cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): November 2020" : 10 Documents clear
Peningkatan Ekonomi Kreatif Digital Desa Betokan Kabupaten Demak melalui Manajemen Bisnis, Pemanfaatan Teknologi Digital, dan Sistem Informasi Arizqi Arizqi; Diah Ayu Kusumawati; Ratna Novitasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.135-142

Abstract

Desa Betokan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar, mengingat desa Betokan adalah desa penghasil buah jambu dan belimbing terbesar di Kabupaten Demak. Buah jambu dan belimbing sendiri merupakan buah khas kota Demak. Meskipun demikian, sebagian besar pelaku usaha penjual jambu dan belimbing yang ada di Desa Betokan tersebut masih terkendala dalam hal manajemen usaha terutama dalam hal pemasaran dan pengembangan produk. Sehingga kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan Ekonomi kreatif  berbasis Digital masyarakat di Desa Betokan dari usaha yang telah dimiliki sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa Betokan. Metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain penyampaian materi penyuluhan, tanya jawab dan diskusi, dilanjutkan dengan praktik. Dari pelaksanaan pengabdian masysrakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat antusias dalam pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan, terlebih pada saat penyampaian materi dan praktik pembuatan akun media sosial dan juga akun E-commerce seperti akun facebook, instagram, dan juga shopee. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masyarakat selaku konsumen banyak yang beralih dari pembelian secara langsung (offline) ke pembelian online. Dari adanya akun media sosial dan e-commerce ini juga pelaku usaha dapat lebih mengembangkan pasar yang ada.Betokan is one of the villages that has great potential, considering that Betokan is the largest producer of guava and star fruit in Demak Regency. Guava and star fruit are the typical fruits of Demak city. Even so, most of the guava and starfruit selling business actors in Betokan are still constrained in terms of business management, especially in terms of marketing and product development. So that community service activities were carried out to improve the community-based digital creative economy in Betokan, Demak from the business that has been owned so that it can increase the income and welfare of Betokan villagers. Methods used in this community service included the delivery of extension materials, questions and answers and discussions, followed by practice. From the implementation of community service, it can be concluded that the public is enthusiastic about the implementation of the counseling carried out, especially when delivering material and practices for creating social media accounts and also e-commerce accounts such as Facebook, Instagram, and shopee accounts. Especially during the Covid-19 pandemic like now, many people as consumers have switched from direct (offline) purchases to online purchases. From the existence of social media and e-commerce accounts, business actors can further develop existing markets.
Interactive Food Safety Education for the Students of Madrasah Ibtidaiyah Baghrul Maghfiroh Malang Siti Asmaniyah Mardiyani; Dwi Susilowati
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.143-150

Abstract

Kurangnya kepedulian terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak kita akan mengakibatkan ancaman bagi kesehatan masyarakat, kecerdasan generasi muda, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing bangsa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kognitif dan afektif siswa madrasah dalam memilikh makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendampingan guru di sekolah dan orang tua di rumah. Pengambilan data dilakukan melalui observasi menggunakan kuesioner dengan pendamping. Dari hasil observasi diketahui bahwa Siswa Madrasah Ibtidaiyah Baghrul Maghfiroh Malang yang pada umumnya berasal dari keluarga kelompok ekonomi menengah ke bawah memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam mengkonsumsi makanan sehat, namun pengetahuan keamaman pangan pada para siswa tersebut perlu ditingkatkan melalui pendampingan oleh para guru dan orang tua. Penjelasan mengenai makan sehat yang merupakan matei modul interaktif yang berjudul makanan sehat dalam hidupku dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan kepada para siswa diterima dengan gembira dan antusias oleh para peserta dan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya pangan yang aman dan sehat bagi kehidupan.Lack of concern for the food consumed by our children will cause a threat to public health, the intelligence of the younger generation, which will further reduce the nation's competitiveness. This activity aims to improve the cognitive and affective skills of madrasa students in having healthy food in their daily lives with the assistance of teachers at school and parents at home. From this activity, we hoped that the target students would have knowledge and skills about the importance of food safety in family life. Respondent data collection was carried out through observation using questionnaires. Madrasah Ibtidaiyah Baghrul Maghfiroh Malang students who generally come from middle to lower economic group families have good attitudes and behaviors in consuming healthy food. Still, these students' food safety knowledge needs to be increased through mentoring by teachers and parents. Explanation about healthy eating, using an interactive module designed in this activity, was received with enthusiasm. It also increased their knowledge about the importance of safe and healthy food for life.
Penerapan Polisi Jentik Nyamuk Kids dan Pemeriksaan DDR (Drike Drupple) dalam Upaya Pencegahan Malaria pada Anak SD Advent Doyo Baru Sentani (The Application of Polisi Jentik Nyamuk Kids and DDR (Drike Drupple) Examination in the Prevention of Malaria to Students of SD Advent Doyo Baru Sentani) Sri Wahyuni; Ruth Yogi; Wiwiek Mulyani; Eka Setyaning Suci; Roganda Simanjuntak
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.101-108

