cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Faktor-Faktor Internal PenentuPertumbuhan Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014 Mary, Eveline; Ramli, Ishak
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i1.1000

Abstract

Harga saham industri pertambangan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan drastis sejak tahun 2010, sementara IHSG mengalami peningkatan. Akademisi sering atau sebagian besarmenjadikan growth dan harga saham sebagai objek penelitiannya, dan hasilnya bahwa growth mempengaruhi harga saham.  Penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi growth dengan sampel 25 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage, dan cash flow. Berdasarkan data sampel perusahaan pertambangan dari tahun 2010-2014 penelitian dibagi menjadi 2 periode, yaitu tahun 2010-2011 dan tahun 2012-2014. Perbedaan ini untuk mengantisipasi perubahan standard akuntansi keuangan yang mewajibkan perusahaan emiten menggunakan PSAK konfergensi IFRS sejak 2012. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda guna menguji hipotesis faktor-faktor penentu growth: profitabilitas, arus kas, leverage, dan likuiditas terhadap growth pendapatan maupun keuntungan. Hasilnya bahwa pertumbuhan pendapatan dan keuntungan 96%-98% ditentukan oleh profitabilitas, arus kas, leverage dan likuiditas sebelum tahun 2012, namun setelah tahun 2012, profitabilitas, arus kas, leverage dan likuiditas sebagai penentu 32% pertumbuhan pendapatan dan 70% pertumbuhan keuntungan. Profitabilitas positif signifikan mempengaruhi pertumbuhan. Arus Kas signifikan positif  mempengaruhi pertumbuhan (growth). Sementara leverage dan likuiditas cenderung negatif mempengaruhi growth. Kemudian, arus kas sangat mempengaruhi pertumbuhan keuntungan tetapi tidak demikian hal nya untuk pertumbuhan pendapatan. Pertumbuhan industri pertambangan di BEI banyak ditentukan oleh arus kas, sementara pertumbuhan berbanding terbalik dengan penggunaan utang.
FACTORS DETERMINING BANK LOAN APPROVAL AS SOURCE OF FINANCING FOR MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES (MSME) IN JAKARTA Ekadjaja, Margarita
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i1.1563

Abstract

In running business, the owners of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) have main weaknesses, in which they do not conduct good accounting system or financial records, thus creating difficulties in developing analysis for future business planning. Most of MSME owners run their business by relying on instincts, while business analysis and accounting system are necessary when they apply for bank loan.The aim of this study is to reveal some variables of MSME that become the determinants of their bank loans approval. These variables are: Business Age since Establishment, Total Assets Turnover, Owner’s Total Assets, Credit Duration, Owner’s Education Level, Good Relationship with the Bank, Collateral Amount, and Loan Repayment Criteria. The samples of this study were taken from entrepreneurs selling clothes and apparels in Tanah Abang by conducting direct interview and fulfilling the questionnaire. The questionnaire consists of three major parts, which are business owner’s profile, credit analysis, and evaluation on simple financial report. This study uses logistic regression method, in which there is only one dependant variable with dummy 1-0 (Bank Loan Approval, granted = 1 and rejected = 0) along with eight independent variables.This study concludes that Business Age since Establishment, Total Assets Turnover, Owner’s Education Level, Collateral Amount, and Loan Repayment Criteria, have positive and significant effects on Bank Loan Approval. Meanwhile, Owner’s Total Assets, Credit Duration, and Good Relationship with the Bank do not affect Bank Loan Approval significantly.Keywords: MSME, bank loan approval, logistic regression
PENGARUH ATRIBUT PUSAT PERBELANJAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI KAWASAN SENTRA PRIMER JAKARTA BARAT (STUDI KASUS: LIPPO MALL PURI DAN PURI INDAH MALL) Soewito, Perez Januar
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v1i2.1441

