cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
THE IMPACT OF FINANCIAL KNOWLEDGE AND FINANCIAL ATTITUDE ON HOUSEWIVES SAVING BEHAVIOR IN BANDUNG CITY Stefiany, Laurencia; Tiffani, Ignasia; Intanie Dewi, Vera
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35078

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya budaya menabung, yang terlihat dari adanya kesenjangan antara jumlah rekening tabungan dan pertumbuhan nominalnya, menurut laporan DIC. Kesenjangan ini berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan perilaku. Ibu rumah tangga, yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus berpengaruh dalam mendidik generasi berikutnya, menjadi fokus utama pemerintah dalam program literasi keuangan. Penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku menabung ibu rumah tangga di Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian eksplanatori, data dikumpulkan dari perempuan menikah berusia 19 tahun ke atas yang telah menetap di Bandung minimal enam bulan. Kuesioner disebarkan baik secara daring maupun luring, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku menabung, dengan pengaruh pengetahuan keuangan yang lebih kuat. Nilai adjusted R-square sebesar 0,553 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 55,3% perilaku menabung, sementara 44,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai peran penting literasi keuangan dalam membangun budaya menabung serta menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pendidik keuangan untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran bagi ibu rumah tangga. Dengan demikian, kemampuan pengelolaan keuangan mereka dapat ditingkatkan dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi.   Economic growth in Indonesia remains hindered by a low saving culture, as evident from the gap between the number of savings accounts and their nominal growth, according to DIC reports. This disparity is linked to inadequate financial literacy, encompassing knowledge, attitudes, and behaviors. Housewives, being central to household financial management and influential in educating future generations, are the government’s primary focus for financial literacy initiatives. This study investigates the influence of financial knowledge and financial attitudes on the saving behavior of housewives in Bandung. Using an explanatory research design, data were collected from married women aged 19 and older who had resided in Bandung for at least six months. Questionnaires were distributed both online and offline, with analysis conducted using the SEM-PLS method via SmartPLS 4.0. The findings reveal that financial knowledge and attitudes significantly impact saving behavior, with financial knowledge exerting a stronger influence. An adjusted R-square of 0.553 indicates that these variables explain 55.3% of saving behavior, while 44.7% remains attributed to other factors. This research contributes to understanding the critical role of financial literacy in fostering a saving culture and provides actionable insights for policymakers and financial educators to develop targeted interventions for housewives, enhancing their financial management capabilities and ultimately supporting economic growth.
EXPLORING ENTREPRENEURIAL INTENTION IN WOMEN CULINARY ENTREPRENEURS IN JAKARTA: THE INTERPLAY OF GENDER STEREOTYPES, SOCIAL SUPPORT, CULTURE, AND SELF-EFFICACY Khonada, Sheillya; Selamat, Frangky
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35353

