cover
Contact Name
Herry Susanto
Contact Email
herrysusanto@tiranus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pengarah@tiranus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 2654931X     EISSN : 26552019     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen (PJTK) is published by Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus (Tyrannus Bible Seminary). The objective of the jurnal is to publish theological scientific writings, which are the result of qualitative and/or quantitative research. PJTK is published biannually every January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Analisis Biblika tentang "Kota-Kota Perlindungan" Berdasarkan Ulangan 19:1-13 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini Yosua Feliciano Camerling
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.27

Abstract

Dalam tulisan ini, peneliti melakukan analisis biblika dari teks Ulangan 19:1-13. Teks ini kelihatannya tidak mudah dimaknai ke dalam situasi di zaman modern. Maka dari itu, dengan melakukan tafsiran terhadap teks tersebut, menolong pembaca untuk melihat makna teologis yang relevan atau masih bisa diterapkan ke dalam kehidupan masa kini. Teks Ulangan 19 berbicara tentang kota-kota perlindungan yang tampaknya masih ada kemiripan kasus dengan hukum pidana di Indonesia seperti contohnya tahanan kota dan rumah tahanan negara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis teks Ulangan 19:1-13. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa Allah adalah Allah yang Maha Berdaulat, Allah yang Maha Pemurah dan Allah yang Maha Adil. Untuk itu orang percaya dituntut untuk setia melakukan perintah Allah, percaya bahwa Yesuslah pelunas hutang darah yang sejati dan orang percaya juga perlu hidup dalam kekudusan.
Model Kepemimpinan Kristiani Berbasis Teologi Persahabatan Alvian Apriano
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.29

Abstract

Dewasa ini, diskusi tentang model kepemimpinan kristiani umumnya diidentikan dengan model kepemimpinan pelayan yang diwariskan oleh Robert Greenleaf. Model kepemimpinan ini diklaim kontekstual, karena merepresentasikan model kepemimpinan Yesus yang dilaporkan kitab-kitab Injil. Padahal, Yesus juga menampilkan sisi persahabatan dalam model kepemimpinannya. Di dalam persoalan ini, muncullah pertanyaan-pertanyaan eksistensial-teologis, “Dapatkah kekristenan merealisasikan sebuah model kepemimpinan berbasis persahabatan? Seperti apa kekuatan dan kelemahannya? Bagaimana bentuk dan penerapan modelnya?” Pemikiran Liz Charmichael dan Steve Summers dengan analisa mereka yang kualitatif-teologis terhadap teori dan praktik persahabatan akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pemikiran keduanya akan dielaborasi sehingga menghasilkan empat karakter pemimpin yang bersahabat. Makalah ini hendak menghadirkan model kepemimpinan kristiani berbasis teologi persahabatan berdasarkan penilaian kritis atas konsep kepemimpinan-pelayan guna memperluas khazanah kepemimpinan kristiani yang relevan baik di dalam komunitas gereja dan marketplace.
Penafsiran Michelle Lee-Barnewall terhadap Kejadian 1-3 terkait Isu Kesetaraan Gender dan Implikasinya bagi Pernikahan Kristen Margaretha Rissing; Claudia Angelina
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.31

Abstract

Bahasan mengenai kesetaraan gender ini menjadi hal yang perlu dibahas karena dalam budaya patriarki wanita diperlakukan secara berbeda, baik dalam lingkungan kerja, kepemimpinan gerejawi, maupun kehidupan sehari-hari. Ada dua kerangka perspektif yaitu perspektif kelompok komplementarian dan perspektif kelompok egaliatarian. Kelompok komplementarian berpendapat bahwa pria dan wanita berbeda secara biologis tetapi setara secara spiritual, dan Adam adalah kepala (pemimpin). Sedangkan bagi kelompok egalitarian pria tidak lebih berkuasa daripada wanita—mereka setara. Untuk memperoleh penjelasan yang lebih koheren, studi ini mempelajari perspektif Michelle Lee-Barnewall atas isu gender. Untuk mencapai tujuannya, studi ini melakukan upaya ‘menjelajahi’ dan ‘memperluas’ melampaui penekanan kepemimpinan dan kesetaraan dari kelompok komplementarian dan egalitarian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dan evaluatif sehingga ditemukan konsep yang dapat dipahami secara utuh. Lee-Barnewall memberikan jalan keluar dari pandangan-pandangan yang saling bertentangan dan mengajak untuk memaknai relasi antar gender dalam teks Alkitab dengan lebih luas dan bertanggung jawab. Perspektif Lee-Barnewall tidak berfokus pada perbedaan antar gender, siapa yang lebih tinggi harkatnya, dan lebih berkuasa, namun lebih kepada kesatuan, kekudusan, serta ketaatan terkait relasi antar gender demi menyatakan Kerajaan Allah.
Hakikat Spiritualitas Pelayan Kristus dan Implikasinya bagi Hamba Tuhan Masa Kini David Eko Setiawan; Anton Ishariyono
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.37

