cover
Contact Name
Herry Susanto
Contact Email
herrysusanto@tiranus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pengarah@tiranus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 2654931X     EISSN : 26552019     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen (PJTK) is published by Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus (Tyrannus Bible Seminary). The objective of the jurnal is to publish theological scientific writings, which are the result of qualitative and/or quantitative research. PJTK is published biannually every January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP BUDAYA PATRIARKAL DI INDONESIA Eka Kristining Rahayu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.578 KB) | DOI: 10.36270/pengarah.v1i2.12

Abstract

Indonesia is one of the nation that adhere to patriarchal culture. This article is going to study the influence of patriarchal culture and its impact on women in the Indonesian society. In this study, a theological review on the culture will be conducted to observe its positive and negative aspects for women in Indonesia, and to find out the Bible’s view on the role of women in the context of patriarchal system. This article will conduct a literature study on important writings that could support this research. The result of this study explains that, theologically, patriarchal culture has positive and negative impact on women. In terms of the Bible, even though it was written in the context of patriarchal culture, it considers women as special creatures that have special roles
Tinjauan Teologis-Dogmatis Tentang Sakramen Dalam Pelayanan Gerejawi Dominggus E. Naat
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i1.18

Abstract

Sakramen adalah suatu ritus Kristen yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh gereja sejak berabad-abad yang lalu. Terdapat beragam pandangan tentang makna sakramen dalam gereja. Ada gereja yang menganggap sakramen sebagai tanda yang kelihatan, atau hanyalah tanda lahiriah di mana Tuhan menyatakan anugerah-Nya. Tetapi ada yang sebaliknya memahami sakramen sebagai upacara suci yang mengandung hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Gereja-gereja Protestan hanya menerima dua sakramen yang ditetapkan oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu Perjamuan Kudus (eucharisti) dan Baptisan. Namun, masih terdapat pandangan transsubstansiasi, kosubstansiasi dan perlambangan tentang makna roti dan anggur yang digunakan dalam perjamuan kudus. Begitu pula dengan pelbagai cara baptisan air dan maknanya masih terus dianut dalam gereja hingga kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakramen masih memiliki makna yang sakral bagi gereja. Pemahaman transubstansiasi, kosubstansiasi dan simbolis tentang roti dan anggur dalam perjamuan kudus masih mewarnai anggapan banyak teolog dan pemimpin gereja. Pemahaman serupa terjadi pula bagi baptisan yang oleh sebagian kalangan gereja dianggap hanya sebagai tanda lahiriah (simbol), namun sebagian lainnya memaknainya sebagai unsur yang menyelamatkan.
Implikasi Kebijaksanaan Yesus Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Edi Purnama
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i1.19

Abstract

Kebijaksanaan merupakan bagian dari aspek karakter guru yang perlu dimiliki. Menjadi guru bijaksana merupakan harapan semua guru. Namun, hal ini tidak mudah diterapkan dalam realitas sesungguhnya. Sebab situasi dan kondisi tertentu menjadikan guru bersikap dan bertindak tidak bijaksana sehingga menghasilkan respons yang tidak menyenangkan dari peserta didik. Hal ini merupakan pergulatan yang dialami para guru. Penelitian ini mendalami aspek-aspek kebijaksanaan Yesus Kristus dalam menyikapi setiap persoalan dengan tepat dan benar. Sosok Yesus Kristus adalah contoh ideal bagi seorang guru masa kini untuk diteladani dalam mengembangkan aspek kebijaksanaan. Dengan mempelajari kebijaksanaan Yesus, maka diharapkan guru Pendidikan Agama Kristen memiliki dorongan untuk lebih bersikap bijaksana. Mengingat pentingnya peranan guru, maka pertanyaan utama yang menjadi acuan dalam tulisan ini adalah apa nilai kebijaksanaan Yesus Kristus yang perlu dipahami dan dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Kristen? Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan usulan kepada guru Pendidikan Agama Kristen mengenai implikasi kebijaksanaan Yesus Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi teologis berupa studi hermeneutis untuk menggali kehidupan Yesus.
Pengantar ke Dalam Teologi Natural Alister E. McGrath Grace Son Nassa
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyajikan sebuah pengantar ke dalam teologi natural berdasarkan konsep dari Alister E. McGrath yang dinilai memiliki sifat cukup berbeda dan lebih holistik daripada teologi natural lainnya. Jika teologi natural yang lain berdasar pada filsafat tertentu, konstruksi budaya manusia, atau konsep modernis dan posmodernis, McGrath justru mengembalikan teologi natural miliknya pada wahyu atau Alkitab sebagai sumber utama. Analisis tulisan ini pada umumnya didasarkan pada tulisan-tulisan karya McGrath yang sedikit dipertemukan dengan pandangan beberapa teolog lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teologi natural tidak selamanya harus diletakkan di atas filsafat, konstruksi budaya manusia, atau konsep modernis dan posmodernis, tapi juga bisa dikembalikan ke Alkitab sebagai sumber utama. Selain itu, McGrath menampilkan relasi sains dan teologi tidak selamanya berlawanan atau berseberangan, justru relasi tersebut dapat menciptakan sebuah teologi natural yang menarik ketika keduanya saling mengisi dan mengoreksi. McGrath juga menunjukkan bahwa teologi natural bisa mencakup kategori teosentris, antroposentris, dan biosentris sekaligus. Inilah alasan mengapa teologi natural McGrath dinilai lebih holistik dari pada teologi natural yang lain.
Pergamus dan Imperial Cult Hermawan Hermawan
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i1.21