Abstract

Secara global, kewirausahaan dianggap sebagai kunci dari perkembangan ekonomi dan sosial yang menghasilkan inovasi, kompetisi, penciptaan lapangan kerja, dan pemenuhan diri. Di Indonesia, kewirausahaan dianggap sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Wanita mendominasi usaha mikro di Indonesia, dengan 52% dari usaha tersebut dikelola oleh wanita. Namun, partisipasi wanita masih rendah di bidang usaha menengah, hanya di angka 34% dari total usaha menengah. Bisnis yang dijalankan wanita di Indonesia cenderung masih dalam skala kecil dan bersifat informal. Penurunan intensi berwirausaha wanita mungkin menjadi alasan mengapa tingkat partisipasi wanita di bidang usaha menengah masih sangat rendah. Di Indonesia sendiri, beberapa alasan utama penurunan intensi berwirausaha wanita Indonesia adalah adanya stereotip jender, kurangnya dukungan sosial dan efikasi diri, serta perbedaan budaya. Penelitian ini ditujukan pada wanita pemilik usaha kuliner mikro dan kecil di Jakarta untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensi berwirausaha wanita. Sampel sebanyak 240 wanita dipilih dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Dengan menggunakan analisis PLS diperoleh hasil bahwa persepsi stereotip jender, dukungan sosial yang dirasakan, dan aspek budaya uncertainty avoidance dapat memengaruhi intensi berwirausaha wanita, sementara aspek budaya lain memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap intensi berwirausaha wanita. Efikasi diri memiliki peran moderasi yang signifikan dalam hubungan persepsi stereotip jender dan dukungan sosial yang dirasakan dengan intensi berwirausaha wanita. Dukungan sosial yang dirasakan tidak memiliki moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara budaya dengan intensi berwirausaha wanita. Wanita diharapkan mencari dukungan sosial karena hal tersebut akan meningkatkan efikasi diri dan intensi berwirausaha.   Entrepreneurship is globally recognized as a key driver of economic and social development, fostering innovation, competition, job creation, and overall well-being. In Indonesia, entrepreneurship plays a crucial role in supporting national economic growth. Women dominate the micro-business sector in Indonesia, accounting for approximately 52% of enterprises at this level. However, their participation in the medium-sized business sector remains relatively low, representing only 34% of total medium enterprises. Women-led businesses in Indonesia are generally small-scale and informal in nature. The limited entrepreneurial intention among women may partly explain their low participation in medium-sized enterprises. In the Indonesian context, several factors contribute to the decline in women’s entrepreneurial intention, including gender stereotypes, lack of social support, low self-efficacy, and cultural constraints. This study focuses on women entrepreneurs who own micro and small culinary enterprises in Jakarta, with the aim of identifying factors that influence their entrepreneurial intentions. A total of 240 women were selected using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique. Employing Partial Least Squares (PLS) analysis, the findings reveal that perceived gender stereotypes, perceived social support, and the cultural dimension of uncertainty avoidance significantly predict women’s entrepreneurial intentions. Conversely, other cultural dimensions were found to have no significant effect. Furthermore, self-efficacy plays a significant moderating role in the relationships between perceived gender stereotypes, perceived social support, and entrepreneurial intention. However, perceived social support does not significantly moderate the relationship between cultural factors and entrepreneurial intention. The results suggest that women are encouraged to actively seek social support, as it enhances self-efficacy and, in turn, strengthens entrepreneurial intention.
FROM CAMPUS TO CAREER: HOW INTERNSHIP, SKILLS, AND ORGANIZATIONAL EXPOSURE SHAPE WORK READINESS Turangan, Joyce; Herwindiati, Dyah Erny; Muis, Mahlia
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35388

