cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): Desember" : 10 Documents clear
Hubungan Antara Trait Kepribadian Maladaptif Manajer dan Kualitas Leader-Member Exchange: Studi Pada Manajer First line di PT X dan Bawahannya Adrian Adrian; Justinus Budi Santoso
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1300

Abstract

Individu dengan trait kepribadian maladaptif yang belum sampai taraf gangguan kepribadian masih bisa berfungsi, bahkan sukses dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan kerja, pemimpin dengan trait kepribadian maladaptif berpotensi memiliki masalah dalam hubungan interpersonal dengan rekan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trait kepribadian maladaptif dengan hubungan pimpinan dengan bawahannya berdasarkan pendekatan leader-member exchange (LMX). Partisipan penelitian ini adalah 72 diad atau pasangan manajer first line di PT X dengan staf yang menjadi bawahannya. Seorang manajer dapat memiliki lebih dari satu bawahan sehingga jumlah manajer hanya 21 orang. Trait kepribadian maladaptif pada manajer diukur dengan Personality Inventory for DSM-5 Brief Form (PID-5 BF). Kualitas hubungan manajer tersebut dengan bawahannya diukur dengan Leader Member Exchange-Multidimensional Measure (LMX-MDM) yang diisi oleh para staf. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa trait dari domain negative affectivity, detachment, antagonism, dan psychoticism memiliki hubungan signifikan dengan LMX. Hubungan yang ditemukan bersifat negatif, sejalan dengan temuan menggunakan domain-domain trait non maladaptif pada five-factor model yang ekuivalen dengan domain-domain PID-5 BF.
Teknik CBT dalam Menurunkan Frekuensi Masturbasi Pada Laki-Laki : Studi Kasus Muhammad Syibbli; Yudiana Ratnasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana efektivitas teknik Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dalam menurunkan frekuensi masturbasi pada klien. Klien merasa bahwa frekuensi masturbasinya sudah tidak normal dan kebiasaannya tersebut telah mengganggu kegiatan sehariharinya. Ia merasa masturbasi merupakan perilaku yang memalukan dan tidak sepantasnya dilakukan. Namun, sikapnya terhadap masturbasi tidak membuatnya menurunkan frekuensi masturbasinya. Penelitian kali ini menggunakan metode studi kasus dengan satu partisipan untuk mendalami permasalahan yang dimiliki klien tersebut. Terdapat 8 sesi pertemuan yang dilakukan termasuk follow up. Setiap sesi menghabiskan waktu sekitar 60 – 120 menit. Pengukuran efektivitas teknik CBT diukur dengan melihat frekuensi masturbasi yang dilaporkan klien setiap minggunya. Hasilnya, klien melaporkan penurunan frekuensi masturbasi dari 12 kali dalam seminggu menjadi tiga kali dalam seminggu. Selain itu, klien melaporkan bahwa dirinya lebih mampu berterterus terang dalam interaksi sosial serta mampu untuk meregulasi stress dengan baik. Hal tersebut dinilai menjadi faktor yang membantu klien mengatasi masalah masturbasinya.
Efektivitas Pelatihan Berpikir Positif untuk Meningkatkan Optimisme pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Leli Nailul Muna; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif dalam meningkatkan optimisme pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Jawa Tengah. Optimisme adalah keyakinan bahwa keyakinan bahwa hal-hal baik akan lebih sering terjadi daripada hal-hal buruk, sehingga individu percaya bahwa sesuatu akan berjalan sesuai dengan harapan. Pelatihan berpikir positif mengacu pada teori ABCDE dari Seligman (2006). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest dan postest yang diterapkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (pretest postest with control group design). Pemilihan subjek penelitian ditetapkan dengan menggunakan metode matching. Subjek penelitian berjumlah 18 anak laki-laki yang berusia 14-17 tahun, dengan sembilan subjek berada di kelompok eksperimen dan sembilan subjek berada di kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan skala optimisme LOT-R dari Scheier, Carver, dan Bridge (1994). Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisa data statistik yang menunjukkan bahwa pelatihan berpikir positif secara signifikan meningkatkan optimisme pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan tidak mengalami perubahan skor optimisme.
Peran Moderasi Work-life Enrichment terhadap Hubungan antara Boundary Management Strategy dan Emotional Exhaustion Alvia Rahmah; Alice Salendu
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1502

