cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 858 Documents
PENGGEROMBOLAN KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN FASILITAS KESEHATAN DASAR MENGGUNAKAN METODE TWO STEP CLUSTER Juliana .; Hazmira Yozza; Izzati Rahmi HG
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.4.121-129.2014

Abstract

Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan yang penting di Indonesiaakan berjalan dengan baik jika didukung dengan fasilitas kesehatan dasar di puskesmastersebut. Di Indonesia, fasilitas tersebut belum merata penyebarannya. Untuk memudahkan dalam menyamakan kebijakan yang diambil untuk mengatasi ketidakmerataantersebut, perlu dilakukan pengelompokan. Metode statistik yang dapat digunakan untukmenggerombolkan data yang besar dan memiliki data campuran dapat digunakan metodetwo step cluster. Data yang digunakan adalah kabupaten/kota di setiap propinsi di Indonesia berdasarkan fasilitas puskesmas pada bulan Juni 2013 yaitu sebanyak 494 kabupaten/kota. Dengan menggunakan metode two step cluster, diperoleh sebanyak enamgerombol, dimana masing-masing gerombol mempunyai karakteristik masing-masing.Gerombol 1 terdiri dari 91 kabupaten/kota, gerombol 2 terdiri dari 30 kabupaten/kota,gerombol 3 terdiri dari 111 kabupaten/kota, gerombol 4 terdiri dari 65 kabupaten/kota,gerombol 5 terdiri dari 73 kabupaten/kota, dan gerombol 6 terdiri dari 124 kabupaten/kota.
PENERAPAN METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN KUALITAS AIR KEMASAN DI PT. GUNUNG NAGA MAS Karina Foresty; Maiyastri .; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.1.103-108.2018

Abstract

Abstrak. PT. Gunung Naga Mas merupakan salah satu produsen air mineral kemasanlokal di Padang, dimana produk yang paling banyak diproduksi adalah air mineralkemasan cup 240 ml. Meningkatnya permintaan pasar berpengaruh terhadap kualitasproduksi produk tersebut. Untuk melihat apakah produk tersebut sudah terkendaliatau tidak, digunakan salah satu program peningkatan kualitas produk yaitu denganmenerapakan metode Six Sigma yaitu metode DMAIC. Penelitian ini bertujuan untukmengidentikasi masalah produksi, mengetahui faktor penyebab cacat, memperoleh solusidalam upaya mengurangi jumlah cacat, mengetahui jenis cacat dan faktor cacat yangpaling mendominasi pada produksi air mineral kemasan cup 240 ml dan membuat bagankendali untuk melihat hasil terkendali atau tidak. Karakteristik kualitas atau Criticalto Quality (CTQ) untuk produksi air mineral kemasan cup 240 ml ada 7 macam yaituair kotor/berisi benda lain, air kurang dari volume pack, lid tidak presisi/timpang, cuppp bocor, cup pp bocor sealer, cup pp rijek pemasok, dan bocor jarum. DPMO dari cacatair mineral kemasan dalam penelitian diperoleh dari nilai rata-rata DPMO sebesar26.547 dan rata-rata Sigma Level sebesar 3,49. Dari peta kendali u disimpulkan bahwahanya cacat bocor jarum yang berada dalam kendali statistik (terkendali) sedangkancacat lainnya tidak terkendali.Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, DPMO, Sigma Level
TRANSFORMASI BOX-COX PADA ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA Elvi Yati; Dodi Devianto; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.2.115-122.2013

Abstract

Asumsi dasar regresi merupakan asumsi yang harus dipenuhi dalam memod-elkan hubungan antara variabel tak bebas (Y ) dengan variabel bebas (X) dalam analisisregresi linier sederhana. Jika asumsi tersebut tidak dipenuhi, maka dapat dilakukantransformasi Box-Cox terhadap variabel tak bebas, dimana Y dipangkatkan dengan ,sehingga menjadi Y . Pendugaan parameter dilakukan dengan Metode KemungkinanMaksimum dimana dipilih yang memiliki jumlah kuadrat sisaan paling kecil. Param-eter tersebut digunakan dalam transformasi sehingga diperoleh data yang memenuhiasumsi normalitas, homogenitas, dan linieritas.
DIMENSI METRIK PADA GRAF Rn(q; r)m Rendy Aditya Pratama; Narwen Narwen; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.260-267.2019

