cover
Contact Name
Khotibul Umam
Contact Email
umam.my@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
iks@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial
ISSN : 23033759     EISSN : 26858517     DOI : -
Welfare: Journal Ilmu Kesejahteraan Sosial is designed as a media publication in the form of scientific papers related to social work. The focus of this study discusses the addressing of Persons with Social Welfare Problems.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
PERUBAHAN PERILAKU ANAK PEMULUNG MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL Muhammad Makhribi
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.193 KB) | DOI: 10.14421/welfare.2019.081-03

Abstract

Artikel ini membahas tentang perubahan perilaku anak pemulung di rumah belajar khatulistiwa berbagi Pontianak. Hal ini disebabkan tuntutan ekonomi keluarga yang membuat anak harus turut bekerja di jalanan sebagai pemulung dan pengemis. Sehingga anak cenderung rendah dalam motivasi belajar. Selain itu faktor lingkungan dan tuntutan pekerjaan membuat anak kesulitan untuk tumbuh dan berkembang secara normal serta cenderung berperilaku negatif. Dengan pendekatan studi kasus penulis ingin mengungkapkan proses perubahan perilaku terhadap anak pemulung dan berbagai factor yang menjadi penyebabnya melalui intervensi pendidikan nonformal secara gratis dan berkelanjutan kepada anak-anak yang membutuhkan dalam Rumah Belajar Khatulistiwa Berbagi di Pontianak. Melalui program  pendidikan yang diselenggarakan oleh RBKB kepada para anak didiknya, membuat mereka memiliki motivasi bersekolah yang tinggi, dapat memperbaiki kualitas pendidikan  yang mereka terima dan mengubah perilaku mereka sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekitar. Kata kunci: Perubahan Perilaku, Anak Pemulung, Pendidikan Non Formal
PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DIFABEL Shofiyatuz Zahroh
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.002 KB) | DOI: 10.14421/welfare.2019.081-05

Abstract

Anak difabel adalah anak yang memiliki kemampuan berbeda dari anak pada umunya, namun kenyataannya masyarakat masih memandang difabel sebagai anak yang “cacat”. Sehingga, hal ini berpengaruh pada sikap orang tua terhadap anak difabel. Sikap orang tua yang ditunjukkan terhadap anak difabel ada yang menerima dan ada yang menolak kehadiran anak difabel, yang merupakan bagian dari reaksi psikologis orang tua. Permasalahan yang diteliti adalah apakah penerimaan orang tua mempengaruhi perkembangan emosi anak difabel. Kemudian, dari permasalahan tersebut, ditentukan hipotesis kerja yaitu ada pengaruh antara penerimaan orang tua terhadap perkembangan emosi anak difabel di Desa Bragung. Untuk menelaah masalah tersebut, digunakan variabel penerimaan orang tua (X) sebagai variabel bebas dan perkembangan emosi anak difabel (Y) sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak difabel di Desa Bragung. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah sampel populasi yaitu, orang tua dengan anak difabel yang berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala penerimaan orang tua dan skala perkembangan emosi anak difabel. Hasil dari penelitian ini yaitu, tingkat penerimaan orang tua adalah 47,5% berada pada kategori rendah. Sedangkan tingkat perkembangan emosi anak difabel (a) tunanetra 45,5% berada pada kategori rendah, (b) tunarungu 33,33% berada pada kategori seimbang, (c) tunagrahita 60% berada pada kategori rendah, (d) tunadaksa 60% berada pada kategori rendah. Analisis data penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS 16.0 for windows yang menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara penerimaan orang tua dengan perkembangan emosi anak difabel (a) tunanetra 0,723, (b) tunarungu 0,706, (c) tunagrahita 0,780, (d) tunadaksa 0,665. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima karena Rhitung > Rtabel. Kata kunci: Penerimaan orang tua, perkembangan emosi, anak difabel
ADVOKASI BURUH DALAM PEMENUHAN HAK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Aroisy Ramadhan
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.628 KB) | DOI: 10.14421/welfare.2019.081-01