Abstract

Bekerja dari rumah selama COVID-19 memberikan tantangan baru bagi karyawan. Mereka harus memenuhi tuntutan pekerjaan tanpa melepaskan diri dari tuntutan keluarga karena fisik mereka berada di rumah. Kondisi tersebut membuat batasan antara pekerjaan dan keluarga menjadi semakin kabur dan diperlukan strategi yang tepat agar tuntutan dari pekerjaan dan keluarga dapat terpenuhi. Penelitian ini menguji peran work-life enrichment sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah dalam hubungan work-life enrichment dengan emotional exhaustion. Responden penelitian ini adalah 256 orang karyawan yang sudah menikah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu Work-Life Boundary Enactment Scale, Work-Family Enrichment Scale, dan Oldenburg Burnout Inventory (OLBI). Partisipan berasal dari berbagai organisasi di Indonesia yang menerapkan pengaturan kerja dari rumah dan direkrut melalui platform media sosial. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat peran moderator work-life enrichment dalam hubungan boundary management strategy dengan emotional exhaustion. Strategi yang diterapkan dalam mengelola batasan peran pekerjaan terhadap keluarga berbeda dengan strategi yang terapkan dalam mengelola peran keluarga terhadap pekerjaan. Hasil temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan bagi perusahaan untuk mengelola tingkat emosional exhaustion karyawan selama pandemi Covid-19.
Komunikasi Interpersonal dan Kepuasan Pernikahan pada Partner Phubbing Ayu Purnamasari; Amalia Juniarly; Lily Paradita
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Partisipan pada penelitian ini adalah 286 individu yang telah menikah dan memiliki pasangan pengguna smartphone, ada sebanyak 230 orang yang dipilih sebagai subjek penelitian karena berada dalam kategori partner phubbing sedang dan tinggi. Penelitian ini menggunakan satu buah kuisioner dan dua buah skala sebagai alat ukur, yakni kuisioner partner phubbing yang diadaptasi dari Roberts dan David (2016) untuk menyeleksi subjek penelitian, skala kepuasan pernikahan yang mengacu pada aspek dari Bradbury, Fincham, dan Beach (2000), dan skala komunikasi interpersonal yang mengacu pada aspek dari DeVito (2010). Hasil penelitian menunjukkan ada peran komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada partner phubbing  dengan nilai R square = 0,434 dan p = 0,000 (p0,05). Komunikasi interpersonal memiliki peran dalam menentukan kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Oleh sebab itu, hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima
Harga Diri Dengan Kemalasan Sosial Pada Mahasiswa LSO (Lembaga Semi Otonom) Gita Ayuningtyas Putri; Iswinarti Iswinarti; Istiqomah Istiqomah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.790

Abstract

Kemalasan sosial (social loafing) terjadi pada individu yang mengurangi usahanya dalam menyelesaikan beban tanggung jawab dalam kelompok dibandingkan saat individu tersebut bekerja tidak dalam kelompok. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemalasan sosial antara lain adalah faktor harga diri. Individu yang memiliki harga diri yang tinggi, terdorong untuk berprestasi dan bersungguh-sungguh dalam pengerjaan tugas atau proyek yang tergolong sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kemalasan sosial. Subjek penelitian merupakan mahasiswa anggota LSO (Lembaga Semi Otonom) Universitas X sejumlah 90 orang. Pengambilan data menggunakan skala kemalasan sosial yang disusun oleh peneliti sendiri dan skala harga diri dari Hidayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara harga diri dengan kemalasan sosial pada mahasiswa (r = -0,416; p 0,05). Harga diri berkontribusi sebesar 17,3% terhadap kemalasan sosial. Individu dengan harga diri yang tinggi memiliki kecenderungan bersikap positif dan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok. Untuk mengurangi kemalasan sosial maka perlu adanya stimulasi yang diberikan agar setiap anggota kelompok merasa berharga atau memiliki harga diri yang positif.
Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) dan Psychological Capital Intervention (PCI) untuk Mengurangi Burnout pada Perawat Lansia Josephine Indah Setyawati; Yudiana Ratnasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1498

Abstract

Perawat lansia yang bekerja di panti werdha sangat rentan mengalami burnout dan dapat memengaruhi penurunan performa kerja. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi stress, menurunkan tingkat burnout dan mengantisipasi terjadinya burnout yaitu Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) menggunakan pendekatan mindfulness, peserta diajak untuk menyadari situasi diri sini dan kini. Untuk mengantisipasi terjadinya burnout, penting juga untuk mengembangkan psychological capital (PsyCap), karakteristik positif yang dapat melindungi diri saat menghadapi situasi sulit, terutama aspek harapan dan optimisme. Peserta yang mengikuti intervensi ini yaitu delapan perawat lansia di Panti Werdha M di Jakarta Utara yang sudah bekerja selama minimal 1 tahun. Pemilihan peserta didasari dari skor burnout yang lebih dari rata-rata populasi perawat di panti tersebut dengan menggunakan instrumen Caregiver Burnout yang didasari teori burnout dari Maslach dan Leiter (2016) dan mengalami penurunan performa kerja berdasarkan evaluasi kinerja. Intervensi yang dilakukan terdiri dari tiga sesi MBSR dan satu sesi PsyCap dengan durasi sekitar 120 menit setiap sesi. Sesi follow-up dilakukan dua minggu setelah intervensi. Data kuantitatif dan kualitatif menunjukkan adanya penurunan tingkat burnout, meski dimensi personal accomplishment tidak menunjukkan perubahan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan MBSR dan PCI sebagai intervensi yang cukup efektif untuk menurunkan tingkat burnout bagi perawat lansia.
Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Regulasi Emosi Mahasiswa Perantau Tahun Pertama di Jakarta Weldina Siswandi; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1586

