Pengarah: Jurnal Teologi Kristen
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen (PJTK) is published by Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus (Tyrannus Bible Seminary). The objective of the jurnal is to publish theological scientific writings, which are the result of qualitative and/or quantitative research. PJTK is published biannually every January and July.
Articles
57 Documents
Covid-19 dan Pendidikan Tinggi Teologi Indonesia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Transformasional
Bakhoh Jatmiko;
Ezra Tari;
Hengki Wijaya
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.64
Covid-19 berdampak pada pendidikan tinggi teologi di Indonesia. Akibat pandemi, pendapatan keuangan kampus mengalami penyusutan. Mahasiswa tidak dapat membayar uang kuliah karena pendapatan orang tua berkurang. Pandemi Covid- 19 menjadi pengalaman yang tidak terprediksi untuk PTKK di Indonesia. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Di dalam tataran praktikal, dalam waktu singkat, PTKK di era ataupun sesudah pandemi wajib beralih bentuk dalam prasarana, finansial serta administrasi, tata cara pengajaran, konten kurikulum (dari teoritis ke misiologis atau efisien), dan kedudukan atau ikatan daya pengajar. PTKK ditantang untuk meninggalkan kerutinan yang tidak relevan, merengkuh cara-cara terkini yang relevan, ataupun mencampurkan keduanya menjadi kombinasi perlengkapan pembelajaran yang lebih efisien.
Apologetika Yesus Sebagai Utusan Menurut Yohanes 17:3
Markus Suwandi;
Yanto Paulus Hermanto;
Tjahyadi Chuang
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.65
Misi Ilahi Yesus sebagai utusan Allah telah dinubuatkan sejak kejatuhan manusia pertama. Kemanusiaan dan ke-Allah-an Yesus selalu menjadi perdebatan atau pembahasan yang menarik dan terus berkelanjutan hingga saat ini. Ketidakmengertian terhadap teks-teks Alkitab, terutama Yohanes 17:3, memunculkan pemikiran skeptis terhadap ke-Allah-an Yesus. Karya tulis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai basisnya untuk memaparkan keunikan pengutusan Yesus, dengan menganalisis Injil Yohanes dan beberapa teks Alkitab lainnya. Analisis ini bertujuan untuk memahami frasa Yesus sebagai utusan dalam Yohanes 17:3 dengan perspektif yang benar. Melalui penelusuran tulisan ini makna relasi antara Yesus dan Allah akan menjadi jelas dalam konteks pengutusan Yesus untuk penebusan dosa. Dari pembahasan ini akan terlihat bahwa kemanusiaan dan keilahian Yesus tidak dapat dipisahkan. Ini dapat menjadi jawaban apologetis terhadap skeptisisme yang menolak ke-Allah-an Yesus.
Refleksi Teologis Kepastian Keselamatan
Alon Mandimpu Nainggolan
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.66
Keselamatan adalah hal yang paling pokok dalam Alkitab dan kehidupan orang Kristen. Keselamatan mutlak menjadi kebutuhan, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa baik secara perorangan maupun kolektif. Satu-satunya jalan agar manusia terbebas dari kebinasaan adalah melalui penerimaan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi yang diikuti dengan hidup yang berorientasi pada kehendak-Nya. Yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus, pastilah melakukan kehendak-Nya. Ketaatan kepada kehendak-Nya merupakan kasih karunia Tuhan bagi umat-Nya atau buah dari keselamatan yang telah dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan refleksi teologi kepastian keselamatan dan signifikansinya bagi orang Kristen masa kini dalam memaknai keselamatan dan kepastian keselamatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan berbasis kajian biblis, khususnya Matius 7:21-23 dan teologi sistematis seputar kepastian keselamatan. Melalui penelitian ini ditemukan teologi kepastian keselamatan dan pemahaman mengenai kepastian keselamatan berdampak positif bagi efektivitas dan produktivitas hidup orang Kristen di masa kini dan mendatang.
Implementasi Pendidikan Iman Anak Menurut Ulangan 6:1-9 di GPdI Alfa Omega Bangsalsari
Murni Hermawaty Sitanggang;
Inche Foeh
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.72
Orang tua memiliki tanggung jawab bukan sekadar memenuhi kebutuhan anak-anak mereka melainkan juga mendidik mereka di dalam iman. Akan tetapi, masih banyak orang tua yang kurang memahami apa dan bagaimana pendidikan iman tersebut seharusnya dilakukan. Itu sebabnya di dalam tulisan ini penulis mengeksplorasi pendidikan iman anak di dalam keluarga dengan orang tua sebagai pendidik menurut Ulangan 6:1-9. Penulisan dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif di GPdI Alfa Omega Bangsalsari. Penulis memilih delapan orang tua dari antara jemaat di sana sebagai partisipan dalam penulisan ini. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semua partisipan menyadari tanggung jawab mereka dalam mendidik anak. Namun pengetahuan tersebut masih bersifat mendasar dan perlu adanya pembekalan lebih lanjut.
Faktor Eksternal dan Internal Strategi Penginjilan Menghadapi Penganiayaan di Suku Terabaikan
Elizabeth Situmorang
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.74
The evangelism strategy is a plan that must be done before the mission. Considering the various cases of persecution that befell several evangelists and the people of Indonesia. Especially in neglected tribal areas, such as Papua, cases of persecution are increasingly widespread. This has caused various physical and psychological injuries to some evangelistic groups and foundations. Some evangelists make a new breakthrough to improve the quality of evangelism in neglected areas. Several strategies have been devised in an attempt to reflect the personality of Christ. With the evangelism strategy from both internal and external factors, it is expected to be able to face the persecution that occurs in the mission. Therefore, evangelism strategies must be planned, understood and used as a precaution to deal with cases of persecution that occur.