Abstract

The metric dimension of a connected graph G is the cardinality of minimum resolving set in graph G. In this research, how to find the metric dimension of Rn(q; r)m graph. Rn(q; r)m graph is constructing by subdivision operation on Lobster graph Ln(q; r). We obtain the metric dimension of Rn(1; 1)m graph for n > 2 is 2, the metric dimension of Rn(q; 1)m for n ≥ 2, q ≥ 2 is n(q − 1) and the metric dimension Rn(q; r)m graph for n ≥ 2, q ≥ 1 and r ≥ 2 is nq(r − 1).Kata Kunci: graf Rn(q; r)m , dimensi metrik, himpunan pemisah
BILANGAN RAINBOW CONNECTION UNTUK BEBERAPA GRAF THORN Melvi Muchlian
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.3.65-76.2016

Abstract

Abstrak. Misalkan G = (V (G);E(G)) adalah suatu graf terhubung tak trivial. Denisipewarnaan c : E(G) ! f1; 2; ; kg; k 2 N, dimana dua sisi yang bertetangga bolehberwarna sama. Suatu lintasan u ???? v path P di G dinamakan rainbow path jika tidakterdapat dua sisi di P yang berwarna sama. Graf G disebut rainbow connected jikasetiap dua titik yang berbeda di G dihubungkan oleh rainbow path. Pewarnaaan sisiyang menyebabkan G bersifat rainbow connected dikatakan rainbow coloring. Bilan-gan Rainbow connection dari graf terhubung G, ditulis rc(G), didenisikan sebagaibanyaknya warna minimal yang diperlukan untuk membuat graf G bersifat rainbow con-nected. Misalkan c adalah rainbow coloring dari graf terhubung G. Untuk dua titik udan v di G, rainbow u????v geodesic pada G adalah rainbow u????v path yang panjangnyad(u; v) dimana d(u; v) adalah jarak antara u dan v (panjang u ???? v path terpendek di(G). Graf G dikatakan strongly rainbow connected jika G memiliki suatu rainbow u ???? vgeodesic untuk setiap dua titik u dan v di G.Minimum k yang terdapat pada pewar-naan c : E(G) ! f1; 2; ; kg sedemikian sehingga G adalah strongly rainbow connecteddikatakan bilangan strong rainbow connection, src(G), di G. Jadi, rc(G) src(G) un-tuk setiap graf terhubung di G. Pada paper ini akan diulas kembali tentang BilanganRainbow Connection untuk Beberapa Graf Thorn.
MATRIKS TRIANGULAR FUZZY DAN PENERAPANNYA PADA DIAGNOSA MEDIS Ronald Hendriko
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.2.170-178.2018

Abstract

Abstrak. Beberapa operasi dasar pada bilangan triangular fuzzy akan didenisikan.Ditentukan pula sifat-sifat pada matriks triangular fuzzy seperti sifat dasar, transpose,trace, dan matriks segitiga. Dengan banyak nya aplikasi teori fuzzy pada penyelesaianmasalah di lini kehidupan manusia maka pada pengambilan keputusan di bidang di-agnosa medis akan diperlihatkan penerapan matriks triangular fuzzy dengan beberapaprosedur yang digagas S. Elizabeth dan L. Sujatha serta penggunaan Arithmetic Mean(AM).Kata Kunci: Matriks triangular fuzzy, Fungsi Keanggotaan, Diagnosa Medis, ArithmeticMean
HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK DAN KUBUS DASAR Wiwi Ulmayani
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.4.43-49.2013

Abstract

Given a topological space X. Then define an algebra object H∗ (X) whichis called the homology group of X. H∗ (X) is the collection the kth homology group ofX which is denoted by Hk(X). An elementary cube Q is a finite product of elementaryintervals I = [l, l + 1] or I = [l, l], for some l ∈ Z. In this paper, it is proved that allelementary cubes are acyclic, which means that Hk(Q) is isomorphic to Z if k = 0, andHk(Q) is isomorphic to 0 if k > 0.
DIMENSI PARTISI GRAF LINTASAN KORONA GRAF BINTANG Pm K1,n UNTUK m ≥ 1 DAN n ≥ 3 Sari Purwaningsih; Zulakmal .
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.2.16-19.2017

