cover
Contact Name
irland fardani
Contact Email
irland.fardani@unisba.ac.id
Phone
+628562257785
Journal Mail Official
planologi@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari no 1 Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 14120690     EISSN : 28088123     DOI : https://doi.org/10.29313
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles 209 Documents
STUDI KAITAN MASJID DAN PENGADAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDUNG ANDRI LESMANA; BAMBANG PRANGGONO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 1 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i1.252

Abstract

Keberadaan RTH di Kota Bandung sangat kurang, yaitu hanya sekitar 3,14 % dari jumlah seluruh wilayah kota.Perhitungan ideal dengan penduduk Kota Bandung 2,29 juta jiwa (2008) maka jumlah pohon yang harus ditanam di Kota Bandung adalah 1,1 juta pohon untuk memenuhi kebutuhan oksigen penduduk Kota Bandung dengan luas RTH ideal 526,5 Ha. Metode pendekatan studi ini adalah dengan menggunakan pendekatan standard dari beberapa referensi yang ada. Hasil analisis RTH ideal masjid kecamatan di Kota Bandung dapat menyediaakan RTH seluas 3,6164 Ha.
KRITIK TEORI LOKASI UNTUK ANALISIS KERUANGAN UTON HARUN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.253

Abstract

Teori dapat dikafakan cacat jika teori tersebut gagal diterapkan dalam kenyataan sehari-hari. Dalam dua dekade terakhir terjadi sanggahan terus menerus terhadap teori klasik lokasi industry. Penyelidikan secara empiris terhadap lokasi perindustrian dengan menggunakan kuisioner atau wawancara menunjukkan kecenderungan adanya faktor personal untuk beberapa lama sebelum munculnya perilaku pandangan terhadap geografi. Lokasi industri tidak dapat dikaitkan dengan perilaku spasial atau perubahan-perubahan historis perilaku spasial, karena adanya berbagai sebab yang dapat mengelabui analisis. Hal ini lebih terkait dengan proses putaran produksi dan akumulasi modal yang memerlukan keputusan-keputusan tentang diferensiasi lokasi. Kondisi ini lebih ditentukan oleh adanya hubungan sebab-akibat antara lingkungan perekonomian dengan perusahaan individual.
ASPEK HUKUM MENGENAI KOMPENSASI BAGI WARGA YANG MENDUDUKI LAHAN NEGARA DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN YANG TERKENA PROYEK ERNAWATI HENDRAKUSUMAH; LIYA SUKMA MULIYA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.254

Abstract

In Indonesia, there many cases of the existence of the state/government of land use by the public people. Problems arise when there is a decision-rights community's land is used by the government for public purposes, such as project water dams for hydroelectric power. This problem often creates polemic on the issue of compensation for people who take advantage of the country's land. The question: Should people be compensated? What kind of compensation like? And how it can be done? This paper aims to examine the legal aspects of the compensation for the people who occupy state land (government) in the District of West Bandung regency cavity affected Upper Cisokan Pumped Starage of West Java Province.
ANALISIS POLA DAN ESTIMASI PERGERAKAN BARANG SEBAGAI PERTIMBANGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN BENGKALIS - PROVINSI RIAU Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.255

Abstract

Bagi daerah dengan luas daerah yang besar, kepadatan penduduk rendah dan sebaran penduduk tidak merata seperti Kabupaten Bengkalis, maka identifikasi pola pergerakan dan estimasi pergerakan barang sebagai pendorong perekonomian daerah menjadi bagian pertimbangan penting dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Melalui analisis regresi atas gunalahan eksisting dan rencana pengembangannya di masa datang terhadap data OD, disintesiskan dengan analisis LQ, dan Shift-share atas data produksi beberapa komoditi unggulan Kab.Bengkalis, dapat disimpulkan bahwa pembangunan jaringan jalan internal Kabupaten Bengkalis dan sarana pendukungnya yang terintegrasi (linkage) melalui titik-titik simpul (node) dengan ruas jalan menuju arah Sumatera Utara, Pekanbaru dan Sumatera Selatan penting untuk mendapat prioritas pembangunan guna mendukung pergerakan barang di internal dan eksternal Kabupaten Bengkalis.
KAJIAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN SUMBERDAYA AIR: Studi Kasus : Kabupaten Belitung ASEP HARIYANTO; K. HERRY ISKANDAR
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.256

