Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq"
:
8 Documents
clear
Makan Besaprah: Pesan Dakwah dalam Bingkai Tradisi pada Masyarakat Melayu Sambas, Kalimantan Barat
mualimin mualimin
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2017
This study aims to analyze the message of da'wah in the tradition of besaprah (eating together). This research is a qualitative interpretive paradigm. Data were collected in three ways, through observation, interviews, and document studies. While the method used to analyze data is the semiotics method. Based on the analysis that has been done, can be concluded that the teachings of Islam are conveyed through cultural symbols that are packaged properly in the tradition of besaprah. The message of da'wah in the tradition of besaprah is conveyed through cultural symbols. In general the message of da'wah can be divided into three aspects of Islamic teachings. First, the message of faith is related to monotheism and the pillars of faith. Second, the message of sharia is related to observance of implementing Islamic teachings in daily life. Third, the moral message related to friendship, mutual help, glorify humans, and equality between human beings. Keywords : Da'wah Message, Makan Besaprah, Sambas Malay
DAKWAH BI AL-KITABAH ( Anslisis Komunikasi Persuasif Dalam Novel Islam Anak Rantau)
Fathur Rohman
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2041
Saat ini aktifitas dakwah tidka hanya melalui mimbar-mimbar masjid, pengajian, dan ceramah saja. Pada tulisan ini telah menyoroti bahwa adanya metode dakwah bil kitabah yaitu melaui tulisan. Tulisan yang mampu mempengaruhi semua yang membaca tulisan tersebut dengan tujuan menyeru kepada allah SWT, maka tulisan tersebut adalah dakwah. Komunikasi persuasif bukan saja hanya bisa dilakukan dengan lisan saja, namun bisa juga di terapkan dalam sebuah tulisan dan bisa di jadikan sebagai media dakwah. Sebuah karya tulis berupa novel karya Ahmad Fuadi, adalah karya tulis yang di dalamnya menyampaikan pesan menggunakan teknik komunikasi persuasif dengan gaya bahasa yang sangat renyah mudah di pahami sehingga menjadi sebuah pesan dakwah yang mudah diterima oleh masyarakat yang kemudian dituangkan dalam karya tulis berupa novel yang berjudul “Anak Rantau”. Hasil analisis dalam novel tersebut adalah dakwah yang dilakukan oleh Ahmad Fuadi melalui karya novelnya yang berjudul Novel Islami Anak Rantau terdapat lima teknik komunikasi persuasif yaitu: teknik asosisasi, teknik fear arrousing, teknik pay of idea, teknik icing device, teknik cognitive dissonance.
STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF RASULULLAH SAW TERHADAP KAUM PEREMPUAN (STUDI ANALISIS HADITS TARBAWI)
Wawan Trans Pujianto
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2087
Kecenderungan kaum perempuan pada saat ini yang banyak menyibukkan dirinya dengan hal duniawiyah perlu dipandu dengan arahan yang benar dan tepat dalam menghadapi arus hedonisme yang terus berkuasa agar kecenderungan kaum perempuan tersebut sedikit demi sedikit dapat untuk dirubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, perlu kiranya untuk mengatahui bagaimana keberhasilan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam terhadap kaum perempuan (Shahabiyah) sehingga bisa diterapkan pada masa sekarang ini. Tulisan ini pada intinya bertujuan untuk mengetahui sebuah kajian teoretis mengenai komunikasi persuasif Rasulullah SAW terhadap kaum perempuan perspektif hadits tarbawi sekaligus mengatahui apa penyebab terjadinya kegagalan dalam mendakwahi kaum perempuan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kepustakaan. Dalam usaha untuk mendapatkan data sekunder untuk menyusun kerangka teoritis dan konseptual dengan cara mengkaji bahan-bahan primer seperti buku Majelis Perempuan, Pesan dan Wasiat Rasulullah Kepada Kaum Perempuan, Perempuan Bertanya Nabi Menjawab, Arba'in Ad-Da'awiyah, Teladan Aplikatif Dakwah Rasulullah. Dari studi analisis dapat di simpulkan bahwa dalam memberikan pencerahan kapada kaum perempuan akan pentingnya ilmu syari'at perlu kiranya menggunakan strategi yang baik sehingga mereka dengan mudah menerima ajakan tersebut. Seperti halnya dalam menghadapi kaum perempuan dalam proses berdakwah harus banyak melakukan dialog bukan sekedar monolog, menunjukkan sikap empati, menyentuh emosi dan perasaan karena target dakwah pada perempuan terletak pada emosi dan perasaannya, memberikan jawaban yang memuaskan terhadap berbagai permasalahan yang dilontarkan, dalam berdakwah kepada kaum perempuan harus bisa menyesuaikan antara waktu dan tempat untuk menyampaikan materi sehingga dakwah mudah untuk diterima, memberikan peluang kepada kaum perempuan untuk berdialog berupa pertanyaan atau curahan isi hati, memberikan kesan dan motivasi kuat untuk komitmen terhadap agama.