Abstract

Polisi Jentik Nyamuk Kids adalah sebuah metode yang dilakukan dengan mendidik siswa SD sebagai pendidik teman sebaya agar mampu membiasakan perilaku pencegahan malaria di lingkungan sekolah, dan di lingkungan rumah tempat tinggalnya. Setelah dilakukan penyuluhan kepada guru sekolah SD Advent Doyo Baru Sentani tentang cara pencegahan malaria, kemudian dilakukan pendidikan kepada para siswa sehingga mereka bisa melakukan upaya pencegahan malaria di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Kemudian orang tua dari siswa tersebut juga diberikan penyuluhan dan evaluasi tentang bagaimana perilaku polisi jentik nyamuk kids di rumah dalam melakukan upaya pencegahan penularan malaria.Polisi Jentik Nyamuk Kids is a method carried out by educating elementary students as peer educators to be able to familiarize malaria prevention behavior in the school environment, and in the home environment where they live. After counseling to Adventist Doyo Baru Sentani elementary school teachers on how to prevent malaria, education is then given to students so that they can make efforts to prevent malaria in the school and home environment. Then the parents of these students were also given counseling and evaluation on how the behavior of the kids mosquito larvae at home in preventing malaria transmission.
Dukungan Psikososial terhadap Anak Penderita Retardasi Mental di SLB Widya Bhakti Semarang Ahmadi Nur Huda; Elly Noerhidajati; Rizki Woro Hastuti; Siti Maesaroh
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.151-161

Abstract

Mitra merupakan siswa-siswi SLB Widya Bhakti Semarang yang mempunyai keterbatasan intelektual dan adaptasi. Untuk membantu mengurangi keterbatasan mitra diberikan dukungan psikososial. Kegiatan ini bertujuan menganalisis data demografi dan respons mitra terhadap dukungan psikososial. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode kemitraan dengan sifat pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana, dilakukan pemberian dukungan psikososial berupa edukasi remidiasi kognitif, permainan sederhana, nyayian hiburan dan lagu perjuangan sebagai penyemangat. Hasilnya didapatkan mitra sebanyak 42 orang (100 %) data demografi  berdasarkan jenis kelamin terbanyak laki-laki  27 anak (64,3 %), umur terbanyak 11-13 tahun 23 anak (54,8 %) agama mitra terbanyak Islam 39 anak (92,8 %), alamat terbanyak Semarang 36 anak (85,6 %), kelas mitra terbanyak 1-2 ada  15 anak  (35,7 %), pekerjaan orang tua terbanyak adalah swasta 31 anak (73,8 %). Setelah dilakukan program kemitraan masyarakat dengan pendekatan psikososial terdapat respons mitra yang bervariasi. Terbanyak mitra menyatakan: menyenangkan 42 anak (100 %), bermanfaat 42 anak (100 %), diperlukaan 37anak (88,1 %), kegiatan ini baik 42 anak (100 %), menyukai 38 anak (90,5 %). Our partners in this activity were SLB Widya Bhakti Semarang students who have intellectual and adaptation limitations. To help reduce the limitations of partners, psychosocial support was provided. This activity aimed to analyze demographic data and partners' responses to psychosocial support. The method of implementing this activity used a partnership method with a simple qualitative and quantitative approach, providing psychosocial support in the form of cognitive remediation education, simple games, entertainment songs and struggle songs as encouragement. The results obtained partners as many as 42 people (100%), the most demographic data based on gender were 27 boys (64.3%), the most age 11-13 years 23 children (54.8%) the most partner religion was Islam 39 children (92.8%), most address Semarang 36 children (85.6%), most partner class 1-2 there were 15 children (35.7%), most parents work was private 31 children (73.8%). After the community partnership program was carried out with a psychosocial approach, there were various responses from partners. Most partners stated: it was fun for 42 children (100%), useful for 42 children (100%), needed for 37 children (88.1%), this activity was good for 42 children (100%), liked 38 children (90.5%). 
Kelayakan Geosite dan Geomorphosite Kawasan Desa Wisata Limbasari sebagai Potensi Geowisata Desa Limbasari Huzaely Latief Sunan; Widhiatmoko Herry Purnomo; Nur Chasanah; Gito Sugiyanto; Tigar Putri Adhiana; Hesti Susilawati; Rani Aulia Imran; Akhmad Khahlil Gibran; Suroso Suroso; Teguh Cahyono; FX Anjar Tri Laksono
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.109-117