Abstract

Individu yang tidak dapat beradaptasi dan kesulitan dalam menghadapi permasalahan emosional dapat membawanya ke dalam masalah yang lebih kompleks. Kemampuan meregulasi emosi dapat membuat mahasiswa perantau memiliki keyakinan pada diri sendiri dan menyadari kekuatan serta keterbatasan diri. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung individu melakukan regulasi emosi. Pada mahasiswa perantau tahun pertama, adanya keberadaan teman sebaya merupakan sosok yang penting. Teman sebaya diharapkan memberikan dukungan kepada mahasiswa perantau tahun pertama yang tinggal berjauhan dari orangtua .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran dukungan sosial teman sebaya terhadap regulasi emosi mahasiswa yang merantau di Jakarta pada tahun pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire (????=0,745) dan skala dukungan sosial teman sebaya (????=0,972). Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 120 responden. Analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan signifikan terhadap strategi cognitive reappraisal (p= .003, R2=.072) Sementara itu peran dukungan sosial teman sebaya terhadap strategi regulasi emosi expressive suppression (p=.114, R2= .021). Artinya, apabila individu mendapatkan dukungan dari teman sebaya maka ia akan lebih mempertimbangkan emosi yang dirasakan untuk diekspresikan kepada lingkungan sekitar.
Seberapa Inovatif Anda? Peran Mediasi Keterikatan Kerja pada Hubungan antara Pemberdayaan Psikologis dan Tingkah Laku Kerja Inovatif Gafriella Sa'adah; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor individual yaitu pemberdayaan psikologis dapat memprediksi munculnya tingkah laku kerja inovatif, yang penting untuk diperhatikan oleh industri dan organisasi. Di sisi lain, terdapat inkonsistensi hasil pada kedua variabel tersebut berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti memiliki hipotesis bahwa keterikatan kerja dapat menjadi mediator untuk membantu pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme hubungan pemberdayaan psikologis dengan tingkah laku kerja inovatif. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilakukan pada 275 karyawan PT X yang terbukti memiliki nilai dan tujuan inovasi pada organisasinya. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini meliputi Innovative Work Behavior Scale, Psychological Empowerment Scale, dan Utrecth Work Engagement Scale versi pendek. Hasil analisis data menunjukkan perhitungan statistik direct effect ?= 0,56; SE= 0,08; LLCI= 0,40; ULCI= 0,73, sedangka indirect effect  ?= 0,09; SE= 0,07; LLCI= - 0,04; ULCI= 0,22. Artinya, keterikatan kerja tidak memediasi hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan tingkah laku kerja inovatif. Dengan demikian, pada responden di PT. X, pemberdayaan psikologis dapat memprediksi munculnya tingkah laku kerja inovatif tanpa memerlukan adanya keterikatan kerja terlebih dahulu. Temuan penelitian ini dapat menjelaskan bahwa perusahaan perlu memerhatikan faktor internal seperti pemberdayaan psikologis untuk meningkatkan tingkah laku kerja inovatif karyawan.
Efektivitas Cognitive Behavioral Group Therapy berbasis Daring dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Mahasiswa yang Mengalami Kecemasan dalam Upward Social Comparison Hidayati Hidayati; Fivi Nurwianti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1501

Abstract

Kecemasan merupakan masalah yang umum terjadi pada kelompok mahasiswa. Meskipun pada dasarnya cemas merupakan respon yang adaptif, namun jika cemas berlebihan akan mengganggu performa dari seseorang. Cemas dapat muncul di berbagai situasi yang dipersepsi mengancam dan penuh dengan ketidakpastian, salah satunya pada konteks social comparison. Individu membandingkan dirinya dan melihat orang lain lebih baik sehingga menimbulkan persepsi negatif terhadap diri. Saat orang lain dipersepsi lebih baik maka muncul rasa inferior yang menyebabkan rendahnya self-esteem. CBT kelompok dirancang untuk meningkatkan self-esteem dengan merekonstruksi pikiran negatif terhadap diri sendiri. Desain penelitian menggunakan model pre-post dan dilanjutkan dengan sesi follow-up. Intervensi dilakukan sebanyak enam kali pertemuan menggunakan modul CBT yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan dan dilakukan secara daring. Secara kualitatif hasil menunjukkan bahwa CBT kelompok dengan metode daring cukup efektif dalam meningkatkan self-esteem pada tiga orang partisipan yang diiringi dengan menurunnya gejala kecemasan. Pada partisipan yang tidak mengalami penurunan kecemasan, kemungkinan disebabkan oleh faktor lain seperti trait maupun kondisi sulit lain yang dihadapi oleh partisipan saat ini. Meskipun demikian, secara kualitatif, semua partisipan melaporkan terdapat perubahan dalam pola pikir yang lebih positif terhadap diri sendiri. Dalam pelaksanaan secara daring terdapat beberapa hal yang diperhatikan seperti koneksi internet, interaksi antar, partisipan, dan membangun rapport dengan menggunakan aplikasi yang memfasilitasi terjadinya interaksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10