Abstract

Bukti-bukti imperial cult sudah ada secara umum dalam literatur-literatur teologi dan biblika. Namun, hadir kajian-kajian baru yang menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara imperial cult dengan penganiayaan orang Kristen. Meresponi kajian-kajian baru tersebut, tulisan ini akan menekankan bahwa kota Pergamus adalah pusat imperial cult di Asia Minor, dan memiliki hubungan dengan penganiyaan orang-orang Kris­ten. Fakta bahwa Pergamus menjadi pusat imperial cult di Asia Minor ditunjukkan oleh kehadiran pemerintah Roma di kota tersebut dengan pembangunan kuil-kuil kultus kaisar, gelar neokoros yang disandang oleh Pergamus sebanyak tiga kali berturut-turut, dan me­lalui bukti-bukti internal dalam Wahyu 2:12-17 yaitu gambaran tahta iblis dan Antipas, Bileam dan Nikolatian serta perang dan kemenangan yang merujuk pada unsur-unsur yang berkaitan dengan kultus kaisar. Artikel ini menerapkan studi literatur yang meliputi analisa teks Alkitab dan kepustakaan.
Pemuridan Sebagai Mandat Misi Menurut Matius 28:18-20 Patrecia Hutagalung
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i1.22

Abstract

Salah satu perintah Tuhan Yesus yang harus ditaati dan dilakukan oleh setiap orang percaya adalah Amanat Agung yang terus dipertahankan orang-orang Kristen sam­pai saat ini. Tidak sedikit gereja-gereja yang mengerahkan kekuatannya untuk melaksanakan Amanat Agung dengan berbagai cara yang kreatif dan kekinian. Namun fenomena yang ada, seringkali Amanat Agung dijalankan sebagai suatu program atau proses “pemberitaan”, yang cenderung menekankan “pergi” berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tetapi mengesampingkan pemuridan. Tanpa mempermasalahkan kegiatan pergi untuk melaksanakan proses penginjilan, tetapi pemuridan merupakan proses yang tidak dapat lepas dari pertimbangan kerangka pelayanan. Dalam Matius 28:18-20, “memuridkan” adalah kata kerja yang menjadi inti dari Amanat Agung. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif yang meneliti sumber-sumber terkait dan mengkaji Matius 28:18-20 sebagai landasan Amanat Agung. Hasil penelitian ini akan menyimpulkan bahwa Amanat Agung adalah proses penginjilan yang bersifat berke­lanjutan untuk mengajar mereka yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, menjadi murid Kristus yang akan menghasilkan murid Kristus selanjutnya.
Survei Terhadap Penggunaan Nama Yesus dalam Teks-Teks Terkait Pengusiran Setan di Perjanjian Baru Abel Kristofel Aruan
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.26

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan sebuah dugaan bahwa ada praktik-praktik pengusiran setan yang menggunakan penyebutan nama Yesus atau frasa “dalam/demi nama Yesus” dalam proses ritualnya. Survey dilakukan terhadap ayat-ayat di Perjanjian Baru yang terkait dengan preskripsi maupun kisah-kisah pengusiran setan. Melalui metode penelitian literatur (kepustakaan), artikel ini mencoba mempertanyakan apakah praktik pengusiran setan mengharuskan seseorang untuk mengucapkan nama Yesus sebagai syarat agar ritual berhasil atau tidak. Tulisan ini akan menggolongkan ayat-ayat ke dalam tiga kategori: (1) ayat-ayat terkait pengusiran setan yang tidak mengandung pengucapan nama Yesus (Mat. 8:16; 9:34; 12:24, 27-28; 17:19; Mrk. 1:34); (2) ayat-ayat narasi pengusiran setan yang memunculkan frasa “dalam/demi nama Yesus” dalam narasinya (Mat. 7:22; Mrk. 16:17; Mrk 9:38; Luk. 9:49); dan (3) ayat-ayat narasi pengusiran setan yang tokohnya mengucapkan “dalam/demi nama Yesus” secara verbal (Kis. 16:18; 19:13). Melalui penelusuran sejauh ini, artikel ini menyimpulkan bahwa teks-teks Perjanjian Baru tidak mengharuskan seseorang untuk mengucapkan nama Yesus ketika mengusir setan. Apa yang paling penting dalam proses pengusiran setan adalah relasi antara pengusir setan dengan Yesus serta keyakinan terhadap kuasa pengusiran setan yang diberikan oleh Yesus.
Mendamaikan Manusia dengan Alam Silva S. Thesalonika Ngahu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.28

