cover
Contact Name
Taufiq Hidayat
Contact Email
taufiq.hidayat@umk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
crankshaft@umk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL CRANKSHAFT
ISSN : 26230720     EISSN : 26230755     DOI : -
Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Jurnal Crankshaft terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
ANALISIS DEGRADASI KETAHANAN KOROSI INTEGRITAS PANEL BODY ELECTRIC SHUTTLE BUS 14 SEATS MENGGUNAKAN ACCELERATED SALT SPRAY TESTER Raden Muhamad Dany Husni; Yusep Sukrawan; Sriyono
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Crankshaft Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v9i2.17423

Abstract

This study aims to analyze the degradation rate of corrosion resistance in the body panel materials of a 14-seat electric shuttle bus. In line with the Indonesian government's 2030 target to achieve 2 million electric cars and 13 million electric motorcycles, the durability of commercial electric vehicle components such as shuttle buses is highly crucial. Testing was conducted using the Accelerated Salt Spray Tester method, referring to the ASTM B117 standard, to simulate extreme corrosive environmental exposure in a short period. Body panel specimens were tested in a salt fog chamber with strictly controlled parameters, including NaCl solution concentration and chamber temperature. Material integrity evaluation was performed by comparing the condition of specimens before and after testing, including mass loss rate, visual observation of corrosion product formation, and pitting indications. The results of this study are expected to provide technical recommendations regarding optimal material selection and coating systems to enhance the service life of commercial electric vehicles in Indonesia's tropical climate.
ANALISIS PENGARUH PANJANG SERAT AGAVE SISALANA TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KARAKTERISTIK PATAHAN KOMPOSIT BERMATRIKS POLYESTER fikran fikran; Christof Geraldi Simon; yafet bontong
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Crankshaft Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v9i2.17499

Abstract

Perkembangan teknologi industri telah mendorong penggunaan material komposit sebagai alternatif material logam karena memiliki massa yang lebih ringan dan sifat mekanik yang dapat direkayasa sesuai kebutuhan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang serat Agave sisalana terhadap kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit bermatriks poliester. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi panjang serat 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Komposit dibuat menggunakan metode hand layup dengan komposisi 10% serat dan 90% resin poliester. Setiap variasi terdiri atas lima spesimen yang diuji tarik berdasarkan standar ASTM D638-02 menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Karakteristik patahan diamati melalui pengamatan visual pada permukaan patahan spesimen setelah pengujian tarik. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 19,93; 19,25; 18,19; 15,60; dan 24,08 N/mm² untuk panjang serat berturut-turut 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Pengamatan patahan menunjukkan adanya rongga pada spesimen dengan panjang serat 10 mm, sedangkan pada panjang serat 20 mm dan 30 mm ditemukan retak matriks (matrix cracking) dan pelepasan ikatan serat-matriks (fiber–matrix debonding). Pada panjang serat 40 mm teramati patah serat (fiber fracture) yang berkontribusi terhadap penurunan kekuatan tarik. Sementara itu, spesimen dengan panjang serat 50 mm menunjukkan distribusi serat yang lebih merata dan transfer beban yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang serat memengaruhi kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit poliester. Namun, peningkatan panjang serat tidak selalu meningkatkan kekuatan tarik secara linier. Pada kondisi penelitian ini, panjang serat 50 mm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 24,08 N/mm².
PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR MIKRO MATERIAL SKD 11: PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR MIKRO MATERIAL SKD 11 Hera Setiawan; Muhammad Luqman Saiful Fikri Luqmqn
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Crankshaft Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v9i2.17631

Abstract

Baja perkakas SKD11 merupakan material yang banyak digunakan dalam industri manufaktur untuk aplikasi dies, punch, shear blade, dan berbagai komponen perkakas kerja dingin karena memiliki ketahanan aus yang tinggi, kekuatan tekan yang baik, serta kemampuan pengerasan yang sangat baik. Sifat mekanik baja SKD11 sangat dipengaruhi oleh perlakuan panas yang diberikan, terutama melalui proses hardening, quenching, dan tempering yang mampu mengubah struktur mikro material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses heat treatment terhadap perubahan struktur mikro baja SKD11. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan hardening pada temperatur 1040°C dengan holding time selama 120 menit, dilanjutkan proses quenching menggunakan media pendingin oli. Selanjutnya spesimen mengalami proses tempering pada temperatur 250°C dengan holding time selama 60 menit. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dengan pembesaran 800× setelah proses preparasi metalografi dan etsa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa struktur mikro material awal (raw material) terdiri atas fasa ferrite dan pearlite. Setelah perlakuan hardening dan quenching, terjadi transformasi struktur mikro menjadi martensite dan cementite yang menunjukkan peningkatan potensi kekerasan material. Proses tempering pada temperatur 250°C menghasilkan struktur mikro berupa martensite temper dan ferrite yang lebih stabil dibandingkan kondisi setelah quenching. Perubahan struktur mikro yang terjadi menunjukkan bahwa perlakuan panas berpengaruh signifikan terhadap transformasi fasa pada baja SKD11.