cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 858 Documents
HIMPUNAN PEWARNAAN PADA GRAF SEMPURNA Elza Zuriawan
Jurnal Matematika UNAND Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.1.2.1-4.2012

Abstract

Untuk suatu graf terhubung nontrivial G, c : V (G) ! N adalah suatupewarnaan titik di G, yang mana titik-titik yang saling bertetangga dapat diwarnaidengan warna yang sama. Untuk suatu titik v 2 V (G), himpunan warna lingkunganNC(v) adalah himpunan yang berisikan warna dari lingkungan v. Pewarnaan c dise-but suatu himpunan pewarnaan jika NC(u) 6= NC(v) untuk setiap pasangan titik u; vyang bertetangga di G. Bilangan minimum dari warna-warna yang dibutuhkan dari su-atu pewarnaan c disebut bilangan kromatik himpunan s(G). Pada makalah ini akandikaji kembali bahwa setiap graf k-colorability himpunan merupakan suatu masalah NP-complete dengan suatu transformasi kedalam k-colorability, sehingga bilangan kromatikhimpunan s dapat ditentukan dalam waktu polinomial. Dari ketiga kelas graf sempurnayang digunakan dalam tulisan ini, yaitu graf chordal, graf split, dan graf threshold, hanyagraf threshold yang bilangan kromatiknya bernilai sama dengan bilangan kromatik him-punannya. Selanjutnya pada tulisan ini juga telah ditunjukkan bahwa, jika G adalahgraf threshold, maka bilangan kromatik himpunan s(G) dapat dihitung secara esiendalam waktu polinomial.
DIMENSI METRIK GRAF KINCIR POLA K1 + mK4 Rifqi Riyandho; Narwen Narwen; Efendi Efendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.149-153.2018

Abstract

Dimensi metrik pada suatu graf G dapat dinotasikan dengan dim(G), dimana dimensi metrik adalah kardinalitas minimum dari semua kardinalitas dari semua himpunan pemisah pada G. Misalkan G = (V, E) adalah graf dengan himpunan titik V (G) dan himpunan sisi E(G). Jika subhimpunan terurut pada W ⊆ V (G) dengan W = {w1, w2, · · · , wk}, dan v ∈ V (G) sehingga diperoleh representasi dari titik v terhadap W yang didefinisikan sebagai pasangan-k terurut (d(v, w1), d(v, w2), · · · , d(v, wk)) dan dinotasikan dengan r(v|W). Jika untuk setiap dua titik yang berbeda u, v ∈ V (G) berlaku r(u|W) 6= r(v|W), maka W disebut himpunan pembeda dari V (G). Himpunan pembeda W dengan kardinalitas minimum disebut dengan himpunan pembeda minimum. Pada artikel ini penulis tertarik untuk membahas untuk menentukan dimensi metrik dari graf kincir dengan pola K1 + mK4.Kata Kunci: Representasi, Dimensi Metrik, Graf Kincir
PELABELAN TOTAL SISI A JAIB PADA GRAF PETERSEN P(n, 1) UNTUK n GANJIL (n ≥ 3) DENGAN KONSTANTA k = 1 2(11n + 3) ATAU k = 12(15n + 3) Ridra Melisa
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.4.54-57.2014

Abstract

Misal terdapat graf G = (V, E) dengan himpunan titik V(G) dan himpunansisi E(G). Pelabelan total pada sisi-ajaib pada G adalah suatu pemetaan bijektif λ :V(G) ∪ E(G) → {1, 2, · · · , |V(G)| + |E(G)|} yang mempunyai sifat bahwa untuk setiapsisi {x, y} di G berlaku λ(x) + λ({x, y}) + λ(y) = k, untuk bilangan bulat konstanta k,konstanta k disebut angka ajaib (konstanta ajaib) graf G. Dalam tugas akhir ini, akanditunjukkan pelabelan total sisi ajaib pada graf petersen P(n, 1) untuk n ganjil (n ≥ 3)dengan konstanta k = 12 (11n + 3) atau k = 12 (15n + 3).
MENENTUKAN INVERS MOORE-PENROSE DENGAN METODE BEN NOBLE Annisa Maula Zakiya; Yanita .; Nova Noliza Bakar
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.1.33-42.2018