Abstract

SPBB Jakarta Barat merupakan sebuah pusat bisnis baru di mana terdapat 2 buah pusat perbelanjaan skala regional yaitu Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Kualitas atribut masing – masing pusat perbelanjaan memberikan pengalaman dan kepuasan belanja bagi konsumen. Hal ini menjadi menarik untuk dilihat bagaimana tingkat kepuasan konsumen pada persaingan pusat perbelanjaan di kawasan SPBB Jakarta Barat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengukur tingkat kepuasan konsumen pada 7 atribut pusat perbelanjaan Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisikan pertanyaan dan pernyataan mengenai profil konsumen dan 7 atribut pusat perbelanjaan pada 150 konsumen pusat perbelanjaan di Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Hasil kuesioner kemudian dianalisis menggunakan analisis Likert Scale untuk mengetahui atribut pusat perbelanjaan yang memiliki peringkat teratas sampai terbawah. Hasil dari penelitian ini adalah dari 7 atribut pusat perbelanjaan pada Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri, 3 atribut dengan nilai tertinggi adalah Lingkungan Mall, Kenyamanan, dan Tenant Pengisi. Sedangkan atribut dengan nilai terendah adalah penghargaan / reward sehingga perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil perbandingan tingkat kepuasan menunjukkan bahwa konsumen lebih puas pada atribut Lippo Mall Puri dibandingkan dengan atribut Puri Indah Mall. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Puri Indah Mall perlu lebih lagi meningkatkan kualitas atributnya agar konsumen – konsumen loyalnya dapat dipertahankan karena Lippo Mall Puri hadir dengan inovasi yang mampu menarik banyak konsumen.Kata kunci: Atribut, Pusat perbelanjaan, Kepuasan, Konsumen
ANALISIS STRUKTUR INDUSTRI PEMBIAYAAN INDONESIA Johan, Suwinto
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v1i1.402

Abstract

The aim of this paper is to study the structure of the Indonesia Finance Company Industry over the periode 2001-2010. The finance company industry is growing rapidly from Rp37 trillion in 2001 to Rp221 trillion in 2010 with a compounded annual growth rate (CAGR) of 122%. At the same time, the number company in the industry has reduced from 245 in 2001 to 191 in 2010. We use the Concentration Ratio to measure the structure of the industry. Our sample consists of 97 companies in 2001 to 127 companies to 2010. The empirical results show that Indonesia finance company industry is not highly concentrated. In fact, there is a significant increase in the concentration ratio since 2000 to 2010, especially the concentration in Concentration Ratio of 4 largest companies (CR4), Concentration Ratio of 8 largest companies (CR8) and Concentration Ratio of 12 largest companies (CR12). However, there is a potential of higher concentration if we group the companies by the shareholders’ ownership, due to the controlling issue of the shareholders.Keywords : Market Structure, Concentration Ratio, Regulation
PENERAPAN ASSET PRICING MODEL (CAPM) TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI PADA INDEKS LQ 45 PERIODE 2012-2016 Susanti, Neneng; Putra, Okta Eka
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i2.1556

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan CAPM (capital asset pricing model) dalam pemilihan saham yang tepat untuk dilakukan investasi. Sampel yang digunakan yaitu perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ 45, yakni perusahaan berkapitalisasi besar dan paling liquid selama periode tahun 2012-2016 yang berjumlah 45 perusahaan namun yang digunakan sebagai sampel hanya 20 perusahaan, adapun hal ini dipengaruhi oleh teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara purposive sampling. Adapun teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan penelitian ini yaitu dengan cara Penelitian Kepustakaan (Library Research) dan Riset Internet (Online Research). Kriteria pemilihan saham dalam penelitian ini adalah memilih saham yang efisien, dimana tingkat pengembalian individu (Ri) lebih besar dari tingkat pengembalian yang diharapkan [E(Ri)]. Hasil dari penelitian ini adalah antara beta dengan expected return terjadi hubungan yang berbanding terbalik, dimana jika nilai beta tinggi maka tingkat pengembalian saham (return) akan rendah, begitu sebaliknya. Dari 20 perusahaan yang diteliti, 10 perusahaan berada pada kondisi efisien dan 10 perusahaan berada pada kondisi tidak efisien. Keputusan investasi yang harus diambil ketika saham dalam kondisi efisien  adalah membeli saham tersebut, namun jika kondisi tidak efisien maka tindakan yang di ambil adalah sebaliknya, yakni menjual saham tersebut.Kata kunci : Capital Asset Pricing Model ,Beta, saham efisien. ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the application of CAPM in choosing the right stock. The sample in this study is a Go Public company incorporated in the Lq 45 Index, which is a large and most liquid capitalized company during the period of 2012-2016, which amounted to 45 companies, but only 20 companies were used as sample, which was obtained using purposive sampling. Data was obtained by conducting library research and internet research. In this study, stock selection is done by selecting efficient stocks, namely shares with (Ri)> [E (Ri)]. This researchyields that between beta and expected return there is a relationship that is inversely proportional, where if the beta value is high, the return rate will be low, and vice versa. From the total of 20 companies studied, 10 companies are in an efficient condition and 10 companies are in an inefficient condition. The investment decision that must be taken when the stock is in an efficient condition is to purchase the stock, however if the condition is inefficient then the action taken is the opposite, that is selling the stock. Keywords : Capital Asset Pricing Model, Beta, Efficient Share, Investation Decision, Expected Return
PENGARUH DIFFERENTIATION, SATISFACTION DAN QUALITY TERHADAP WORD OF MOUTH MARKETING PADA MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI SWASTA JAKARTA BARAT Wiryawan, Zahrida Zainal
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i1.1733