Abstract

Semakin banyaknya data tentang kemerosotan nilai, makna dan tujuan dari para pelayan Kristus telah mendorong banyak orang untuk mempertanyakan kembali tentang spiritualitas pelayan Kristus yang sesungguhnya. Spiritualitas pelayan Kristus adalah pengalaman hidup individu yang terhubung dengan Kristus yang dinyatakan melalui emosi, perilaku dan sikap hidupnya. Pengalaman hidup itu merupakan suatu penjiwaan keyakinan yang di dalamnya bukan hanya berkaitan dengan kontemplasi jiwa saja, namun bersamaan dengan praksis iman yang mewujud dalam tindakan nyata. Dalam penelitian ini digali hakikat spritualitas pelayan Kristus dan implikasinya bagi hamba Tuhan masa kini. Peneliti menggunakan studi literatur untuk menjawab problem reseach yang ada. Permasalah tersebut terkait dengan pertanyaan, bagaimanakah hakikat spiritualitas pelayan Kristus dan implikasinya bagi hamba Tuhan masa kini? Diharapkan penelitian ini dapat berdampak secara praktis bagi setiap hamba Tuhan masa kini. Kata Kunci: Spritualitas, Pelayan Kristus, Hamba Tuhan
Tinjauan Teologis tentang Pendidikan Seks dari Perspektif Pendidikan Kristiani Transformatif Yushiko D. Monding
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.39

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi dalam masyarakat terkait dengan seks yang dianggap tabu dan tidak patut untuk dibicarakan, serta dampak dosa yang mengakibatkan manusia tidak melihat seks sebagai suatu karunia Allah, artikel ini hendak mendeskripsikan gagasan tinjauan teologis dalam area pendidikan kristiani secara transformatif mengenai pendidikan seks. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif secara deskriptif dengan menggunakan studi kepustakaan. Penulis mengkaji berbagai karya literatur yang terkait pembahasan mengenai seks, kemudian merumuskan secara teologis relevansi dan sumbangsih pendidikan kristiani transformatif. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa gereja, keluarga dan sekolah harus memberikan pengajaran atau bimbingan dengan pendekatan teologis edukatif melalui pengajaran Alkitab yang bersifat dinamis.
Pandangan Agama-Agama Terhadap Sila Pertama Pancasila Arthur Aritonang
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini didorong oleh persoalan yang memperlihatkan semakin menipisnya toleransi dalam relasi umat beragama di Indonesia. Padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama serta mengakui sila pertama Pancasila berserta dengan maknanya, sehingga idealnya keharmonisan hubungan antar pemeluk agama bisa terlihat di ruang publik. Namun kenyataannya gerakan intoleran radikal yang selalu bergerak dengan mengatasnamakan agama, membuat bangsa Indonesia mengalami ancaman disintegrasi. Apakah dalam hal ini agama-agama di Indonesia menolak makna dari sila pertama Pancasila? Lantas, bagaimana pandangan iman Kristen terhadap makna sila pertama Pancasila? Melalui metode kepustakaan penelitian ini menemukan bahwa (1) agama tidaklah salah melainkan cara memahami dan menginterpretasi teks suci yang ditafsirkan sesuai dengan kepentingan kelompok agamanya; (2) iman Kristen meyakini bahwa sila pertama Pancasila mengandung nilai-nilai firman Allah.
Pentingnya Seleksi Calon Misionaris dan Implementasinya dalam Pekerjaan Misi di Indonesia Sari Saptorini; Karnawati Karnawati
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.46