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM KISAH PERJUANGAN DAKWAH NABI NUH AS PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Ahmad Farhan Choirullah
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.1667
Abstrak Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci tentang nilai-nilai religius yang terdapat di dalam kisah perjuangan dakwah Nabi Nuh As perspektif al-Qur’an. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini analisis deskriptif untuk menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dan penafsiran para ‘ulama. Adapun hasil yang ditemukan dalam kajian ini mengungkap bahwa keimanan harus tertanam kuat di dalam diri manusia karena ia merupakan generator utama yang membangkitkan seluruh aktivitas kehidupan manusia di dunia. Untuk meraih kesuksesan dalam hidup manusia harus mampu bersikap sabar, optimis, kerja keras dan berserah diri kepada Tuhan. Sikap semacam ini pernah dipraktikkan oleh Nabi Nuh As dalam menjalankan misi dakwah kepada kaumnya yang mengingkari eksistensi Tuhan dan kerasulan dirinya. Selain itu, kajian ini juga mengungkap bahwa sikap arogan menjadi pintu utama penyebab bagi manusia timbulnya perilaku diskriminasi di antara sesama manusia. Hal ini tentunya dapat merusak sistem kehidupan sosial yang pada akhirnya berimplikasi kepada kehancuran yang nyata. Kata Kunci: Nilai Religius, Dakwah, Nabi Nuh As, Perjuangan, Al-Qur’an.
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) LAMPUNG MENGHADAPI ERA DISRUPSI INFORMASI
rudi santoso;
Fathul Mu'in
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2026
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat berdampak positif dan negatif. Kabar maupun info yang dikeluarkan oleh individu maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok agama.Kemajuan teknologi yang tidak bisa terbendung ini membuat bangsa ini menghadapi disrupsi (disruption). Adanya revolusi industri ini mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang termasuk kehidupan bernegara dan bernegara. Jika hal ini tidak direspon dengan tepat dan cepat oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, dampak negatif yang ditimbulkan akan sangat buruk. Salah satu langkah efektif dalam merespons kemajuan teknologi dan era disrupsi informasi tersebut sudah direspon dan diambil oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) baik di pusat hingga daerah.Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan atau library research yang menggunakan metode pendekatan yuridis normative. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MUI Lampung berhasil menjawab tantangan era disrupsi informasi melalui media yang dibangun dan dikembangkan seperti website www.mui-lampung.or.id, buletin Al-Ukhuwah, channel youtube MUI Lampung Online, Fans Page, Faceebook dan Twitter MUI Lampung serta Instagram @muilampung_online. Peran sang Ketua Umum KH. Khairuddin Tahmid selama memimpin MUI Lampung turut mewarnai media sosial dan media cetak di Lampung karena selalu menjadi narasumber rujukan menyangkut isu-isu sosial, politik dan keagamaan yang sedang berkembang di masyarakat.
BUDAYA KOMUNIKASI MANUSIA GEROBAK
budi ariyanto;
Hemlan Elhany
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2110
Proses penyesuaian terhadap budaya memiliki cara dan perilaku alamiah yang memperhatikan konteks masyarakat beda budaya. Komunikasi sebagai langkah awal dalam menjalin proses pembelajaran terhadap budaya masyarakat beragam. Tujuan dalam penelitian ini untuk menelaah budaya komunikasi di lingkungan manusia gerobak. Teori yang digunakan yaitu dengan mengambil studi kasus sebagai kacamata dalam melihat objek penelitian sebagai suatu kasus yang menarik dalam perspektif budaya komunikasi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data yang kemudian dianalisis dengan langkah-langkah atau prosedur kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi jalinan budaya komunikasi antara pemulung maupun pengepul yang berasal dari berbagai daerah.Meskipun mereka memiliki budaya dan bahasa masing-masing, serta peran yang berbeda, namun tetap mampu menempatkan diri pada lingkungan. Hal inilah yang dapat mengurangi munculnya konflik beda budaya.
POLA KOMUNIKASI HATESPEECH DAN CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL
rama wijaya kesuma wardani;
Marisa Deza Febriyeni;
Nurlila Kamsi
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.2060
This article explains how ethics communicates on social media in the eyes of Islam. Advances in technology and speed in accessing current information make the community enthusiastic in using gadgets with social media applications such as Facebook, Instagram, line, Twitter and other applications. Many positive impacts that we can take from these social media applications such as obtaining information, creating relationships and others. The emergence of hoaxes and cyberbullying is a social media. The current phenomenon, a number of hate speech on religious sentiment, the critical theory of Jurgen Habermas who is about to penetrate reality through his critical theory as a sociological fact, to find a transcsedative condition that transcends Empirical data. The rise of Hatespeech and cyberbullying is social, so we need ethics in order to be able to use social media by bringing benefits to others
TERM UMMIY DALAM ALQURAN
Sukma Sari Dewi Chan
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2020): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/ath_thariq.v4i1.1984
Dalam konteks Alquran kata ummiy dapat dipahami dengan beberapa pengertian, kalangan mufassir pun memberikan beberapa interpretasi. Ath-Thabathaba’i, misalnya mengartikan ummiy sebagai orang yang tidak bisa membaca dan menulis, di samping mengandung pengertian lain yaitu penduduk Mekkah atau ummul Qura’ dan selain ahli kitab. Dalam tulisan ini penulis mengelompokkan kata-kata ummiy yang terdapat di dalam Alquran menjadi tiga sub tema: 1. Kata-kata ummiy yang menggambarkan keadaan Nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai Nabi dan Rasul yang ummiy, 2. Kata-kata ummiy yang menunjukkan kaum Musyrikin Arab, 3. Kata-kata ummiy yang menunjukkan orang-orang yang tidak mengetahui Kitab Suci. Kata Kunci, Alquran, ummiy