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh differentiation, satisfaction dan Quality terhadap word of mouth marketing pada mahasiswa. Mahasiswa yang diteliti sebanyak 250 di lima Universitas di  Jakarta Barat. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner dan di analisis secara deskriptif, regresi dengan uji F dan t.  Hasil riset menunjukkan bahwa, secara menyeluruh menunjukkan hasil yang signifikan, artinya terdapat pengaruh secara simultan antara differentiation, satisfaction  dan quality terhadap word of mouth. Melalui uji t/secara individu masing-masing variabel juga terdapat hasil yang signifikan artinya baik differentiation, satisfaction dan quality terhadap word of mouth pada mahasiswa. Melalui hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dalam mengetahui pentingnya adanya differentiation, satisfaction dan quality bagi suatu perguruan tinggi. Karena hal dapat mempengaruhi word of mouth pada mahasiswa.  Dengan demikian dapat mendorong kegiatan promosi yang dapat meningkatkan peminatan bagi masyarakat untuk memilih suatu perguruan tinggi .
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PERUSAHAAN, PREDIKSI KEBANGKRUTAN DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT TERKAIT GOING CONCERN Nariman, Augustpaosa
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v1i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis Pengaruh Faktor-Faktor Perusahaan, Prediksi Kebangkrutan Dan Reputasi Auditor Terhadap Penerimaan Opini Terkait Going Concern (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Batu Bara Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2015). Faktor-faktor perusahaan meliputi pertumbuhan perusahaan, kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, prediksi kebangkrutan yang dihitung dengan menggunakan Altman Z Score, dan reputasi auditor yang dibedakan menjadi KAP big four dan KAP non big four.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan pertambangan batu bara yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan perusahaan dengan melihat pada pertumbuhan aktiva akhir tahun dibandingkan dengan aktiva awal tahun (X1), kepemilikan perusahaan dengan melihat pada besarnya jumlah saham yang dimiliki oleh institusi (X2), ukuran perusahaan dengan menghitung Log dari total aktiva akhir tahun (X3), prediksi kebangkrutan Altman Z-Score dengan menggunakan lima variabel yang mewakili rasio likuiditas,  profitabilitas, rasio aktivitas (X4), dan reputasi auditor yang dibagi menjadi KAP big four dan KAP non big four (X5) dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah opini audit going concern yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik.    Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa pertumbuhan perusahaan, kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, reputasi auditor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern, sedangkan prediksi kebangkrutan dengan menggunakan model Altman Z Score menunjukkan hasil pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Auditor akan melakukan analisis terhadap rasio keuangan perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang akan mempengaruhi opini audit yang akan diberikan oleh kantor akuntan publik. Kata kunci: Pertumbuhan Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Altman Z Score, Reputasi Audit
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG PERIODE 2013-2016 DI BURSA EFEK INDONESIA Halim, Yansen Cristian
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i1.1655

Abstract

Laporan keuangan yaitu informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk dapat menyampaikan informasi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan suatu perusahaan yang sudah go public diwajibkan untuk diaudit. Berdasarkan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor X.K.2. Peraturan tersebut mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal untuk dapat menyampaikan laporan keuangan tahunan yang disertai dengan laporan auditor independen. Ketepatan waktu di dalam melakukan menyampaikan laporan keuangan sangatlah penting bagi para pengguna laporan keuangan. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pengaruh profitabilitas, board size, leverage, ukuran perusahaan dan ownership concentration terhadap audit report lag pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2013-2016. Penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian kuantitatif. Populasi di dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013-2016 sebanyak 68 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Data perusahaan manufaktur berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor board size dan leverage berpengaruh signifikan terhadap audit report lag. Sedangkan, faktor profitabilitas, ukuran perusahaan dan ownership concentration menunjukkan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit report lag.
STUDI PREFERENSI GENERASI Y DALAM MEMILIH HUNIAN DI JAKARTA BARAT Nadiya, Elzsa
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v1i1.417