Abstract

Pengutusan misionaris diperlukan untuk menjangkau suku terabaikan di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan misionaris yang siap menghadapi segala situasi dan kondisi. Penelitian ini bertujuan menggali pentingnya seleksi calon misionaris. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa seleksi calon misionaris penting untuk dilakukan bagi pekerjaan misi di Indonesia. Tahapan dalam proses seleksi, yaitu: pendafaran atau perekrutan, wawancara, penilaian atau tes, keputusan hasil seleksi. Proses seleksi memeriksa calon secara menyeluruh yang meliputi hal latar belakang, motivasi, kompetensi, karakter dan kepribadian. Proses ini dapat menolong gereja dan lembaga misi untuk mengutus misionaris yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di ladang misi.
Misi Kristus di Bumi Jawa Timotius Haryono
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.47

Abstract

Indonesia merupakan negara multietnis dan salah satu suku yang besar adalah suku Jawa. Orang Jawa pada masa kini memiliki kencenderungan pola hidup yang berbeda dengan orang Jawa pada masa lalu. Melihat hal ini perlu upaya mengimplementasikan misi Yesus kepada orang Jawa melalui pemuridan pada masa kini, sehingga mengalami kehidupan rohani yang sejati. Langkah yang penting yaitu dengan memikirkan ulang bagaimana misi Yesus di bumi Jawa pada masa kini. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif, sedangkan cara untuk mengumpulkan data memakai metode studi literatur. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis interaktif melalui tiga tahap yaitu penyajian data, reduksi data serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan Model Misi Kreatif-Holistik di Bumi Jawa Pada Masa Kini.
Mendialogkan Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Yosef Heristyo Endro Baruno; Rinto Hasiholan Hutapea; Yudhi Kawangung
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.57

Abstract

Berdialog adalah sebuah upaya menyampaikan informasi dan pendapat untuk mempertimbangkan agar bisa saling memahami. Berkaitan polemik Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan khususnya pasal 69 dan 70 yang telah disusun oleh DPR bersama pemerintah selaku pembuat Undang-Undang di Indonesia, telah direspons oleh masyarakat luas, terutama lembaga keagamaan Katolik dan Kristen Protestan yang sebagian besar menolak Rancangan Undang-Undang tersebut. Polemik itu berkaitan dengan niat DPR dan pemerintah yang hendak memberi payung hukum bagi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan analisis pada proses penyimpulan deduktif atau induktif, serta analisis terhadap dinamika hubungan fenomena yang diteliti dengan menggunakan logika ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah Rancangan Undang-Undang tersebut mendapat tanggapan secara luas dari masyarakat dan lembaga keagamaan, khususnya pasal yang ditujukan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan umat Katolik dan Kristen Protestan. Polemik tersebut membuat berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga keagamaan mengoreksi isi Rancangan Undang-Undang tersebut dan sementara dihentikan proses pengesahannya.
Pemuridan Model Epafras Sebagai Upaya Pendewasaan Iman Bagi Warga Gereja Sostenis Nggebu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.63

Abstract

Tinjauan artikel ini membahas pemuridan sebagai implementasi dari Amanat Agung untuk mendewasakan warga gereja menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Untuk maksud itu penulis membahas konsep pemuridan yang dikerjakan oleh Epafras bagi jemaat Kolose. Dalam teks Kolose 1:3-11, Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose agar memiliki karakter Kristus sekaligus memperlengkapi mereka ambil bagian sebagai pekerja Kristus (Kol. 1:28, 29). Dengan menggunakan metode deskriptif analitik, penulis berusaha menjelaskan pemuridan yang digunakan oleh Epafras. Dari studi ini tampak bahwa Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose supaya mereka memiliki kedewasaan rohani dalam Kristus; memperlengkapi mereka untuk melanjutkan tugas pemuridan tersebut; juga mereka memiliki pemahaman yang benar tentang kehidupan dalam Kristus untuk menangkal ajaran-ajaran palsu yang merebak di tengah jemaat. Dengan demikian, maka umat Kristen Kolose dapat berdiri teguh dalam iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.