Abstract

Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian. Berbagai penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja menunjukkan hasil yang belum konsisten, khususnya terkait peran soft skills, pengalaman magang, dan pengalaman organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir di Jakarta.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 150 responden yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru berpartisipasi melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan SmartPLS 4.1.1.2 melalui dua tahapan, yaitu pengujian outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta inner model untuk menilai hubungan antarvariabel, R², dan uji hipotesis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent, yaitu  pengalaman magang, soft skills, dan pengalaman organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Di antara ketiganya, soft skills memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien jalur sebesar 0.520, menunjukkan bahwa kompetensi non-teknis menjadi faktor utama dalam membentuk kesiapan kerja. Nilai R² sebesar 0.828 mengindikasikan bahwa 82,8% variasi kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh model penelitian ini.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan ketiga variabel tersebut ke dalam satu model prediktif, sehingga mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja. Temuan ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan soft skills dalam kurikulum akademik guna meningkatkan daya saing lulusan.   In today’s increasingly competitive job market, graduate work readiness has emerged as a pressing issue for higher education institutions. Previous studies on the determinants of work readiness have often reported inconsistent findings, particularly regarding the roles of internships, soft skills, and organizational experience. Addressing this gap, the present study aims to investigate the combined influence of these three factors on the work readiness of final-year university students in Jakarta.  A quantitative research design was employed using purposive sampling, with data collected from 150 respondents consisting of final-year students and recent graduates through online questionnaires. Data analysis was conducted using SmartPLS 4.1.1.2, involving outer model testing to establish validity and reliability, and inner model testing to examine structural relationships, coefficient of determination (R²), and hypothesis testing.  The findings reveal that internship experience, soft skills, and organizational experience all have a positive and significant effect on work readiness. Among these, soft skills emerged as the most dominant factor with a path coefficient of 0.520, indicating that interpersonal competencies and self-management abilities are critical for graduate preparedness. Furthermore, the R² value of 0.828 suggests that 82.8% of the variance in work readiness can be explained by the three predictors combined.  The novelty of this study lies in its simultaneous integration of internships, soft skills, and organizational experience into a single predictive model, offering a more comprehensive perspective on student employability. These results provide actionable implications for universities, emphasizing the need to strengthen experiential learning opportunities and systematically embed soft skill development into academic curricula to better equip graduates for professional challenges.
UNRAVELING THE IMPULSE TO BUY AMONG INDONESIAN FEMALE GENERATION Z THROUGH E-COMMERCE DURING LIVE STREAMS Briliana, Vita; Prasastyo, Klemens Wedanaji
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara komprehensif hubungan kausal antara motivasi wanita Generasi Z Indonesia untuk berpartisipasi dalam e-commerce sosial, kecanduan mereka terhadap media sosial, dan kecenderungan mereka untuk membeli barang secara impulsif.  Untuk penelitian ini, informasi diperoleh langsung dari survei yang dikirim melalui Google Formulir dan diisi lengkap oleh 415 pengguna e-commerce sosial Gen Z perempuan Indonesia menggunakan metode pengambilan sampel bertujuan.  Kami menganalisis data menggunakan PLS-SEM 4.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial secara signifikan meningkatkan dorongan untuk membeli di kalangan pengguna Gen Z perempuan Indonesia ketika mereka berpartisipasi dalam siaran langsung di platform e-commerce, lebih dari motivasi mereka untuk terlibat dalam e-commerce sosial.  Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa motivasi keterlibatan e-commerce sosial memediasi hubungan antara kecanduan media sosial dan pembelian impulsif.  Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi bisnis untuk mengkaji pengaruh kontak parasosial dan motivasi emosional dalam e-commerce sosial, yang sangat penting untuk memahami proses dasar perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z, khususnya di kalangan wanita.  Memahami lanskap digital dan kepekaan audiens target sangat penting untuk merumuskan taktik pemasaran yang efektif.   The goal of this study is to fully look at the causal relationship between the motivation of Indonesian Generation Z women to participate in social e-commerce, their addiction to social media, and their tendency to buy things on impulse. For this study, the information was obtained directly from a survey sent via Google Forms and fully completed by 415 Indonesian female Gen Z social e-commerce users using a purposive sampling method. We analyzed the data using PLS-SEM 4. The research findings show that social media addiction significantly increases the impulse to buy among Indonesian female Gen Z users when they participate in live streams on e-commerce platforms, more so than their motivation for social e-commerce engagement. Additionally, this study found that social e-commerce engagement motivation mediates the relationship between social media addiction and impulse buying. The results of this study hold practical implications for businesses to examine the influences of parasocial contact and emotional motivation in social e-commerce, which is crucial for understanding the underlying processes of impulsive purchasing behavior in Generation Z, particularly among females. Understanding the digital landscape and sensibility of the target audience is essential for formulating effective marketing tactics.
INCOME SMOOTHING: FINANCIAL STRATEGY, COST STICKINESS, AND INCOME TAX Sijiu, Cecilia Jong; Sutrisno, Paulina
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35436

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan bukti empiris mengenai pengaruh strategi keuangan seperti profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, rasio pembayaran dividen, rencana bonus, kekakuan biaya, dan pajak penghasilan terhadap kemungkinan praktik perataan laba. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan sektor konsumen siklikal, nonsiklikal, dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari 2020 hingga 2022. Pemilihan sektor ini didasarkan pada karakteristik operasional dan siklus bisnis yang berbeda, yang dapat memengaruhi praktik perataan laba dan memberikan wawasan mendalam tentang praktik ini di Indonesia. Periode 2017-2022 dipilih karena mencakup berbagai dinamika ekonomi, termasuk fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan perubahan regulasi akuntansi di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana perusahaan menyesuaikan strategi keuangan mereka menghadapi tantangan ekonomi dan regulasi yang berubah. Sebanyak 41 perusahaan dipilih sebagai sampel melalui metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi keuangan seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, rasio pembayaran dividen, rencana bonus, kekakuan biaya, dan pajak penghasilan tidak berhubungan dengan praktik perataan laba, sedangkan leverage justru mengurangi kemungkinan perataan laba.   This study aims to gather empirical evidence on whether financial strategies, such as profitability, leverage, company size, dividend payout ratio, bonus plan, cost stickiness, and income tax, influence the likelihood of income smoothing practices. The sample includes consumer cyclical, noncyclical, and industrial companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2017 to 2022. These sectors were chosen because they have different operational characteristics and business cycles that can affect income smoothing, offering deeper insights into Indonesia's income smoothing behaviour. The 2017-2022 period was selected because it encompasses various economic conditions, including fluctuating growth and changes in Indonesian accounting regulations. Consequently, this study aims to reveal how companies adjust their financial strategies amidst economic and regulatory challenges. A total of 41 companies were chosen as samples using purposive sampling. The data were analyzed with logistic regression. Findings suggest that financial strategies such as profitability, company size, dividend payout ratio, bonus plan, cost stickiness, and income tax do not impact income smoothing, whereas leverage decreases its likelihood.
CONTINUANCE INTENTION OF AI-BASED CHATBOT SERVICES IN HIGHER EDUCATION: EVIDENCE FROM INDONESIA Nurrohmah, Winda Maulidina; Utomo, Prio; Prihanto, Johny Natu
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35384