Abstract

This study aims to provide an overview of potential and problems of water resources contained in Belitung District, as well as inputs for the Government Belitung Regency in order management and utilization of water resources. The method used is the primary method of survey and secondary survey methods. Primary survey methods include: surveys of ground water, spring surveys, and surveys of surface water. While the method of secondary survey conducted through secondary data collection and is a confirmation of the results of previous studies or Based on the information from the agencies related to water resource management. The method of analysis used in this study is "Mock method". Mock The method is a method for estimating the presence of water based on the concept of water balance. Overall discharge calculations with Method Mock refers to water balance, where the volume of total water on earth is fixed, only the circulation, and distribution varied. Based on the results of the analysis has been done, can know the potential water resources are owned Belitung Regency include: watershed and river discharge that has a large enough reliable; under-mined under the savings used as raw water sources as ponds that use river water reservoir and water rain; and groundwater. In addition to the potential, there are some problems related to water resources management in Belitung District include: water pollution; flooding problems; dryness; as well as deterioration of water quality problems.
KAJIAN STRUKTUR EKONOMI KABUPATEN BEKASI YUKHA SUNDAYA; Ina Helena Agustina
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.257

Abstract

Dalam menetapkan suatu kebijakan pembangunan dibutuhkan replika atau model perekonomian demikian halnya dengan Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah dengan Pendapatan asli Daerah terbesar di Jawa Barat,maka kajian struktur ekonomi sangat penting untuk menunjang kinerja pembangunan. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis input-output. Dimana hasil input output ini menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Bekasi dapat diidentifikasi bahwa sektor industri pengolahan makanan-minuman-tembakau, dan industri kimia serta barang dari kimia memiliki daya dorong yang sangat kuat terhadap sektor pertanian
PENATAAN ZONA TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG KUNCI DI KAWASAN PERKOTAAN SUMEDANG DINI PARAMASTUTI; IVAN CHOFYAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.258

Abstract

Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 297/Menhut-II Tahun 2004 direncanakan sebagai tempat edukasi publik dan kawasan peresapan air. Kawasan Tahura yang semakin mengecil karena difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah dan berkembangnya permukiman penduduk. Analisis dilakukan dengan teknik komparasi antara Kebijakan RDTR Perkotaan Sumedang tahun 2005 dan Masterplan Tahura Tahun 2011 dan analisis Kesesusaian Lahan . Dari hasil analisis ini akan dilakukan penataan zona-zona untuk kawasan Gunung Kunci
PENERAPAN PROGRAM LINIER UNTUK PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON NENG IKEU; YULIA Asyiawati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.259

Abstract

Pesisir Kota Cirebon secara fisik memiliki sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Permasalahan yang terjadi saat ini, bahwa dari pemanfaatan lahan yang ada di kawasan pesisir tersebut belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut tercermin dari jumlah keluarga miskin mencapai 41%, pendapatan yang diperoleh masyarakat masih dalam kategori rendah, 47% masyarakat bekerja sebagai buruh, indeks daya beli didua kecamatan pada kawasan studi juga paling rendah diantara kecamatan lainnya di Kota Cirebon dan masih banyaknya jumlah pencari kerja. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif dan metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan alat analisa Linear Programming. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan dan perdagangan jasa sebagai alternatif kombinasi pemanfaatan lahan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dikawasan pesisir Kota Cirebon.
PENENTUAN LOKASI DAN JUMLAH LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KAWASAN DAS CIKAPUNDUNG BAGIAN TENGAH RIA SARAH SANITYA; HANI BURHANUDIN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.260

Abstract

Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat Bandung. untuk peresapan air ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai media konservasi air tanah juga sebagai suatu upaya pelestarian air tanah dan penanganan genangan air di kawasan perkotaan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi Lubang Resapan Biopori (LRB) eksisting, serta analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan Lubang Resapan Biopori yang ideal dan untuk penentuan lokasi Lubang Resapan Biopori (LRB) yang tepat.
GERAK RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN Ina Helena Agustina; ACHMAD DJUNAEDI; SUDARYONO; DJOKO SURYO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.262

Abstract

Teori lokal mulai dikembangkan setelah adanya kegagalan teori-teori yang didasarkan oleh filsafat rasionalisme. Paradigma Postmodernisme semakin memberi peluang pengembangan teori yang berbasis lokalitas dan komunitas. Kawasan Keraton Kasepuhan yang berdiri sejak abad ke 14 kaya akan nilai-nilai lokal. Didasarkan oleh pendekatan fenomenologi menangkap suatu fenomena yang menunjukkan nilai lokalitas berupa gerak ruang. Gerak adalah keluarnya sesuatu dari titik kemungkinan menuju titik yang dimungkinkan ( Ammar, 1993). Gerak ruang yang terjadi di kawasan ini berupa gerak ruang substansi dan gerak ruang aksiden. Gerak ruang substansi yang ditunjukkan dalam fenomena gerak tradisi ke politik memiliki nilai lokal kesadaran integral dinamika spirit yang ditunjukkan oleh: 1) keyakinan terhadap tanggung jawab sebagai pemegang amanah; 2) keyakinan terhadap persatuan umat (keluarga); 3) keyakinan untuk membuka diri pada yang lain. Sedangkan gerak ruang aksiden yang ditunjukkan oleh kegiatan revitalisasi keraton memiliki nilai lokal “ kebersamaan “.