Abstract

Krisis ekologis dan bencana lingkungan hidup telah menjadi masalah global yang membutuhkan tindakan nyata demi menyelamatkan bumi. Masifnya pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan industri telah mengabaikan pemeliharaan lingkungan bahkan merusak ekosistem. Sumber daya alam dikeruk bahkan dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara sepihak, manusia menganggap dirinya adalah mahkota ciptaan sebagai pemilik gambar Allah atau imago Dei. Paradigma antroposentris inilah yang menjadi titik tolak terjadinya tindakan destruktif-eksploitatif terhadap alam yang berujung pada krisis ekologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur dengan pendekatan hermeneutik kritik historis dalam mengkaji teks Kejadian 1:26-28 sebagai upaya untuk mengusulkan penafsiran yang dapat memi­nimalisir kerusakan ekologi. Hasil dari penelitian ini akan menyimpulkan pemahaman yang lebih utuh mengenai citra Allah dalam diri manusia, yakni sebagai penjaga, dan mengusulkan adanya suatu paradigma baru yang mengedepankan keadilan ekologis.
Ketubim dan Nubuat Kosma Manurung
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.24

Abstract

Alkitab berasal dari Allah dan melibatkan tangan manusia dalam proses penulisannya. Alkitab umat Kristen sekarang ini terdiri dari dua bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ketubim adalah bagian terakhir dari tiga bagian Alkitab Perjanjian Lama dalam kanon Ibrani. Artikel penelitian ini bermaksud memberikan penjelasan mengenai tujuan nubuat bagi umat pilihan Tuhan dalam Ketubim secara sistematik sehingga memudahkan untuk dipahami oleh para pembaca artikel ini. Metodologi yang digunakan oleh peneliti dalam artikel ini adalah metodologi kualitatif dengan pendekatan analisis teks dan kajian literatur. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai nubuat Raja Daud tentang tuan, nubuat tujuh puluh kali tujuh masa Daniel, dan nubuat Mikha dalam peristiwa Raja Ahab memerangi Ramot-Gilead sebagai contoh-contoh nubuat dalam Ketubim disertai analisis berdasarkan bahasa asli serta didukung dengan literatur dari buku-buku dan jurnal ilmiah. Adapun berdasarkan hasil penelitian tujuan nubuat dalam Ketubim adalah memberikan pemahaman bahwa Yesus adalah Tuhan, menjadi suara kebenaran pada zamannya, menyatakan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi umat pilihan-Nya, dan penjelasan tentang Akhir Zaman.
Analisis Teologis Gereja yang Reformatoris serta Implikasinya bagi Kekristenan Masa Kini Yornan Masinambow
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.25

Abstract

Berdasarkan pemikiran bahwa Kekristenan sekarang ini berada di zaman yang tidak memutlakkan satu otoritas, termasuk Firman Tuhan, gereja dapat dipengaruhi oleh sekularisasi dan tidak lagi mewartakan injil Yesus Kristus yang murni. Maka artikel ini akan mendeskripsikan serta merumuskan gagasan teologis biblis tentang gereja berdasarkan pemikiran para reformator, yakni Luther, Calvin dan Zwingli. Hasil dari pendekatan literatur teologis dapat disingkapkan bahwa gereja reformatoris menaruh perhatian pada beberapa aspek penting yang membuat gereja mampu memengaruhi dunia dalam setiap aspek kehidupan, yaitu gereja yang memberitakan Injil, mengajar dan berkhotbah, mengorganisir serta memimpin, melaksanakan sakramen, dan menerapkan disiplin gereja. aspek-aspek tersebut bukanlah demi gereja itu sendiri yang di dalamnya terdapat orang-orang pilihan Allah, melainkan demi memuliakan Allah Tritunggal.