Abstract

Desa Limbasari secara geografis terletak di Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Desa Limbasari merupakan salah satu desa wisata yang baru di Kabupaten Purbalingga. Desa ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dalam segi wisata kebumian dan geoheritage. Daya tarik wisata yang ada berupa River Tubing, landscape pegunungan batuan gunung api yang terdapat batu jasper hijau “nogo sui”, dan situs kebudayaan prasejarah. Di samping itu keunikan budaya serta sejarah masyarakat juga menjadi daya tarik bagi masyarakat perkotaan. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah mengulas kelayakan geosite dan geomorphosite di Desa Limbasari sebagai sebuah solusi bagaimana memanfaatkan kekayaan geologi beserta berbagai dinamikanya untuk kegiatan wisata edukasi dan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pemetaan potensi geologi sebagai kawasan wisata, inventarisasi pada lokasi yang mempunyai cagar budaya dan sejarah serta wawancara dengan pihak terkait dan studi literatur. Dari hasil kelayakan di kawasan wisata Limbasari mempunyai nilai kelayakan antara 47.5% - 73.5%. Dengan demikian, Kawasan Desa Wisata Limbasari, Kabupaten Purbalingga layak menjadi objek geowisata dengan aspek penilaian didasarkan pada nilai kuantifikasi berbagai keindahan antara alam dan proses geologi yang mengontrol terbentuknya obyek geowisata tersebut.Limbasari Village is geographically located in Bobotsari Subdistrict, Purbalingga Regency. Limbasari Village is one of the new tourism villages in Purbalingga Regency. This village has great potential to be developed as a tourist destination in terms of earth tourism and geoheritage. The tourist attractions are River Tubing, mountainous volcanic mountain landscape with green jasper stone "nogo sui", and prehistoric cultural sites. In addition, the cultural and historical uniqueness of the community is also an attraction for urban communities. The purpose of this study is to review the potential of Geotourism and geoheritage in the Village of Limbasari as a solution to how to utilize the rich geological and cultural sites along with various dynamics for educational activities that are environmentally friendly education and economy. The method used in this study is the mapping of geological potential as a tourist area, an inventory of locations that have cultural and historical reserves as well as interviews with relevant parties and literature studies. From the results of research in the tourist area Limbasari has a feasibility value between 47.5% - 73.5%. Thus, the Limbasari Tourism Village Area, Purbalingga Regency deserves to be a geotourism object with the assessment aspect based on the quantification value of various beauties between nature and the geological process that controls the formation of the geotourism object.
Pelatihan Penyusunan Soal-Soal Berbasis HOTS dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Andarini Permata Cahyaningtyas; Yunita Sari; Sari Yustiana; Jupriyanto Jupriyanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.162-171

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah SD Negeri Bangetayu Wetan 01, Genuk, Kota Semarang. Permasalahan yang dialami SD mitra adalah bahwa guru-guru kelas di SD Negeri Bangetayu Wetan 01 masih mengalami kesulitan dalam menyusun soal-soal berbasis HOTS dan bagaimana mengaplikasikannya dalam penilaian daring selama pandemi ini. Target luaran dalam PKM ini adalah bahwa: (1) terselenggaranya pelatihan penyusunan soal-soal berbasis HOTS dan aplikasinya dalam pembelajaran daring bagi guru SDN Bangetayu Wetan 01 Semarang; (2) mengembangkan kemampuan guru-guru di SDN Bangetayu Wetan 01 dalam menyusun soal-soal berbasis HOTS; dan (3) mengembangkan kemampuan guru-guru di SD Bangetayu Wetan 01 dalam membuat kuis daring sebagai sarana penilaian hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah dengan metode ceramah, tanya jawab, dan praktik. Kemudian, setelah selesai mempraktikkan, guru dievaluasi apakah penilaian daring yang telah dibuat dapat berfungsi secara optimal. Hasil menunjukkan bahwa semua guru telah mampu menyusun soal-soal berbasis HOTS dan mengaplikasikannya dalam kuis daring menggunakan Quizizz.The partner in this community service is SDN Bangetayu Wetan 01, Genuk, Semarang. The problems are that the teachers still experience difficulties to arrange HOTS-based questions and how they should implement it by using online assignment in this pandemic season. The output of this community service are: (1) the implementation of HOTS-based question arrangement training for teachers of SDN Bangetayu Wetan 01 ; (2) teachers of SDN Bangetayu Wetan 01 can compile HOTS-based questions; and (3) teachers of SDN Bangetayu Wetan 01 can create an online assessment to get result from student work. The methods used in this activity were lecturing, question and answer, and practice method. After practicing, the online assessment created by the teacher was evaluated whether it can be used optimally or not. The result showed that all teachers have been able to compile HOTS-based question and applied it in an online assessment by using Quizziz.
Pembelajaran Literasi Digital PAUD melalui Pelatihan Tutor Paud di Pos PAUD Dahlia Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Tarcisia Sri Suwarti; Siti Lestari; Muhammad Wahyu Widiyanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.118-125

