dari suatu himpunan tak kosong yang dilengkapi dua operasi biner yang memenuhi beberapa aksioma. Ring yang banyak digunakan dalam kajian ilmu matematika terapan adalah Ring Polinomial R[X] dan Ring Deret Pangkat R[[X]]. Salah satu sifat matriks atas ring yang telah dikaji oleh para peneliti adalah syarat cukup matriks atas ring R[[X]] merupakan matriks bersih kuat. Pada perkembangannya, struktur R[[X]] digeneralisasi menjadi ring semigrup R[S], Ring Deret Pangkat Tergeneralisasi (RDPT) [[RS,≤]], dan Ring Deret Pangkat Tergeneralisasi Miring (RDPTM) R[[S, ≤, ω]]. Berdasarkan fakta bahwa struktur R[[S, ≤, ω]] lebih umum dari R[[X]], pada penelitian ini diberikan syarat cukup matriks atas RDPTM R[[S, ≤, ω]] merupakan matriks bersih kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan beberapa syarat pada struktur ring R, monoid terurut tegas (S, ≤), dan homomorfisma monoid ω sehingga matriks atas R[[S, ≤, ω]] merupakan matriks bersih kuat. Sebagai akibat langsung, hasil penelitian ini lebih umum dari syarat cukup matriks atas R[[X]] merupakan matriks bersih kuat yang telah dikaji sebelumnya.Kata Kunci: Matriks atas ring, matriks bersih kuat, ring deret pangkat tergeneralisasi miring
SOLUSI EKSAK MODEL EPIDEMI SUSCEPTIBLE-INFECTED-RECOVERED-DEATH FARRAS VITASHA PUTRI; MAHDHIVAN SYAFWAN; MUHAFZAN MUHAFZAN
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.293-300.2021

Abstract

Model epidemi Susceptible-Infected-Recovered-Death (SIRD) adalah pengembangan dari model epidemi Susceptible-Infected-Removed (SIR) yang membagi kompartemen removed menjadi kompartemen recovered dan death. Dalam makalah ini dibahas kembali penurunan model SIRD. Selanjutnya dengan menggunakan persamaan Bernoulli, model tersebut diselesaikan untuk memperoleh solusi eksak dalam bentuk parametrik. Pengujian secara numerik untuk beberapa nilai parameter menunjukkan bahwa solusi numerik persis sama dengan solusi eksak.Kata Kunci: Solusi eksak, model epidemi Susceptible-Infected-Recovered-Death (SIRD), persamaan Bernoulli
ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI NONPARAMETRIK B-SPLIN E PADA ANGKA KEMATIAN MATERNAL DHEA ARIESTA; NURUL GUSRIANI; KANKAN PARMIKANTI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.342-354.2021

Abstract

Angka kematian maternal menjadi salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Pada tahun 2019, di Provinsi Jawa Barat tercatat jumlah kematian ibu sebanyak 684 kasus atau 74,19 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian maternal di Provinsi Jawa Barat dapat dilakukan dengan memodelkan angka kematian maternal terhadap faktor yang mempengaruhinya sehingga nilai kematian maternal dapat diestimasi. Pada penelitian ini, angka kematian maternal di Provinsi Jawa Barat diestimasi dengan parameter model regresi nonparametrik B-Spline menggunakan pendekatan metode Ordinary Least Square (OLS). Pemilihan regresi nonparametrik B-Spline dikarenakan hasil plotting setiap variabel respon terhadap variabel prediktor tidak menunjukkan pola tertentu, selain itu model regresi B-Spline memiliki fleksibilitas yang tinggi. Model B-Spline terbaik bergantung pada penentuan titik knot optimal yaitu dengan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Setelah dilakukan analisis angka kematian maternal berdasarkan regresi nonparametrik B-Spline diperoleh suatu model terbaik pada saat orde dua dan banyaknya titik knot untuk X1 adalah dua, X2 adalah satu, X3 adalah tiga, dan X4 adalah tiga dengan nilai GCV sebesar 352,3002, sementara nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0, 8443. Kata Kunci: Angka Kematian Maternal, B-Spline, Ordinary Least Square
APLIKASI TEORI KONTROL OPTIMAL PADA MODEL INFEKSI VIRUS HEPATITIS B YULANDA MARDIANA PUTRI; MUHAFZAN MUHAFZAN; AHMAD IQBAL BAQI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.260-267.2021

Abstract

Dalam artikel ini dipelajari aplikasi teori kontrol optimal model penyebaran virus Hepatitis B pada seorang individu. Konstrain berbentuk model infeksi virus Hepatitis B dibagi atas tiga kompartemen, yaitu kompartemen jumlah sel target yang tidak terinfeksi (dinotasika dengan T), kompartemen jumlah sel target yang terinfeksi (dinotasikan dengan I) dan kompartemen jumlah virus virus Hepatitis B bebas yang ada dalam tubuh seseorang (dinotasikan dengan V ). Dengan memasukkan level efisiensi terapi obat antiretroviral dalam menghambat infeksi baru (u1) dan level efisiensi terapi obat antiretroviral dalam menghambat replikasi virus (u2) sebagai dua variabel pengontrol ke dalam model infeksi virus Hepatitis B diperoleh suatu permasalahan kontrol optimal. Permasalahan kontrol optimal disini adalah mendapatkan level u1 dan u2 yang memenuhi model infeksi virus Hepatitis B sedemikian sehingga jumlah sel target yang tidak terinfeksi dimaksimalkan. Suatu simulasi numerik menggunakan metode Runge Kutta orde 4 diimplementasikan untuk melihat dinamika variabel T, I, dan V terhadap waktu.Kata Kunci: Kontrol optimal, model dasar infeksi virus, infeksi virus hepatitis B, metode Runge Kutta

Page 2 of 2 | Total Record : 19