Abstract

Gen Y mendominasi demografi yang ada dengan jumlah populasi tertinggi dan dari life cycle pada posisi early adulthood dan midlife terlihat Gen Y mulai memasuki tahap akan memulai hidup baru seperti memasuki dunia kerja dan berkeluarga, mereka mulai mencari hunian bagi kehidupan baru mereka. Dengan populasi yang begitu besar mencari hunian, tentunya memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar hunian, preferensi Gen Y dalam memilih hunian menjadi sangat penting.Masing-masing generasi memiliki karakteristik yang berbeda akibat masa kehidupan yang mereka jalani berbeda, karakteristik Gen Y yang dibesarkan oleh Gen X dan pengaruh perkembangan teknologi yang begitu pesat pada masa kehidupannya, hal tersebut mempengaruhi preferensi Gen Y yang terkait dengan pasar properti baik produk maupun cara pemasaannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini membatasi lingkup penelitian untuk wilayah Jakarta Barat.Mempelajari preferensi Gen Y dalam memilih hunian memberikan manfaat berupa ketersediaan produk properti yang tepat sasaran sehingga dapat memberikan hasil yang optimal baik bagi pengembang dalam menghasilkan produk properti maupun bagi Gen Y itu sendiri dalam memenuhi kebutuhkan hunian dan menjalani kehidupannya. Secara keseluruhan, preferensi Gen Y di Jakarta Barat adalah memilik hunain landed houses, namun keterbatan lahan di Jakarta Barat tidak memungkinkan hal tersebut, Gen Y harus beradaptasi untuk dapat tinggal di hunian vertikal. Mengetahui preferensi Gen Y terkait lokasi hunian sangat bermanfaat untuk pihak pengembang dalam mempersiapkan landbank, terjadi kecenderungan untuk tetap tinggal di pusat kota yaitu di kecamatan Grogol Petamburan, namun ada juga kecenderungan untuk pindah ke daerah suburban yaitu di daerah Serpong dan Tangerang.Kata kunci: Preferensi, Gen Y, Hunian
AN EXAMINATION OF VOLUNTARY DISCLOSURE, INDEPENDENT BOARD, INDEPENDENT AUDIT COMMITTEE AND INSTITUTIONAL OWNERSHIP: FIRM SIZE AS A MODERATOR Pangaribuan, Hisar
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v2i2.1820

Abstract

: This study examines the impact of the independent board, independent audit committee and institutional ownership on voluntary disclosure (by placing company size as a moderating variable) in Indonesia banking companies. Data collected from the annual report of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange throughout the year of study. Hypotheses developed to be tested with a variance based approach and the results were interpreted. The result has shown that the increase of independent board members and independent audit committee members tend to decrease the level of voluntary disclosure (although the impact is not significant). Independent board and independent audit committee performed this to reduce cost due to a high disclosure and to avoid the threat of high competition in banking companies. The other result has shown that institutional investors are considered more professional and powerful in supervising management to disclose more information to the public. The final section of the study's findings indicated that firm size cannot be as a moderating variable on the impact of the independent board, independent audit committee and institutional ownership toward voluntary disclosure. Studi ini meneliti dampak dewan independen, komite audit independen dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan sukarela (dengan menempatkan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi) di perusahaan perbankan Indonesia. Data dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun studi. Hipotesis dikembangkan untuk diuji dengan pendekatan berbasis varians dan hasilnya ditafsirkan. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan anggota dewan independen dan anggota komite audit independen cenderung menurunkan tingkat pengungkapan sukarela (walaupun dampaknya tidak signifikan). Dewan independen dan komite audit independen melakukan ini untuk mengurangi biaya karena pengungkapan yang tinggi dan untuk menghindari ancaman persaingan yang tinggi di perusahaan perbankan. Hasil lain menunjukkan bahwa investor institusional dianggap lebih profesional dan kuat dalam mengawasi manajemen untuk mengungkapkan lebih banyak informasi kepada publik. Bagian terakhir dari temuan penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak dapat sebagai variabel moderat pada dampak dewan independen, komite audit independen dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan sukarela. Kata Kunci : Pengungkapan Sukarela, Dewan Independen, Komite Audit Independen, Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahan 

Page 6 of 43 | Total Record : 425