cover
Contact Name
Taufiq Hidayat
Contact Email
taufiq.hidayat@umk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
crankshaft@umk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL CRANKSHAFT
ISSN : 26230720     EISSN : 26230755     DOI : -
Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Jurnal Crankshaft terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
ANALISIS KOMPOSISI UNSUR PRODUK PIROLISIS BIOMASSA UNTUK APLIKASI CO-FIRING PLTU Sutarno, Sutarno; Mastur, Mastur; Hartono, Hartono; Warso, Warso; Sugiarto, Tris; Sugiantoro, Bambang
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.15826

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan pirolisis terintegrasi untuk mengonversi biomassa dan sampah terpilah menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam program co-firing PLTU. Bahan baku yang digunakan meliputi kayu limbah, cangkang kelapa, dan bubur sampah terpilah yang diproses pada variasi suhu dan waktu pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh signifikan terhadap karakteristik arang yang dihasilkan. Kayu limbah cenderung menghasilkan arang dengan kualitas stabil dan kadar air rendah, sedangkan cangkang kelapa menunjukkan performa terbaik dengan nilai kalor tinggi dan kadar abu lebih rendah. Sebaliknya, bubur sampah terpilah masih memiliki tantangan pada kandungan air dan nilai kalor, meskipun tetap berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif. Analisis morfologi dan komposisi unsur mengonfirmasi bahwa kandungan karbon lebih dominan pada biomassa dibandingkan bursam, yang kaya mineral anorganik. Secara umum, tren hasil menunjukkan bahwa biomassa murni lebih unggul untuk produksi energi dengan kualitas tinggi, sementara bursam dapat difungsikan sebagai bahan substitusi tambahan. Temuan ini menegaskan peran pirolisis terintegrasi sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mendukung diversifikasi energi dan pengelolaan sampah di Indonesia.Kata kunci: Pirolisis; biomassa; sampah terpilah; Kayu; cangkang kelapa; co-firing
OPTIMASI PERLAKUAN PANAS AUSTEMPERING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA BAJA AISI 4340 Nursyifaulkhair, Desrilia; Herningtyas, Amelia Syifa; Rachmawati, Audiya Dewi; Zulfika, Dicki Nizar
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.15879

Abstract

Baja AISI 4340 merupakan baja paduan rendah yang banyak digunakan dalam industri manufaktur, terutama untuk komponen kritis, seperti poros, roda gigi, dan piston. Komponen-komponen tersebut membutuhkan kombinasi antara kekerasan tinggi dan ketangguhan yang baik, yang dapat diperoleh melalui perlakuan panas yang tepat. Salah satu metode perlakuan panas yang efektif untuk meningkatkan sifat mekanis adalah melalui proses austempering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons mikrostruktur dan kekerasan baja AISI 4340 terhadap tiga variasi metode perlakuan panas austempering, yaitu isothermal austempering, up-quenching austempering, dan modified austempering. Metode pertama, isothermal austempering, dilakukan dengan memanaskan baja hingga temperatur austenisasi pada 800 °C, kemudian dilakukan proses pemanasan secara isotermal pada temperatur 430 °C. Metode kedua, up-quenching austempering, dilakukan dengan proses austenisasi yang diikuti oleh pendinginan dalam furnace dan dilanjutkan dengan austempering pada temperatur 500 °C. Sedangkan metode ketiga, modified austempering, dilakukan dengan austenisasi yang diikuti oleh pencelupan dengan media pendingin oli pada temperatur 250 °C sebelum dilakukan austempering pada temperatur 400 °C. Hasil pengamatan metalografi melalui mikroskop optik menunjukkan bahwa ketiga metode perlakuan panas tersebut menghasilkan struktur mikro yang berbeda-beda, yaitu upper bainite, lower bainite, dan martensite, namun semuanya mengandung austenit sisa dalam jumlah tertentu. Sementara itu, pengujian sifat mekanis berupa kekerasan menggunakan Rockwell C menunjukkan bahwa metode isothermal austempering menghasilkan kekerasan tertinggi, yaitu sebesar 44,4 HRC. Nilai kekerasan berikutnya diikuti oleh modified austempering sebesar 42,9 HRC, dan up-quenching austempering sebesar 28,1 HRC. Berdasarkan hasil tersebut, isothermal austempering menjadi metode paling efektif dan layak untuk diterapkan dalam skala industri karena mampu menghasilkan kekerasan yang optimal.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI EFISIEN UNTUK MEMPERTAHANKAN TEMPERATUR LARUTAN NUTRIEN HIDROPONIK Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Setiawan, Dibyo
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.15903