Abstract

Chatbot berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak digunakan di pendidikan tinggi untuk meningkatkan layanan mahasiswa. Namun, masih sedikit kajian yang meneliti faktor-faktor yang mendorong keberlanjutan penggunaan teknologi ini. Lambatnya response oleh layanan kemahasiswaan mendorong pemahaman lebih dalam mengenai determinan niak belernajutan dalam mempergunakan chatbot berbasi AI dengan menerapkan kerangka Technology Continuance Theory (TCT). Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sampling purposive dimana data survei dikumpulkan dari 294 mahasiswa dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan, sementara kualitas sistem meningkatkan konfirmasi dan persepsi kegunaan. Namun, kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan. Baik persepsi kegunaan maupun kemudahan penggunaan terbukti berperan penting dalam mendorong niat keberlanjutan penggunaan VARA. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan TCT dalam konteks pendidikan tinggi dengan menunjukkan bagaimana kualitas informasi dan kualitas sistem secara bersama-sama membentuk niat keberlanjutan penggunaan. Secara praktis, temuan ini memberikan arahan bagi universitas untuk meningkatkan desain chatbot melalui keakuratan, keandalan, dan kemudahan penggunaan informasi. Penguatan faktor-faktor tersebut sangat penting untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan dalam layanan mahasiswa.   Artificial Intelligence (AI)-based chatbots are increasingly being adopted in higher education to enhance the quality of academic services. However, research on the factors influencing the sustained use of these technologies remains limited. This study aims to identify the determinants of students’ continuance intention to use AI-based chatbots by applying the Technology Continuance Theory (TCT) framework. This quantitative research used a purposive sampling method, where data were collected from 294 students and analyzed using Partial Least Squares structural equation modeling (PLS-SEM). The results indicate that information quality significantly influences perceived ease of use, whereas system quality enhances both confirmation and perceived usefulness. In contrast, service quality had no significant effect on perceived usefulness. Perceived usefulness and ease of use are key factors in shaping students’ intention to continue using chatbots. This study extends the application of TCT in higher education by demonstrating how information and system quality jointly influence continuance intention. In practice, the results can guide universities in improving chatbot design by ensuring accuracy, reliability, and usability. Strengthening these elements is vital for sustaining the digital transformation of student services.
ESG AND PROFITABILITY: THE MODERATING OF LEVERAGE IN THE INDONESIAN ENERGY SECTOR Tjandrasa, Benny Budiawan; Setyawan, Surya; Ida, Ida
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35444

