cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
THE IMPACT OF FINANCIAL KNOWLEDGE AND FINANCIAL ATTITUDE ON HOUSEWIVES SAVING BEHAVIOR IN BANDUNG CITY Stefiany, Laurencia; Tiffani, Ignasia; Intanie Dewi, Vera
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35078

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya budaya menabung, yang terlihat dari adanya kesenjangan antara jumlah rekening tabungan dan pertumbuhan nominalnya, menurut laporan DIC. Kesenjangan ini berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan perilaku. Ibu rumah tangga, yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus berpengaruh dalam mendidik generasi berikutnya, menjadi fokus utama pemerintah dalam program literasi keuangan. Penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku menabung ibu rumah tangga di Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian eksplanatori, data dikumpulkan dari perempuan menikah berusia 19 tahun ke atas yang telah menetap di Bandung minimal enam bulan. Kuesioner disebarkan baik secara daring maupun luring, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku menabung, dengan pengaruh pengetahuan keuangan yang lebih kuat. Nilai adjusted R-square sebesar 0,553 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 55,3% perilaku menabung, sementara 44,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai peran penting literasi keuangan dalam membangun budaya menabung serta menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pendidik keuangan untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran bagi ibu rumah tangga. Dengan demikian, kemampuan pengelolaan keuangan mereka dapat ditingkatkan dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi.   Economic growth in Indonesia remains hindered by a low saving culture, as evident from the gap between the number of savings accounts and their nominal growth, according to DIC reports. This disparity is linked to inadequate financial literacy, encompassing knowledge, attitudes, and behaviors. Housewives, being central to household financial management and influential in educating future generations, are the government’s primary focus for financial literacy initiatives. This study investigates the influence of financial knowledge and financial attitudes on the saving behavior of housewives in Bandung. Using an explanatory research design, data were collected from married women aged 19 and older who had resided in Bandung for at least six months. Questionnaires were distributed both online and offline, with analysis conducted using the SEM-PLS method via SmartPLS 4.0. The findings reveal that financial knowledge and attitudes significantly impact saving behavior, with financial knowledge exerting a stronger influence. An adjusted R-square of 0.553 indicates that these variables explain 55.3% of saving behavior, while 44.7% remains attributed to other factors. This research contributes to understanding the critical role of financial literacy in fostering a saving culture and provides actionable insights for policymakers and financial educators to develop targeted interventions for housewives, enhancing their financial management capabilities and ultimately supporting economic growth.
EXPLORING ENTREPRENEURIAL INTENTION IN WOMEN CULINARY ENTREPRENEURS IN JAKARTA: THE INTERPLAY OF GENDER STEREOTYPES, SOCIAL SUPPORT, CULTURE, AND SELF-EFFICACY Khonada, Sheillya; Selamat, Frangky
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35353