Abstract

Perkembangan industri hidroponik di Indonesia berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi lahan dan ketahanan pangan. Namun, cuaca iklim tropis yang berfluktuasi dapat dengan mudah mempengaruhi temperatur air nutrisi, khususnya untuk sistem yang disimpan di dalam green house. Berbagai studi terkait hidroponik, menunjukkan temperatur air nutrisi berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, penyerapan nutrisi, dan kualitas hasil panen, sehingga potensi ini patut dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teknologi pasif yang ekonomis dan efektif saat diterapkan untuk mempertahankan temperatur larutan nutrien hidroponik yang sudah dikondisikan. Metode yang digunakan, yaitu dengan melakukan pengujian perbandingan kepada dua jenis material bejana High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polipropilen (PP) yang dikombinasikan dengan insulasi jenis Fiberglass, Poliuretan (PU), dan Glasswool. Pengujian dilakukan di dalam lingkungan green house selama lima hari. Didapatkan bejana HDPE memiliki koefisien konveksi air lebih rendah (186,82 W/m²·K) dibandingkan bejana PP (199,01 W/m²·K), sehingga lebih mampu menahan perubahan temperatur air dingin. Adapun, jenis insulasi yang mampu menjaga kenaikan temperatur air terbaik dibandingkan kondisi tanpa insulasi (maksimal 3,25°C) adalah Glasswool. Secara keseluruhan, kombinasi bejana HDPE - Glasswool memberikan performa terbaik dalam mempertahankan temperatur air dingin  dengan daya tolak panas hingga sebesar 43,91 Watt di saat temperatur lingkungan harian tertinggi.
ANALISIS PENGARUH LUAS PENAMPANG OUTPUT NOSEL DAN JUMLAH LUBANG DISK TERHADAP PERFORMA TURBIN TESLA Irawan, Heri; Mujiburrahman, Mujiburrahman; Suprapto, Muhammad
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16008

Abstract

Pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia yang memiliki potensi besar pada sektor energi air. Dengan ketersedian air yang melimpah, optimalisasi turbin air seperti turbin Tesla menjadi solusi strategis untuk penyediaan listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi jumlah lubang disk dan luas penampang nosel terhadap performa turbin Tesla serta menentukan kombinasi optimal untuk meningkatkan efisiensi turbin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental  dengan  memvariasikan jumlah lubang disk 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 serta luas penampang nosel 0,000051 m2, 0,000068 dan 0,000085 m2. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi nosel dengan luas penampang 0,000051 m2 dan jumlah lubang disk 8 menghasilkan performa turbin optimal dengan nilai kecepatan putaran poros sebesar 542 Rpm, daya generator 7,98 Watt dan efisiensi turbin sebesar 26,01%..
UJI STABILITAS PERFORMA PERAHU FORTABLE JENIS KATAMARAN BERBASIS PLYWOOD DAN FIBERGLASS Mujiburrahman, Mujiburrahman; Irawan, Heri; Suprapto, Muhammad
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16021

Abstract

Penggunaan perahu kayu oleh nelayan menurun akibat beberapa faktor yang memengaruhi keberlanjutan dan efisiensi operasi perikanan. Meningkatnya harga bahan baku kayu menjadi tantangan utama, yang mengakibatkan biaya pembuatan perahu kayu semakin tinggi. Sebagai alternatif, perahu katamaran yang dapat dibongkar pasang, terbuat dari plywood dan fiberglass, menawarkan solusi teknologi perahu yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Stabilitas performa perahu juga sangat penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasional dalam berbagai kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan beban terhadap trim, periode oleng, kecepatan, dan sudut manuver perahu katamaran berbahan plywood dan fiberglass dengan sistem bongkar pasang. Metode pengujian dilakukan melalui serangkaian eksperimen, termasuk pengukuran trim pada kondisi tanpa beban dan dengan beban variasi sebesar 55 kg dan 110 kg. Hasilnya stabilitas dan trim perahu menunjukkan peningkatan progresif dari 0,105 meter (tanpa beban), menjadi 0,147 meter (beban 55 kg), hingga 0,249 meter (beban 110 kg). Penambahan beban menghasilkan peningkatan trim sebesar 40% pada beban pertama dan 69,39% pada beban kedua, dengan total peningkatan mencapai 137,14% pada kondisi beban maksimal. Periode olengan juga meningkat signifikan dari 2,42 detik menjadi 4,16 detik, atau bertambah 71,90% (1,74 detik lebih lambat) ketika beban digandakan. Performa kecepatan lurus pada jarak 200 meter mengungkapkan bahwa penambahan beban dari 55 kg ke 110 kg menyebabkan waktu tempuh meningkat 22,13% (dari 43,19 detik menjadi 52,75 detik) dan kecepatan menurun 18,14% (dari 4,63 m/s menjadi 3,79 m/s). Kemampuan manuver pada pengujian manuver 80 meter dengan sudut belok 90°, waktu penyelesaian meningkat 21,77% (dari 26,00 detik menjadi 31,66 detik) dan kecepatan manuver menurun 17,86% akibat penambahan beban. Analisis menunjukkan bahwa setiap peningkatan beban 1% berkorelasi dengan penurunan kecepatan manuver sebesar 0,179%, mengindikasikan hubungan yang konsisten antara beban dan performa.Kata Kunci : Katamaran, trim, periode oleng, kecepatan, sudut manuver, plywood, fiberglass.
OPTIMASI DESAIN BUCKET EXCAVATOR PC200 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Yongkimandalan, Nicky; Pratama, Rafli Ersandi
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16067