Abstract

Abstak. Tulisan ini membahas tentang metode penghitungan invers Moore-Penrose darimatriks A 2 Cmndengan rank(A) > 0. Metode yang digunakan adalah metode BenNoble.Teori yang diperlukan untuk penghitungan invers Moore-Penrose menggunakanmetode Ben-Noble adalah faktorisasi full rank dan partisi matriks.Kata Kunci: Invers Moore-Penrose, Faktorisasi Full Rank, Matriks Partisi
PENERAPAN METODE MULTIVARIATE ADAPTIVE REGRESSION SPLINE (MARS) UNTUK MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN YANG BERPENGARUH TERHADAP PERINGKAT AKREDITASI SEKOLAH (Kasus SMA/MA Di Propinsi Sumatera Barat) Azzikra Febriyanti; Hazmira Yozza; Izzati Rahmi HG
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.2.44-53.2013

Abstract

Peringkat akreditasi sekolah SMA/ MA dapat diduga berdasarkan delapankomponen yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri PendidikanNasional Nomor 52 Tahun 2008 yaitu komponen standar isi, komponen standar proses,komponen standar kompetensi lulusan, komponen standar pendidik dan tenaga kepen-didikan, komponen standar sarana dan prasarana, komponen standar pengelolaan, kom-ponen standar pembiayaan, dan komponen standar penilaian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengindentikasi komponen apa saja yang mempengaruhi pengelompokan akredi-tasi. Peringkat akreditasi yang didapatkan oleh sekolah dapat dikelompokan menjadi duakelompok dengan kelompok 1 adalah sekolah yang terakreditasi A atau B, dan kelom-pok 2 adalah sekolah yang terakreditasi C atau tidak terakreditasi. Pendugaan terhadapkelompok sekolah dapat diduga dengan menggunakan pendekatan Multivariate AdaptiveRegression Spline (MARS). Data yang digunakan adalah data yang dikeluarkan olehBadan Akreditasi Nasional Sekolah Menengah (BAN-SM) yang memuat data akreditasiSMA/MA se-Sumatera Barat. Hasil pendugaan pengelompokan sekolah dengan metodeMARS menghasilkan beberapa variabel yang berpengaruh secara signikan, antara lain: komponen standar sarana dan prasarana (X5), komponen standar kompetensi lulusan(X3), komponen standar penilaian (X8), komponen standar isi (X1), komponen stan-dar pembiyaan (X7), komponen standar proses(X2), dan komponen standar pengelolaan(X6) dengan tingkat kepentingan berturut-turut 100%, 83.93%, 56.27%, 54.27%, 45.86%,23.3%, 22.67%.
SMALL AREA ESTIMATION DENGAN PENDEKATAN EMPIRICAL BAYES BERBASIS MODEL BETA-BINOMIAL UNTUK MENDUGA ANGKA PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT Nurmaylina Zaja; Hazmira Yozza; Ferra Yanuar
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.120-127.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga angka pengangguran di kabupaten/kota di Sumatea Barat dengan metode Small Area Estimation dengan pendekatan Empirical Bayes berbasis model Beta-Binomial. hal ini dilakukan karena informasi yang dikeluarkan oleh Badan pusat Statistik (BPS) tahun 2016 hanya angka pengangguran tingkat provinsi dan tidak tersedia data untuk tingkat kabupaten/kota. Penelitian ini menggunakan data BPS, yaitu jumlah pengangguran dan jumlah angkatan kerja di kabupaten/kota di Sumatera Barat. Penelitian ini menghasilkan nilai dugaan angka pengangguran kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan metode langsung dan metode Empirical Bayes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penduga menggunakan metode Empirical Bayes lebih baik dari metode langsung.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: Small Area Estimation, Empirical Bayes, Angka Pengangguran.
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF K n K m Auli Mardhaningsih; Zulakmal .
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.1.122-128.2015