Hukuman Tuhan Terhadap Narsisisme Kolektif
Jonathan Hizkia Hosea Salendur;
Firman Panjaitan
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.77
Perjanjian Lama merupakan sebuah kitab yang berbicara secara khusus mengenai hubungan Tuhan dengan manusia yang telah diikat dengan perjanjian. Ikatan perjanjian antara Tuhan dengan manusia harus dijaga dengan kesetiaan yang diwujudnyatakan melalui tindakan hidup yang didasarkan atas keadilan dan kebenaran Tuhan. Jika manusia tidak hidup dalam kesetiaan tersebut, maka perjanjian dengan Tuhan akan terpatahkan dan hal ini menimbulkan tindakan dan reaksi Tuhan terhadap pematahan perjanjian tersebut. Tindakan Tuhan bisa berupa peringatan dan bahkan hukuman kepada manusia yang telah mematahkan perjanjian. Salah satu bentuk dari ketidaksetiaan terhadap perjanjian adalah kesombongan dan menganggap diri mampu melakukan segala sesuatu dengan didasarkan atas kekuatan diri sendiri. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan kritis teks, maka perikop Obaja 1:1-5 dikupas untuk mendapatkan makna pesan perikop dan kemudian diimplementasikan ke kehidupan masa kini. Hasil penelitian menemukan bahwa kesombongan akan mendatangkan hukuman dari Tuhan, namun hukuman ini sebenarnya merupakan bentuk lain dari kasih Tuhan guna menegur dan mengembalikan manusia ke jalan Tuhan.
Benang Merah Keselamatan di dalam Kurban Berdarah
rio marbun
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v4i1.73
Tulisan ini menyoroti motif, makna serta tujuan sistem kurban berdarah. Ritual kurban berdarah merupakan suatu warisan agama yang fenomenal. Sebagian besar agama dunia dan bahkan agama-agama asli masih melestarikannya hingga saat ini. Dengan pendekatan diakronis dan sinkronis menunjukkan bahwa, sekalipun agama-agama tersebut berbeda satu dengan yang lainnya, akan tetapi dalam hal kurban berdarah justru menunjukkan adanya suatu kesamaan secara historis dan teologis. Kesamaan keyakinan terhadap keberadaan Allah Sang Khalik, dan adanya suatu jalan kurban menuju keselamatan. Namun ritual kurban berdarah tersebut masih merupakan kiasan dari kurban yang sempurna yang bersifat universal. Dialah Tuhan Yesus yang telah berkorban satu kali untuk selamanya. Kurban-Nya memadai untuk menyelamatkan segenap manusia.
Meditasi Alkitab, Doa, dan Kebahagian Umat Kristen
Zico Bangkit Pakpahan;
Bartholomeus D. Nainggolan;
Stimson Hutagalung;
Rolyana Ferinia
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v4i1.87
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah meditasi Alkitab dan doa pribadi membawa kebahagiaan terhadap Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif statistik untuk mengetahui dampak pengaruh meditasi Alkitab dan doa pribadi terhadap kebahagiaan umat-umat Kristen. Sampel penelitian ini terdiri dari adalah 198 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa meditasi Alkitab dan doa pribadi yang konsisten mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebahagiaan umat Kristen. Walaupun kondisi mental terganggu, banyak permasalahan, tetapi saat melakukan meditasi, berdoa, dan berserah kepada Tuhan maka kita akan merasakan kebahagiaan yang sejati.
Permasalahan Baptisan antara Coolen dan Indische Kerk di Abad 19
Sostenis Nggebu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v4i1.88
Artikel ini membahas masalah perbedaan pemahaman tentang sakramen baptisan antara Coolen dengan Indische Kerk di Surabaya pada pertengahan abad ke-19. Diskusi ini menggunakan metode histografi. Hasilnya menunjukkan bahwa Coolen tidak mengajarkan sakramen baptisan kepada jemaahnya yang bersifat ngelmu Kristen karena dia menganggap konsep baptisan yang dipraktikkan oleh para misionaris pada masa itu, berkonotasi budaya Barat terkait dengan proses asimilasi. Ketegangan ini menimbulkan campur tangan penguasa. Mereka mengambil alih pelayanan Coolen dan dihisapkan ke dalam Gereja Indische Kerk. Tindakan ini jelas sekali sebagai perlakuan yang tidak adil terhadap Coolen. Pelayanannya yang dirintis secara mandiri terpaksa dilepaskan untuk dikuasai oleh para misionaris.
Sovereignty of God milik John Calvin sebagai Jawaban atas Kerelatifan dari Pluralisme
Charlen Antenia Kosakoy
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v4i1.89
Pluralisme telah menjadi tema penting pada era pascamodern, dimana akhirnya manusia digiring untuk menerima dan menganggap segala sesuatu benar (relatif menurut penilaian masing- masing individu). Berbeda dengan hal tersebut, John Calvin, seorang tokoh reformator radikal yang menempatkan posisi kebenaran Allah pada tingkat superior. Ia merefleksikan kebenaran mutlak tersebut dalam konsep Sovereignty of God miliknya yang juga menjadi tema sentral dari setiap ajarannya. Dengan menerapkan studi kualitatif melalui kajian pustaka (studi literatur), artikel ini dikaji dan diolah berdasarkan sumber-sumber tulisan mengenai permasalahan terkait. Hasil penelitian mengemukakan bahwa konsep Sovereignty of God milik John Calvin menjadi jawaban atas kerelatifan pluralisme.