Abstract

Bucket excavator merupakan komponen utama yang berperan penting dalam proses penggalian dan pemindahan material pada alat berat. Kinerja bucket sangat dipengaruhi oleh kekuatan struktur dan efisiensi massa, sehingga diperlukan optimasi desain yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain bucket excavator Komatsu PC 200 dengan memanfaatkan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method/FEM) untuk meningkatkan efisiensi dan faktor keamanan struktur. Proses simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS Workbench dengan kondisi pembebanan berdasarkan standar Surface Vehicle Standards – Excavator and Backhoe Digging Forces (SAE J1179). Material body bucket diganti dari AISI 4140 menjadi AISI 4640, sedangkan material gigi bucket diganti dengan HARDOX 500 yang memiliki kekuatan luluh lebih tinggi. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan tegangan maksimum dari 103,29 MPa menjadi 118,34 MPa, penurunan deformasi dari 7,034 mm menjadi 6,684 mm, dan peningkatan faktor keamanan dari 2,76 menjadi 2,763. Selain itu, terjadi reduksi massa bucket dari 7563 kg menjadi 6071,4 kg tanpa mengurangi kekuatan strukturnya. Hasil ini membuktikan bahwa pemilihan material yang tepat serta penerapan metode numerik FEM mampu menghasilkan desain bucket excavator yang lebih ringan, efisien, dan aman untuk digunakan dalam berbagai kondisi operasional.
PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PRODUK EGG TRAY RAMAH LINGKUNGAN Ridwan, Muhammad; Nur Chairat, Arief Suardi; Okvasari, Rudina; Putri, Salwa Adisa; Pangaribuan, Diego Kevin
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16138

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan kemasan ramah lingkungan mendorong inovasi pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan alternatif pengganti plastik dan kertas daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi produk egg tray berbahan dasar pelepah kelapa sawit sebagai solusi kemasan telur yang biodegradable dan berkelanjutan. Proses pembuatan meliputi tahap pencacahan pelepah sawit, pembentukan pulp dengan perekat alami berbasis tapioka, pencetakan manual, dan pengeringan tanpa bahan kimia sintetis sesuai prinsip green processing. Karakteristik produk diuji melalui uji kekuatan tumpuk untuk menilai performa mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa egg tray berbahan pelepah sawit memiliki tekstur padat, berwarna coklat alami, dan ketebalan rata-rata 4,5 mm. Uji ketahanan tumpuk menunjukkan tray mampu menahan beban hingga 4 kg tanpa deformasi permanen, dengan defleksi maksimum sebesar 2,8 mm, menandakan sifat elastis dan distribusi gaya yang baik. Secara keseluruhan, produk menunjukkan kekuatan tekan yang sebanding dengan tray konvensional berbahan pulp kertas dan berpotensi digunakan sebagai alternatif kemasan telur ramah lingkungan. Penelitian ini menegaskan potensi pelepah sawit sebagai bahan biomassa terbarukan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi sirkular di sektor agroindustri Indonesia.Kata kunci: pelepah sawit, egg tray, biomassa, kemasan ramah lingkungan, stacking test
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN PEMBERSIH BRONDOLAN SAWIT TIPE SILINDER Syahrizal, Iman; Kusuma, Bagus; Sundari, Ellys Mei
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun prototipe mesin pembersih brondolan sawit tipe silinder yang mampu memisahkan brondolan sawit degan partikel pengotor. Mesin bekerja dengan memanfaatkan kombinasi gaya sentrifugal dan gesekan untuk mesisahkan partikel pengotor dari brondolan melaui celah ruji-ruji pada dinding silinder. Penelitian ini menggunakan pendekatan rekayasa dengan metode rancang bangun (design and fabrication)  yang meliputi perancangan konsep,  perhitungan teknis, fabrikasi komponen dan perakitan, serta uji fungsional mesin. Hasil perhitungan teknis didapatkan torsi poros utama sebesar 23,39 N.m dengan daya rencana 3,88 kW pada putaran 495 rpm. Hasil uji fungsional, dari massa brondolan kotor sebesar 16,67 kg, diperoleh massa brondolan bersih 14,01 kg (84,04%) dengan partikel pengootor yang berhasil dipisahkan 1,96 kg (11,76%), dan penyimpangan massa 0,7 kg (4,2%). Penyimpangan ini disebabkan oleh adanya brondolan berukuran kecil yang keluar melalui celah silinder, serta partikel pengotor berukuran besar yang terbawa bersama brondolan selama proses pemisahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mesin yang dirancang memiliki kinerja cukup baik dalam memisahkan material pengotor dari brondolan sawit Kata kunci: brondolan, prototipe mesin, rancang bangun, silinder pembersih.
RANCANG BAGUN DAN UJI FUNGSIONAL PORTABLE SPRAY BERBASIS PANEL SURYA Santoso, Pande Putu Agus; Januarhan, Diko; Syahrizal, Iman; Sanubary, Iklas; Nopriandy, Feby; Erwin, Erwin
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16198