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana Advokasi SERBUK Indonesia dalam pemenuhan hak keselamatan dan kesehatan kerja dan mengungkapkan tentang hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh Federasi SERBUK dalam melakukan  advokasi  tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Peneliti mengkumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas  data  dalam  penelitian  ini  menggunakan   metode keabsahan data triangulasi, dimana metode ini digunakan sebagai pembanding antara hasil wawancara dengan dokumen yang diperoleh peneliti di lapangan. Dalam menjalankan advokasi sebagai serikat buruh menggunakan dua metode advokasi, pertama yaitu advokasi kelas yang dilakukan oleh Federasi SERBUK Indonesia dengan mewakili suatu kelompok dalam penelitian ini adalah kaum buruh yang diperjuangkan untuk mendapatkan hak K3. Kedua adalah advokasi kasus yang dilakukan dengan cara menyelesaikan permasalahan kasus individu yang dihadapi buruh dengan bantuan serikat. Hambatan yang dialami oleh Federasi SERBUK yaitu anggota yang kurang kompeten, pasif dan, tidak prinsipil. Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh SERBUK adalah tindak intimidasi dari perusahaan, dan stigma kawan buruh lain yang memandang sebelah mata kepada serikat yang dekat dengan partai.Kata Kunci : Advokasi, Serikat Buruh, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA: Strategi Coping dalam Meningkatkan Kualitas Pariwisata di Pantai Pangandaran Fita Fatmawati Supriatna
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.676 KB) | DOI: 10.14421/welfare.2019.081-02

Abstract

Artikel ini mengurai strategi coping dan kebijakan pemerintah dalam relokasi PKL di pelataran Pantai Pangandaran. Latar belakang pemerintah menyusun roadmap kebijakan relokasi PKL dalam upaya meningkatkan kualitas lokasi pariwisata pantai. Melalui pendekatan studi kasus, penulis menemukan acuan dasar kebijakan pemerintah dengan metode humanis. Sementara itu, strategi coping disinyalir dapat menjadi metode yang ampuh dalam mengurai dan mengubah keadaan. Hasil dari penelitian ini mengurai bahwa ada empat metode strategi coping yang dilakukan oleh PKL, yaitu Problem-focused Coping (PFC), Emotion-focused coping (PFC), Coping Jangka Panjang dan Coping Jangka Pendek. Pada  strategi  coping  berbentuk  PFC,  tiga  subjek  menggunakan aspek  planful  problem-solving  (mengatasi  masalah  secara langsung), dan satu subjek menggunakan confrontative coping (menyelesaikan masalah secara konfrontatif). Pada strategi coping berbentuk  EFC,  tiga  subjek  menggunakan  aspek  positive reappraisal (memberi penilaian positif atas permasalahan), satu subjek  menggunakan  aspek  accepting  responsibility  (penerimaan atas masalah), serta satu subjek menggunakan aspek self control (pengendalian  diri).  Tiga  subjek  menggunakan  Coping  Jangka panjang,  dan  tiga  subjek  lainnya  menggunakan  coping  jangka pendek dalam mengatasi permasalahan. Kata kunci: strategi coping, pedagang kaki lima, relokasi, Pangandaran
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN SOSIAL BAHASA INGGRIS Akhmad Munif Mubarok; Azizatul Munafisah
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.986 KB) | DOI: 10.14421/welfare.2019.081-04

Abstract

English language institutes make various empowerment efforts to encourage community participation so they have the ability to achieve a prosperous standard of living. Empowerment efforts undertaken by English language course institutions in Pelem Village have made the community aware of the potential, have the ability to access welfare and change existing barriers. The description is the main attraction to examine how efforts to empower the community through social service institutions English courses in the Village of Pelem, Pare District, Kediri Regency. The purpose of this research is to find out, describe and analyze efforts to empower the community through social service institutions of English courses in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. This research uses a case study approach with qualitative research type. The technique of determining the informant using the subjectivity of researchers and the technique of determining the location using purposive.Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data display and verification. The results showed that the role of the course institutions could improve the welfare of the people of Pelem Village.Keywords: Empowerment Efforts, Institutions and community
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENYEMBUHAN TRAUMATIK UNTUK KEBERLANGSUNGAN HIDUP KORBAN; Studi Kasus Pada Korban Kehamilan Tidak Diinginkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta Nerisa Afwan
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2019.082-04