Abstract

Perkembangan teknologi mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia secara signifikan. Bentuk paling sederhana dari teknologi yang sering digunakan secara digital adalah emoticon. Anak-anak usia dini pada era sekarang telah mengenal teknologi modern yang mendukung mereka untuk mengenal dunia sekitar. Sebagai contoh adalah handphone yang memiliki fitur emoticon sebagai sarana komunikasi. Oleh karena itu, para tutor Pos PAUD Dahlia Semarang perlu dibekali pembelajaran literasi digital PAUD dengan media Box Bas yang mengandung unsur emoticon untuk mengimbangi pengetahuan siswanya, sehingga meningkatkan pengetahuan pemanfaatan literasi digital bagi pembelajaran PAUD.The development of technology supports education in Indonesia significantly. The simplest form of technologies which is often used digitally is emoticon. Early young learners are recently very familiar with technology in order to know the world surround. For example, handphone which has emoticon features to show expressions. Therefore, tutors of Pos PAUD Dahlia Semarang need to be equipped with digital literacy learning through Box Bas media that contains emoticons to correspond with their students knowledge. This activity can upgrade the tutors’ knowledge in teaching early young learner students by using digital literacy learning.
Penerapan Aplikasi Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Digital di Taman Kanak-Kanak Vihi Atina; Nurchim Nurchim; Yommy Adhiwira Yudha
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.172-180

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perlu ditingkatkan guna mendorong keberhasilan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini bertujuan menerapkan aplikasi augmented reality sebagai media pembelajaran digital di Taman Kanak-Kanak (TK) khususnya di TK Kemala Bhayangkari No 72 Wonogiri dengan materi belajar tentang profesi. Tahapan dalam menerapkan aplikasi ini meliputi (1) pengamatan masalah, (2) penerapan teknologi, (3) pelatihan mitra dan (4) pendampingan mitra. Hasil penerapan aplikasi augmented reality yakni dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan media digital dan menyediakan sarana prasarana pembelajaran digital. Selain itu, proses kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan media digital menjadi lebih menarik dan interaktif.The implementation of Information and Communication Technology (ICT) needs to be improved to encourage the success of digital transformation in the world of education. This activity aims to apply the augmented reality application as a digital learning media in kindergarten especially in TK Kemala Bhayangkari No. 72 Wonogiri with learning material about the profession. The stages in implementing this application include (1) observation of the problem, (2) application of technology, (3) partner training, and (4) partner assistance. The results of implementing the augmented reality application are that it can increase teacher competence in using digital media and provide digital learning infrastructure. In addition, the process of teaching and learning activities using digital media is becoming more interesting and interactive.
Peningkatan Pengetahuan tentang Narkoba dan HIV/AIDS di Pondok Pesantren Al Hidayah Borowatu, Sukoharjo Marni Marni
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.126-134