Abstract

Kualitas produk pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penyemprotan pestisida untuk melindungi tanaman dari gangguan hama. Penyemprotan dengan alat semprot konvensional memiliki kekurangan seperti membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, kapasitas terbatas, membebani punggung, dan paparan sinar matahari yang harus dirasakan oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menjelaskan spesifikasi alat semprot tanaman portabel berbasis panel surya dan (b) menjelaskan hasil uji fungsional alat semprot portabel berbasis panel surya. Metode penelitian adalah metode desain rekayasa, yang terdiri dari studi literatur dan perhitungan komponen panel surya, gambar teknik, proses pembuatan, uji fungsional, dan analisis data. Hasil penelitian adalah (a) telah berhasil dirancang dan dibangun alat semprot portabel berbasis panel surya, dengan ukuran panjang 160 cm, lebar 47 cm, dan tinggi 186 cm. Alat ini dilengkapi dengan enam nosel. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan dua panel surya fleksibel 85 Wp, baterai 12V 20Ah, SCC 10A, dan pompa air 30 W. Alat ini memiliki dua roda dengan diameter 50 cm dan bergerak dengan cara didorong. (b) Hasil uji fungsional menunjukkan bahwa rata-ratan daya listrik yang dapat dihasilkan oleh perangkat ini adalah 62,39 W. Rata-rata aliran air yang dapat dikeluarkan oleh semua nosel pada perangkat ini adalah 3,17 ml/detik.     Kata kunci:  alat semprot tanaman, panel surya., pembuatan, perancangan, portebel.
STUDI KOMPARATIF KINERJA PENGERING KOPI SISTEM HYBRID BERDASARKAN KECEPATAN ALIRAN UDARA Sanubary, Iklas; Santoso, Pande Putu Agus; Anjiu, Leo Dedy; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Elandi, Elandi
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja pengering kopi sistem hybrid berdasarkan variasi kecepatan aliran udara. Pengering kopi hybrid memanfaatkan sumber pemanas  yang berasal dari sinar matahari dan heater yang dikontrol secara otomatis berbasis suhu menggunakan arduino. Perlakuan yang diberikan pada pada masing-masing pengering berupa variasi kecepatan aliran udara pada saluran inlet sebesar 2 m/s dan 4 m/s. Jenis kopi yang digunakan adalah kopi liberika dengan massa 1000 gram dan kadar air awal 45,996%. Proses pengeringan dilakukan selama 3 hari secara berturut-turut, mulai dari 09.00 WIB sampai 15.00 WIB, dengan pengambilan data setiap 30 menit. Data yang diukur berupa suhu dan kelembapan udara ruang pengering, serta massa dan kadar air biji kopi. Selama 3 hari proses pengeringan, pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 52,5 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 30,2%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 526 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 6,285%, sedangkan  pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 47,8 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 42,8%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 530 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 7,072%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan aliran udara berpengaruh terhadap peningkatan suhu dan penurunan kelembapan udara ruang pengering, serta pengurangan massa dan penurunan kadar air biji kopi. Oleh karena itu, kinerja pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s lebih baik daripada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s.