Abstract

This study discusses how the role of social workers in healing traumatic victims of KTD (Unwanted Pregnancy). The purpose of this research is to find out what are the roles played by social workers in healing traumatic victims of KTD. This study uses qualitative research through observation and interview techniques in which researchers are directly involved in the research process to obtain the information needed. The subject of the informants in this study were social workers who handled the victims of unwanted pregnancies in Women's Social Protection and Rehabilitation Center (BPRSW). The results of this study indicate that the role of social workers in healing traumatic victims of KTD is done by providing guidance, motivation and advice to victims so that victims are free from trauma and can continue their lives well in pregnancy.Keywords: The Role Of Social Workers, Healing Of Traumatic, Unwanted Pregnancy
KADER PENGGERAK: Upaya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Supriyadi Supriyadi
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2019.082-02

Abstract

Women are a very productive source of labor in all fields. In this case village women tend to be housewives and their space to develop skills is very limited. Researchers aimed to determine the empowerment of cadres in the family welfare in the District of Pakis, Magelang Regency. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The subjects of this study were the Head of the Banyusidi Village, the Driving Cadre of the Banyusidi Village. In collecting data researchers used the method of observation, interviews and documentation. While in the data analysis techniques researchers used data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that PKK Cadre Empowerment based on the theory of the empowerment process was divided into 5 stages namely Enabling, Empowering, Protecting, Supporting, and Fostering. Of the 5 stages the process has not been able to run optimally, especially in Enabling and Fostering. While the factors which become obstacles in empowering women through PKK come from members and also from the environment. While the supporters are strong encouragement from the board and the existence of support from outside the group.Keywords: Empowerment of women, PKK, Family Welfare
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA PEMULUNG Raka Galih Sajiwo
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2019.082-06

Abstract

Every family would want a clean and healthy environment. The level of achieving social welfare can also be passed through behaviors that reflect cleanliness of the environment. This also applies to scavenger families in Babarsari's shanties. In this context, the research was conducted in Babarsari's shanties in the type of field research and was descriptive qualitative in nature. Those who work as scavengers do not recognize clean and healthy living behaviors or PHBS. They are used to environmental life which can be said to not support the survival of their children. An environment full of garbage has become their usual sight. To analyze PHBS, Abraham Maslow's theory of Hirearki's theory of Human Needs is used. The results of this study are that those scavenger families do not have the awareness of the importance of basic needs, such as clean and healthy life behavior or PHBS.Keywords: Social Welfare, Family, Scavenger, Healthy Living Behaviors
DISKRIMINASI ORANG DENGAN HIV/AIDS (Study Kasus Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Smile Plus Temanggung) Achmad Wisnu Ma'arif
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2019.082-01

Abstract

This article describes the discrimination of people with HIV / AIDS in the Smile Plus Temanggung Peer Support Group. Besides this research is also to find out the subject responding to discrimination that occurs in the family environment, work environment, and social environment. In this study, the authors used a qualitative method with a case study model. The focus of the study is to examine the discrimination experienced by people with HIV / AIDS. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation, with triangulation techniques to test the validity of the data. The results of this study show that of the five research subjects four of them experienced discrimination in the form of direct discrimination and indirect discrimination with sources of discrimination originating from the family and work environment, while in the social environment they did not experience discrimination because the environment did not know their status.Keywords: Discrimination, HIV / AIDS, Peer support groups, Smile Plus
MANAJEMEN PELAYANAN SOSIAL: Peran Pusat Dukungan Anak Dan Keluarga di Panti Asuhan Yogyakarta Dwi Papsa
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2019.082-03

Abstract

This study aims to determine how the role played by the Sayangi Tunas Cilik Foundation Partner of Save the Children Pusat Dukungan Anak dan Keluarga (PDAK) program in building social service management in Yogyakarta orphanages. The results showed that there were several roles, namely the facilitative role through the socialization of the application of the National Childcare Standards (SNPA), the educational role through training in the form of workshops and capacity building in case counseling, the role of representatives through PDAK efforts in assisting the completeness of LKSA accreditation administration and the technical role through data processing training with a case management approach. The results of the role of building service management include understanding and developing LKSA's capabilities in family-based care, implementing case management, and acknowledging LKSA through accreditation. All the assistance roles carried out by PDAK are to increase family-based care and instill a culture of good parenting, and to support the recognition of the LKSA service system through LKSA accreditation.Keywords: Role of PDAK, management of social services, children and families