Abstract

Secara global, kewirausahaan dianggap sebagai kunci dari perkembangan ekonomi dan sosial yang menghasilkan inovasi, kompetisi, penciptaan lapangan kerja, dan pemenuhan diri. Di Indonesia, kewirausahaan dianggap sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Wanita mendominasi usaha mikro di Indonesia, dengan 52% dari usaha tersebut dikelola oleh wanita. Namun, partisipasi wanita masih rendah di bidang usaha menengah, hanya di angka 34% dari total usaha menengah. Bisnis yang dijalankan wanita di Indonesia cenderung masih dalam skala kecil dan bersifat informal. Penurunan intensi berwirausaha wanita mungkin menjadi alasan mengapa tingkat partisipasi wanita di bidang usaha menengah masih sangat rendah. Di Indonesia sendiri, beberapa alasan utama penurunan intensi berwirausaha wanita Indonesia adalah adanya stereotip jender, kurangnya dukungan sosial dan efikasi diri, serta perbedaan budaya. Penelitian ini ditujukan pada wanita pemilik usaha kuliner mikro dan kecil di Jakarta untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensi berwirausaha wanita. Sampel sebanyak 240 wanita dipilih dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Dengan menggunakan analisis PLS diperoleh hasil bahwa persepsi stereotip jender, dukungan sosial yang dirasakan, dan aspek budaya uncertainty avoidance dapat memengaruhi intensi berwirausaha wanita, sementara aspek budaya lain memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap intensi berwirausaha wanita. Efikasi diri memiliki peran moderasi yang signifikan dalam hubungan persepsi stereotip jender dan dukungan sosial yang dirasakan dengan intensi berwirausaha wanita. Dukungan sosial yang dirasakan tidak memiliki moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara budaya dengan intensi berwirausaha wanita. Wanita diharapkan mencari dukungan sosial karena hal tersebut akan meningkatkan efikasi diri dan intensi berwirausaha.   Entrepreneurship is globally recognized as a key driver of economic and social development, fostering innovation, competition, job creation, and overall well-being. In Indonesia, entrepreneurship plays a crucial role in supporting national economic growth. Women dominate the micro-business sector in Indonesia, accounting for approximately 52% of enterprises at this level. However, their participation in the medium-sized business sector remains relatively low, representing only 34% of total medium enterprises. Women-led businesses in Indonesia are generally small-scale and informal in nature. The limited entrepreneurial intention among women may partly explain their low participation in medium-sized enterprises. In the Indonesian context, several factors contribute to the decline in women’s entrepreneurial intention, including gender stereotypes, lack of social support, low self-efficacy, and cultural constraints. This study focuses on women entrepreneurs who own micro and small culinary enterprises in Jakarta, with the aim of identifying factors that influence their entrepreneurial intentions. A total of 240 women were selected using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique. Employing Partial Least Squares (PLS) analysis, the findings reveal that perceived gender stereotypes, perceived social support, and the cultural dimension of uncertainty avoidance significantly predict women’s entrepreneurial intentions. Conversely, other cultural dimensions were found to have no significant effect. Furthermore, self-efficacy plays a significant moderating role in the relationships between perceived gender stereotypes, perceived social support, and entrepreneurial intention. However, perceived social support does not significantly moderate the relationship between cultural factors and entrepreneurial intention. The results suggest that women are encouraged to actively seek social support, as it enhances self-efficacy and, in turn, strengthens entrepreneurial intention.
FROM CAMPUS TO CAREER: HOW INTERNSHIP, SKILLS, AND ORGANIZATIONAL EXPOSURE SHAPE WORK READINESS Turangan, Joyce; Herwindiati, Dyah Erny; Muis, Mahlia
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35388

Abstract

Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian. Berbagai penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja menunjukkan hasil yang belum konsisten, khususnya terkait peran soft skills, pengalaman magang, dan pengalaman organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir di Jakarta.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 150 responden yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru berpartisipasi melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan SmartPLS 4.1.1.2 melalui dua tahapan, yaitu pengujian outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta inner model untuk menilai hubungan antarvariabel, R², dan uji hipotesis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent, yaitu  pengalaman magang, soft skills, dan pengalaman organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Di antara ketiganya, soft skills memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien jalur sebesar 0.520, menunjukkan bahwa kompetensi non-teknis menjadi faktor utama dalam membentuk kesiapan kerja. Nilai R² sebesar 0.828 mengindikasikan bahwa 82,8% variasi kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh model penelitian ini.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan ketiga variabel tersebut ke dalam satu model prediktif, sehingga mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja. Temuan ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan soft skills dalam kurikulum akademik guna meningkatkan daya saing lulusan.   In today’s increasingly competitive job market, graduate work readiness has emerged as a pressing issue for higher education institutions. Previous studies on the determinants of work readiness have often reported inconsistent findings, particularly regarding the roles of internships, soft skills, and organizational experience. Addressing this gap, the present study aims to investigate the combined influence of these three factors on the work readiness of final-year university students in Jakarta.  A quantitative research design was employed using purposive sampling, with data collected from 150 respondents consisting of final-year students and recent graduates through online questionnaires. Data analysis was conducted using SmartPLS 4.1.1.2, involving outer model testing to establish validity and reliability, and inner model testing to examine structural relationships, coefficient of determination (R²), and hypothesis testing.  The findings reveal that internship experience, soft skills, and organizational experience all have a positive and significant effect on work readiness. Among these, soft skills emerged as the most dominant factor with a path coefficient of 0.520, indicating that interpersonal competencies and self-management abilities are critical for graduate preparedness. Furthermore, the R² value of 0.828 suggests that 82.8% of the variance in work readiness can be explained by the three predictors combined.  The novelty of this study lies in its simultaneous integration of internships, soft skills, and organizational experience into a single predictive model, offering a more comprehensive perspective on student employability. These results provide actionable implications for universities, emphasizing the need to strengthen experiential learning opportunities and systematically embed soft skill development into academic curricula to better equip graduates for professional challenges.
UNRAVELING THE IMPULSE TO BUY AMONG INDONESIAN FEMALE GENERATION Z THROUGH E-COMMERCE DURING LIVE STREAMS Briliana, Vita; Prasastyo, Klemens Wedanaji
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara komprehensif hubungan kausal antara motivasi wanita Generasi Z Indonesia untuk berpartisipasi dalam e-commerce sosial, kecanduan mereka terhadap media sosial, dan kecenderungan mereka untuk membeli barang secara impulsif.  Untuk penelitian ini, informasi diperoleh langsung dari survei yang dikirim melalui Google Formulir dan diisi lengkap oleh 415 pengguna e-commerce sosial Gen Z perempuan Indonesia menggunakan metode pengambilan sampel bertujuan.  Kami menganalisis data menggunakan PLS-SEM 4.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial secara signifikan meningkatkan dorongan untuk membeli di kalangan pengguna Gen Z perempuan Indonesia ketika mereka berpartisipasi dalam siaran langsung di platform e-commerce, lebih dari motivasi mereka untuk terlibat dalam e-commerce sosial.  Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa motivasi keterlibatan e-commerce sosial memediasi hubungan antara kecanduan media sosial dan pembelian impulsif.  Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi bisnis untuk mengkaji pengaruh kontak parasosial dan motivasi emosional dalam e-commerce sosial, yang sangat penting untuk memahami proses dasar perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z, khususnya di kalangan wanita.  Memahami lanskap digital dan kepekaan audiens target sangat penting untuk merumuskan taktik pemasaran yang efektif.   The goal of this study is to fully look at the causal relationship between the motivation of Indonesian Generation Z women to participate in social e-commerce, their addiction to social media, and their tendency to buy things on impulse. For this study, the information was obtained directly from a survey sent via Google Forms and fully completed by 415 Indonesian female Gen Z social e-commerce users using a purposive sampling method. We analyzed the data using PLS-SEM 4. The research findings show that social media addiction significantly increases the impulse to buy among Indonesian female Gen Z users when they participate in live streams on e-commerce platforms, more so than their motivation for social e-commerce engagement. Additionally, this study found that social e-commerce engagement motivation mediates the relationship between social media addiction and impulse buying. The results of this study hold practical implications for businesses to examine the influences of parasocial contact and emotional motivation in social e-commerce, which is crucial for understanding the underlying processes of impulsive purchasing behavior in Generation Z, particularly among females. Understanding the digital landscape and sensibility of the target audience is essential for formulating effective marketing tactics.
INCOME SMOOTHING: FINANCIAL STRATEGY, COST STICKINESS, AND INCOME TAX Sijiu, Cecilia Jong; Sutrisno, Paulina
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35436