Abstract

Sektor energi di Indonesia menghadapi dinamika dan tantangan kompleks seperti dampak lingkungan, kebutuhan investasi untuk infrastruktur, tekanan transisi energi, dan regulasi yang ketat. Penerapan ESG  menjadi penting sebagai salah satu strategi keberlanjutan perusahaan. Namun, belum banyak studi yang mengkaji bagaimana ESG berkontribusi terhadap profitabilitas perusahaan energi, terutama dalam interaksinya dengan struktur keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skor ESG, Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR) terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset (ROA) pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta peran moderasi dalam hubungan antara ESG dan ROA. Dengan pendekatan kuantitatif kausal, penelitian ini menggunakan Teknik pengambilan sampling purposive sampling dengan menggunakan lima perusahaaan sektor energi yang terdaftar sebelum tahun 2015 dan memiliki data ESG dan laporankeuangan lengkap selama periode 2015-2024. Analisis data menggunakan regresi data panel dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Common Effect Model merupakan model yang tepat dalam penelitian ini dan hasil pengujian menunjukkan bahwa ESG, DER, dan CR berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan leverage yang diukur dengan DER terbukti memoderasi secara negative pengaruh ESG terhadap profitabilitas. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya pengelolaan struktur modal agar implementasi ESG dapat memberikan nilai tambah optimal bagi kinerja keuangan perusahaan. Implikasi praktisnya, perusahaan energi perlu menyeimbangkan komitmen keberlanjutan dengan strategi keuangan yang sehat. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan sektor dan variabel yang digunakan, sehingga studi lanjutan disarankan untuk memperluas sektor industri dan mempertimbangkan variabel penjelas lainnya guna memperkaya pemahaman tentang dinamika ESG dan profitabilitas   The energy sector in Indonesia has a lot of complicated challenges for business, such as regulatory requirements, infrastructure investment, environmental effects, and pressures from the energy transition. Environmental, social, and governance (ESG) practices ought to be given top priority in corporate sustainability plans. The relationship between ESG and profitability, however, has not received much attention in research, especially when it comes to the role as a mediating factor in energy companies. This study analyzes the role of DER as a moderating variable of the effect of ESG on ROA, the direct effect of ESG, DER, and CR on the profitability of energy sector companies listed on the IDX. The purposive sampling technique is used in this quantitative & causal research by obtaining a sample of five energy sector companies that have published a complete financial report for the year 2015-2014, an ESG score, and were listed on the IDX before 2015. The results of the panel data regression test found that DER, CR, and ESG had a meaningful effect on profitability. This shows that the capital structure of the company should be managed to support and optimize the implementation of ESG to create added value for the company's profitability. The practical implications of this study suggest that an equilibrium should be achieved between corporate financial performance and corporate sustainability commitment. Further research should be carried out to investigate various other sectors and other variables. The main limitations of this study are the sector and the variables considered in this study.This study analyzes the role of DER as a moderating variable of the effect of ESG on ROA, the direct effect of ESG, DER, and CR on the profitability of energy sector companies listed on the IDX. The purposive sampling technique is used in this quantitative & causal research by obtaining a sample of five energy sector companies that have published a complete financial report for the year 2015-2014, an ESG score, and were listed on the IDX before 2015. The results of the panel data regression test found that DER, CR, and ESG had a meaningful effect on profitability. This shows that the capital structure of the company should be managed to support and optimize the implementation of ESG to create added value for the company's profitability. The practical implications of this study suggest that an equilibrium should be achieved between corporate financial performance and corporate sustainability commitment. Further research should be carried out to investigate various other sectors and other variables. The main limitations of this study are the sector and the variables considered in this study.
EMPLOYEE PERFORMANCE ANALYSIS IN MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES IN NORTH BEKASI Widayati, Nurti; Nilasari, Medina
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/z48j2p89