Abstract

Misalkan G dan H adalah suatu graf. Graf hasil Korona GH didefinisikan sebagai graf yang diperoleh dari G dan H dengan mengambil sebuah salinan graf G dan salinan graf H dan kemudian menghubungkan setiap titik dari salinan ke-i graf H dengan sebuah titik ke-i dari G. Dalam paper ini akan dibahas kembali tentang penentuan dimensi partisi dari graf Pm K1,n, dimana Pm adalah graf lintasan dengan orde m dan K1,n adalah graf bintang dengan orde n + 1, untuk m ≥ 1 dan n ≥ 3, seperti telah dituliskan dalam [3].Kata Kunci: Dimensi partisi, graf Korona, graf lintasan, graf bintang
PENENTUAN PREMI UNTUK POLIS ASURANSI BERSAMA Lucky Eka Putra
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.1.115-122.2014

Abstract

Model asuransi bersama joint life adalah model lanjutan dari model asuransitunggal dimana model ini dikembangkan dari konsep kelangsungan hidup kelompok danprobabilitas kelangsungan hidup diasumsikan saling bebas (independent). Penerapanmodel asuransi bersama joint life, biasanya digunakan pada asuransi jiwa. Asuransibersama adalah asuransi yang melibatkan beberapa peserta asuransi yang bergabungdalam satu kontrak asuransi. Fungsi hidup bersama, didefinisikan pada asumsi bahwaasuransi berakhir keberadaannya saat kematian pertama terjadi. Berdasarkan jangkawaktu perlindungannya, asuransi bersama dibagi menjadi tiga jenis, yaitu status hidupgabungan untuk asuransi bersama seumur hidup, status hidup gabungan untuk asuransibersama berjangka, dan status hidup gabungan untuk asuransi bersama dwiguna murni.Jumlah pembayaran premi untuk asuransi jiwa bersama bergantung pada jenis programasuransi yang telah diambil dan besarnya santunan yang diterima oleh tertanggung. Pembayaran premi asuransi bersama untuk suatu besarnya santunan ditentukan oleh jenisasuransi apa yang diikuti oleh tertanggung, baik asuransi bersama seumur hidup, asuransi bersama berjangka ataupun asuransi bersama dwiguna murni. Pembayaran premiuntuk asuransi bersama lebih murah dibandingkan dengan asuransi perorangan untukjumlah santunan yang sama. Ini dikarenakan pembayaran premi untuk polis asuransibersama dibayarkan oleh beberapa peserta asuransi.
PERBANDINGAN BAGAN KENDALI T 2 HOTELLING KLASIK DENGAN T 2 HOTELLING PENDEKATAN BOOTSTRAP PADA DATA BERDISTRIBUSI NON-NORMAL MULTIVARIAT Khaulah Binti Afrinaldi; Maiyastri .; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.1.17-24.2017

Abstract

Abstrak. Bagan kendali T2 Hotelling merupakan bagan yang berguna untuk memonitorb rata-rata pergeseran proses dengan asumsi distribusi normal harus dipenuhi. Pada penelitian ini akan digunakan data berdistribusi non-normal multivariat untuk melihat kinerja dari bagan kendali T2 Hotelling dengan pendekatan Bootstrap yangesien memantau proses ketika distribusi yang diamati adalah tidak normal atau tidak diketahui. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yaitu data IPK dan Lama studi lulusan matematika FMIPA Unand tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kepekaan bagan kendali T2 Hotelling klasik dengan THotelling pendekatan bootstrap dalam mendeteksi titik-titik yang berada diluar bataskendali. Pada bagan kendali T2 Hotelling klasik terdapat tujuh titik yang berada diluar batas kendali, sedangkan bagan kendali T2 Hotelling pendekatan bootstrap mendeteksisembilan titik yang berada diluar batas kendali.Kata Kunci: Bagan kendali T2 Hotelling, Transformasi Johnson, Bootstrap