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan bukti empiris mengenai pengaruh strategi keuangan seperti profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, rasio pembayaran dividen, rencana bonus, kekakuan biaya, dan pajak penghasilan terhadap kemungkinan praktik perataan laba. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan sektor konsumen siklikal, nonsiklikal, dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari 2020 hingga 2022. Pemilihan sektor ini didasarkan pada karakteristik operasional dan siklus bisnis yang berbeda, yang dapat memengaruhi praktik perataan laba dan memberikan wawasan mendalam tentang praktik ini di Indonesia. Periode 2017-2022 dipilih karena mencakup berbagai dinamika ekonomi, termasuk fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan perubahan regulasi akuntansi di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana perusahaan menyesuaikan strategi keuangan mereka menghadapi tantangan ekonomi dan regulasi yang berubah. Sebanyak 41 perusahaan dipilih sebagai sampel melalui metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi keuangan seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, rasio pembayaran dividen, rencana bonus, kekakuan biaya, dan pajak penghasilan tidak berhubungan dengan praktik perataan laba, sedangkan leverage justru mengurangi kemungkinan perataan laba.   This study aims to gather empirical evidence on whether financial strategies, such as profitability, leverage, company size, dividend payout ratio, bonus plan, cost stickiness, and income tax, influence the likelihood of income smoothing practices. The sample includes consumer cyclical, noncyclical, and industrial companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2017 to 2022. These sectors were chosen because they have different operational characteristics and business cycles that can affect income smoothing, offering deeper insights into Indonesia's income smoothing behaviour. The 2017-2022 period was selected because it encompasses various economic conditions, including fluctuating growth and changes in Indonesian accounting regulations. Consequently, this study aims to reveal how companies adjust their financial strategies amidst economic and regulatory challenges. A total of 41 companies were chosen as samples using purposive sampling. The data were analyzed with logistic regression. Findings suggest that financial strategies such as profitability, company size, dividend payout ratio, bonus plan, cost stickiness, and income tax do not impact income smoothing, whereas leverage decreases its likelihood.