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai kinerja karyawan pada UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara. Obyek penelitian dari penelitian ini adalah UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara dengan responden berjumlah 90 orang karyawan berbagai UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara. Metode pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel acak sebanyak 90 orang. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap UMKM di Bekasi Utara, yang masih jarang menjadi objek kajian, serta integrasi variabel inovasi sebagai mediator antara OCB, lingkungan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB berpengaruh signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap inovasi, namun inovasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja maupun memediasi hubungan variabel lainnya. Temuan ini memberikan kontribusi baru secara teoretis dengan menantang asumsi bahwa inovasi selalu menjadi mediator yang signifikan, serta secara praktis membantu UMKM memahami bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dicapai melalui penguatan perilaku OCB dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia bagi UMKM untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan daya saing organisasi.   This study examines employee performance in MSMEs located in North Bekasi. The research object of this study is MSMEs located in North Bekasi with respondents totaling 90 employees of various MSMEs located in North Bekasi. The sampling method uses purposive sampling with a random sampling technique of 90 people. The novelty of this study lies in its focus on MSMEs in North Bekasi, which is still rarely studied, and the integration of innovation variables as a mediator between OCB, work environment, organizational commitment, and employee performance. The results show that OCB has a significant effect on performance, work environment and organizational commitment have an effect on innovation, but innovation does not have a significant effect on performance or mediate the relationship between other variables. These findings provide a new theoretical contribution by challenging the assumption that innovation is always a significant mediator, and practically help MSMEs understand that improving employee performance is more effectively achieved through strengthening OCB behavior and creating a conducive work environment. Thus, this study can be the basis for developing human resource management strategies for MSMEs to improve the effectiveness of organizational performance and competitiveness.
LINKING SERVICE QUALITY TO PATIENT LOYALTY THROUGH PATIENT SATISFACTION IN AN INDEPENDENT MEDICAL PRACTICE Amadea, Stephanie; Cokki
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/022cjy94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran kualitas layanan dalam mempengaruhi loyalitas pasien di praktik medis independen di Tangerang, Indonesia, melalui variabel mediasi yaitu kepuasan pasien. Meskipun sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai kualitas layanan dan loyalitas berfokus pada pengaturan perawatan kesehatan rumah sakit atau institusional, penelitian dalam praktik medis independen masih relatif terbatas, khususnya dalam interaksi yang berpusat pada dokter di mana konsultasi pribadi adalah pertemuan layanan utama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan pengambilan sampel berurutan, dan menganalisis 180 jawaban yang dikumpulkan melalui Google Forms online. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji efek langsung dan mediasi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan pasien dan loyalitas pasien, dengan kepuasan pasien bertindak sebagai variabel mediasi dalam hubungan ini. Di antara lima dimensi kualitas layanan, empati diidentifikasi sebagai komponen yang paling signifikan, menunjukkan bahwa komunikasi pribadi dan interaksi interpersonal sangat penting dalam layanan medis independen. Temuan ini berkontribusi pada perluasan teori kualitas layanan dalam konteks perawatan kesehatan yang berpusat pada dokter dan menawarkan implikasi praktis bagi praktisi independen untuk memprioritaskan dimensi relasional dan empatik dalam mengembangkan strategi yang berpusat pada pasien.   The aim of this study is to examine the role of service quality in influencing patient loyalty at an independent medical practice in Tangerang, Indonesia, through a mediating variable that is patient satisfaction. While most previous studies concerning service quality and loyalty have focused on hospital or institutional healthcare settings, research within independent medical practice remains relatively limited, particularly in physician-centered interactions where personal consultation is the primary service encounter.  This study used a quantitative cross sectional design with consecutive sampling, and analyzed 180 responses collected through an online Google Forms. The analysis of the data was conducted through Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) utilizing SmartPLS 4 software to test the direct and mediating effects between the variables. The results indicate that service quality positively and significantly impacts both patient satisfaction and patient loyalty, with patient satisfaction acting as a mediating variable in this association. Among the five dimensions of service quality, empathy was identified as the most significant component, suggesting that personal communication and interpersonal interaction are central in independent medical services. These findings contribute to extending service quality theory within physician-centered healthcare contexts and offer practical implications for independent practitioners to prioritize relational and empathetic dimensions in developing patient-centered strategies.
DETERMINANTS OF BLOCKCHAIN ADOPTION INTENTION AMONG TECHNOPRENEURIAL SMEs IN INDONESIA Jerico, Hernando; Soelaiman, Lydiawati; Pamungkas, Ary Satria
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ttvdmg80

Abstract

Blockchain semakin diakui sebagai pendorong utama transformasi digital dan sumber keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha modern. Namun, tingkat adopsi Blockchain di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya dukungan ekosistem teknologi. Meskipun demikian, teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan perlindungan data, yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha berbasis teknologi. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung terhadap niat UMKM technopreneur di Jakarta mengadopsi teknologi blockchain. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 98 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui survei daring terstruktur dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat konstruk yang diuji berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi blockchain. Temuan ini memperkuat relevansi model UTAUT dalam konteks UMKM technopreneur di negara berkembang, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan penyedia teknologi dalam membangun ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat kinerja operasional dan daya saing UMKM di Indonesia.   Blockchain has increasingly been recognized as a key driver of digital transformation and a source of competitive advantage for modern businesses. However, the adoption rate of blockchain in Indonesia remains relatively low due to limited digital literacy, inadequate infrastructure, and insufficient technological ecosystem support. Despite these challenges, blockchain technology holds great potential to enhance efficiency, transparency, and data security that offering significant benefits for technology-based enterprises. This study aims to examine the influence of performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions on the intention among technopreneurial MSMEs in Jakarta to adopt blockchain. A quantitative approach was employed, involving 98 purposively selected respondents. Data were collected through a structured online survey and analyzed using PLS-SEM. The findings reveal that all four constructs have a positive and significant effect on the behavioral intention to adopt blockchain technology. These results reinforce the applicability of the UTAUT model in the context of technopreneurial MSMEs in developing countries. Furthermore, the study provides practical implications for policymakers and technology providers to foster an inclusive digital ecosystem that supports innovation and adoption for enhancing the operational performance and competitiveness of Indonesian MSMEs in the digital era.