Abstract

Perilaku sebagian remaja yang mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba dikalangan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dengan cara disuntikkan bisa berakibat seseorang menderita HIV/AIDS, kondisi ini merupakan kondisi yang sangat berbahaya, mengingat penyakit ini belum bisa disembuhkan. Salah satu faktor penyebab penyalahgunaan narkoba adalah kurangnya pengetahuan tentang narkoba dan HIV/AIDS, santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan budaya dan pengetahuan yang bervariasi, dan rata rata pengetahuan masih rendah, untuk itu perlu diberikan pengetahuan pada remaja khususnya santri agar tidak menyalahgunakan narkoba dan menjauhi perilaku beresiko HIV/AIDS seperti penggunaan narkoba suntik dan sex bebas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri agar berperilaku sehat dengan menjauhi narkoba dan agar terhindar dari HIV/AIDS. Kegiatan diawali studi pendahuluan, yang dilakukan saat kunjungan pertama dengan membagikan kuesioner. Tahap kedua berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren untuk menentukan waktu  pelaksanaan penyuluhan, selanjutnya  pelaksaan penyuluhan. Memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS. Ada 3 fase pada proses penyuluhan, yaitu fase orientas/perkenalan, fase kerja dan fase terminasi/evaluasi. Penyuluhan kesehatan telah berhasil dilaksanakan, para santri sangat berantusias dan memahami materi yang telah disampaikan terbukti para santri mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. Penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan para santri terkait penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS.dibuktikan sebelum diberikan penyuluhan skor mean 4,95 dan mean setelah diberikan penyuluhan mean kor pengetahuan 6,73, terjadi peningkatan skor pengetahuan 1,67. Penyuluhan kesehatan kepada para santri terbukti mampu meningkatkan pengetahuan santri tentang penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS yaitu terjadinya mean skor  pengetahuan 1,67. The behavior of some adolescents who ignore the norms and norms prevailing in society is one of the causes of rampant drug use among the younger generation. Drug abuse by injection can result in a person suffering from HIV / AIDS, this condition is a very dangerous condition, considering that this disease cannot be cured. One of the factors causing drug abuse is a lack of knowledge about drugs and HIV / AIDS, therefore it is necessary to provide knowledge to adolescents, especially students, so that they do not abuse drugs and stay away from HIV / AIDS risk behaviors such as injecting drug use and free sex. This activity is aimed to increase the knowledge of students to behave in a healthy manner by avoiding drugs and avoiding HIV / AIDS. It was done by providing health education about drug abuse and HIV/AIDS prevention. There are 3 phases in the counseling process, namely the orientation phase / introduction, the work phase and the termination / evaluation phase. It was found that health education has been successfully carried out, the students are very enthusiastic and understand the material that has been delivered is proven to be able to answer questions raised by the speakers. Health education can increase the knowledge of students related to drug abuse and prevention of HIV / AIDS. Health education to students is proven to increase students' knowledge about drug abuse and HIV / AIDS prevention.
Pendampingan Keterampilan Berkomunikasi Public Speaking dalam Mendukung Pemasaran Produk UMKM Desa Gedawang Banyumanik Semarang Dian Marhaeni Kurdaningsih; Choiril Anwar
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.181-190

Abstract

Desa Gedawang Banyumanik Semarang memiliki banyak potensi. Di saat usaha melimpah mereka memanen hasil bumi akan tetapi sebagian dari mereka mendirikan usaha berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dari berbagai sektor. Peluang ini menciptakan masyarakat berinisiatif membangun usaha home industry. Tantangan para pengusaha home industry ini memproduksi produknya berdasarkan banyak sedikitnya pesanan. Mereka belum memanfaatkan media promosi sebagai sarana pemasaran. Beberapa alasan yang muncul diantaranya adalah karena belum dikuasainya teknologi informasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan berkomunikasi berupa public speaking kepada warga Gedawang dalam upaya peningkatan standar mutu dan kesejahteraan UMKM mereka. Pendampingan dilakukan dalam bentuk pelatihan public speaking dan pendampingan pelaksanaan pemasaran dengan mengandalkan keterampilan public speaking hingga mampu memasarkan secara mandiri. Pendampingan juga dilakukan dalam bentuk mencarikan relasi atau channel pemasaran agar produk-produk UMKM ini dikenal di masyarakat luas. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pendampingan ini diharapkan warga dapat melakukan presentasi, wawancara atau menyampaikan laporan yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan ini.Gedawang Village Banyumanik Semarang has a lot of potential. When the business is abundant they harvest agricultural products, but some of them establish SMEs (Small and Medium Enterprises) from various sectors. This opportunity creates the community to take the initiative to build a home industry business. The challenge for home industry entrepreneurs is to produce their products based on the number of orders. They have not used promotional media as a marketing tool. Some of the reasons that arise include the lack of mastery of information technology. This activity aims to provide understanding and communication skills in the form of public speaking to Gedawang residents in an effort to improve quality standards and the welfare of their SMEs. Assistance is carried out in the form of public speaking training and mentoring in marketing implementation by relying on public speaking skills to be able to market independently. Assistance is also carried out in the form of finding relationships or marketing channels so that SMEs products are known to the wider community. From the results of the implementation of this assistance activity, it is hoped that residents can make presentations, interviews or submit better reports after participating in this activity.

Page 1 of 1 | Total Record : 10