Abstract

Misalkan G adalah graf terhubung dan c merupakan pewarnaan k yang sesuaidari G dengan warna 1; 2; ; k. Misalkan = fS1; S2; ; Sg adalah partisi V (G)menjadi kelas-kelas warna yang saling bebas, dimana Sikmerupakan himpunan titikdengan warna i, 1 i k. Kode warna c(v) dari titik V didenisikan sebagai vektordengan banyak unsur k, yaitu(d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; S));dimana d(v; Si) adalah jarak dari v ke Sik, dengan 1 i k. Jika untuk setiap duatitik yang berbeda u; v di G, c(u) 6 = c(v), maka c disebut pewarnaan kromatik lokasidari G. Pewarnaan lokasi dengan minimum warna yang digunakan disebut pewarnaanlokasi minimum. Selanjutnya, kardinalitas dari himpunan yang memuat pewarnaan lokasiminimum disebut bilangan kromatik lokasi dari G, dinotasikan dengan (G).Misalkan terdapat graf G dan H sebarang. Graf korona G H adalah graf yangdiperoleh dengan mengambil sebuah duplikat dari graf G dan sebanyak jV (G)j duplikatH1; H2; ; Hdari H, kemudian menghubungkan titik ke-i dari graf G ke setiaptitik di HijV (G)j, i = 1; 2; 3; ; jV (G)j. Pada tulisan ini akan dikaji kembali makalah [2]tentang bilangan kromatik lokasi dari graf Kn KmL, untuk n 1 dan m 1.
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF BERLIAN Brn UNTUK n = 3 DAN n = 4 Mutiara Ramadhani Syafnur; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.2.105-111.2018

Abstract

Abstrak. Misalkan graf G = (V;E) adalah graf terhubung. Kelas warna pada G dino-tasikan dengan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 i k.Misalkan = fS1; S2; ; Skg merupakan partisi terurut dari V (G). Berdasarkan suatupewarnaan titik, maka representasi v terhadap disebut kode warna dari v, dinotasikandengan c(v). Kode warna c(v) dari suatu titik v 2 V (G) didenisikan sebagai k-vektor,c(v) = (d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; Sk));dimana d(v; Si) = minfd(v; x)jx 2 Sig untuk 1 i k. Jika setiap titik yang berbeda diG memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu , maka c disebut pewarnaan lokasidari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari grafG disebut bilangan kromatik lokasi, dinotasikan L(G). Pada tulisan ini akan dibahasbilangan kromatik lokasi dari graf berlian Brn untuk n = 3 dan n = 4.Kata Kunci: Kelas Warna, Kode Warna, Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Berlian
BILANGAN AJAIB MAKSIMUM DAN MINIMUM PADA GRAF SIKLUS GANJIL Annisah Iskandar
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.3.150-156.2013

Abstract

Misalkan G adalah suatu graf dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisiE(G). Dalam hal ini |V(G) | = v dan |E(G) | = e. Suatu graf G merupakan graf total titikajaib jika terdapat pemetaan bijektif f dari V(G) ∪ E(G) ke himpunan {1, 2, · · · , v +e}. Pada jurnal ini penulis mengkaji kembali tentang bilangan ajaib maksimum danminimum pada graf siklus ganjil.
PENENTUAN RAINBOW CONNECTION NUMBER UNTUK AMALGAMASI GRAF LENGKAP DENGAN GRAF RODA Risya Hazani Utari; Lyra Yulianti; Syafrizal Sy
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.345-347.2019

Abstract

Suatu pewarnaan terhadap sisi-sisi di graf G terhubung tak trivial didefinisikan sebagai c : E(G) → {1, 2, · · · , k} untuk k ∈ N adalah suatu pewarnaan terhadap sisi-sisi di G sedemikian sehingga setiap sisi yang bertetangga boleh diberi warna yang sama. Banyaknya warna minimal yang diperlukan untuk membuat graf G bersifat rainbow connected disebut dengan rainbow connection number dari G, yang dinotasikan dengan rc(G). Penelitian ini menentukan rainbow connection number untuk amalgamasi 2 buah graf lengkap K4 dengan 2 buah graf roda W4 yang diperoleh dari menggabungkan satu titik pada setiap graf lengkap K4 dengan satu titik pusat pada setiap graf roda W4.Kata Kunci: Amalgamasi, Graf lengkap K4, Graf Roda W4, Rainbow Connection Number